Hamba Tuhan, Majelis Jemaat, dan Jemaat GKMI Gloria Patri mengucapkan Selamat ulang tahun untuk:
– Ibu Dyni Martini
Selamat ulang tahun pernikahan untuk:
– Bp/Ibu James Suryadi Kurniawan
Tuhan Yesus memberkati.
Hamba Tuhan, Majelis Jemaat, dan Jemaat GKMI Gloria Patri mengucapkan Selamat ulang tahun untuk:
– Ibu Dyni Martini
Selamat ulang tahun pernikahan untuk:
– Bp/Ibu James Suryadi Kurniawan
Tuhan Yesus memberkati.
Minggu, 6 Maret 2022
NAUNGAN SEJATI
Bacaan Alkitab : Ayub 7
Ayat Emas : Ayub 7:1
Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?
Selagi masih berada di dunia, pergumulan dan kesulitan hidup tak akan berpaling dari hidup kita. Dapat menyapa siapa dan kapan saja. Penderitaan Ayub begitu lengkap baik fisik maupun batin. Sahabat yang diharapkannya pun tak kunjung menolong namun menodong dengan penghakiman.
Apa yang terjadi di dalam kehidupannya seperti tidak terbayangkan, begitu cepat berlalu dan kemudian dengan segera muncul pergumulan begitu berat. Sebuah pergumulan yang digambarkannya seperti malam yang merentang panjang berpadu dengan cekaman gelisah (ayat 4). Demikianlah bagi sebagian orang, penderitaan seakan membuat waktu berjalan begitu lama. Di fase itulah Ayub kemudian memalingkan diri kembali kepada Allah.
Ayub mempercakapkan keluhannya kepada Tuhan, dengan kesadaran bahwa hidupnya adalah hidup bergumul. Bahkan dikatakannya seperti seorang budak yang merindukan naungan, suatu keadaan terpenjara dan tiada kebebasan. Tuhanlah naungan kita, Dialah yang tiada henti membuka jalan atas setiap pergumulan kita. Lepaskan pandangan hanya kepada-Nya, bukan kepada orang sekitar atau masalah yang sedang memenjara hidup kita.
Doa
Hidup kami tak luput dari pergumulan, namun kami tahu ada Allah hebat yang menyertai kami sepanjang waktu. Terpujilah Tuhan. Amin. (hyk)
Alkitab Audio
Hai” Youth Shine GKMI Gloria Patriπ€©
Happy weekend!!!
We hope you guys stay healthy and doing everything very well
Shiners, hari ini kita akan PERSEKUTUAN ONLINE bersama dengan tema yang SANGAT MENARIK. Penasaran kan? Soo, kuy kita persekutuan!
LINK ZOOM
https://telkomsel.zoom.us/j/95441365319?pwd=cEZSb2c4MjREY0V6bE5vWjJXWG9MQT09
Pastikan diri kalian untuk hadir dalam persekutuan hari ini yaa! Ajak juga teman dan sahabat kalian agar kita dapat bersama-sama belajar dan bertumbuh di dalam Kristus.
GOD BLESS YOU
Lukas 1:46-47
Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku.”
Morning GP Kids π€οΈ
Di saat apakah kalian bisa bergembira? Apakah saat menerima hadiah ulang tahun? π
Saat naik kelas atau lulus sekolah? π¨βππ©βπ
Nah anak-anak, ayat firman Tuhan hari ini mencatat alasan Maria bergembira, yaitu karena dia mempunyai Allah yang menjadi Juruselamatnya.
Dia memuji Tuhan tidak hanya sekedar menyanyi biasa, tetapi dia tahu dan sadar, bahwa Allah yang dia sembah adalah Allah yang berkuasa, yang mengasihi dan memperhatikan.
Tuhan Yesus telah menjadi Juruselamat kita βοΈ
Itulah yang seharusnya menjadi dasar alasan kita untuk terus bergembira. Juruselamat yang kita miliki melebihi apa pun yang ada di dunia ini.
Biarlah kegembiraan itu kita wujudkan lewat hati yang selalu memuji dan memuliakan Tuhan ππΌ
Happy weekend.
Stay healthy. God bless you all
πΈ Tante Lani πΈ
Hamba Tuhan, Majelis Jemaat, dan Jemaat GKMI Gloria Patri mengucapkan Selamat ulang tahun untuk:
– Ibu Debora Yeny Arianti
Selamat ulang tahun pernikahan untuk:
– Bp/Ibu Benyamin Ronald Wijaya
Tuhan Yesus memberkati.
Sabtu, 5 Maret 2022
SEBARKAN KASIH SAYANG
Bacaan Alkitab : Ayub 6
Ayat Emas : Ayub 6:14
Siapa menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa.
Sendiri, sepi dan ditinggalkan oleh orang-orang terdekat adalah suatu keadaan yang sangat menyedihkan. Keadaan yang saya yakin tidak akan ada yang menginginkan. Kalaupun itu harus terjadi, seorang yang mengalaminya akan berusaha sekuat tenaga untuk bangkit dan keluar dari kesendiriannya.
Kesakitan fisik yang diderita Ayub seakan semakin lengkap dengan menjauhnya orang-orang di sekitarnya. Bukan hanya menjauh, namun merekapun memberikan komentar miring atas semua penderitaan Ayub. Berkaca dari apa yang dialaminya, maka wajar jika Ayub pun berharap segera selesai hidupnya (ayat 9). Ia begitu kecewa dengan sahabat-sahabat yang mencelanya. Karenanya, ia menuliskan sebuah keluhan yang ditujukan untuk sahabat-sahabat di sekitarnya sembari mengingatkan ketika seorang tidak membagikan kasih sayang bagi sesama adalah sebuah keberanian menentang Allah (ayat 14).
Belajar dari peristiwa ini, mari bertanya pada diri sendiri, siapakah kita di antara sesama yang susah dan berduka? Kitakah sahabat yang mendorong mereka untuk bangkit, ataukah justru kita yang menghukum sesama dengan berbagai tudingan melemahkan? Bangkitlah menebar kasih sayang dan bukan sebaliknya.
Doa
Ya Tuhan, kami rindu memiliki hati seperti-Mu yang penuh belas kasihan. Amin. (hyk)
Alkitab Audio
βοΈ Roma 8:28
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
ππΌββοΈMorning, anak-anak kesayangan Tuhan β€οΈ
Firman Tuhan pagi ini mengajarkan pada kita, bahwa Tuhan turut bekerja di dalam segala sesuatu baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan juga bisa dipakai untuk mendatangkan kebaikan bagi kita, yang mengasihi Dia, dan yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya. Memang tidak mudah untuk bisa mempercayai Firman Tuhan yang kita pelajari pagi ini, ketika kita sedang mengalami peristiwa yang tidak baik/musibah, yang bisa membuat kita marahπ‘, kecewaβΉοΈ, dan sakit hati π£.
Ada kisah nyata yang dialami oleh mantan murid sekolah Minggu yang sudah dewasa, dan bekerja di sebuah perusahaan di daerah Majapahit.
Suatu sore ketika ia hendak pulang kerja, awan begitu gelap pertanda hujan akan turun sangat lebat. Lalu dengan tergesa-gesa ia mencari angkutan umum, dan puji Tuhan ada angkot yang lewat. Dengan sigap, ia segera membuka pintu depan angkot tersebut. Namun, tanpa diduga ada seorang penumpang yang menyerobot masuk dan duduk di bagian depan, hingga akhirnya ia tidak mendapatkan tempat duduk yang nyaman. Terpaksalah ia berdiri di pinggir pintu angkot. Jujur dalam hatinya, ia sangat marah/jengkelπ pada penumpang yang telah menyerobot tempat duduknya. Namun tiba-tiba, ia teringat Firman Tuhan di kebaktian hari Minggu: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Firman Tuhan tersebut terus berbicara di dalam hatinya, meskipun di sisi yang lain ia masih sangat marah dan jengkel ππ» Akhirnya dia berdoa dalam hati; “Tuhan Yesus tolong mampukan aku untuk mengucap syukur atas peristiwa yang menjengkelkan ini. Please Tuhan beri aku ketenangan dan damai-Mu.“ππ»
Selang beberapa menit, tiba-tiba keluar asap dan uap panas di bagian bawah kursi depan, dan terjadi ledakan karena tutup radiator tidak kuat menahan air dalam radiator yang mendidih hingga meluap keluar. Akibatnya, melukai tangan dan kaki penumpang yang telah menyerobot tempat duduk tersebutπ©. Sehingga penumpang tersebut harus segera dibawa ke Rumah Sakit untuk diobati π₯
Setelah peristiwa tersebut mantan anak sekolah Minggu tersebut langsung berdoa di dalam hatinya; βYa Tuhan ampunilah aku yang tadi sudah marah/kecewa dan menuduh Tuhan tidak peduli denganku, karena Tuhan izinkan penumpang tersebut menyerobot tempat dudukku. Tapi ternyata lewat tindakan yang menjengkelkan itu, Tuhan pakai untuk menyelamatkan aku, hingga aku terluput dari kecelakaan ini. Terima kasih Tuhan aku boleh belajar bahwa Engkau selalu turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kami yang mengasihi-Mu dan yang terpanggil sesuai dengan rencana-Mu. Mampukan aku untuk mengucap syukur di dalam segala sesuatu, karena itulah yang Kau kehendaki dalam hidupku. Tolong sembuhkan penumpang yang terluka lengan dan kakinya. Terima kasih Tuhan Yesus buat pertolongan-Mu.“ππ»
βοΈNah anak-anak terkasih, betapa pentingnya kita selalu mengucap syukur di dalam segala sesuatu, karena itu yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita, juga karena kita tahu bahwa Tuhan turut bekerja didalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.
πHave a nice day ππ»
God bless you all ππ»
β€οΈ Tante Endang
Jumat, 4 Maret 2022
JANGAN TERLALU CEPAT MENGHAKIMI
Bacaan Alkitab : Ayub 5
Ayat Emas : Ayub 5:4
Anak-anaknya selalu tidak tertolong, mereka diinjak-injak di pintu gerbang tanpa ada orang yang melepaskannya.
Hidup orang percaya dalam mengiring Yesus tidak selamanya berjalan dengan mulus. Bahkan tak jarang kita justru mengalami masa-masa sulit. Di saat-saat seperti itu, sahabat kita seharusnya memberikan dukungan supaya kita tidak mengalami patah semangat, bukannya menyalahkan bahkan menghakimi kita sehingga kita tidak bisa bangkit lagi.
Sebagai sahabat, ternyata Elifas justru menjadi penuduh Ayub. Dari berbagai ceramah di antara dua orang temannya yang lain, Elifas adalah yang pertama kali berbicara dan bahkan lebih panjang daripada kedua temannya. Di pasal 5 ini Elifas menuduh Ayub berbuat dosa sehingga penderitaan dan kesengsaraan adalah buahnya. Konsep ini sesungguhnya sesuai dengan pemahaman dalam hukum Taurat. Dan Elifas menggunakannya untuk menghakimi Ayub.
Bukankah kita juga hampir sama dengan Elifas, yang menggunakan pemahaman bahwa penderitaan adalah akibat dosa? Padahal belum tentu seperti itu. Kita cepat-cepat menghakimi seolah-olah kita lebih benar dari orang lain karena penderitaan yang mereka alami. Jika kita tidak mau dihakimi orang lain, janganlah melakukannya. Bawa penghiburan kepada sahabat yang berduka. Bukan tuduhan.
Doa
Tuhan, mampukan kami supaya tidak cepat menghakimi orang lain. Amin. (RM)
Alkitab Audio
Hamba Tuhan, Majelis Jemaat, dan Jemaat GKMI Gloria Patri mengucapkan Selamat ulang tahun pernikahan untuk:
– Bp/Ibu Darus Heru Sampurno
Tuhan Yesus memberkati.
Kamis, 3 Maret 2022
MENJAGA LIDAH
Bacaan Alkitab : Ayub 4
Ayat Emas : Ayub 4:2
“Kesalkah engkau, bila orang mencoba berbicara kepadamu? Tetapi siapakah dapat tetap menutup mulutnya?”
Elifas adalah salah satu dari tiga sahabat Ayub (Elifas, Bildad dan Zofar—pasal 2:1) yang hadir ketika Ayub menjalani penderitaannya. Kesengsaraan panjang yang datang bertubi-tubi, yang membuat Ayub mengeluh dan bertanya-tanya tentang semuanya ini.
Kehadiran Elifas dan kawan-kawan sudah memberi dukungan moril kepada Ayub. Kehadiran fisik mereka telah menghangatkan jiwa Ayub, apalagi ketika dituliskan, bahwa mereka duduk bersama selama tujuh hari tujuh malam tanpa ucap, karena empati mereka kepada Ayub (2:13). Tapi sayangnya, justru ketika Elifas berkata-kata, menimbulkan luka dalam jiwa Ayub. Luka yang sangat menyakitkan.
Apa yang dikatakan Elifas? Elifas sepertinya menyatakan kebenaran, tetapi ternyata tidak. Dia memakai pengajaran selama ini kepada Israel, bahwa orang yang berbuat jahatlah yang dihukum Allah. Ayat 8-9 ditujukan untuk peristiwa kematian anak-anak Ayub. Sedangkan ayat 17-21, secara implisit menyatakan bahwa semua penderitaan dan hukuman yang diterima Ayub adalah karena kesalahan yang dilakukannya, meski kesalahan itu tidak jelas bentuknya. Kiranya yang dilakukan Elifas ini mengingatkan kita untuk menjaga lidah. Tidak terburu-buru menilai dan menghakimi. Siapa yang mengangkat kita menjadi hakim atas sesama?
Doa
Ya Tuhan, kendalikanlah lidah kami. Amin. (sb)
Alkitab Audio