Happy weekend!!! We hope you guys stay healthy and doing everything very well
Shiners, hari ini jam 18.00 WIB kita akan persekutuan bersama dengan tema yang SANGAT MENARIK di aula gereja kita tercinta. Soo, KUY kita persekutuan
Buat teman” yang berhalangan hadir, kalian juga bisa kok untuk tetap mengikuti ibadah hari ini melalui ZOOM. https://telkomsel.zoom.us/j/95441365319?pwd=cEZSb2c4MjREY0V6bE5vWjJXWG9MQT09
Soo, pastikan diri kalian hadir yaa guys. Ajak juga teman dan sahabat kalian agar kita sama-sama belajar dan bertumbuh bersama di dalam Kristus
Sabtu, 15 Januari 2022 AWAS DENGAN KESOMBONGAN! Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 26
Ayat Emas : 2 Tawarikh 26:16a “Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak.”
Kecongkakan atau tinggi hati kembali menjadi penghancur utama kejayaaan seorang raja. Dikisahkan di pasal 26 ini, seorang raja muda bernama Uzia sebenarnya cukup berhasil di dalam pemerintahannya. Berbagai bidang ia kuasai dengan baik sehingga banyak orang menaruh hormat dan membuat namanya semakin masyur hingga ke Mesir (ayat 8).
Sekali lagi, keberhasilan Uzia dalam memerintah bangsanya membuat ia melakukan sebuah kesalahan karena kesombongan. Dengan tinggi hati ia berubah setia kepada Tuhan dengan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan bagi-Nya, sebuah tugas yang hanya boleh dikerjakan oleh keturunan Harun. Belum sempat ia membakar ukupan di tangannya, para imam memperingatkan akan tindakannya yang salah itu. Namun Uzia tak mau mendengarnya, sebaliknya ia justru marah. Akibatnya, Allah menimpakan tulah kusta kepadanya sampai mati.
Kuasa yang diberikan kepada kita tak jarang melahirkan kesombongan. Kita perlu waspada dengan kepercayaan yang Tuhan berikan kepada kita, supaya kita tidak jatuh ke dalam dosa yang sangat berbahaya ini.
Doa Mampukan kami ya Tuhan, untuk senantiasa waspada terhadap dosa kecongkakan. Amin. (hyk)
Jumat, 14 Januari 2022 HIDUP BENAR DENGAN SEGENAP HATI Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 25
Ayat Emas : 2 Tawarikh 25:2 “Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya tidak dengan segenap hati.”
Berkat mendengar perkataan dari nabi Allah, Amazia mendapatkan kesuksesan di dalam peperangan yang pada akhirnya membuat tahtanya semakin kokoh. Kesuksesan dan kejayaan ternyata membuatnya menjadi takabur. Ketika kekuasaan berhasil direngkuh, ia berubah menjadi pribadi yang berbeda. Bukannya mempersembahkan korban syukur kepada Allah, tetapi ia justru melakukannya kepada allah-allah Edom dari bani Seir, negeri yang telah dikalahkannya (ayat 14).
Terjadi sebuah ironi ketika nabi Allah datang mengingat-kannya, dengan congkak ia merendahkan nabi dengan memper-tanyakan kewenangan nabi berbicara kepadanya “Apakah kami telah mengangkat engkau menjadi penasihat raja?” (ayat 16). Sebuah sikap yang menampakkan apa yang dikatakan pada ayat kita hari ini, bahwa dengan setengah hati saja ia hidup benar di hadapan Tuhan.
Abraham Lincoln pernah berkata, “bila kau ingin mengetahui karakter seseorang, berilah dia kekuasaan.” Mari kita belajar tetap menjaga hidup benar di hadapan Tuhan apapun keadaan kita. Entah saat terpuruk, atau saat kita berada pada masa kejayaan dengan berlimpah kuasa dan kedudukan. Tetap setia di saat berlimpah adalah salah satu tanda hidup benar dengan segenap hati.
Doa Pimpinlah kami senantiasa ya Tuhan, agar tetap setia menjaga hidup benar dengan segenap hati. Amin. (hyk)
Kamis, 13 Januari 2022 DENGARKAN NASIHAT ALLAH Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 24
Ayat Emas : 2 Tawarikh 24:19 “TUHAN mengutus nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-sungguh memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya.”
Di awal pemerintahannya, Raja Yoas menjadi seorang raja yang melakukan hal benar di hadapan Allah (ayat 2). Melaluinya rumah Tuhan diperbaharui dari kenajisan Baal. Namun, sepeninggal imam Yoyada ia berbalik dengan hidup jauh dari Tuhan. Ia lebih mendengar para pemimpin Yehuda yang membawanya meninggalkan rumah Allah lalu beribadah kepada tiang-tiang dan patung-patung berhala. Sebuah kenajisan yang membuat murka Allah atas Yehuda dan Yerusalem (ayat 18).
Di tengah kehidupan Yoas dan Yehuda yang jauh dari-Nya, Tuhan mengutus nabi-nabi yang dengan sungguh-sungguh memperingatkan agar berbalik kepada Allah nenek moyang mereka. Namun semuanya tidak digubris, bahkan anak imam Yoyada bernama Zakharia yang dikuasai oleh Roh Allah pun dibunuh. Sebuah realitas yang rasanya miris, dari seorang yang hidup benar menjadi seorang yang jauh dari Tuhan hanya karena pengaruh yang jahat.
Tak jarang Tuhan mengirimkan orang-orang di sekitar untuk memperingatkan kita ketika jauh dari Tuhan. Namun sering pula kita menolak nasihat dari-Nya. Jika itu yang masih sering kita lakukan, segeralah menyadari dan kembali kepada-Nya.
Doa Bantulah kami ya Tuhan, untuk terus mendengar suara-Mu. Bukan suara yang membawa kami jauh dari-Mu. Amin. (hyk)
Pernahkah kalian ada di situasi dimana merasa tidak ingin berpisah dengan kehidupan di media sosial (Instagram, Facebook, Whatsapp,dll)?
Atau mungkin kalian merasa gelisah dan khawatir bila ketinggalan akan suatu berita di sosial media, entah itu tentang artis, keluarga, teman?
Pernahkah juga, kalian cemas karena melihat hidup orang lain di sosial media terlihat lebih menyenangkan atau bahagia dibanding diri kita?
Yuk Join ONE Community Fellowship dengan tema: “FOMO (Fear of Missing Out)” bersama Kuriake Kharismawan [Dosen Psikologi UNIKA] Kamis 13 Januari, Pk. 19.00 WIB
Jangan lewatkan fellowship ini ya teman-teman, supaya kita sebagai komunitas dan pribadi bisa bertumbuh bersama!
Rabu, 12 Januari 2022 REKOMITMEN SEBAGAI UMAT TUHAN Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 23
Ayat Emas : 2 Tawarikh 23:16 “Kemudian Yoyada mengikat perjanjian antara dia dengan segenap rakyat dan raja, bahwa mereka menjadi umat TUHAN.”
Dengan persepakatan yang dilakukan oleh imam Yoyada dan para pemimpin pasukan, Yoas dinobatkan dan diurapi menjadi raja Yehuda. Penobatan Yoas menjadi raja sekaligus mengakhiri pemerintahan tak resmi yang dikuasai oleh Atalya, sehingga Atalya pun harus menerima hukuman mati atas tindakan kejinya membantai keturunan Daud.
Imam Yoyada sadar bahwa bangsa Yehuda telah dibawa Atalya menjauh dari Tuhan dengan cara menyembah Baal. Maka ia merasa perlu untuk memulihkan kembali komitmen bangsa ini kepada Tuhan. Ayat 16 mengisahkan upaya imam Tuhan ini untuk mengadakan perjanjian antara dia dengan segenap rakyat dan raja bahwa mereka mereka menjadi umat TUHAN. Umat yang meninggalkan jalan serong dan berbalik kepada-Nya. Melalui peristiwa ini kita dapat melihat bahwa firman Tuhan tak pernah gagal. Meski berliku, namun semua pasti tergenapi.
Siapakah kita di hadapan Tuhan? Beranikah kita mengaku diri sebagai umat-Nya, jika ternyata kita jumpai banyak hal yang terjadi dalam hidup ini bertolak belakang dengan firman-Nya?
Mari kita menegaskan kembali komitmen bahwa kita adalah umat yang bersedia menaati segala perintah dan kehendak-Nya.
Doa Ya Tuhan, ajarlah kami setia mengikuti jalan-Mu. Tanpa ada keinginan untuk jahat di mata-Mu, hingga semua rencana-Mu tergenapi. Amin. (hyk)
Selasa, 11 Januari 2022 SALAH NASIHAT Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 22
Ayat Emas : 2 Tawarikh 22:3 “Iapun hidup menurut kelakuan keluarga Ahab, karena ibunya menasihatinya untuk melakukan yang jahat.”
Setiap orang sangat memerlukan nasihat dari orang-orang yang dipandang baik dan bijak. Pertimbangan yang tepat dari orang lain membuat seseorang memiliki perspektif yang menyeluruh dan luas terhadap sebuah persoalan sehingga memungkinan dia untuk memutuskan secara tepat. Namun, apa jadinya jika tim penasihat kita berisi orang-orang yang memiliki pemikiran yang jahat dan jauh dari Tuhan? Tentu saja akan menghasilkan keputusan yang keliru dan jauh dari perkenanan Tuhan. Inilah yang terjadi dengan raja Ahazia.
Tim penasihatnya dikepalai oleh sang ibu, yang memiliki peranan sangat besar untuk membawanya melakukan yang jahat. Tak hanya ibunya, penasihat-penasihat yang lain juga mencelakakannya (ayat 5). Bisa dibayangkan apa yang akan dialami Ahazia ketika ia dikepung oleh orang-orang jahat yang tidak mampu menyodorkan rencana dan rancangan yang baik untuk dirinya dan rakyat yang ia pimpin.
Carilah nasihat dari orang-orang yang takut akan Tuhan. Mintalah saran dari mereka yang memiliki kematangan rohani, yang hidupnya melekat kepada Tuhan. Jangan salah meminta nasihat. Jika salah, maka bukannya hidup dan keberuntungan yang kita dapatkan namun justru kecelakaan dan jauh dari Tuhan.
Doa Tuhan, tunjukkan kepada kami orang-orang yang tepat untuk kami meminta nasihat yang benar. Amin. (JeRu)