Renungan iGrow 29 Oktober 2021 – Tentukan Pilihanmu

TENTUKAN PILIHANMU
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 1

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 1:2b
“Pergilah, mintalah petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron, apakah aku akan sembuh dari penyakit ini.”

Di dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak lepas dari yang namanya menentukan pilihan. Contoh, sebelum berangkat ke kantor kita harus memilih jenis pakaian apa yang akan kita kenakan: kaos oblong atau kemeja, kemeja lengan panjang atau pendek. Lebih dari sekadar memilih baju, pilihan hidup kita saat ini akan menentukan masa depan.

Ahazia adalah putra dan pengganti Ahab, raja Israel di Samaria dalam tahun ke tujuh belas zaman Yosafat, raja Yehuda. Ia memerintah Israel dua tahun lamanya (1 Raja-raja 22:52). Ahazia menderita sakit karena terjatuh dari atap rumah saat sedang beristirahat. Ahazia memutuskan untuk meminta petunjuk Baal-Zebub, allah di Ekron, perihal sakitnya. Seharusnya sebagai raja Israel ia mencari pertolongan hanya kepada Allah dan bukan kepada allah lain. Hasilnya adalah kematian (ayat 17).

Pergumulan yang berat tak jarang menghadirkan pikiran untuk mencari pertolongan di luar Tuhan. Keputusasaan atas beratnya beban hidup membuat kita terdorong untuk meminta jalan keluar dari pihak lain. Kiranya pengenalan dan pengalaman kita bersama Tuhan selama ini akan menuntun kita untuk memilih keputusan yang tepat.

Doa
Roh Kudus, hadirlah dalam hidup kami ketika pilihan yang sulit diperhadapkan kepada kami. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 28 Oktober 2021 – Multiplikasi Pola

MULTIPLIKASI POLA
Bacaan Alkitab : 1 Raja-Raja 22

Ayat Emas : 1 Raja-Raja 22:43
“Ia hidup mengikuti jejak Asa, ayahnya; ia tidak menyimpang dari padanya dan melakukan apa yang benar di mata TUHAN.”

Dari perikop 1 Raja-Raja 22:41-53 ini kita membaca riwayat hidup Yosafat yang baik dan positif. Salah satu tindakannya adalah menghapuskan pelacuran bakti yang masih tinggal di zaman Asa, ayahnya (ayat 47).

Bandingkan dengan kisah sebelumnya dalam pasal ini tentang raja Ahazia. Hidup raja Ahazia berisi kejahatan sama seperti yang dilakukan ayah dan ibunya, jahat di hadapan Tuhan. Ahab yang pasif dan Izebel yang mendominasi disebutkan sebagai panutan Ahazia. Perbandingan kisah ini memperlihatkan bagaimana dampak pola asuh orangtua terhadap kehidupan anak nantinya. Yosafat dari keluarga yang taat kepada Tuhan bertumbuh sebagai pribadi yang juga taat kepada-Nya, dan Ahazia dari keluarga yang membangkang terhadap Tuhan bertumbuh menjadi pembangkang. Seperti halnya istilah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, maka demikianlah seorang anak akan dibentuk di dalam keluarga.

Intinya, apa yang kita lakukan di dalam keluarga kita sekarang akan memultiplikasi pola pernikahan dan keluarga di masa depan. Karena itu perhatikan dan koreksi pola pernikahan yang sedang kita jalani saat ini. Jangan ragu untuk belajar dari dan dengan orang lain untuk menjadi keluarga yang memiliki pola ilahi.

Doa
Tuhan, tolonglah kami untuk selalu mengajarkan nilai-nilai Kristus dalam keluarga. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 27 Oktober 2021 – Menjadi Penolong

MENJADI PENOLONG
Bacaan Alkitab : 1 Raja-Raja 21

Ayat Emas : 1 Raja-Raja 21:7
“Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu.”

Setelah Raja Yerobeam mati, setiap raja yang memerintah atas kerajaan Israel semuanya berbuat jahat, dan Raja Ahab adalah raja yang paling buruk dari semuanya. Dan penyebab utama adalah istrinya. Dari perikop di atas, kita tahu bahwa Izebel adalah seorang putri yang sudah terbiasa mendapatkan apapun yang diinginkannya. Izebel adalah wanita yang telah menyerahkan dirinya kepada si jahat. Izebel memegang peranan utama dalam peristiwa pengambilalihan kebun anggur Nabot.

Alkitab mengajarkan bahwa istri berperan sebagai penolong bagi suaminya (bdk. Kej. 2:18). Sebagai penolong, tidak menjadikan seorang istri mengambil peran yang dominan terhadap suaminya. Izebel menyerobot peran yang seharusnya dimainkan oleh sang suami. Dan dampak peristiwa ini sangat besar.

Membaca kisah ini, baiklah kita belajar menjadi suami dan istri yang menjalankan peran yang memang didesain oleh Tuhan. Sebagai seorang suami, janganlah menjadi seperti Ahab yang menyerahkan keputusan penting diambil oleh Izebel istrinya. Berlakulah sebagai suami yang sejati, dan bertindaklah sebagai istri yang bijak.

Doa
Tuhan, ajar kami menjadi keluarga yang seturut dengan desain-Mu. Menjadi suami dan istri memuliakan-Mu. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 26 Oktober 2021 – Sekali Lagi tentang Ketaatan

SEKALI LAGI TENTANG KETAATAN
Bacaan Alkitab : 1 Raja-Raja 20

Ayat Emas : 1 Raja-Raja 20:42
“Oleh Karena engkau telah membiarkan lolos orang yang dikhususkan bagi-Ku untuk ditumpas, maka nyawamu adalah ganti nyawanya dan rakyatmu ganti rakyatnya.”

Peristiwa yang terjadi di masa pemerintahan Ahab saat Israel dikepung oleh Benhadad adalah sebuah kontradiksi. Bagaimana tidak, pada pasal-pasal sebelumnya diceritakan betapa jahatnya hidup Ahab di mata Tuhan. Namun Allah tetap menyediakan pertolongan untuk Israel.

Mereka sudah hampir menyerah ketika dikepung hingga suatu saat para tua-tua dan rakyat menyerukan agar mereka tidak menyerah begitu saja kepada orang Aram dan sekutunya. Kita jumpai di sana bahwa benar Allah menolong umat-Nya, Allah membuktikan diri-Nya bukanlah allah yang dapat dibatasi tempat seperti yang diucapkan oleh orang Aram (ayat 23). Di saat-saat Israel menerima pertolongan Tuhan, ternyata terselip ketidaktaatan Ahab kepada Tuhan ketika mengadakan perjanjian damai dengan Benhadad. Tindakannya ini sama saja dengan penolakan terhadap titah Allah.

Entah sudah berapa kali kita hidup jahat di mata Tuhan dengan berjalan menurut keinginan daging kita, namun Ia tetap menolong di tengah ketidaktaatan kita. Mari kita segera berbalik dan bertobat, dan janganlah ada satupun sikap dan ketidaktaatan yang mendukakan Allah terselip dalam kehidupan kita.

Doa
Tuhan, ajarkanlah kepada kami sikap yang penuh ketaatan sehingga hidup kami menyukakan-Mu. Amin. (uni)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 25 Oktober 2021 – Hopeless

HOPELESS
Bacaan Alkitab : 1 Raja-Raja 19

Ayat Emas : 1 Raja-Raja 19:4b
Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.”

Tindakan yang dilakukan oleh nabi Elia di pasal sebelumnya memang sungguh berani. Ia berani melakukan suatu hal yang benar, dengan cara menantang para pengikut dewa Baal, dan menunjukkan Allah siapakah yang lebih hebat (bdk. 1 Raja 18:24). Akan tetapi, Elia menjadi sangat takut ketika ancaman datang dari Izebel (ayat 2). Elia si pemberani, menjadi Elia si penakut! Elia memilih berlari menyelamatkan nyawanya dan bersembunyi daripada harus datang menghadap Izebel, seperti yang ia lakukan kepada Ahab.

Perasaan takut yang dialami Elia, sampai dikatakan ia ingin mati saja, menunjukkan betapa hancur dan remuknya hati Elia saat itu. Tetapi, Tuhan tetap menguatkan Elia dengan cara mengutus malaikat-Nya, juga mengirimkan makanan dan air untuknya (ayat 4-7).

Setiap kita pasti pernah mengalami putus asa, rapuh, sendirian, gentar, dan rasanya ingin mati saja. Tapi ingatlah, Firman Tuhan berkata; “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibrani 13:5b). Inilah janji Tuhan untuk kita. Hiduplah terus melekat kepada-Nya dan alami Tuhan di setiap pergumulan yang kita hadapi. Nantikan pertolongan-Nya. Dia ada, bahkan ketika Anda di dalam pusaran masalah yang paling besar sekalipun.

Doa
Roh Kudus, kuatkan ketika kami lemah. Amin. (uni)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 24 Oktober 2021 – Pilihlah!

PILIHLAH!
Bacaan Alkitab : 1 Raja-Raja 18

Ayat Emas : 1 Raja-Raja 18:21
“Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia.”

Kita tentunya mengetahui bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang pencemburu. Ia tidak mengijinkan kita hidup menyembah allah-allah lain selain hanya Dia (bdk. Kel 20:4-5). Begitu pula yang terjadi dengan bangsa Israel di masa pemerintahan raja Ahab. Mezbah Tuhan diruntuhkan dan menggantikannya dengan mezbah Baal.

Perkataan nabi Elia kepada Ahab, selain hendak menegur tapi juga menegaskan kembali agar Ahab tidak menduakan hatinya kepada Tuhan Allah. Pilihan diberikan kepada Ahab. Jika Ahab memilih Baal terimalah segala hukuman dari Tuhan, dan sebaliknya jika ia memilih Tuhan maka hancurkanlah Baal.

Pilihan ini juga diberikan kepada kita. Tuhan atau Baal. Apakah kita benar-benar hanya percaya kepada Tuhan Allah yang hidup, yaitu Allah di dalam Yesus Kristus? Ataukah masih ada allah lain? Allah lain itu bukan hanya berupa dewa-dewa seperti Baal, tapi bisa juga berupa keinginan daging. Ketika kita masih mengijinkan hidup kita dikuasai oleh keinginan daging, seringkali yang terjadi ialah kita bisa tergoda untuk melakukan hal yang menyakiti hati Tuhan.

Pilihan yang kita ambil hari ini akan menentukan apa yang akan kita dapatkan nantinya. Memilih Tuhan berarti memilih hidup bukan hanya untuk kini tapi juga nanti.

Doa
Tuhan Yesus, Engkau-lah satu-satunya Tuhan dalam hidup kami, karena hanya Engkau yang berkuasa atas segalanya. Amin (uni)

Alkitab Audio

Kebaktian Umum GKMI Gloria Patri Minggu, 24 Oktober 2021 – Oleh: Pdt. Jakson Rumagit

Misi: Memberitakan Belas Kasihan dan Murka Allah
Yunus:3:1-10

Pada pasal 2 kita telah belajar bahwa Yunus bertobat, selamat dari perut ikan, dibawa ke pantai. Di pasal 3 ini, Yunus kemudian pergi ke Niniwe untuk berkhotbah. Dia berjalan ke kota itu dan mulai berkhotbah: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.” Hal pertama yang kita
pelajari bahwa pertobatan adalah sebuah keniscayaan. Dan pertobatan adalah pintu kesempatan baru untuk kembali melayani. Murka Tuhan di dalam badai, adalah cara Tuhan menangkap dan membawa kembali Yunus pada jalannya yang semula. Badai bukanlah bab akhir dalam kehidupan
seseorang. Badai adalah titik kulminasi atau titik puncak Tuhan bekerja mengubah hidup seseorang. Belas kasihan Tuhan sering dinyatakan melalui murka atau kemarahan-Nya.

Demikian halnya dengan Niniwe. Kalimat “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikan” menyiratkan dua hal: Pertama adalah belas kasihan dengan memberi waktu (40 hari) dan kesempatan untuk bertobat; Kedua adalah akan ditunggangbalikan jika tidak bertobat dari cara dan jalan yang lama. Pada kenyataannya, Niniwe bertobat. Reaksi Yunus sangat
terkejut. Orang-orang Niniwe tidak mengolok-olok dia bersama berita yang disampaikannya. Orang Niniwe tidak memburu dan melukainya dengan kejam. Namun sebaliknya, seluruh penduduk kota mendengarkan dan bertobat. Kata Ibrani untuk bertobat “shub”, yang artinya berbalik, muncul 4
kali dalam ayat 8-10. Berlawanan dengan semua perkiraan, kota Niniwe yang kejam dan kuat memakai kain kabung – tanda pertobatan massal. Dan mereka melakukannya dari “orang dewasa sampai anak-anak” (ayat 5) dan dari lapisan sosial paling atas sampai bawah.

Misi pada dasarnya adalah memberitakan tentang Allah yang baik. Allah yang baik adalah Allah yang di satu sisi penuh dengan kasih dan di sisi yang lain adalah benar. Menghilangkan salah satunya sisi adalah tidak mungkin. Yunus mengalaminya. Niniwe juga mengalaminya. Kita juga mengalaminya berkali-kali. Dan sekarang waktunya kita memberitakan itu kepada orang
lain. Kematian Tuhan Yesus di kayu salib adalah peristiwa di mana kasih dan murka Allah berjumpa, agar manusia bisa memperoleh kesempatan mendapatkan keselamatan kembali. Inilah yang kita beritakan dalam bermisi. Amin. (Jakson Rumagit)

Youth Shine Saturday Service – Belajar untuk Melayani

Hai” Youth Shine GKMI Gloria Patri 🤩

Happy weekend!!!
We hope you guys stay healthy and doing everything very well

Shiners, hari ini jam 18.00 WIB kita akan persekutuan bersama dengan tema yang SANGAT MENARIK di aula gereja kita tercinta. Soo, KUY kita persekutuan!

Buat teman” yang berhalangan hadir, kalian juga bisa kok untuk tetap mengikuti ibadah hari ini melalui ZOOM.
https://us02web.zoom.us/j/84428826952

Soo, pastikan diri kalian hadir yaa guys. Ajak juga teman dan sahabat kalian agar kita sama-sama belajar dan bertumbuh bersama di dalam Kristus

GOD BLESS YOU 😇