Kebaktian Umum Minggu GKMI Gloria Patri tanggal 20 Maret 2022 akan dilakukan secara onsite dan live streaming pada pukul 08.00 WIB.
Berkenaan dengan ini ada dua hal yang perlu diperhatikan oleh jemaat:
Ibadah akan dimulai tepat pukul 08.00 WIB, bagi Jemaat yang mengikuti kebaktian secara daring diharapkan membuka tautan YouTube GKMI Gloria Patri SEBELUM pk.08.00 WIB supaya bisa mengikuti secara utuh keseluruhan jalannya kebaktian.
Rekaman Kebaktian Umum ini juga bisa diikuti melalui Siaran Radio Ichthus pada gelombang 96.5 FM, pk.18.00 WIB.
Tetaplah semangat, sukacita, dan berpengharapan di dalam Tuhan. Jaga kesehatan diri dan keluarga. Tuhan Yesus memberkati.
Matius 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Hai…anak-anak GP Kids..selamat pagiπ»
π΄π΄ini binatang apakah? Kuda? Bukan…ini Keledai. Keledai memang mirip dengan kuda tetapi lebih pendek dan kecil. Keledai sering digunakan untuk mengangkut barang-barang di punggungnya. Walaupun bebannya berat tapi keledai tetap diam tenang..tidak bergerak sama sekali. Kadang-kadang kita, manusia bisa seperti keledai loh..π Suka membawa-bawa, menggendong beban berat di hati, dan pikiran kita.
Memang kadang-kadang kita bisa merasa capek, bosan, lemah, lesu, dan pikiran berat karena banyak tugas sekolah. Kadang-kadang kita bisa merasa sedih, takut, dan kuatir karena orang tua bertengkar, sedang sakit atau banyak sebab lainnya. Nah..Firman Tuhan hari ini sungguh sangat menghibur dan melegakan. Tuhan mengundang kita yang letih lesu lemah dan berbeban berat untuk meletakkan semua beban berat kita.. DIA berjanji akan memberi kelegaan dan kedamaian. Percayalah pada Tuhan yang sangat mengasihimu.. Letakkanlah bebanmu.. Tuhan yang akan membereskan.
Enjoy Weekendππ Jesus π you all so much..
Sabtu, 19 Maret 2022 BUKAN TAKUT DIHUKUM Bacaan Alkitab : Ayub 20
Ayat Emas : Ayub 20:3 Kudengar teguran yang menghina aku, tetapi yang menjawab aku ialah akal budi yang tidak berpengertian.
Di akhir pasal 19, Ayub membuat 2 pernyataan penting. Pertama, pengakuan iman. Kedua, peringatan agar para sahabatnya tidak terus-menerus menghakimi dia. Namun, pernyataan Ayub malah ditanggapi Zofar dalam pasal ini dengan kemarahan (ayat 2). Akibat kemarahannya pada Ayub, Zofar terus menghakimi Ayub dengan berapi-api dan memohon kepada Tuhan agar kutukan Allah berlaku atas Ayub (ayat 23). Pelajaran dari Zofar merupakan pertimbangan spiritual atas dasar logika yang sederhana. Dosa tidak akan menghasilkan keberuntungan apalagi kebahagiaan. Sebaliknya kebahagiaan orang berdosa hanya singkat karena ia akan mati dalam kehancuran, dan orang dekatnya akan menderita.
Apakah salah jika Zofar berpendapat demikian? Tidak sepenuhnya salah, karena Tuhan akan membuat dosa orang berbalik mengejar dan menimbulkan akibat-akibat buruk bagi orang yang melakukannya.
Lalu bagaimana sikap yang benar yang harus kita ikuti sebagai umat Tuhan? Yaitu, kita harus taat pada Tuhan dan firman-Nya bukan karena takut hukuman atau karena mengharapkan pahala, tetapi karena kita mengasihi Dia dengan segenap hati. Taati perkataan-Nya bukan karena takut tapi karena cinta dan hormat.
Doa Tuhan, ajarkan kepada kami ketaatan karena kami memang mengasihi-Mu, bukan karena takut akan hukuman. Amin. (AV)
Jemaat GKMI Gloria Patri yang dikasihi Tuhan. Pertama-tama kita bersyukur kepada Tuhan untuk kasih karunia-Nya, karena anggota jemaat kita yang sebelumnya terpapar Covid sudah dipulihkan Tuhan. Selain itu, angka penyebaran covid di Indonesia dan terutama kota Semarang sudah berangsur turun.
Oleh sebab itu, Majelis Jemaat GKMI Gloria Patri mengambil keputusan sebagai berikut:
Kebaktian Umum Minggu GKMI Gloria Patri dilakukan secara hybrid, yaitu: onsite (tatap muka) dan online (live streaming di kanal Youtube GKMI Gloria Patri atau Radio Ichthus 96.5 FM). Jemaat dipersilakan hadir beribadah secara onsite tanpa mendaftar terlebih dulu.
Walaupun demikian, selama beribadah di gereja, semua petugas yang melayani dan jemaat yang beribadah WAJIB mengenakan masker selama ibadah berlangsung. Sekali lagi, masker tidak boleh dilepaskan selama beribadah.
Jemaat yang bergejala demam, flu, batuk, dan atau dengan suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius dilarang untuk beribadah secara onsite.
4. Jemaat yang terpapar covid-19 dipersilakan menghubungi Satgas Covid GP atau kepada Hamba Tuhan serta Majelis Jemaat GKMI Gloria Patri. Kami menghimbau agar jemaat jangan menanggung sendiri kesulitan dan pergumulan yang dihadapi. Komunitas gereja adalah keluarga besar kita semua, yang siap untuk saling membantu dan memperhatikan satu sama lain. Satgas Covid yang bisa dihubungi antara lain: * Pnt. Ria Pujiastuti (Koordinator): 0896-8892-9559; dan * Bp. Herdyawan Yoga: 0811-273-587
Demikian yang bisa kami sampaikan. Tetaplah menerapkan protokol kesehatan yang ketat di mana pun jemaat berada.
Yosua 10:25b Lalu berkatalah Yosua kepada mereka: “Janganlah takut dan janganlah tawar hati, kuatkan dan teguhkanlah hatimu.”
Adik-adik pernah merasa kuatir akan apa yang terjadi besok, lusa, atau minggu depan? Contohnya, ketika adik-adik mengerjakan Tes Mid Semester, sepertinya jawaban yang ditulis sudah betul semua, tapi ketika menanti hasil tes, adik-adik pasti menantinya dengan hati berdebar-debar & was-was ya? π° Nah.. begitulah ketika hati kita kuatir akan segala sesuatu, pasti kita tidak pernah tenang & banyak hal yang dipikirkan.
Dari ayat firman Tuhan hari ini, kita belajar supaya hati kita tetap teguh & jangan tawar hati. Ketika adik-adik melihat ada anggota keluarga seperti Opa/Oma yang sakit tidak kunjung sembuh & harus tergantung dengan obat-obatan setiap hari, di saat itulah adik-adik sebagai anak Tuhan harus menghibur Opa/Oma yang sakit supaya tidak kuatir akan hari esok & tetap percaya bahwa Tuhan yang akan menyembuhkan. Dan pastinya adik-adik juga harus berdoa supaya Tuhan menolong & memberi kekuatan kepada anggota keluarga yang sakit ππ»
Jadi adik-adik harus tetap percaya kepada Tuhan dengan segenap hati yaπ₯°
Ayat Emas : Ayub 19:2 Berapa lama lagi kamu menyakitkan hatiku, dan meremukkan aku dengan perkataan?
Melanjutkan pembahasan kemarin, ketika dihantam dan dihakimi dengan kejam oleh Bildad, pada akhirnya Ayub tidak bisa tinggal diam. Di saat beban yang ditanggungnya begitu berat, sesungguhnya Ayub berharap penghiburan dari orang lain, terlebih sahabat-sahabatnya. Namun dia melihat justru mereka berlaku tidak manusiawi. Mereka bertindak seolah menjadi seperti Allah yang menuntut pertobatan Ayub. Di saat itulah Ayub menghardik para temannya yang telah menambah susah pada hidupnya (ayat 1-6).
Di dalam pergumulan dan keputusasaannya, Ayub sampai pada titik pertanyaan yang sangat krusial, yaitu ia bertanya βapakah Tuhan ada di pihakku?β Untuk kita, pernahkah kita mengalami tekanan seperti yang dirasakan Ayub? Ketika semua orang berseberangan bahkan memusuhi kita? Bahkan rasanya Tuhan pun tidak mendukung kita? Sekali lagi, bagaimana kita harus bersikap di hadapan Tuhan?
Di tengah pergumulannya, Ayub tetap percaya penuh bahwa Allah adalah Perisainya. Penderitaan yang terjadi boleh menggerogoti tubuhnya, bahkan menekan jiwanya, tapi rohnya tetap kuat dan harapan hanya ia gantungkan kepada Tuhan.
Doa Tuhan, pergumulan seperti apapun boleh terjadi di dalam hidup kami, tapi satu hal yang kami minta, jangan biarkan kami melewatinya sendiri. Amin. (AV)
Hamba Tuhan, Majelis Jemaat, dan Jemaat GKMI Gloria Patri mengucapkan Selamat ulang tahun untuk:
– Sdr. Aaron Richard Valentino Karu
Tuhan Yesus memberkati.
Ayat Emas : Ayub 18:18 Ia diusir dari tempat terang ke dalam kegelapan, dan ia dienyahkan dari dunia.
Di dalam pasal ini, Bildad hendak mengatakan bahwa segala sesuatu di dunia ini ada tempatnya. Dengan melihat penderitaan yang dialami, maka tempat yang cocok bagi Ayub adalah neraka. Sebuah tempat yang menjadi tujuan akhir bagi orang-orang fasik. Neraka adalah tempat yang gelap, penuh masalah dan kesusahan, di mana orang mengalami kesusahan yang tiada henti, dan hidupnya akan berujung pada kesia-siaan. Neraka jelas berbeda dengan surga yang akan ditempati oleh orang yang hidupnya saleh.
Di dalam hidup sehari-hari, ketika kita melihat pergumulan dan penderitaan yang dialami orang lain, seringkali dengan gampangnya kita menilai kualitas hidup orang tersebut. Sangat mudahnya kita berucap, dosa apa yang diperbuatnya? Sering kita merasa seolah hidup kita jauh lebih baik, sehingga kita boleh menghakimi orang lain.
Orang percaya dan orang tidak beriman sama-sama mengalami kesulitan di dalam hidupnya. Karenanya, tugas kita bukan melakukan penilaian, apalagi memberikan penghakiman atas masalah yang terjadi. Justru yang harus kita lakukan adalah mendukungnya dalam doa. Dengan begitu, hidup kita bisa menjadi saluran berkat bagi mereka yang mengalami pergumulan.
Doa Tuhan, beri kami mata dan hati-Mu, sehingga kami bisa melihat penderitaan sebagai proses Tuhan. Amin. (AV)