Morning Devotion GP Kids – Jumat, 4 Februari 2022

Mazmur 119:128
“Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-MU; segala jalan dusta aku benci.”

Nia menatap layar handphone-nya dan tampak kecewa; “Yah…juara kuisnya ialah Christine. Lihat ini Nia, ini pengumuman juaranya dan  penyerahan hadiahnya.”

Kakaknya Nia menghibur dan berkata; “Tolong janganlah kecewa. Yang penting kamu sudah jujur & belajar untuk memberikan yang terbaik. Dalam pertandingan kalah atau menang itu hal yang biasa. Bukankah kamu sudah berusaha menampilkan yang terbaik?”

Nia mengangguk dengan hati bersyukur.

Papinya mendengar pembicaraan kedua putrinya. Untuk menyemangati Nia, papinya memberi tebakan pada kedua putrinya; “Papi punya pertanyaan buat Nia dan Joy. Apa yang diinginkan TUHAN YESUS KRISTUS saat kalian mengikuti kuis?”

Joy dan Nia saling berpandangan. Joy tersenyum dan menjawab; “Belajar dan tidak mencontek.”

Nia juga menambahkan; “Berdoa sebelum mengerjakan kuis, dan kerjakan dengan jujur.”

Papinya lega; “Benar, anak-anakku tersayang. TUHAN YESUS KRISTUS mengetahui semua ucapan & perilaku kita.”

Adik-adik, teruslah berlaku jujur seumur hidupmu, sebab TUHAN YESUS KRISTUS memberkati anak-anak-NYA yang hidup jujur dan benar.

-Cik Joice-

Morning Devotion GP Kids – Kamis, 3 Februari 2022

Yohanes 3:30
Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

Selamat pagi anak-anak GP Kids…

Yohanes Pembaptis adalah seorang Nabi yang diutus untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan Yesus ke dunia. Dengan sangat berani dia dipakai Tuhan untuk memanggil banyak orang Yahudi pada zaman itu untuk bertobat dan memberi diri dibaptis. Bahkan Tuhan Yesus sendiri sebelum memulai pelayanan-Nya di dunia ini memberi diri dibaptis oleh Yohanes Pembaptis.

Setelah Tuhan Yesus memulai pelayanan-Nya dan juga membaptis orang-orang yang bertobat, ada sekelompok orang yang bertanya kepada Yohanes Pembaptis apakah ia merasa “tersaingi” dengan pelayanan Tuhan Yesus? Dengan rendah hati, Yohanes Pembaptis menjawab bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias, sedangkan ia hanya di utus untuk “mendahului” Tuhan Yesus (ay.28). Dia ingin orang-orang fokus kepada Yesus Sang Juru Selamat, bukan dirinya – “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil”, katanya.

Sikap Yohanes Pembaptis ini bisa menjadi refleksi bagi kita semua. Kita memang bukan seorang Nabi yang luar biasa seperti Yohanes Pembaptis, namun setiap kita punya tugas untuk menunjukkan kebesaran Tuhan Yesus dalam hidup kita. Sebagai manusia kita seringkali ingin kebesaran dan kehebatan diri kita yang dilihat orang. Contohnya, jikalau Tuhan memberi kita kepandaian sehingga kita bisa dapat nilai yang bagus di sekolah, kita tidak boleh menyombongkannya namun justru menjadikannya kesempatan untuk memuji Tuhan dan besyukur pada Tuhan yang memberi kepandaian. Atau jika kita diberi bakat dan talenta seperti menyanyi atau bermain musik, marilah kita memakainya bukan untuk mendapat pujian dari teman-teman kita, namun untuk memuliakan dan melayani Tuhan.

Kiranya inilah yang menjadi doa kita pagi ini: agar kita dimampukan untuk menjadi saksi kebesaran-Nya bagi orang-orang disekitar kita.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

~ Ko Dimas ~

Morning Devotion GP Kids – Rabu, 2 Februari 2022

1 Tawarikh 17:27
Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama-lamanya.

🌸 Selamat pagi anak-anak GP Kids 🌸

Daud adalah seorang pria yang dipilih Tuhan untuk menjadi raja atas bangsa Israel. Daud dipilih karena ia takut akan Tuhan dan taat kepada firman-Nya. Dia selalu mengandalkan Tuhan dalam hidupnya, dan Daud bergaul erat dengan Tuhan. Ia selalu menaikkan doa syukur kepada Tuhan, memohon berkat buat keluarganya. la melihat betapa besar kebaikan Tuhan kepada keluarganya. Selain itu Daud merasa tidak layak, tetapi Tuhan memberkati keluarganya.

Tuhan melihat sikap kita selama kita hidup. la juga melihat hati kita. Tuhan berjanji, jika kita taat, setia, dan melakukan perintah-Nya maka rumah kita akan diberkati dengan melimpah. Seperti, orang tua yang baik, keluarga yang diberkati, dan rumah yang nyaman adalah hadiah dari Tuhan. Kita harus senantiasa bersyukur atas semua itu. Jangan membandingkan keluarga kita dengan orang lain.

Mari bawa dalam setiap doa kita, agar keluarga kita selalu mendapat kemurahan dari Tuhan.

Tuhan Yesus mengasihi kita semua ❤

️Tante Sulis

Morning Devotion GP Kids – Selasa, 1 Februari 2022

Mazmur 34 : 2
Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu, puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.

Selamat pagi anak-anak GP kids yang dikasihi Tuhan…

Jaman dahulu sebelum ada sikat gigi, orang-orang membersihkan gigi dengan cara menggigit ujung sebatang ranting kecil sampai menjadi serabut seperti sikat. Terkadang mereka juga memakai jari mereka dengan mencelupkan ke dalam kapur dan garam kemudian menggosok-gosokkan ke gigi mereka. Ada cara yang lain juga, yaitu dengan tusuk gigi, tapi jaman dahulu tusuk gigi adalah sesuatu yang mewah. Karena tusuk gigi terbuat dari emas sehingga mereka menggunakannya sebagai liontin kalung (cara menyimpan tusuk gigi).

Sikat gigi bisa membersihkan gigi kita tetapi sikat gigi tidak bisa memperbaiki perkataan yang keluar dari mulut kita. Jadi ketika kita membersihkan gigi kita, kita diingatkan untuk juga membersihkan kata-kata yang keluar dari mulut kita seperti tertulis dalam Kitab Mazmur 34:2.

Biarlah mulut kita selalu memperkatakan sesuatu yang menyenangkan, seperti puji-pujian untuk Tuhan, dan kata-kata yang menyemangati atau menghibur sesama kita.

Selamat beraktivitas…

Tuhan Yesus memberkati 🙏🏻😇

-Tante Sally-

Renungan iGrow 9 Februari 2022 – Dosa Keserakahan

https://youtu.be/GioWz9q5WqQ

Rabu, 9 Februari 2022
DOSA KESERAKAHAN
Bacaan Alkitab : Nehemia 5

Ayat Emas : Nehemia 5:6
Maka sangat marahlah aku, ketika kudengar keluhan mereka dan berita-berita itu.

Nehemia sebagai pemimpin yang saat itu sedang berupaya keras membangun kembali tembok Yerusalem mengalami serangan bukan saja dari luar. Nehemia marah dan segera bertindak ketika mengetahui banyak bangsawan Yahudi yang menindas orang miskin demi keuntungannya sendiri.

Meskipun untuk pembangunan tembok Yerusalaem dibutuhkan dukungan finansial dari orang-orang terkemuka, namun Nehemia tidak segan untuk menegur atas kesalahan mereka. Begitu mendengar adanya praktik pemerasan dengan bunga yang tinggi kepada rakyat miskin, ia segera mengadakan pertemuan agar masalah ketidakadilan ini segera diatasi.

Nehemia telah menunjukkan integritasnya. Ia sendiri juga tidak mengambil pembagian haknya (ayat 14). Ia menyadari betul sebagai pemimpin, bahwa keserakahan akan kepemilikan duniawi bisa menjadi serangan yang lebih membahayakan dibanding serangan musuh. Dalam panggilan yang ditaruh Tuhan di hati kita, kiranya kita waspada bukan hanya terhadap tantangan dari luar, tapi sikap egois, tamak atau memecahbelah dari lingkungan dalam atau bahkan dari diri kita sendiri.

Doa
Tuhan, mampukan kami menjaga hati dari dosa keserakahan yang dapat menghalangi pekerjaan Tuhan digenapi melalui hidup kami. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Valentine Edition Collaboration: ONE Community x Woman Wife Worship

Valentine Edition Collaboration: ONE Community x Woman Wife Worship

ZOOM Webinar | LOVE, COFFEE & FRIENDSHIP

Silahkan mendaftar dengan klik link:
bit.ly/lovecoffeefriendship

Pembicara:
– Bp.Jakson Rumagit & Ibu Vonny Rumagit (Gembala GKMI Gloria Patri)
– Bp.Agus Setianto & Ibu Jovita Sulaiman (Marriage Counselor)

Tanggal: Kamis 10 Februari, 2022
Waktu: 19.00 – 21.00 WIB

Link ZOOM akan di kirimkan melalui Whatsapp. Tidak disiarkan live di Youtube

Sampai Jumpa dan Tuhan Memberkati.

Renungan iGrow 8 Februari 2022 – Serangan Mental

https://youtu.be/23KHP_q6q-w

Selasa, 8 Februari 2022
SERANGAN MENTAL
Bacaan Alkitab : Nehemia 4

Ayat Emas : Nehemia 4:2a
Apa gerangan yang dilakukan orang-orang Yahudi yang lemah ini? Apakah mereka memperkokoh sesuatu?

Nehemia mendapat dorongan untuk melakukan pekerjaan pembangunan kembali tembok Yerusalem. Sekalipun apa yang dikerjakan Nehemia sesuatu yang baik, sama sekali tidak berarti segala sesuatunya berjalan serba lancar, cepat dan aman.

Membangun sebuah bangunan yang besar dan luas di zaman ini saja bukanlah pekerjaan ringan. Apalagi di zaman Perjanjian Lama yang kondisi dan keadaannya tidak semaju sekarang. Namun problem terbesar bukan kebutuhan tenaga dan kebutuhan lain yang terbatas, tapi tentangan dari orang-orang yang tidak memihak pada orang Yahudi.

Sanbalat, Gubernur Samaria dan orang-orangnya melemparkan kata-kata ejekan dan cemooh. Ini adalah serangan yang menjatuhkan mental dan semangat orang Yahudi. Nehemia sebagai pemimpin bukan saja terjun ikut bekerja keras siang malam, namun ia juga terus mengingatkan bahwa Allah ada di pihak mereka. Hal yang dilakukan Nehemia berdampak besar sehingga membuat orang Yahudi tidak patah semangat. Dengan doa dan keteguhan hati, orang Yahudi di bawah pimpinan Nehemia akhirnya mampu meneruskan pekerjaan besar ini.

Doa
Tuhan, bangkitkan mental kami agar kami dapat melanjutkan pekerjaan yang Kau percayakan pada kami, dengan terus memandang pada-Mu. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 7 Februari 2022 – Gotong Royong

https://youtu.be/_PuTXKehZeg

Senin, 7 Februari 2022
GOTONG ROYONG
Bacaan Alkitab : Nehemia 3

Ayat Emas : Nehemia 3:1
Maka bersiaplah imam besar Elyasib dan para imam, saudara-saudaranya, lalu membangun kembali pintu gerbang Domba. Mereka mentahbiskannya dan memasang pintu-pintunya. Mereka mentahbiskannya sampai menara Mea, menara Hananeel.

Tujuan yang sama mampu membuat semua orang ingin terlibat di dalam pembangunan tembok Yerusalem. Mulai dari para imam, bahkan imam besar Elyasib (ayat 1) sampai dengan Malkia, seorang tukang emas (ayat 31), juga para pedagang (ayat 32) bergotong royong melakukan proyek suci ini. Semua merasa terpanggil untuk mengambil bagiannya masing-masing. Para pemimpin memimpin bukan hanya dengan kata-kata, tapi juga dengan kerja dan keringat. Rakyat termotivasi memberikan yang terbaik karena ada contoh dan teladan dari pemimpinnya.

Banyak pelayanan tidak bisa berjalan dengan baik, karena kita tidak mau bergotong royong menanggungnya. Kita lebih senang menjadi penonton dan pengritik daripada berjibaku menggarap pelayanan secara bersama-sama. Bahkan, tak jarang kita malah iri dengan apa yang dikerjakan oleh orang lain.

Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk berkontribusi di dalam pelayanan. Dengan kesadaran bahwa yang kita lakukan adalah untuk kemuliaan nama Tuhan, maka dengan rendah hati kita menyediakan diri untuk melayani bersama. 

Doa
Tuhan, jangan biarkan kami menganggap bahwa panggilan melayani adalah untuk orang lain saja. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio