EFEK DARI KESOMBONGAN Bacaan Alkitab : 2 Samuel 24
Ayat Emas : 2 Samuel 24:2b “Jelajahilah segenap suku Israel dari Dan sampai Bersyeba; adakanlah pendaftaran di antara rakyat, supaya aku tahu jumlah mereka.”
Tindakan untuk menghitung atau melakukan sensus terhadap rakyat pada zaman itu, dianggap sebagai suatu sikap yang salah di hadapan Tuhan. Jika ada raja yg mengambil tindakan tersebut, bagi Tuhan raja itu telah jatuh dalam kesombongan. Karena yang berhak menambahkan dan mengurangi jumlah rakyat bangsa Israel adalah Tuhan.
Setelah melakukan kesalahan tersebut, Daud segera menyadari dan berkata kepada Tuhan bahwa ia telah berdosa (ayat 10). Meskipun Daud telah sadar akan dosanya, Tuhan tetap memberikan tulah sebagai hukumannya. Tuhan mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel dari pagi hari sampai waktu yang ditetapkan, dan matilah rakyatnya sebanyak tujuh puluh ribu orang (ayat 15).
Semakin menyesallah Daud ketika ia melihat dampak dari kesombongannya. Lalu Daud mendirikan mezbah bagi Tuhan di tempat pengirikan Arauna, dan mempersembahkan korban bakaran agar Tuhan mau menghentikan tulah-Nya.
Kita sering jatuh dalam dosa kesombongan. Misalnya ketika kita memiliki kehebatan dan kemampuan lebih dari orang lain. Ingatlah bahwa semua yang kita miliki datangnya dari Tuhan.
Doa Tuhan, ampunilah kami dari kesombongan yang tidak disadari. Ajar kami untuk selalu rendah hati. Amin. (uni)
Mengundang segenap Jemaat Kelompok Betlehem, Betania, dan Yerusalem GKMI Gloria Patri untuk hadir dalam persekutuan kelompok pada hari ini pukul 19:00 WIB. Tuhan Yesus memberkati.
BERSINAR SEPERTI FAJAR Bacaan Alkitab : 2 Samuel 23
Ayat Emas : 2 Samuel 23:3-4a Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku: Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah, ia bersinar seperti fajar di waktu pagi.
Daud tentu saja memiliki sejumlah kelemahan sebagai manusia. Namun tak bisa disangkal bahwa ia dipakai oleh Tuhan sebagai instrumen atau alat yang efektif di tangan Tuhan. Di dua ayat ini, yaitu 3 dan 4, Allah menyatakan apa yang membuat seorang Daud efektif sebagai alat-Nya. Pertama, ia memerintah rakyatnya dengan adil; Kedua, ia memerintah dengan takut akan Allah. Dengan takut akan Allah maka Daud mampu menjadi wakil Allah menghadirkan keadilan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Dengan menjalankan pemerintahan seperti ini maka ia disebut seperti matahari yang “bersinar seperti fajar di waktu pagi.”
Hari-hari ini kita sedang dalam suasana PILKADA (Pemilihan Kepala Daerah) serentak di seluruh Indonesia. Kita berdoa agar pemimpin-pemimpin yang terpilih adalah mereka yang memiliki hati yang takut akan Tuhan dan yang memerintah rakyatnya secara adil. Kita berdoa agar pemimpin-pemimpin yang terpilih adalah pemimpin yang dinantikan kehadirannya, seperti kita selalu menantikan matahari yang bersinar di waktu pagi. Kita berdoa, kiranya di dalam kedaulatan-Nya maka Tuhan berkenan menghadirkan pemimpin yang memang menjadi wakil Tuhan, atau alat Tuhan yang efektif, menghadirkan suasana sorga di dalam bumi pertiwi ini.
Doa Ya Tuhan, berilah pemimpin yang baik bagi kami. Amin. (JeRu)
Ayat Emas : 2 Samuel 22:1 “Daud mengatakan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul.”
Kumpulan syair dan lagu indah lahir dari tulisan-tulisan Daud. Sebagian besar mazmur indah karyanya dibukukan sebagai bagian dari Kitab Mazmur. Dinamika hidupnya menjadi bahan dasar semua kidungnya. Entahkah di dalam lembah gelap ataukah di sungai yang berair sejuk, entahkah diliputi rasa takut ataukah sukacita karena kemenangan, entahkah air mata ataukah girang karena senang. Semua dijadikan sumber lagu-lagunya. Yang terlebih penting lagi ialah Daud tahu bahwa Allah ada di dalam segala situasi yang ia hadapi. Hati, pikiran, dan mulut Daud selalu dipenuhi dengan pujian kepada Allah yang selalu menyertainya.
Dinamika hidup beragam yang kita alami merupakan nada-nada dasar yang sangat penting untuk kita bisa menaikan pujian kepada Tuhan. Tuhan tidak menuntut kita menyanyikan dengan cara orang lain, karena nada dasar kita tidak sama dengan mereka. Kita tidak perlu malu dengan nyanyian indah orang lain, karena nyanyian syukur kita terdengar indah di telinga Tuhan tatkala kita senandungkan dengan hati yang tulus. Banyak cerita hidup kita yang bisa kita jadikan mazmur bagi Tuhan. Kita bisa meniru Daud, “Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku” (ayat 2). Nyanyikan syukurmu, perdengarkan kepada Tuhan. Dia suka!
Doa Ya Tuhan, tidak dengan keluhan kami datang kepada-Mu, tapi kami hendak naikkan nyanyian syukur bagi-Mu. Amin. (JeRu)
MASA ORIENTASI Apabila setelah diumumkan selama dua minggu berturut-turut dan tidak ada keberatan yang masuk dari sidang jemaat maka Majelis Jemaat GKMI Gloria Patri akan melanjutkan proses orientasi atas diri: Bp. Herdyawan Yoga Krismayuda & Sdr. Joseph Wisesa Nababan. Kiranya jemaat mengetahui serta mendukung dalam doa.
PENDAFTARAN KELAS KATEKISASI DAN SIDI JEMAAT
Masih dibuka pendaftaran Kelas Katekisasi Baptis dan Sidi Jemaat. Jemaat yang ingin mengikuti kelas katekisasi ini diharapkan mengambil formulir dan mendaftar ke TU gereja (0895 3669 16655) atau menghubungi Sdr. Joseph Wisesa N. (085 88597 9886). Kiranya menjadi perhatian jemaat.
PENYERAHAN ANAK
Diinformasikan kepada jemaat bahwa Penyerahan Anak akan diadakan pada hari Minggu, 10 Oktober 2021. Pendaftaran paling lambat hari selasa, 5 Oktober 2021. Informasi dan formulir pendaftaran dapat menghubungi TU gereja. Daftar nama-nama anak yang telah mendaftar dan akan mengikuti penyerahan:
Aurora Harper Tanu (putri Bp. Andre Kurniawan dan Ibu Frisca Harjadi)
Jovanka Alliswella Dannea (putri Bp. Eko Prasetyo dan Ibu Hanna Setyani)
Reagan Benedict W. (putra Bp. Andika Christian dan Ibu Patricia Agatha)
Rouline Carol Santoso (putri Bp. Ivan Adimulya dan Ibu Tjioe Liana)
Scevia Carice Kuntadi (putri Bp. Hendy Kuntadi dan Ibu Zefania Angelina) Kiranya jemaat mengetahui serta mendukung dalam doa.
PELANTIKAN PENGURUS KOMISI
Apabila setelah diumumkan selama dua minggu berturut-turut dan tidak ada keberatan yang sah dari sidang jemaat, maka pada Kebaktian Umum Minggu, 24 Oktober 2021 akan diadakan pelantikan Pengurus Komisi dan Sanggar Kasih. Kiranya menjadi perhatian segenap pengurus serta jemaat dapat mendukung dalam doa.
Ayat Emas : 2 Samuel 21:1b Berfirmanlah TUHAN: “Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon.”
Kelaparan hebat terjadi di Israel. Daud menanyakan Tuhan, apa sebab ini terjadi. Dan terungkaplah sebab musababnya. Sekalipun tidak tercatat di dalam kisah-kisah sebelumnya, bahwa ternyata Saul pernah membunuh orang-orang Gibeon, suku yang seharusnya tidak boleh diperangi, karena telah mengikat perjanjian dengan orang Israel semasa Yosua. Tindakan Saul ini, meninggalkan hutang, yaitu hutang darah. Pada zaman itu, hutang darah seorang ayah harus ditanggung oleh keturunan-keturunan berikutnya. Usai hutang darah itu dibayar, dengan kematian keturunan Saul, maka lepaslah Israel dari bala kelaparan yang selama 3 tahun melanda mereka.
Sebuah pelajaran rohani bagi kita melalui kisah ini ialah, pikirkanlah segala konsekuensi yang akan kita dapatkan setiap kali kita hendak melakukan sesuatu. Bisa jadi konsekuensi atas tindakan kita, tidak kita terima hari ini. Ya, itu meloloskan kita. Namun, tak jarang akibat perbuatan dosa kita diwariskan kepada anak dan keturunan kita selanjutnya. Janganlan mewariskan akibat dosa yang seharusnya tidak perlu ditanggung oleh anak-anak kita. Bertindak dan bekerjalah secara bijaksana, sehingga anak dan cucu kita akan mewarisi sesuatu yang indah di masa hidup mereka nantinya.
Doa Tolong kami ya Tuhan agar tidak mewariskan celaka dan malapetaka kepada anak dan keturunan kami. Amin. (JeRu)
Ayat Emas : 2 Samuel 20:22a Kemudian masuklah pula perempuan itu dan berbicara kepada seluruh rakyat dengan bijaksana.
Sebuah kalimat yang dikeluarkan dengan tepat dari mulut seseorang bisa menyelamatkan bukan hanya dirinya dan keluarganya, tapi juga satu kota. Inilah yang dilakukan oleh salah seorang perempuan, penduduk kota Abel-Bet-Maakha. Kebijaksanaannya membuat Yoab urung untuk memusnahkan kota berpenduduk ini. Cukup dengan menyerahkan Seba, sang pemberontak itu, maka amanlah kota itu. Perempuan ini disebut bijaksana karena ia mampu menemukan akar persoalaan secara cepat, dan berbicara dengan tepat. Dan menariknya lagi ialah Alkitab tidak menyebutkan nama dari perempuan ini.
Banyak kesulitan terjadi disebabkan oleh tidak bijaksananya kita mengatasi persoalan. Dimulai dari ketidaksanggupan kita menemukan akar dari masalah yang dihadapi. Dan kemudian, tidak mampunya kita menyampaikan secara tepat persoalan yang sedang dirundung. Alih-alih mendapatkan solusi, malah sebaliknya yang kita peroleh, yakni kesemrawutan dan kecelakaan.
Alkitab berkata, “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan” (Amsal 1:7). Ya, dengan mengenal Tuhan dan kehendak-Nya memungkinkan kita memiliki pengetahuan atau hikmat yang sangat kita perlukan untuk meresponi keadaan-keadaan yang diperhadapkan kepada kita. Jadilah bijak!
Doa Ya Tuhan, berikan kepada kami hati yang bijaksana sehingga kami dimampukan bertindak secara tepat dan benar. Amin. (JeRu)