Morning Devotion GP Kids – 14 Maret 2022

Kejadian 41:52
Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku.

Shalom anak-anak kebanggaan Tuhan🤗
Selalu bersemangat yah💪

Anak-anak siapa yang pernah membaca proses terbentuknya mutiara?
Mutiara terbentuk karena respons internal tiram terhadap luka yang disebabkan oleh sesuatu yang melukai dirinya, misalnya sebutir pasir. Sumber yang dapat menyembuhkan luka itu akan segera mengalir ke tempat yang terluka..dan hasilnya adalah mutiara yang indah..
Jadi terbentuknya mutiara diawali oleh luka.

Firman Tuhan hari ini berkisah tentang Yusuf.
Yusuf tidak seketika menjadi seorang yang berpengaruh di Mesir..tidak seketika..
Yusuf pernah dijual oleh saudara-saudaranya sebagai budak. Yusuf pernah difitnah oleh istri Potifar..dan dimasukkan ke dalam penjara. Perjalanan hidupnya tidak serta merta baik..
Namun 1 hal yang patut kita ingat, bahwa di situasi baik ataupun tidak baik..Yusuf tetap memiliki hubungan yang dekat dengan Allah. Yusuf tetap mendengarkan apa kehendak Tuhan dalam hidupnya..Yusuf tidak ingin mendukakan hati Tuhan.
Dan..pada akhirnya kita tahu, bahwa Yusuf diangkat oleh Firaun menjadi penguasa 👑.

Anak-anak, jika saat ini kita sedang dalam kesusahan..ingatlah kisah Yusuf..ingat juga kisah mutiara tadi..
Tak ada luka..tak ada mutiara..🙏😍

Tetap jaga kesehatan ya anak-anak..🥰
Stay safe in God’s hands yah🤲
God bless you all 😇

🌹Tante Chitra🌹

Kebaktian Umum GKMI Gloria Patri Minggu, 13 Maret 2022 – Oleh: Bp. Herdyawan Yoga K

Bertolong-Tolonglah Menanggung Bebanmu

Peluang terjadinya permasalahan di tengah Jemaat adalah suatu keniscayaan. Karena itu tak salah jika ada ungkapan bahwa tidak ada gereja atau komunitas yang sempurna, sebab selalu ada celah ketidaksempurnaan di dalamnya. Jika dirasa ada gereja atau komunitas yang sempurna, maka komunitas itu menjadi tidak sempurna ketika kita masuk di dalamnya.

Munculnya permasalahan bahkan perselisihan di tengah Jemaat dialami pula oleh anak Tuhan di Galatia. Jemaat Galatia, di mana surat Rasul Paulus ditujukan mengalami kebimbangan iman akibat hadirnya guru-guru palsu yang mengacaukan pemahaman mereka tentang relasi dengan Tuhan. Maka melalui suratnya, Rasul Paulus menegaskan kembali pentingnya iman percaya mereka kepada Tuhan Yesus. Iman percaya yang akan memunculkan sikap serta tindakan sesuai hukum Kristus, yaitu kasih.

Sebagai seorang rasul yang paham betul kondisi Jemaat Galatia, Paulus memberi perhatian khusus pada terjadinya perselisihan di tengah Jemaat yang didirikannya ini. Perselisihan yang bisa jadi membawa Jemaat pada kondisi acuh tak acuh terhadap sesamanya. Melalui pasal 6 yang adalah
bagian penutup dari suratnya, Rasul Paulus mengingatkan kembali agar Jemaat bersatu dan saling membantu. Membantu di dalam membangun rohani dan sejahtera bersama dengan tak jemu berbuat baik yang didasari kasih. Kepada siapa perbuatan baik diberikan? Kepada semua yang membutuhkan!

Apa yang dinasihatkan Rasul Paulus dan dialami oleh Jemaat binaannya memberikan gambaran bagaimana kita belajar juga hidup berkomunitas sebagai anak Tuhan di masa kini.

“Menutup pintu hati untuk mereka yang membutuhkan adalah tanda ketidakpercayaan” (Dari Benih Anabaptis – Arnold C. Snyder)

Renungan iGrow 13 Maret 2022 – Penderitaan

https://youtu.be/ljV1cHE9udE

Minggu, 13 Maret 2022
PENDERITAAN
Bacaan Alkitab : Ayub 14

Ayat Emas : Ayub 14:1;22
Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan… Hanya tubuhnya membuat dirinya menderita, dan karena dirinya sendiri jiwanya berduka cita.

Di dua ayat ini, yaitu di bagian paling awal dan ayat terakhir memberikan kesimpulan terhadap hidup manusia. Kesimpulan itu adalah manusia lahir singkat umurnya, penuh kegelisahan, tubuhnya menderita, dan jiwanya berdukacita.

Jika demikian hidup manusia, maka untuk apa penderitaan itu kita alami? Ini sebuah pertanyaan yang sangat penting. Memang, sejak manusia pertama jatuh dalam dosa maka penderitaan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam hidup manusia. Hawa harus melahirkan dengan kesakitan. Adam harus mencari nafkah dengan berpeluh. Namun lebih dari pada itu, pergumulan membawa seseorang untuk meraih kehidupan yang tidak statis tetapi terus bergerak dan bermetamorfosis laksana kupu-kupu keluar dari kepompongnya.

Penderitaan akan membawa kita untuk lebih memanjangkan akar iman kita agar menemukan sumber air kehidupan di dalam Tuhan. Penderitaan yang Tuhan izinkan kita alami saat ini adalah cara Dia menarik perhatian kita untuk lebih lagi mencari Dia, sehingga kita tidak hanya mengetahui tentang Dia tetapi mengenal-Nya lebih dalam dan mengalami-Nya secara nyata. Janganlah takut menderita, karena dengan cara itu kita akan menjadi lebih dewasa dan matang.

Doa
Ya Tuhan, tolonglah kami untuk sanggup memahami apa maksud di balik penderitaan yang sedang kami alami. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Youth Shine Online Service – Aku Manusia yang Tamak

Hai” Youth Shine GKMI Gloria Patri🤩

Happy weekend!!!
We hope you guys stay healthy and doing everything very well

Shiners, hari ini kita akan PERSEKUTUAN ONLINE bersama dengan tema yang SANGAT MENARIK. Penasaran kan? Soo, kuy kita persekutuan!

LINK ZOOM
https://telkomsel.zoom.us/j/95441365319?pwd=cEZSb2c4MjREY0V6bE5vWjJXWG9MQT09

Pastikan diri kalian untuk hadir dalam persekutuan hari ini yaa! Ajak juga teman dan sahabat kalian agar kita dapat bersama-sama belajar dan bertumbuh di dalam Kristus.

GOD BLESS YOU

Renungan iGrow 12 Maret 2022 – Memburu Tuhan

https://youtu.be/_85J_tg6AOw

Sabtu, 12 Maret 2022
MEMBURU TUHAN
Bacaan Alkitab: Ayub 13

Ayat Emas : Ayub 13:3
Tetapi aku, aku hendak berbicara dengan Yang Mahakuasa, aku ingin membela perkaraku di hadapan Allah.

Ayub sendirian. Ia ditinggalkan oleh teman-temannya. Ia ditinggalkan istrinya. Bahkan ia merasa ditinggalkan Allahnya. Namun, ia tak mau menyerah. Dari pada mencari nasihat dari pengacara duniawi yang pasti tidak akan sanggup menolongnya, maka lebih baik ia langsung berurusan dengan Tuhan. Ia memburu Tuhan. Kepalang basah, mandi sekalian. Daripada mendapat jawaban yang “ngawur” dari manusia, lebih baik memburu jawaban dari Tuhan. Ia yakin Tuhan akan memberikan jawaban yang tepat.

Memang apa yang dilakukan Ayub ini rasanya sangat lancang. Ia mempertanyakan tindakkan Tuhan atas hidupnya. Namun bagi Ayub, ini adalah cara terbaik, yang bisa ia lakukan. Hanya saja, jika Ia memberi jawab, maka siap-siaplah, Ayub akan dimurnikan semurni-murninya. Bisa jadi, saat Tuhan menjawabnya, itulah waktu di mana guncangan terhebat terjadi dalam hidupnya.

Tak jauh beda dengan Ayub, ada saatnya kita merasa bahwa berurusan dengan manusia membuat kita tidak memperoleh jawaban yang terang benderang. Jika kita dalam situasi ini, mencari dan memburu Tuhan adalah cara yang terbaik. Carilah Ia, selama Ia berkenan ditemui. Bersiaplah juga untuk sebuah guncangan hebat yang bisa saja terjadi. Namun, yakinlah guncangan itu akan memurnikan kita.

Doa
Tuhan, ajar kami untuk terus menerus memiliki kerinduan mencari dan mengalami Engkau. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 12 Maret 2022

Matius 14:24 & 27
(24) Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
(27) Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”

Pagi anak-anak GP Kids…
Apa kabarnya? Apakah kalian baik-baik saja? Atau adakah diantara kalian yang sedang menghadapi “badai” seperti bacaan firman Tuhan hari ini?

Ya anak-anak, setiap kita pasti pernah mengalami badai kehidupan (permasalahan). Saat badai itu datang, seakan-akan kita menghadapinya sendirian. Tapi dari ayat firman Tuhan hari ini, kita bisa melihat bahwa Tuhan selalu hadir menyertai kita, IA selalu menolong kita.

Jadi anak-anak, jangan takut ketika hidupmu dilanda badai. Tapi, tetaplah tenang dan percaya kepada Tuhan Yesus, karena IA sanggup mengatasi badai, dan memberi kita pertolongan.
Amin.

Tuhan Yesus menyertai anak-anak selalu ya 😇

-Tante Shirley-