Renungan iGrow 18 Januari 2022 – Kuduskan Kembali Rumah-Ku

https://youtu.be/z_GVOhad3O8

Selasa, 18 Januari 2022
KUDUSKAN KEMBALI RUMAHKU
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 29

Ayat Emas : 2 Tawarikh 29:2
“Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya.”

Sebelum mengenal Hizkia, alangkah baiknya kita mengenal Ahas, ayahnya. Ahas adalah orang yang sering melakukan banyak hal jahat. Bahkan seorang penafsir menyebutnya sebagai orang yang tidak waras. Namun kebiasaannya ini tidak diteruskan oleh Hizkia anaknya, yang sebaliknya melakukan apa yang benar di mata TUHAN tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya.

Apa yang dilakukan oleh Hizkia di perikop ini adalah untuk menguduskan kembali rumah Tuhan. Pada tahun pertama pemerintahannya, dalam bulan yang pertama Hizkia berusaha memberantas kesalahan dan kecemaran yang terjadi di rumah kudus Tuhan. Yang terjadi sebelumnya adalah mereka melalaikan ibadah hingga menutup pintu-pintu balai rumah Tuhan dan tidak mempersembahkan korban bakaran bagi Allah (ayat 5-7). Kini Hizkia mengajak dan menyerukan agar orang-orang Lewi kembali menguduskan serta mentahirkan dirinya dan juga rumah TUHAN (ayat 15). Hizkia mengikatkan perjanjian kembali kepada Allah supaya bangsa ini dijauhkan dari murka Allah.

Seruan untuk bertobat juga diperdengarkan kepada kita saat ini sebagai milik kepunyaan Allah. Bawalah kembali hidup kita yang telah dikuduskan dan ditahirkan kepada-Nya.

Doa
Ya Tuhan, tolonglah kami menyadari dosa kami. Tahir dan selamatkan kami. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 17 Januari 2022 – Raja Ahas

https://youtu.be/STqpTKvcXko

Senin, 17 Januari 2022
RAJA AHAS
Bacaan Alkitab: 2 Tawarikh 28

Ayat Emas : 2 Tawarikh 28:2
“Tetapi ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel, bahkan ia membuat patung-patung tuangan untuk para Baal.”

Seringkali, kesuksesan dunia ditentukan oleh setiap keberhasilan pekerjaan yang dicapainya. Namun ini bertolak belakang dengan kebenaran firman Tuhan. Pencapaian tertinggi dalam hidup orang percaya ditentukan oleh sikap hatinya dalam menjalani kehidupan ini sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.

Raja Ahas adalah anak Yotam, raja Yehuda. Di usia 20 tahun ia sudah menjadi raja dan selama 16 tahun dia memerintah di Yerusalem. Ayah Ahas, yaitu Yotam mencapai keberhasilan baik dalam sisi duniawi maupun rohani, karena segala sesuatu dilakukannya dengan benar di mata Tuhan (bdk. 2 Tawarikh 27:2). Jadi Yotam sungguh memahami isi hati Allah. Namun berbeda dengan Ahas, selama hidupnya ia melakukan kejahatan dan kekejian di mata Allah (ayat 1 dan 2). Akhir hidupnya sangat tragis, karena ia tidak mendapat lahan pekuburuan yang sama dengan raja-raja Israel dan Yehuda (ayat 27).

Mari kita bangun kesuksesan kita dengan melakukan apa yang benar dan menyenangkan hati Tuhan. Bisa jadi di mata dunia, hal yang kita lakukan tidak berhasil tapi di pandangan Tuhan kita sukses.

Doa
Roh Kudus, bawalah hidup kami untuk setia dan menyenangkan-Mu selalu. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 16 Januari 2022 – Mengarahkan Hidup Kepada-Nya

https://youtu.be/VPHgJ43eoLE

Minggu, 16 Januari 2022
MENGARAHKAN HIDUP KEPADANYA
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 27

Ayat Emas : 2 Tawarikh 27:6
“Yotam menjadi kuat, karena ia mengarahkan hidupnya kepada TUHAN, Allahnya.”

Ketika menjumpai seseorang yang sukses di dalam hidupnya, seringkali yang kita ingin ketahui adalah tips atau kiat apa yang dilakukan sehingga ia menjadi seorang yang sukses. Kita bertanya bagaimana ia menjalani hidupnya, siapa di belakangnya yang mendukung, seberapa besar pengorbanan waktu dan tenaga yang harus dia berikan.

Pertanyaan yang sama juga kita ajukan kepada Yotam, sang raja Yehuda. Kita jumpai kisah hidup raja sebelumnya berisi tentang ketaatan mereka menjalani hidup benar di hadapan Tuhan selalu berujung ketidaksetiaan. Namun tidak demikian dengan Yotam, tidak dijumpai di akhir hidupnya ia serong dari jalan Tuhan. Ayat 6 berkisah bagaimana Yotam menjadi semakin kuat karena ia mengarahkan hidupnya kepada Tuhan yang menjadi Allahnya. Inilah kiat sukses seorang raja bernama Yotam, sehingga ia semakin hari semakin kuat dan tak berpaling dari Allah.

Kepada kita, Allah juga menyediakan segala yang kita perlu di dalam hidup ini, termasuk juga di dalamnya adalah kesuksesan. Belajar dari Yotam, yang kita perlukan saat ini adalah mengarahkan hidup kita kepada-Nya, Allah yang menyediakan dan menjadi sumber segalanya, hingga perkenanan Tuhan turun atas kita.

Doa
Mampukan kami ya Tuhan, mengarahkan hidup hanya kepada-Mu. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Kebaktian Umum GKMI Gloria Patri Minggu, 16 Januari 2022 – Oleh: Sdr. Joseph Wisesa N

Mengenal Allah, Mengenal Yesus Kristus
Yohanes 17:1-5

Shalom Aleichem, seluruh jemaat GKMI Gloria Patri yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Jemaat, tema khotbah yang kita akan pelajari bersama pada kesempatan kali ini adalah “Mengenal Allah, Mengenal Yesus Kristus.” pertanyaannya bagi kita semua tentu yang (1) Apa yang dimaksud dengan “Mengenal Allah, Mengenal Yesus Kristus”? dan (2) Apa yang Tuhan minta gumuli dan lakukan dalam kehidupan sehari-hari kita?

Jemaat sekalian, dalam Injil Yohanes ini, dipaparkan bahwa ada tiga kali Yesus berdoa. (1) saat di makam Lazarus (Yoh. 11:41-42), (2) pada saat Yesus didekati oleh orang-orang Yunani (Yoh. 12:27-28), dan (3) setelah perjamuan terakhir (Yoh. 17:1-26). Jemaat, Tujuan Yesus di pasal ini dan pasal sebelumnya adalah untuk mempersiapkan murid-murid-Nya, karena Ia sebentar lagi secara fisik tidak lagi bersama-sama dengan mereka.

Yesus yang meminta dimuliakan Allah, mungkin bagi beberapa di antara kita sulit memahaminya, tetapi hal yang Yesus lakukan seperti gambaran seorang anak yang ingin dibelikan makanan atau mainan favoritnya atau mengikuti jalan ayahnya.

Sangat jelas disini betapa intimnya dan menyatunya RELASI antara Bapa dengan Yesus dan Yesus dengan Bapa, tidak terpisahkan. Dengan demikian RELASI dan PENGENALAN akan Dia itu penting. TUHAN meminta kita jangan hanya mengenal Yesus, tetapi juga mengenal Dia. Dengan kata lain, Ia meminta kita untuk mengenal keduanya, bahkan Ia juga meminta kita untuk membangun relasi yang benar, baik dan sehat di dalamnya. Mengapa demikian? karena dengan pengenalan dan relasi yang benar, baik, dan sehat adalah esensi dan fondasi kita berhubungan dengan Allah.

JALAN-JALAN KE KOTA SEMARANG UNTUK MENIKMATI KULINER KHAS 
MAMPIR KE KOTA LAMA SEMBARI MINUM SAPARELLA
OYYY JEMAAT SEMUANYA KALO MAU DIKENAL BAPA DAN YESUS
YUKK KENALI DAN BERELASILAH DENGAN DIA SETIAP HARI DALAM HIDUP KITA