Renungan iGrow 10 November 2021 – Keharuman Nama

Rabu, 10 November 2021
KEHARUMAN NAMA
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 13

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 13:21
“Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri.”

Ada banyak cara Allah untuk melakukan perbuatan-Nya. Bila selama ini kita membaca kisah-kisah menakjubkan yang diperbuat Allah melalui para nabi-Nya, tapi kali ini kita melihat bahwa Allah berkarya luar biasa justru ketika Elisa telah mati.

Apa yang bisa kita renungkan dari peristiwa ini? Pertama, mukjizat Tuhan adalah kedaulatan Tuhan. Dia bisa berkarya ajaib meskipun tidak ada yang mendoakan mengharapkan keajaiban itu. Teks yang kita baca, tak menyebutkan ada orang-orang yang mendoakan mayat itu hidup kembali. Semua terjadi sepenuhnya adalah kehendak Tuhan. Kedua, Elisa adalah nabi Allah yang setia sepanjang hidupnya. Dengan kehidupan yang diperkenan Allah itulah, tulang-tulangnya meski ia telah mati tetap bisa dipakai Allah. Nama Elisa terus harum. Bukan hanya saat dia hidup, tetapi juga ketika dia telah mati.

Bagaimana dengan kita? Harum atau busuk nama kita setelah mati tergantung perilaku kita saat hidup. Dan itu akan memengaruhi kehidupan orang-orang yang bersentuhan dengan kita. Terutama keluarga.

Doa
Oh Tuhan Yesus, lembutkanlah hatiku, sehingga peka terhadap suara Roh Kudus. Buat hati ini taat dan setia kepada-Mu. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 9 November 2021 – Konsisten

Selasa, 9 November 2021
KONSISTEN
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 12

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 12:2-3a
“Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN seumur hidupnya, selama imam Yoyada mengajar dia. Namun demikian, bukit-bukit pengorbanan tidaklah dijauhkan.”

Yoas adalah raja termuda di kerajaan Yehuda. Ia naik tahta di usia tujuh tahun. Dengan pendampingan dari imam Yoyada, Yoas dikenal sebagai raja yang bijaksana dan melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Diarahkan oleh imam Yoyada, raja Yoas menghancurkan sisa-sisa penyembahan berhala dan memperbaiki rumah Allah.

Sangat disayangkan, di kemudian hari raja Yoas kembali menyembah Baal. Ketika imam Yoyada mati, raja Yoas seperti kehilangan seorang penasehat dan pendamping. Ia tidak lagi konsisten kepada apa yang pertama kali ia lakukan ketika ia menjadi raja. Bahkan ia membunuh anak imam Yoyada yang telah banyak berjasa dalam hidupnya. Akhir hidup Yoas begitu menggenaskan. Ia dibunuh oleh pegawai-pegawainya yang bekerja sama dengan anak Yoyada.

Kita bisa memulai segala sesuatu dengan baik. Namun mempertahankan dan menjaga semua yang sudah baik, adalah perkara yang tidak gampang. Dibutuhkan sikap hati yang konsisten, integritas, kemantapan dan ketetapan hati yang kuat agar kita bisa memulai dengan baik dan mengakhiri atau menyelesaikan segala sesuatu yang sudah dipercayakan kepada kita dengan baik pula. Kiranya kita bisa tiba di garis akhir dengan konsisten.

Doa
Tuhan, beri kami keteguhan hati mempertahankan segala yang baik, yang sudah Kau kerjakan di dalam diri kami. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 8 November 2021 – Figuran

Senin, 8 November 2021
FIGURAN
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 11

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 11:12
“Tetapi Yoseba, anak perempuan raja Yoram, saudara perempuan Ahazia, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu, … dan menyembunyikan dia terhadap Atalya, sehingga dia tidak dibunuh.”

Atalya adalah seorang ratu yang bengis yang berhasil memerintah selama enam tahun di Yehuda. Demi mendapatkan tahtanya, Atalya membunuh seluruh keluarga kerajaan termasuk seluruh keturunan Daud, serta semua cucunya sendiri.

Rencana Allah tidak pernah gagal. Keturunan Daud tetap terpelihara. Bayi Yoas diculik oleh Yoseba dari tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh oleh Atalya. Yoas disembunyikan selama enam tahun, sampai akhirnya ia naik tahta setelah Atalya dibunuh.

Yoseba adalah istri imam Yoyada. Yoseba menyelamatkan Yoas dari Atalya yang mengincar seluruh keturunan Daud. Imam Yoyada yang kemudian hari memimpin kudeta melawan Atalya dan menobatkan Yoas menjadi raja.

Ada orang-orang yang berperan penting dalam hidup kita. Mungkin mereka bukan orang nomor satu dalam hidup kita. Bukan pemeran utama, hanya seorang figuran. Seperti Yoseba dan imam Yoyada yang bertindak sebagai pemeran pengganti dari orang tua Yoas yang seharusnya menjaga dan melindungi. Mereka ditempatkan Tuhan dalam hidup kita agar rencana Allah tergenapi sepenuhnya.

Doa
Tuhan, kami bersyukur untuk orang-orang yang Kau kirim untuk menggenapkan rencana-Mu dalam hidup kami. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 7 November 2021 – Berantas Tuntas

Minggu, 7 November 2021
BERANTAS TUNTAS
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 10

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 10:11
“Lalu Yehu membunuh semua orang yang masih tinggal dari keluarga Ahab yang di Yizreel, juga semua orang besarnya, orang-orang kepercayaannya dan imam-imamnya; tidak ada padanya seorang pun yang ditinggalkan Yehu hidup.”

Yehu sangat giat dan bersemangat untuk memusnahkan keluarga besar Ahab beserta semua pengikutnya. Ahab adalah raja Israel yang ke-8. Ahab melakukan segala yang jahat lebih dari raja-raja sebelumnya. Ia membangun altar bagi Baal dan mengajak orang-orang untuk menyembah kepada Baal serta dewa-dewa orang Kanaan.

Yehu dengan tegas dan tanpa ampun berusaha untuk membasmi sisa-sisa dosa penyembahan Baal. Tindakan pembersihan total ini dilakukan terhadap semua pelaku penyembah berhala. Yaitu semua pelayannya, simpatisan, juga seluruh dinasti Ahab tanpa terkecuali.

Dosa sekecil apapun bisa menjadi celah yang membuat kita jatuh lebih dalam lagi. Dosa juga menjalar cepat tanpa kita sadari. Tugas kita adalah memberantas tuntas dosa atau kebiasaan yang tidak berkenan pada Tuhan hingga ke akarnya.

Bukan sekadar mengurangi intensitas atau menjauhi sesaat. Bukan perkara mudah menghapuskan dosa yang mungkin sudah berakar lama di dalam hidup kita. Namun dengan komitmen pertolongan Roh Kudus kita akan dimampukan. Mintalah kepekaan dari Tuhan untuk cepat-cepat menyadari dosa dan bertobat.

Doa
Tuhan, kami tidak mau berkompromi dengan dosa. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Warta Jemaat Edisi 7 November 2021

Klik di sini untuk versi PDF

RAPAT MAJELIS JEMAAT GKMI GLORIA PATRI

Senin, 8 November 2021; pukul 19.00 WIB.
Kiranya menjadi perhatian seluruh Majelis Jemaat.

BINA SENIOR GKMI GLORIA PATRI

Tema: “Bahaya Menyimpan Kejengkelan, Cara Mengatasinya”
Senin, 8 November  2021; Pk. 18.30 WIB
di rumah-rumah Jemaat.
Bahan Bina Senior akan dibagikan melalui WhatsApp Info Gereja

PERSEKUTUAN KELOMPOK YUDEA & HERMON

Mengundang segenap jemat kelompok Yudea dan Hermon untuk bergabung dalam persekutuan kelompok pada hari Selasa, 9 November 2021; pukul 19.00 WIB melalui Zoom.

ONE COMMUNITY INSPIRE NIGHT

Mengundang segenap jemaat One Community untuk hadir dalam One Community Inspire Night dengan tema Enjoy Your Business, pada hari Kamis, 11 November 2021, Pk. 19.00 WIB.

Kebaktian Umum GKMI Gloria Patri Minggu, 7 November 2021 – Oleh: Ibu Vonny Rumagit

Iman yang Konsisten
2 Raja-Raja 12: 1-3

Iman Tangan Kecil
Raja Yoas tadinya melakukan semua yang benar di mata Allah, namun di kemudian hari ia mulai mempersembahkan dan membakar korban bakaran di bukit-bukit pengorbanan. Yoas mulai tidak sepenuhnya mempercayai Allah. Hatinya beralih.

Iman yang konsisten bukan iman yang selalu di atas dan teguh kuat. Namun lebih kepada iman yang di keadaan kita baik atau buruk, di puncak atau di lembah, kita tetap mempercayai Allah yang sama. Iman yang tidak beralih percaya kepada diri sendiri, orang lain atau apapun selain Tuhan. Iman yang tidak pernah independen tapi yang selalu bergantung dan makin bergantung pada Tuhan.

Iman adalah tangan kecil kita yang digenggam kuat oleh tangan Tuhan yang kokoh. Yang artinya kekuatan iman bukan berada di tangan kita yang lemah dan terbatas, tapi berada di kekuasaan Allah yang tak ada tandingan-Nya. Tangan kita bisa lemah dan bisa tergelincir jika tangan Tuhan tidak cukup kuat erat menggenggamnya.

Iman Itu Personal
Tuhan mengirim Imam Yoyada untuk mengasuh dan mengajarkan tentang kebenaran pada Yoas, namun setelah Yoyada meninggal, iman Yoas berubah. Setiap orang sesungguhnya harus mengalami pertemuan pribadi dan mendalam dengan Tuhan. Bukan tinggal di bawah bayang-bayang iman dan pengalaman rohani orang lain.

Fase tertinggi iman kita bukan pada waktu kita melakukan kegiatan-kegiatan rohani, tapi pada saat kita mengalami perjumpaan sendiri dengan Tuhan dan menerima pesan kebenaran melalui berbagai peristiwa kehidupan. (VEJ)