Morning Devotion GP Kids – Senin, 21 Februari 2022

Yeremia 9:23-24
“Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.”

Selamat pagi adik-adik GP Kids.

Mungkin banyak diantara adik-adik yang senang bermain media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau TikTok. Media sosial memang sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Kita bisa memakai Media Sosial untuk berkomunikasi dengan teman atau saudara kita, mengikuti berita-berita yang sedang viral, atau mungkin yang paling sering kita lakukan adalah untuk men-share aktivitas sehari-hari kita ke teman atau follower kita. Memang secara natural kita suka men-share di media sosial karena memang kita manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk sosial yang senang berkomunikasi dan berbagi dengan orang lain.

Meskipun begitu, ada hal yang harus kita waspadai ketika kita men-share sesuatu di media sosial. Apakah yang menjadi alasan atau motivasi kita men-share sesuatu? Seringkali kita ingin men-share hal-hal yang paling kita banggakan dalam hidup kita, mungkin itu foto-foto liburan, makanan, atau barang-barang yang kita punya. Kita merasa senang dan bangga ketika apa yang kita share mendapat like atau comment dari orang lain. Namun ayat Firman Tuhan diatas berkata bahwa kita tidak boleh bermegah atau merasa hebat akan apa yang kita miliki di dunia ini. Bukan berarti kita tidak boleh men-share ucapan syukur kita akan berkat yang Tuhan berikan, tapi kita harus ingat bahwa segala sesuatu yang kita bisa miliki dan nikmati adalah pemberian dari Tuhan dan bukan karena kehebatan kita.

Dan sebaliknya ayat di atas juga berkata ada satu hal yang boleh kita bermegah: bahwa kita mengenal Tuhan. Sebagai anak-anak Tuhan, seharusnya iniliah yang menjadi kebanggaan utama kita. Mengenal dan berelasi dengan-Nya adalah anugerah terbesar yang Tuhan sudah berikan bagi kita, jauh lebih berharga dari segala hal yang kita miliki dan nikmati di dunia ini. Tuhan ingin kita bersaksi atas kasih setia, keadilan, dan kebenaran Tuhan. Akan sangat luar bisa jika kita bisa memakai media sosial kita untuk memberitakan hal ini.

Marilah kita introspeksi diri kita masing-masing.
Apakah yang menjadi hal yang paling kita banggakan dalam hidup kita? Sudahkah kita bijak dan bermotivasi yang benar dalam menggunakan media sosial?
Kiranya Tuhan memampukan kita untuk menjadi saksi-Nya yang setia dalam segala hal di hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

-Ko Dimas-

Renungan iGrow 21 Februari 2022 – Mainkan Peranmu

https://youtu.be/7EXQIgRryXY

Senin, 21 Februari 2022
MAINKAN PERANMU
Bacaan Alkitab : Ester 4

Ayat Emas : Ester 4:16
Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian.

Mordekhai sangat berduka dan sedih ketika mengetahui rencana Haman memunahkan bangsanya. Kesedihan ini diungkapkan dengan berkain kabung dan abu. Ia berharap Ester menyampaikan jerit bangsanya atas keputusan raja. Di sisi lain, meski Ester adalah seorang ratu, tidak mudah baginya untuk menghadap raja apalagi mengubah keputusan yang telah dibuat. Tapi Ester menaati apa yang diminta Mordekhai dengan konsekuensi mati karena menentang raja (ayat 16). Ia mengambil peran yang tepat sebagai umat Allah.

Apakah Anda merasa layak dengan keberadaan dan situasi yang sudah anda persiapkan sebaik mungkin seperti saat ini? Bagaimana respon Anda jika Tuhan menarik Anda keluar dari situasi yang membuat hidup kita selama ini merasa nyaman?

Bila kita hidup mengikuti pimpinan Allah, maka apapun keberadaan kita dan di manapun posisi kita, percayalah bahwa Allah menempatkan kita dengan suatu maksud tertentu. Yakinlah akan pengharapan dan pertolongan Tuhan. Mainkan peran kita dalam memaksimalkan tanggung jawab sebagai orang percaya di tengah pergumulan bahkan penderitaan yang terjadi.

Doa
Tuhan, ajarkan kepada kami untuk mempunyai respon yang benar atas rencana-Mu. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Kebaktian Umum GKMI Gloria Patri Minggu, 20 Februari 2022 – Oleh: Ev. Andreas Christanday

Lihatlah Anak Domba Allah
Yohanes 1:29-34

Latar belakang tema dan text
Keluaran 29:38-42 dan Yohanes 1:29-34.

Analogi
Adam dan Hawa, dan alasan penolakan/ penerimaan korban Kain dan Habel.

Makna dibalik kata “Lihatlah!”
Keteladanan (Yohanes 1:27, 30) dan kesaksian Yohanes Pembaptis tentang

Yesus (Lukas 7:28)
Tanda Pengkhotbah yang benar dan dampak positifnya
(Yohanes 4:41-42)

Mengapa teolog modern Karl Barth memasang lukisan Matthias Grunerwald.

Kesimpulan
1. Bahwa Yesus benar-benar Mesias yang dinubuatkan dan Anak Allah.
2. Kita ini hanya suara dan penunjuk jalan saja seperti plang tapi bisa dipakai bersaksi.
3. Betapa hebatnya kita harus tetap rendah hati, menunjuk kepada Yesus bukan dirinya.
4. Membawa orang langsung bertemu Yesus akan membuat dia Kristen yang tangguh.
5. Bagi Kristen melihat Yesus mendapat keteguhan iman (Ibrani 12:1-2).

(Ev. Andreas Christanday)

Renungan iGrow 20 Februari 2022 – Keangkuhan Haman

https://youtu.be/IKO_v4FjTt8

Minggu, 20 Februari 2022
KEANGKUHAN HAMAN
Bacaan Alkitab : Ester 3

Ayat Emas : Ester 3:5
Ketika Haman melihat, bahwa Mordekhai tidak berlutut dan sujud kepadanya, maka sangat panaslah hati Haman.

Kebanggaan seorang pemimpin adalah ketika orang di sekitar yang dipimpinnya mampu melakukan apa yang menjadi visi dan harapannya. Sedangkan bagi seorang penguasa, kebanggaan baginya adalah ketika ia mampu menaklukkan orang-orang di sekitar yang dikuasainya, sehingga mereka tidak memiliki daya untuk melawan.

Di dalam pasal ini dikisahkan munculnya seorang penguasa baru yang disayangi oleh raja, bernama Haman. Kedudukannya sangat tinggi melebihi pembesar yang lain. Sehingga sebagai penguasa ia begitu tinggi hati. Maka, hatinya yang sombong sangat tertusuk ketika ia menjumpai ada orang yang tidak mau sujud kepadanya. Lebih lagi, orang tersebut adalah seorang Yahudi yang merupakan musuh orang Amalek, negeri di mana Haman berasal.

Keinginan untuk dihormati tidak didapatkan saat Haman bertemu Mordekhai, sehingga ia begitu benci kepada Mordekhai. Sikap yang pada akhirnya menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.

Pernahkah kita begitu sakit hati saat orang lain tidak menghormati kita? Mari menilik hati kita, bersedihlah saat orang tidak mampu menghormati Tuhan akibat perbuatan kita yang justru menyandung orang di sekitar. Tetaplah rendah hati!

Doa
Ajar kami Tuhan, untuk memiliki sikap kerendahan hati dan bukan kesombongan. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 19 Februari 2022 – Ester yang Dikasihi

https://youtu.be/S6_rWGZ0qi8

Sabtu, 19 Februari 2022
ESTER YANG DIKASIHI
Bacaan Alkitab : Ester 2

Ayat Emas : Ester 2:15b
Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia.

Keelokan seorang Ester tak diragukan. Berkat kecantikannya ia mampu menempati sebuah tempat yang tinggi sebagai ratu pengganti Wasti yang tersingkir dari tempatnya. Sikapnya yang baik telah menimbulkan kecintaan orang-orang di sekitarnya. Berbeda dengan perempuan lain, dikatakan di ayat 15 bagaimana ia tidak menghendaki suatu apapun meski itu adalah hak yang dimilikinya bahwa setiap apapun yang diminta terpenuhi (ayat 13).

Sikap yang ditunjukkan Ester telah membawanya menjadi seorang yang dikasihi. Tanpa mengesampingkan peran Moerdekhai yang telah merawat dan mengajarkan banyak hal kepadanya, kita melihat bahwa Tuhan yang tak terlihat tetap bekerja di tengah-tengah bangsa Yehuda, bahkan di saat mereka ada di dalam pembuangan.

Melalui Mordekhai, Tuhan mempersiapkan Ester sebagai seorang perempuan paling berpengaruh bahkan di negeri asing tempat ia dan bangsanya tinggal. Di sini kita juga melihat bahwa Tuhan menggerakkan berbagai cara, termasuk dengan memilih seorang perempuan bernama Ester untuk mengerjakan rencana-Nya. Mari belajar meresponi panggilan Tuhan bagi kita, dan berusahalah agar orang di sekitar menaruh kasih kepada kita.

Doa
Pimpinlah langkah kami ya Tuhan, hingga semua melihat dan mengasihi Engkau melalui hidup kami. Amin. (hyk)

Alkitab Audio