Morning Devotion GP Kids – 17 Maret 2022

Galatia 1:10
Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

Anak-anak GP Kids…
Siapa yang ingin punya banyak teman?
Wah tentu semua ingin punya teman sebanyak-banyaknya ya 😍

Anak-anak, seringkali manusia melakukan berbagai cara supaya mendapatkan teman. Misalnya, menuruti semua yang diinginkan orang lain, dengan harapan agar mereka suka dan berbaik hati kepada kita. Padahal tidak semua yang mereka inginkan adalah baik, dan sesuai dengan firman Tuhan.

Nah anak-anak…
Ayat firman Tuhan hari ini mengingatkan kita, agar lebih mencari kesukaan Allah daripada mencari kesukaan manusia. Serta hidup berkenan kepada Allah daripada kepada manusia.

Oleh karena itu, biarlah hidup kita selalu menyukakan hati Tuhan dengan selalu hidup seturut Firman-Nya, agar hidup kita berkenan di hadapan-Nya.
Mintalah pertolongan Roh Kudus untuk melakukannya.

Tuhan Yesus memberkati 😇

-Kak Uni-

Morning Devotion GP Kids – 16 Maret 2022

Selamat pagi anak-anak kesayangan Tuhan Yesus🤗💖🤗

Pagi ini ☀️ kita mau belajar tentang lemah lembut
yang di ambil dari👇

Matius 11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Selama Tuhan Yesus hidup dan melayani, Tuhan Yesus tidak pernah bertindak menurut kehendak
diri-NYA sendiri, tetapi berbuat menurut kehendak Bapa.

Sebagai orang percaya dan pengikut Kristus, Tuhan Yesus menghendaki kita bertindak, berkata-kata, ataupun melayani, sama seperti Tuhan Yesus. Hal ini bisa terjadi bila kita memiliki karakter Kristus, salah satunya adalah lemah lembut.

Sifat lemah lembut ini harus mewarnai hidup kita sehari-hari, bukan hanya sewaktu-waktu. Harus menjadi perhiasan yang menghiasi diri kita setiap saat.

Janji Tuhan untuk orang yang lemah lembut ada loh anak-anak, dikatakan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Artinya hidup kita lebih damai, karena kita tidak terlibat dalam banyak masalah. Bukan cuma itu tapi masih ada lagi🤗
mau tahu🤔 coba lihat di bawah ini👇

Matius 5:5
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Lemah lembut itu bukan gemulai, melambai atau kalah, tetapi lebih ke arah💖 hati💖 yang mau dibentuk oleh Tuhan, hati yang mudah memaafkan, hati yang sabar, hati yang rela yang mau mendengar dan menerima teguran. Kalau berbicara terasa meneduhkan, bisa memulihkan hati orang yang terluka.

Di Alkitab ada satu tokoh besar yang memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir.
Ia adalah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang ada di atas muka bumi.
Ada yang tahu nama Tokoh tersebut🤔
🙋‍♀️
Namanya Musa
Iya benar👏👏👏 , pintar👍🏻👍🏻👍🏻

Apakah anak-anak kepengen tahu apakah anak-anak memiliki hati yang yang lemah lembut? Coba anak-anak renungkan …….🤔🤔🤔
Salah satu contoh:
Apakah anak-anak bisa dengan mudah memaafkan ketika ada teman yang tanpa sadar menyakiti hati anak-anak?
Atau…..
Apakah anak-anak gampang tersentuh dan ikut merasa sedih, ketika ada teman yang sedang ada masalah, atau terluka?

Mari kita berdoa:
Tuhan Yesus saya ingin menjadi anak yang memiliki hati yang lemah lembut. Saya menyerahkan hati saya untuk di bentuk Tuhan Yesus. Amin🙏🏻🙏🏻🙏🏻

-Tante Vita-

Renungan iGrow 16 Maret 2022 – Mengadu kepada Tuhan

https://youtu.be/yLL2nDRuG0Y

Rabu, 16 Maret 2022
MENGADU KEPADA TUHAN
Bacaan Alkitab : Ayub 17

Ayat Emas : Ayub 17:1
Semangatku patah, umurku telah habis, dan bagiku tersedia kuburan.

IAyub diizinkan Tuhan mengalami masalah yang sangat berat bagi ukuran manusia. Kebangkrutan total, kematian anggota keluarga dan sakit pada tubuh bahkan istrinya pun mencela. Mungkin sebagian besar orang menanyakan apa dosa Ayub sehingga ia harus mengalami masalah yang sangat berat dan bertubi-tubi? Namun bagi Ayub, iman dan integritas dirinya jelas. Ini semua terjadi bukan karena kesalahannya. Dan Ayub tahu ke mana ia harus mengadu.

Dalam keseharian kita sebagai umat percaya, siapakah yang kita andalkan jika kita mengalami kondisi sulit dalam kehidupan? Kepada siapa kita berpaling? Apalagi jika ternyata orang-orang dekat adalah bagian dari masalah itu sendiri?

Kesulitan hidup membuat tatanan dan prioritas kehidupan menjadi nyata. Mari kita koreksi dan evaluasi hidup kita yang mengaku “punya” Tuhan. Apa yang kita akan lakukan saat menghadapi pergumulan?

Apakah kita masih berpikir untuk mengambil jalan pintas dan minta “tuhan lain” untuk segera menyelesaikan pergumulan kita? Ketahuilah bahwa keberadaan Tuhan dalam hidup kita tidak menghindarkan masalah, tapi memampukan kita untuk menghadapinya.

Doa
Tuhan, ajar kami untuk mempraktikkan iman kami. Biarlah Roh Kudus selalu mengingatkan, ke mana kami harus mengadu. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 15 Maret 2022

Filipi 4:9
“Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.”

Selamat pagi GP Kids☘️

Anak-anak, Firman Tuhan hari ini adalah surat Paulus kepada jemaat di Filipi. Ia sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dari jemaat Filipi ketika Paulus di penjara. Paulus mengajar tentang Kristus dan memberi banyak nasihat, ia juga mendorong agar mereka melakukan apa yang telah mereka dengar, pelajari dan terima. Filipi 4:9👆

Nah anak-anak, nasihat itu juga untuk kita. Setelah kita mendengar, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, ayo kita juga belajar melakukannya setiap hari. Menghormati orang tua, rajin bersaat teduh, mengampuni yang bersalah kepada kita, suka berbagi dan sebagainya. Kadang sulit ya, tapi kita bisa minta Roh Kudus menolong kita.

Mari berdoa:
Roh Kudus mampukan kami melakukan Firman Tuhan setiap hari. Amin.“🙏

Tuhan memberkati anak-anak semua🙏

Tante Evy

Renungan iGrow 15 Maret 2022 – Penghibur Sialan

https://youtu.be/d6QeH1m0epg

Selasa, 15 Maret 2022
PENGHIBUR SIALAN
Bacaan Alkitab : Ayub 16

Ayat Emas : Ayub 16:1-2
Tetapi Ayub menjawab: “Hal seperti itu telah acap kali kudengar. Penghibur sialan kamu semua!”

Penghibur sialan kamu semua! Ini jawab Ayub terhadap omong kosong para karibnya yang menambah perih hidupnya. Bukannya mendukung dengan cinta, malah mereka mendekat dengan cerca. Sebagai manusia, perasaan Ayub memuncak, sampai-sampai tak tahan ia mengeluarkan kalimat keras terhadap mereka. Perasaan ini menjadi wajar, karena sahabatnya muncul bagai jaksa yang menguliti dia dari kejahatan dan dosa yang tidak pernah ia lakukan. Bukan kekuatan yang didapat malah celaan yang diterima. Bukannya menghibur, malah mereka tak lelah menyindir. Di tengah persidangan yang nampaknya tidak adil ini, Ayub tetap yakin bahwa Allah tetaplah Saksinya di sorga. Ia akan memberikan kesaksian yang menguntungkan baginya.

Penghibur macam apa kita, kala orang lain sedang berduka? Apakah kita memberi kekuatan, penghiburan dan keuntungan bagi mereka. Apakah kita menjadi jawab atas penderitaan dan pergumulan mereka? Atau sebaliknya. Justru kita mencela dan merundung mereka di belakang atau bahkan di depan mereka. Penghibur macam apa kita? Penghibur sialan atau yang memberi mujur dan keberuntungan bagi mereka yang sedang mendapat kemalangan? Hadirlah sebagai orang yang memberi manfaat besar bagi banyak orang yang tidak bernasib baik.

Doa
Ya Tuhan, ampuni kami jika mulut dan kelakuan kami tidak memberikan manfaat bagi orang lain. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 14 Maret 2022 – Yang Dibutuhkan Bukan Teori

https://youtu.be/EdX4ks7uz04

Senin, 14 Maret 2022
YANG DIBUTUHKAN BUKAN TEORI
Bacaan Alkitab : Ayub 15

Ayat Emas : Ayub 15:1-2
Maka Elifas, orang Teman, menjawab: “Apakah orang yang mempunyai hikmat menjawab dengan pengetahuan kosong dan mengisi pikirannya dengan angin?”

Kali yang kedua, Elifas mendahului dua temannya yang lain menyampaikan teologi penderitaan kepada Ayub. Teori yang diungkapkannya logis. Laksana seorang yang pintar dan berilmu ia menyatakan pendapatnya tentang sengsara yang mendera sahabatnya, Ayub.

Apakah Ayub tidak tahu semuanya itu? Tentu saja Ayub mengerti semua teori itu. Sebagai seorang saleh, yang tak ada orang sezamannya yang bisa mengalahkan, ia pasti mengerti akan akibat dosa. Tapi kali ini, ia tidak butuh sebuah teori atau khotbah yang bagus. Yang ia butuhkan ialah telinga yang mau mendengar keluhan dan jeritan hatinya. Yang ia perlukan kali ini ialah hati yang mau menyelami kepedihannya. Hatinya hancur. Jiwanya remuk. Asanya pupus. Ia butuh telinga yang mendengar. Bahu yang menopang. Dan tangan yang merangkulnya.

Saat ini, ada begitu banyak orang yang sedang merasakan hal yang sama seperti yang dialami oleh Ayub. Mereka tidak membutuhkan khotbah dan sebuah teori kosong. Yang mereka butuhkan adalah kita. Telinga kita. Tangan kita. Bahu kita. Hati kita. Jangan berteori. Tapi nyatakan kasih.

Doa
Ya Tuhan, waktunya bagi kami untuk menjadi penolong dan pendamping bagi orang yang susah. Tolonglah kami menjadi perpanjangan tangan-Mu. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio