Renungan iGrow 3 Maret 2022 – Menjaga Lidah

https://youtu.be/UMnsDaSLhDA

Kamis, 3 Maret 2022
MENJAGA LIDAH
Bacaan Alkitab : Ayub 4

Ayat Emas : Ayub 4:2
“Kesalkah engkau, bila orang mencoba berbicara kepadamu? Tetapi siapakah dapat tetap menutup mulutnya?”

Elifas adalah salah satu dari tiga sahabat Ayub (Elifas, Bildad dan Zofar—pasal 2:1) yang hadir ketika Ayub menjalani penderitaannya. Kesengsaraan panjang yang datang bertubi-tubi, yang membuat Ayub mengeluh dan bertanya-tanya tentang semuanya ini.

Kehadiran Elifas dan kawan-kawan sudah memberi dukungan moril kepada Ayub. Kehadiran fisik mereka telah menghangatkan jiwa Ayub, apalagi ketika dituliskan, bahwa mereka duduk bersama selama tujuh hari tujuh malam tanpa ucap, karena empati mereka kepada Ayub (2:13). Tapi sayangnya, justru ketika Elifas berkata-kata, menimbulkan luka dalam jiwa Ayub. Luka yang sangat menyakitkan.

Apa yang dikatakan Elifas? Elifas sepertinya menyatakan kebenaran, tetapi ternyata tidak. Dia memakai pengajaran selama ini kepada Israel, bahwa orang yang berbuat jahatlah yang dihukum Allah. Ayat 8-9 ditujukan untuk peristiwa kematian anak-anak Ayub. Sedangkan ayat 17-21, secara implisit menyatakan bahwa semua penderitaan dan hukuman yang diterima Ayub adalah karena kesalahan yang dilakukannya, meski kesalahan itu tidak jelas bentuknya. Kiranya yang dilakukan Elifas ini mengingatkan kita untuk menjaga lidah. Tidak terburu-buru menilai dan menghakimi. Siapa yang mengangkat kita menjadi hakim atas sesama?

Doa
Ya Tuhan, kendalikanlah lidah kami. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 2 Maret 2022

Lukas 5 : 31-32
Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

Selamat pagi anak-anak kesayangan Tuhan,
Bagaimana kabar kalian pagi ini?
Tante berharap kalian sehat💪 dan sukacita 😀ya..
Hari-hari ini semua orang membicarakan tentang virus Omicron yang sedang mewabah.
Anak-anak sudah mendapatkan vaksin 1 dan 2 ya??
Tetapi vaksin pun bukan jaminan kita tidak bisa terpapar virusnya..
Yang paling utama, kita berupaya menjaga daya tahan tubuh sendiri tetap kuat.. Makan bergizi, minum vitamin, menjaga pikiran dan berdoa senantiasa.
Kalaupun kita sakit, kita perlu ke dokter, dan dokter akan meresepkan obat untuk diminum..

Firman Tuhan diatas menyebutkan kata tabib yang artinya dokter.
Siapa yang butuh tabib?
Tentunya orang sakit..
Tuhan Yesus pun lahir ke dunia untuk kita, manusia yang berdosa.
DIA datang untuk menebus, mengampuni dan menyelamatkan kita dari maut.
Bertobatlah..terimalah dan percayalah kepada-NYA..
Maka kelak kita akan tinggal bersama Tuhan di rumah-NYA..di Surga.

Have a happy Wednesday😍
🌻Tante Niniek🌻

Renungan iGrow 2 Maret 2022 – Ada Waktu untuk Mengeluh

https://youtu.be/oTdZ852YbPg

Rabu, 2 Maret 2022
ADA WAKTU UNTUK MENGELUH
Bacaan Alkitab : Ayub 3

Ayat Emas : Ayub 3: 11
Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir, atau binasa waktu aku keluar dari kandungan?

Setelah bersama ketiga sahabatnya, duduk diam selama 7 hari merenungkan atas semua yang terjadi (lihat pasal 2:11-13), orang yang disebut Allah sebagai saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan itu (pasal 1:8) mulai menyampaikan isi hatinya. Ayub membuka diri, menyampaikan keluhan dan ratapannya.

Berapa sering kita mendengar saran, “Jangan mengeluh, seberapa besar beban hidupmu! Jadilah pemenang!” Kali ini kita dicelikkan, bahwa Ayub pun tidak terhindar dari keluhan. Dengan keluhan kepada pribadi yang tepat, akan meringankan beban berat.

Ayub adalah lambang seorang anak manusia yang beban hidupnya tak terkira. Anak manusia yang berkenan di hati Allah, tapi diizinkan-Nya melalui jalan yang sukar. Ayub berseru. Mengeluh. Menyesali sengsara dirinya. Dan Tuhan mendengarkan. Bagaimana dengan kita? Yang saat ini barangkali sedang dalam pergumulan berat! Berserulah. Mengeluhlah kepada Allah… Dia baik. Dia mengerti kita. Seperti Ayub yang tidak disalahkan oleh Allah karena keluhannya, demikian pula kita, tidak akan disalahkan Allah ketika kita menangis dan mengeluh, meratap kepada-Nya. Tuhan memberi waktu-Nya untuk mendengarkan keluh kesah kita.

Doa 
Ya Tuhan Yesus, kami percaya Engkau bukan hanya mendengarkan keluhan kami. Tapi juga memperhatikannya. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 1 Maret 2022

1 Tesalonika 5:18
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu

Halo adik-adik 😊

Pernahkah adik-adik merasa kecewa & marah ketika adik-adik menginginkan sesuatu barang tetapi tidak dipenuhi oleh Papah-Mamah? Atau pernahkah adik-adik merasa sedih ketika melihat hasil ulangan test dari Bp/Ibu Guru Sekolah hasilnya tidak seperti yang diharapkan? Pasti adik-adik pernah ya mengalami hal-hal di atas? Adik-adik memang terkadang banyak hal-hal yang kita inginkan tidak bisa terjadi sesuai keinginan kita, supaya kita belajar untuk bisa menerima segala sesuatu yang terjadi dengan hati yang bersukacita. Karena ketika hati kita bersukacita menerima hal-hal yang tidak menyenangkan, pasti kita bisa terus mengucap syukur kepada Allah Bapa kita 😊

Nahh adik-adik mulai sekarang harus belajar melatih hati kita untuk tetap mengucap syukur apapun yang terjadi di kehidupan kita sehari-hari ya. Karena segala hal yang terjadi di hidup kita tidak lepas dari campur tangan Tuhan 😊
Yukk belajar mengucap syukur setiap hari ya 😍
God bless you all 😇

🍒 Cik Ria 🍒

Renungan iGrow 1 Maret 2022 – Pengaruh Pasangan

https://youtu.be/ORIdcYZ9C4Y

Selasa, 1 Maret 2022
PENGARUH PASANGAN
Bacaan Alkitab : Ayub 2

Ayat Emas : Ayub 2:10
Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Kenyataan bertutur kencang, bahwa ada suami atau istri yang tak bisa menjadi pribadi yang mendukung pasangannya. Terutama mendukung untuk hidup benar, berkenan di hadapan Allah. Entah ketika dalam kondisi berlimpah berkat, atau sebaliknya saat dalam kesulitan hidup.

Walau di kenyataan yang lain ada juga suami atau istri yang total saling mendukung, menjadi pasangan indah yang memuliakan Tuhan. Tapi bacaan kita hari ini menyatakan bahwa Ayub yang sedang tertimpa masalah, ternyata malah diteror istrinya untuk mengutuki Allah dan mengharapkan Ayub segera mati. Bukannya bergandeng tangan dalam kesusahan karena berbagai bencana, bukannya mendampingi suami yang sedang sakit, malah istri Ayub bertindak seperti perempuan gila (ayat 10).

Bagaimana relasi kita dengan pasangan saat ini? Entah sedang berlimpah berkat ataupun dalam kesesakan, apakah kita menjadi pendamping yang hangat, setia dan membangun bagi pasangan kita? Ataukah kita seperti orang gila?

Doa
Bapa, buatlah hati kami semakin peka terhadap suara-Mu. Mencintai dan mendampingi pasangan kami dengan setia. Buat kami tidak cinta dosa agar kami tidak seperti orang gila. Amin. (sb)

Alkitab Audio