Renungan iGrow 2 Januari 2022 – Andalan

https://youtu.be/ibMUtombGvs

Minggu, 2 Januari 2022
ANDALAN
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 13

Ayat Emas : 2 Tawarikh 13:18
“Demikianlah orang Israel ditundukkan pada waktu itu, sedang orang Yehuda menjadi kokoh, karena mereka mengandalkan diri kepada TUHAN, Allah nenek moyang mereka.”

Abia memimpin kerajaan Yehuda berperang melawan kerajaan Israel, yang saat itu di bawah pemerintahan Yerobeam. Secara kekuatan, sebenarnya kerajaan Yehuda pasti kalah telak dengan pasukan Israel. Prajurit Abia hanya berjumlah setengah dari prajurit Yerobeam. Namun, akhir kisah perang ini sangat mengejutkan. Yang memenangkan peperangan antara empat ratus ribu serdadu melawan delapan ratus ribu serdadu, bukan seperti yang diperkirakan manusia.

Abia sadar keterbatasan kekuatan pasukannya, karena itu ia hanya mengandalkan Tuhan. Abia tidak mengerahkan senjata rahasia atau strategi perang yang mumpuni, ia bersama pasukannya berteriak pada Tuhan. Dan Allah turun tangan berperang bagi mereka hingga kemenangan berhasil diraih oleh kerajaan Yehuda.

Siapa dan apa andalan kita dalam pekerjaan, pelayanan atau aspek kehidupan kita yang lain? Kecerdasan, keterampilan atau kekayaan kita bukan jaminan sebuah keberhasilan. Kemenangan dalam pertempuran hidup seringkali mengajarkan kita, bahwa hanya Tuhanlah satu-satunya yang bisa kita andalkan.

Doa
Tuhan, ajar kami agar tidak mengandalkan pengertian dan kemampuan diri sendiri. Engkaulah yang layak dipercaya dan diandalkan. Amin. (EnJi)

Alkitab Audio

Kebaktian Umum GKMI Gloria Patri Minggu, 2 Januari 2022 – Oleh: Bp. Herdyawan Yoga K

Keluarga yang Mengandalkan Tuhan
Yeremia 17:7; Amsal 3:5

Sebagaimana nama penulisnya, bacaan kita hari ini diambil dari kitab Yeremia. Yeremia, seorang yang hidup di masa Kerajaan Israel telah terbagi dua ini muncul sebagai Nabi yang lebih dari empat puluh tahun melayani dan menyampaikan nubuat tentang masa depan bangsa pilihan Tuhan. Kehadiran Yeremia sebagai Nabi semestinya membawa harapan baru di tengah kemerosotan moral dan relasi dengan Tuhan yang dijalani bangsa Yehuda. Namun seruan pertobatan, dan bukan sekadar mengetahui atau menyesali dosa dari Yeremia ini tidak mendapat respon tepat dari bangsa pilihan Tuhan itu.

Yehuda semestinya adalah bangsa yang menerima sebuah keistimewaan tersendiri. Betapa tidak, bangsa ini terikat dan terlekat di dalam perjanjian yang Allah sendiri sampaikan. Janji berkat Tuhan telah berikan kepada mereka, namun nyatanya hidup mereka bertolak belakang dari apa yang Tuhan kehendaki. Bukan semakin melekat dekat kepada Tuhan, nyatanya mereka lebih melekat kepada dunia dengan segala kekuatannya. Bukan Tuhan yang menjadi andalannya, justru bangsa asinglah yang dipercayai dan andalkan.

Di Minggu awal tahun ini kita diingatkan kepada Pribadi sejati pemberi berkat. Pribadi pemberi harapan pasti, bukan yang semu. Kepada kita dan juga keluarga, Tuhan menyediakan segala hal terbaik untuk meniti hidup bersama-Nya. Sambut dan nikmati semua rancangan-Nya yang sempurna tergenapi di dalam hidup kita. Selamat tahun baru 2022, Tuhan melimpahkan berkat-Nya. Ad Maiorem Dei Gloriam. (Herdyawan Yoga K.)

Warta Jemaat Edisi 2 Januari 2022

Klik di sini untuk versi PDF

Kebaktian Senior GKMI Gloria Patri

Mengundang segenap jemaat senior untuk bergabung dalam Kebaktian Senior pada hari Senin, 10 Januari 2022; Pukul 17.30 WIB yang akan diadakan secara onsite dan online Youtube GKMI Gloria Patri.

Cuti Karyawan dan Hamba Tuhan

Diinformasikan kepada jemaat bahwa:

  1. Bp & Ibu Harun Sumpono (koster gereja) pada hari Senin-Rabu, 3 s/d 5 Januari 2022 cuti.
  2. Bp. Eko Prasetyo pada hari Senin dan Rabu, 3 dan 5 Januari 2022 cuti.
  3. Bp. Herdyawan Yoga K. pada hari Selasa-Kamis, 4-5 Januari 2022 cuti.

Kiranya jemaat mengetahui.

Renungan iGrow 1 Januari 2022 – Jatuh Bangun

https://youtu.be/7uEdMdiecIo

Sabtu, 1 Januari 2022
JATUH BANGUN
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 12

Ayat Emas : 2 Tawarikh 12:8
“Tetapi mereka akan menjadi hamba-hambanya, supaya mereka tahu membedakan antara mengabdi kepada-Ku dan mengabdi kepada kerajaan-kerajaan duniawi.”

Semakin kita kagum dan hormat akan Tuhan saat membaca pasal ini. Demikian panjang sabar, besar setia, dan tidak pernah janji-Nya diingkari. Setiap pengkhianatan kepada Tuhan seharusnya berakibat hukuman. Namun ketika berbalik dan merendahkan diri, Tuhan terbuka untuk mengampuni. Dalam sejarah kerajaan Israel kita melihat ketaatan dan pengkhianatan silih berganti, namun kasih dan pengampunan-Nya tidak pernah berubah.

Ketika kita memosisikan diri sebagai penonton dari kisah raja-raja Israel, mungkin kita bisa berkata bahwa mereka hanya menyia-nyiakan waktu dan anugerah Tuhan. Di dalam Ulangan 28:13, Tuhan berjanji akan mengangkat umat-Nya menjadi kepala dan bukan ekor, tetap naik dan tidak turun. Namun janji ini tidak tergenapi dalam Rehabeam karena dia gagal setia memegang perintah Tuhan.

Barangkali kisah seperti di atas pernah atau sedang terjadi dalam hidup kita. Kita tetap ke gereja, beribadah, bahkan melayani, namun hidup kita sering terpuruk. Bisa jadi kita sering menyia-nyiakan rahmat dan janji Tuhan dengan berlaku tidak setia mengikut perintah Tuhan. Janji Tuhan tidak pernah dibatalkan hingga hari ini, kesempatan meraih janji-Nya masih ada. Mari perbaiki kesetiaan kita.

Doa
Tuhan, Dikau setia dan panjang sabar, janji-Mu tak berubah. Jangan biarkan kami menyia-nyiakan janji dan cinta-Mu. Amin. (Win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 31 Desember 2021 – Harus Relah Berpisah

https://youtu.be/Sr-4ARA54IM

Jumat, 31 Desember 2021
HARUS RELA BERPISAH
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 11

Ayat Emas : 2 Tawarikh 11:4a
“Beginilah firman TUHAN: Janganlah kamu maju dan janganlah kamu berperang melawan saudara-saudaramu. Pulanglah masing-masing ke rumahnya, sebab Akulah yang menyebabkan hal ini terjadi.”

Membayangkan saja tidak berani apalagi harus mengalami perpisahan. Semua orang pasti tidak ingin berpisah dari orang spesial, seperti teman, orang tua dan sebagainya. Ternyata kata berpisah tidak selamanya berakibat negatif dalam hidup kita. Kata memisahkan diri banyak dipakai dalam Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

Dalam pasal ini pemisahan memang diizinkan oleh Tuhan. Yerobeam bersama 10 suku Israel memisahkan diri menjadi kerajaan Israel Utara. Salah satu akibatnya adalah para Imam yang setia kepada Tuhan meninggalkan sukunya dan saudaranya menyeberang ke Yehuda untuk menyembah Tuhan.

Perjanjian Baru juga menegaskan perlunya kita memisahkan diri dari apapun yang membuat kita meninggalkan Tuhan, bahkan Tuhan memberi jaminan atas nama diri-Nya sendiri bagi orang-orang yang rela memisahkan diri dari pergaulan yang cemar. Memisahkan diri dari segala yang jahat adalah dasar dari terjadinya kekariban hubungan manusia dengan Allah (bdk. 2 Kor 6: 17-18). Janganlah ragu memisahkan diri dari pergaulan yang merusakkan.

Doa
Mampukan kami untuk rela memisahkan diri dari pergaulan, kebiasaan, dan kesenangan yang membawa kami jauh darimu Tuhan. Amin. (Win)

Alkitab Audio