Renungan iGrow 18 November 2021 – Jangan Sia-Siakan Janji-Nya

Kamis, 18 November 2021
JANGAN SIA-SIAKAN JANJINYA
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 21

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 21:12
“Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan malapetaka atas Yerusalem dan Yehuda, sehingga setiap orang yang mendengarnya akan bising kedua telinganya.”

Istilah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya rupanya tidak terjadi dalam kehidupan Manasye. Hizkia ayahnya memiliki hati melekat pada Tuhan sehingga menerima anugerah ajaib, keadaan sebaliknya terjadi dengan putranya. Kejahatan yang dibuatnya sangatlah dahsyat, yaitu “menyelingkuhi” Tuhan. Manasye menghapuskan segala kebaikan yang telah dibuat oleh ayahnya. Akibat dosa tersebut, ia dan rakyatnya menerima hukuman dari Tuhan.

Jika kita melihat catatan dalam 2 Tawarikh 33: 10 maka kita tahu bahwa memang Manasye bertobat dari dosa-dosanya ketika mereka ditawan di Babel, namun keputusan Tuhan menghukum Manasye dan kerajaan Yehuda rupanya tidak dapat berubah lagi. Ini disebabkan karena dosa yang dilakukannya terlampau menyakiti hati Tuhan.

Saudara, janji Tuhan berlaku bagi setiap kita, namun Alkitab juga mencatat bahwa akibat dosa, maka bukannya berkat yang kita peroleh namun justru murka Allah yang menimpa. Hukuman Allah adalah konsekuensi logis atas pelanggaran yang kita lakukan. Tak jarang, keluarga atau komunitas turut menanggung akibat dosa yang kita lakukan. Bijaklah menjalani hidup yang Tuhan anugerahkan.

Doa
Tuhan, kami sadar bahwa kami tidak imun dengan dosa. Berikan kami hati yang takut akan Engkau. Amin. (Win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 17 November 2021 – Dia Perhitungkan Air Mata

Rabu, 17 November 2021
DIA PERHITUNGKAN AIR MATA
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 20

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 20:5
“Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN.”

Salah satu alasan air mata seseorang keluar adalah karena pengaruh emosional yang kuat dalam diri seseorang. Sebagian orang menganggap meneteskan air mata itu hanya terjadi bagi orang cengeng. Namun di dalam Mazmur 56:9 kita jumpai bahwa Tuhan memperhitungkan air mata yang tercurah di hadapan-Nya.

Berdoa dengan meneteskan air mata tidak dapat mengubah keputusan Tuhan, namun dalam peristiwa ini, air mata tulus karena pertobatan yang disertai permohonan menggerakkan hati-Nya untuk menyatakan belas kasihan. Hizkia mengalami kasih dan kemurahan Tuhan yang luar biasa. “Vonis” mati dari Tuhan ditangguhkan bahkan alam pun menjadi saksi janji Tuhan.

Kita memang tidak tahu bagaimana Hizkia menangis. Bisa jadi ia melolong, menjerit, atau merintih sehingga hati Tuhan tersentuh dan menyatakan belas kasih-Nya. Itu bukanlah hal penting untuk kita tahu, yang jelas adalah Tuhan menghitung setiap tetesan air mata kita. Seberat apapun pergumulan kita, mari datang ke hadapan-Nya. Ketika hitungan air mata kita cukup di mata Tuhan, maka Dia akan segera mengulurkan tangan-Nya menolong kita.

Doa
Beri kami keteguhan hati ya Tuhan untuk tidak menyerah pada pergumulan kami. Kami tahu akan tepat waktu-Mu menolong kami. Amin. (Win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 16 November 2021 – Masuklah ke Rumah Tuhan

Selasa, 16 November 2021
MASUKLAH KE RUMAH TUHAN
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 19

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 19:1
“Segera sesudah raja Hizkia mendengar itu, dikoyakkannyalah pakaiannya dan diselubunginyalah badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah TUHAN.”

Hizkia dan kerajaan Yehuda dalam situasi krisis. Raja Asyur, yang marah karena pemberontakan Hizkia, mengepung Yerusalem dengan kekuatan perang yang sangat besar. Ancaman di depan mata bukanlah main-main. Ini sangat serius. Dan, di tengah-tengah keadaan yang genting inilah maka Hizkia memperlihatkan respon yang luar biasa. Ia masuk ke rumah Tuhan dan mengajak semua pemimpin yang ada untuk merendahkan diri kepada Tuhan dan berdoa.

Merendahkan diri dan berdoa adalah respon utama Hizkia ketika menghadapi kemelut. Dia tahu bahwa di dalam bait Allah, sebagai representasi kehadiran Allah, tersedia begitu banyak jalan keluar dan pertolongan. Dan benar saja, Allah memagari kota Yerusalem dan menyelamatkan mereka (ayat 34). Mereka terluput tanpa harus berperang secara fisik. Di dalam doalah Hizkia berperang dan menang.

Merendahkan diri dan berdoa di hadapan Tuhan adalah respon utama dan pertama kita tatkala berada di dalam krisis. Semakin besar masalah kita maka semakin kuat kita berdoa kepada Tuhan. Makin besar beban hidup kita, maka makin banyak waktu yang harus kita berikan untuk berlutut. Datanglah ke rumah Tuhan dan berdoa. Serukan kesesakan kita kepada Tuhan di rumah-Nya. Ia mendengar!

Doa
Bapa, jangan lalui kami, dengarlah doa kami. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 15 November 2021 – Memilih Setia kepada Tuhan

Senin, 15 November 2021
MEMILIH SETIA KEPADA TUHAN
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 18

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 18:6
“Ia berpaut kepada TUHAN, tidak menyimpang dari pada mengikuti Dia dan ia berpegang pada perintah-perintah TUHAN yang telah diperintahkan-Nya kepada Musa.”

Lahir di dalam keluarga yang jahat di mata Tuhan, tidak membuat Hizkia mengikuti jejak iman yang ditinggalkan ayahnya, raja Ahas. Ia memilih setia kepada Tuhan daripada membiarkan dirinya berkompromi dengan dosa dan mengikuti sistem kehidupan yang buruk dan jahat di hadapan Tuhan. Ada dua sikap yang Hizkia lakukan, yaitu berpaut kepada Tuhan dan tidak menyimpang dari pada mengikut Dia (ayat 6).

Pilihan untuk setia kepada Tuhan ternyata menghadirkan berkat-Nya secara khusus bagi Hizkia, “Maka Tuhan menyertai dia; ke mana pun juga ia pergi berperang, ia beruntung” (ayat 7). Berulang kali Alkitab menyatakan bahwa mereka yang hidupnya berpaut dan tidak menyimpang dari perintah Tuhan akan disertai oleh Tuhan dan beruntung hidupnya.

Kita tidak perlu menyalahkan keadaan sekeliling kita yang buruk dan jahat. Pilihan ada di tangan kita sendiri. Kitalah yang memutuskan, berpaut kepada Tuhan atau mengikuti si jahat, melekat kepada Tuhan atau terikat oleh dunia. Jika kita bertekad untuk memilih setia kepada Tuhan maka yakinlah bahwa Dia akan menyertai dan memberikan keberuntungan kepada kita.

Doa
Ya Tuhan, tolonglah kami agar setia kepada-Mu sekalipun tawaran dunia begitu menggoda kami. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Kebaktian Umum GKMI Gloria Patri Minggu, 14 November 2021 – Oleh: Pdt. Jakson Rumagit

Memilih Setia Kepada Tuhan
2 Raja-Raja 18:1-6

Sebuah penelitian mengatakan bahwa setiap orang memilih dan membuat keputusan sebanyak 35 ribu kali setiap hari dalam hidupnya. Keputusan-keputusan yang dipilih berkenaan dengan hal-hal seperti: pakaian apa yang akan dikenakan pada hari ini, tugas apa yang akan dikerjakan lebih dulu untuk memulai hari, dengan siapa saja kita akan terlibat secara sosial hari ini, berapa banyak uang yang akan dibawa dan dikeluarkan hari ini, rute mana yang akan diambil untuk tiba ke tempat kerja, dan masih banyak lagi. Hidup selalu dihadapkan dengan banyak pilihan dan keputusan. Namun, dalam hidup ini ada salah satu hal penting yang tidak bisa kita pilih, yaitu: dari keluarga mana kita dilahirkan. Suka tidak suka, ya kita hanya menerima kelahiran kita. Walaupun demikian, mau menjadi seperti apa hidup yang akan kita jalani ke depan, adalah sesuatu yang berbeda.

Sama halnya dengan Hizkia. Ia lahir di dalam keluarga yang jahat di mata Tuhan, namun tidak membuatnya mengikuti jejak iman yang ditinggalkan ayahnya, raja Ahas. Ia memilih setia kepada Tuhan daripada membiarkan dirinya berkompromi dengan dosa dan mengikuti sistem kehidupan yang buruk dan jahat di hadapan Tuhan. Alkitab memberi kesaksian tentang Hizkia, “Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya” (18:3).

Dari ayat ini maka kita mempelajari dua hal yang menjadi landasan bagi Hizkia dalam memilih jalan hidupnya. Pertama, Tuhan adalah Pusat Hidupnya. Kedua, Daud adalah Mentor dan Teladan Hidupnya.

Kita tidak perlu menyalahkan keadaan sekeliling kita yang buruk dan jahat. Pilihan ada di tangan kita sendiri. Kitalah yang memutuskan, berpusat kepada Allah atau masalah, melekat kepada Tuhan atau terikat oleh dunia. Jika kita bertekad untuk memilih setia kepada Tuhan maka yakinlah bahwa Dia akan menyertai kita.

Yesus adalah Pusat dan Teladan hidup kita. Di akhir hidup-Nya, Ia pernah dihadapkan kepada pilihan dan keputusan yang sulit. Kalau boleh, kata-Nya, cawan pahit penderitaan dilalukan dari pada-Nya. Namun, Ia memutuskan memilih berpusat kepada Bapa dan kehendak-Nya. “Kata-Nya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki” (Markus 14:36).