Arsip Penulis: Michael Setyawan
Renungan iGrow 26 Januari 2022 – Proyek Tuhan
Rabu, 26 Januari 2022
PROYEK TUHAN
Bacaan Alkitab : Ezra 1
Ayat Emas : Ezra 1:3
Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem.
Tuhan tidak pernah lupa dengan setiap firman yang diucapkan-Nya. Dalam pasal ini kita melihat buktinya. Sebuah kemustahilan dialami bangsa buangan, dengan cara dibebaskan dan diberi kesempatan mendirikan rumah bagi Tuhan. Dan ini digenapkan melalui Raja Koresh yang tidak mengenal Tuhan (Bdk. Yer. 29:10). Penggenapan janji ini terjadi untuk menyatakan rencana-Nya, yaitu membangun kembali bait suci di Yerusalem. Sebuah keajaiban kita lihat, pemeliharaan Tuhan ditunjukkan dengan provisinya yang ajaib. Perlengkapan rumah Allah yang dulu diangkut saat pemerintahan Nebukadnezar, oleh Koresh diijinkan untuk dibawa kembali oleh orang Israel ke Yerusalem.
Kabar baik yang kita pelajari hari ini: 1) Tuhan pasti menggenapi firman-Nya, karena itu tunggulah dengan sabar, 2) Saat kita menjalankan rencana Tuhan, ada penyertaan yang ajaib dari-Nya. Apapun pergumulan kita, Tuhan bisa mengirimkan “Koresh” untuk menggenapi janji-Nya. Mari belajar mengikuti proyek dan rencana-Nya. Hidup kita akan memiliki progres yang baik dan mendapatkan suplai provisi-Nya dengan cara yang tak terduga.
Doa
Kami percaya Engkau tidak pernah ingkar janji, karena itu bawalah kami mengikuti kehendak-Mu. (win)
Alkitab Audio
Webinar GKMI Gloria Patri – Family With A Mission
GKMI Gloria Patri is inviting you to a scheduled Zoom meeting.
Topic: Webinar GKMI Gloria Patri – Family With A Mission
Time: Jan 26, 2022 07:00 PM Jakarta
Join Zoom Meeting
https://telkomsel.zoom.us/j/96751157014?pwd=Unl6a0dPRzlJbzJidTVZVnRXbXJOQT09
Meeting ID: 967 5115 7014
Passcode: GP
Selamat Ulang Tahun, Ibu Niniek Handayani🥳
Renungan iGrow 25 Januari 2022 – Tak Menghormati Tuhan
Selasa, 25 Januari 2022
TAK MENGHORMATI TUHAN
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 36
Ayat Emas : 2 Tawarikh 36:16
“Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin ada pemulihan.”
Allah sangat mengasihi umat-Nya. Saat kita telisik sejarah perjalanan bangsa sejarah bangsa pilihan-Nya, Allah berulangkali mengirimkan firman-Nya melalui orang-orang yang dipilih secara khusus yaitu para nabi. Namun kita melihat berulangkali pula bangsa pilihan-Nya mengeraskan hati dan tegar tengkuk.
Ayat emas kita hari ini dengan jelas menuliskan apa yang dilakukan oleh umat Tuhan, bukan hanya menolak utusan Tuhan, namun mereka mengolok-olok mereka. Dengan kata lain mereka pun sudah tidak menghormati bahkan menghina Tuhan. Sebuah tindakan yang sangat keji dilakukan umat yang notabene adalah umat kesayangan-Nya. Apa yang mereka perbuat menimbulkan murka TUHAN. Pada akhirnya kita melihat bahwa bangsa Yehuda harus runtuh, akibat kelalaian mereka sendiri.
Tuhan dapat menempatkan pribadi-pribadi yang dipakai-Nya sebagai penyampai firman kepada kita. Perhatikan firman yang disampaikan, jikalau itu sesuai dengan firman Tuhan janganlah menolak didikan-Nya atau bahkan menghina agar kita tidak mengalami keruntuhan seperti bangsa Yehuda.
Doa
Tuhan, ajarlah kami senantiasa menghormati firman-Mu dan melakukannya dalam kehidupan kami. Amin. (uni)
Alkitab Audio
Renungan iGrow 24 Januari 2022 – Kegagalan Seorang Raja
Senin, 24 Januari 2022
KEGAGALAN SEORANG RAJA
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 35
Ayat Emas : 2 Tawarikh 35:21
Ia mengirim utusan kepada Yosia, dengan pesan: “Apakah urusanmu dengan aku, raja Yehuda? Saat ini aku tidak datang melawan engkau, tetapi melawan keluarga raja yang sedang kuperangi. Allah memerintahkan aku supaya segera bertindak. Hentikanlah niatmu menentang Allah yang menyertai aku, supaya engkau jangan dimusnahkan-Nya!”
Keberhasilan Yosia menjadi raja atas Yehuda ternyata harus berhenti karena kepentingan pribadinya. Ketika Nekho hendak berperang di Kartemis pada saat itu ia sedang membantu Asyur melawan pasukan Babel. Tindakan Nekho ini pun termasuk rencana Allah, dikatakan oleh Nekho; “Hentikanlah niat menentang Allah yang menyertai aku.” Tetapi Yosia tidak mengindahkannya. Ia lebih melihat kekuatan bangsa Babel yang dapat membantu kerajaannya, tanpa mengingat akan kekuatan Allahnya yang besar.
Yosia mengabaikan rencana dan rancangan Tuhan yang disampaikan melalui Nekho, raja Mesir. Tuhan bisa saja memakai orang yang tidak kita sangka untuk mengusung rancangan-Nya. Butuh kepekaan dan ketaatan untuk mendengar pesan Tuhan.
Berhasil dalam setiap apa yang kita cita-citakan atau yang sedang kita kerjakan, itu baik. Akan tetapi, ingatlah untuk tetap memandang Tuhan yang selalu memberkati setiap usaha kita. Sembari melakukan bagian kita yang Tuhan percayakan, tetaplah hidup dalam ketaatan dan kerendahan hati di dalam Tuhan.
Doa
Jagalah hati kami ya Tuhan, agar terus taat kepada-Mu. Amin. (uni)
Alkitab Audio
Selamat Ulang Tahun, Bp. B.M Lang Lang Buana🥳
Renungan iGrow 23 Januari 2022 – Reformator Rohani
Minggu, 23 Januari 2022
REFORMATOR ROHANI
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 34
Ayat Emas : 2 Tawarikh 34:2
Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.
Yosia berumur delapan tahun waktu ia diangkat menjadi raja. Ia adalah raja Yehuda yang paling muda umurnya, jika dibandingkan dengan Manasye dan Amon (ayat 1). Meskipun muda, tetapi sikap serta kerohanian Yosia lebih matang daripada raja sebelumnya, yaitu Amon. Ia mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari peribadatan berhala pada usianya yang keduabelas tahun. Kemudian ia mulai merenovasi bait Allah, agar peribadatan di bait Allah dapat berlangsung dengan baik (ayat 8-13). Pada saat itulah kitab Taurat yang hilang pada masa pembuangan ditemukan kembali oleh imam Hilkia (ayat 15).
Kembalinya kitab Taurat ini, menjadi titik awal pemulihan rohani atas orang Yehuda dan penduduk Yerusalem. Raja Yosia mengadakan perjanjian kembali dengan Tuhan untuk tetap setia melakukan perintah-perintah Tuhan yang terdapat dalam isi kitab Taurat tersebut, dengan segenap hati dan jiwanya (ayat 31).
Seseorang yang hidupnya berdasarkan Firman Tuhan pasti akan bisa membawa dampak yang baik bagi orang lain, dan bukan larut dengan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Saat ini beranikah kita menjadi seorang reformator rohani bagi sekeliling kita, ketika melihat hal yang tidak sesuai dengan ketetapan Tuhan?
Doa
Tuhan, berikan kami keberanian untuk membawa dampak yang baik bagi sekeliling kami. Amin. (uni)
Alkitab Audio
Kebaktian Umum GKMI Gloria Patri Minggu, 23 Januari 2022 – Oleh: Ibu Vonny Rumagit
Membangun Keluarga Sesuai Karakter Kristus
“Kita Mengasihi, Karena Allah Lebih Dahulu Mengasihi Kita”
(1 Yohanes 4:19)
Seorang pendeta ketika melayani ibadah pemberkatan pernikahan, ia memberikan tiga hadiah kepada pasangan tersebut. Hadiah itu berbentuk Alkitab, sapu tangan dan miniatur berbentuk penyiram tanaman. Tiga benda itu sebenarnya adalah pengingat, hal-hal penting yang tidak boleh kita lupakan dalam membangun sebuah keluarga.
- Keseriusan dosa dan kasih Allah
Alkitab dan kebenarannya adalah pedoman hidup sebuah keluarga. Kita menurunkan kebiasaan membaca Alkitab kepada anak-anak kita. Biasanya berita utama yang ingin kita sampaikan kepada anak-anak kita adalah bahwa Tuhan Yesus mengasihimu, bahwa kasih Tuhan itu sangat besar. Ada satu bagian yang tidak boleh kita lewatkan ketika mengenalkan kasih Tuhan yang besar itu. Yaitu keseriusan dosa. Kita tidak akan menghargai kasih Tuhan yang menyelamatkan kita, kalau kita tidak tahu kita diselamatkan dari apa. - Penerimaan dan Pertumbuhan
Keseriusan dosa merusak hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, manusia dengan alam. Setelah kita diselamatkan secara STATUS kita berubah. Kita bukan lagi tawanan dan hamba dosa. Tapi karena kita tinggal di dunia yang berdosa dan masih memakai tubuh dosa, kita masih bisa jatuh, gagal dan lemah.
Di sinilah kita perlu sapu tangan. Melihat pasangan, anak dan siapapun yang menyakiti atau menyebalkan, pakai sapu tangan kasih dan penerimaan. Dengan menyadari, kita masih hidup di dunia berdosa. Tuhan Yesus memahami kelemahan-kelemahan kita, menerima kita dan mengasihi kita. Dia menghapus air mata kita kesedihan, kesepian, dan semua rasa bersalah.
Tuhan menerima kita apa adanya, tapi tidak membiarkan kita seadanya. Di sinilah kita perlu penyiram tanaman. Kita mendampingi keluarga kita berproses dengan Tuhan. Tuhan bekerja di dalam hatinya, dan tumbuh buah-buah. Kita menyirami, memberi kepercayaan, memberi ruang untuk mereka memunculkan versi terbaik dirinya.
Karakter Allah yang kita mau belajar di sini, lagi-lagi adalah kasih-Nya yang besar, sehingga kita bukan sekadar diselamatkan, kita dibentuk makin serupa dengan-Nya. (VEJ)
Warta Jemaat Edisi 23 Januari 2022
Klik di sini untuk versi lengkap PDF
Persidangan Jemaat GKMI Gloria Patri
Mengundang segenap jemaat GKMI Gloria Patri untuk hadir dalam persidangan jemaat pada hari ini pukul 10.00 WIB.