Renungan iGrow 1 Oktober 2021 – Jangan Lepaskan Anugerah-Nya

JANGAN LEPASKAN ANUGERAHNYA
Bacaan Alkitab : 2 Samuel 19

Ayat Emas : 2 Samuel 19:30
Lalu berkatalah Mefiboset kepada raja: “Biarlah ia mengambil semuanya, sebab tuanku raja sudah pulang dengan selamat.”

Ada seorang yang berpenampilan aneh yang menyambut Daud kembali ke Yerusalem. Dia tampak lusuh dan tidak terawat. Dia adalah Mefiboset. Dia adalah cucu dari raja Saul, pendahulu Daud, anak dari Yonathan sahabat karib Daud. Dia adalah seorang yang sangat minder karena cacat fisik yang dialaminya.

Kalau melihat daftar anugerah Tuhan yang dinyatakan melalui Daud, seharusnya rasa minder dan rendah diri tidak lagi menguasai Mefiboset. Dimulai dari saat Daud mengambil Mefiboset dari pengasingannya di Lodebar dan dibawa ke istana, sampai pengampunan yang diberikan karena keterlibatannya dalam pemberontakan Absalom. Kasih, penerimaan dan pengampunan sudah ditunjukkan oleh Daud, namun ternyata tidak mengubah Mefiboset.

Adakah di antara kita yang “mewarisi” sifat Mefiboset, merasa rendah diri. Ada hal-hal yang sebenarnya kekurangan bersifat minor namun selalu kita besarkan. Mungkin latar belakang ekonomi, pendidikan, asal-usul keluarga dan sebagainya. Jangan biarkan itu menjadi penghalang Tuhan memakai kita. Jangan biarkan perasaan rendah diri menjadi perangkap untuk maju sampai akhirnya kita tidak menerima apa-apa.

Doa
Tuhan, buat kami sadar bahwa setiap kami istimewa di hadapan-Mu. Amin. (win)

Renungan iGrow 30 September 2021 – Aksi dan Konsekuensi

AKSI DAN KONSEKUENSI
Bacaan Alkitab : 2 Samuel 18

Ayat Emas : 2 Samuel 18:33
Maka terkejutlah raja dan dengan sedih ia naik ke anjung pintu gerbang lalu menangis. Dan beginilah perkataannya sambil berjalan: “Anakku Absalom, anakku, anakku Absalom! Ah, kalau aku mati menggantikan engkau, Absalom, anakku, anakku!”

Tidak seperti pada kasus lain, kemenangan Daud atas pemberontakan Absalom tidak diwarnai dengan sorak sorai, melainkan diwarnai dengan tangis. Kemenangan sekaligus kekalahannya sebagai ayah. Ya, Daud memang sudah bertobat dan diampuni dosanya namun dia tetap menerima konsekuensi atas perbuatannya berzinah dengan Batsyeba. Sebagai seorang ayah tentulah ia mengasihi anak-anaknya, dia tetap mengasihi Absalom sekalipun anak ini memberontak. Hal ini terlihat pada ayat 32 di mana Daud menanyakan keadaan Absalom dan berharap ada berita baik tentang putranya itu.

Ada 2 hal penting yang kita ambil dari kisah ini : Pertama, Tuhan mengampuni dosa, tapi Dia mendisiplin anak-anak-Nya yang bermain-main dengan dosa; Kedua, sebagai orang tua kita harus bijaksana dan selalu menuruti kehendak Tuhan, karena tak jarang konsekuensi dosa yang dilakukan orang tua juga ditanggung oleh anak-anak. Tentunya kita tidak mau mengalami hal seperti Daud. Jadilah bijak dalam menjalani kehidupan ini. Jauhi dosa, sekecil apapun itu. Ingat, ada konsekuensinya.

Doa
Jadikan kami bijak ya Tuhan, yang selalu menyendengkan telinga atas perintah-MU dan melakukannya. Amin. (win)

Renungan iGrow 29 September 2021 – Mati Karena Sakit Hati

MATI KARENA SAKIT HATI
Bacaan Alkitab : 2 Samuel 17

Ayat Emas : 2 Samuel 17:23c
Demikianlah ia mati, lalu ia dikuburkan dalam kuburan ayahnya.

Dalam kisah konflik keluarga Daud ini ada satu hal yang menarik untuk dilihat. Tentunya juga dari orang dekat Daud, dia adalah Ahitofel. Dia adalah seorang imam dan penasihat yang diurapi. Alkitab mencatat bahwa nasihat dari Ahitofel itu seperti nasihat dari Tuhan sendiri. Namun orang yang diurapi dan melayani Tuhan dengan luar biasa ini meninggal dengan tragis, ada apa dengan Ahitofel?

Ahitofel adalah kakek dari Batsyeba. Ya, Batsyeba istri Uria yang direbut oleh Daud (2 Samuel 11:3, 23:34). Perbuatan Daud memerkosa Batsyeba ini mungkin telah menyinggung dan melukai perasaan Ahitofel, sehingga timbul dendam dalam hatinya. Hal inilah yang menyebabkan Ahitofel bergabung dengan Absalom saat pemberontakan Absalom.

Daud bertobat dan diampuni oleh Tuhan sekalipun ada konsekuensi yang harus dijalaninya. Ahitofel sendiri memilih untuk tidak mengampuni. Mengampuni memang sulit apalagi kalau kita merasa bukan kita yang bersalah, tapi itu kehendak Tuhan. Ahitofel dengan sakit hati memilih Absalom. Namun ternyata Ahitofel dan nasihatnya pun ditolak Absalom. Sakit hati yang melahirkan sakit hati yang baru. Tidak mengampuni sama halnya dengan menjatuhkan diri pada serial sakit hati.

Doa
Tuhan mampukan kami mengampuni sekalipun itu sulit, supaya kami tidak jatuh dalam kesulitan yang lebih sulit. Amin. (win)

Informasi Sakramen Perjamuan Kudus Minggu, 3 Oktober 2021

Dalam Kebaktian Umum yang diadakan pada hari Minggu, 3 Oktober 2021; pk.08.00 WIB, kita akan mengadakan Sakramen Perjamuan Kudus. Kebaktian Umum Minggu onsite dan online melalui YouTube. Untuk itu, penyelenggaraan Perjamuan Kudus (PK) akan dilakukan dengan memperhatikan:

  1. Jemaat yang berhak mengikuti PK adalah mereka yang telah menyatakan sebagai murid Tuhan Yesus Kristus melalui Sakramen Baptis atau Sidi Jemaat.
  2. Jemaat yang ingin mengikuti Sakramen PK dengan menggunakan Roti dan Anggur PK yang disiapkan oleh gereja diharapkan mendaftar ke TU gereja (WhatsApp 0895-3669-16655), termasuk mendaftarkan berapa jumlah anggota keluarga yang berhak mengikuti PK. Pendaftaran paling lambat pada hari Kamis, 30 September 2021.
  3. Mereka yang mendaftar, akan diantarkan Roti dan Anggur PK ke rumah masing-masing, sesuai dengan jumlah anggota keluarga yang akan mengikuti PK, satu atau dua hari sebelum hari pelaksanaan PK.
  4. Jemaat juga bisa secara mandiri menyiapkan Roti dan Anggur PK dengan Roti Tawar dan Anggur/ Teh/ Air putih.
  5. Urut-urutan Sakramen PK dapat diikuti persis sesuai tayangan YouTube. 

Kiranya jemaat dapat mempersiapkan hati serta menjadi perhatian jemaat.

Renungan iGrow 28 September 2021 – Hati yang Rela

HATI YANG RELA
Bacaan Alkitab : 2 Samuel 16

Ayat Emas : 2 Samuel 16:12
Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini.

Pada waktu mengalami pergumulan yang berat, tidak jarang kita menyalahkan orang lain, bahkan menyalahkan Tuhan. Kita menganggap seakan-akan apa yang menimpa kita sama sekali bukan tanggung jawab kita, tetapi akibat kesalahan orang lain.

Daud ketika dikhianati oleh Absalom dan berada dalam kemelut politik yang mengancam kedudukannya sebagai raja, ia menunjukkan kerelaan hati untuk melewati pengalaman yang pahit tersebut. Ini terlihat ketika seorang bernama Simei, tidak henti-hantinya mengutuki Daud serta menyebutkan kesalahan Daud di masa lalu. Daud sama sekali tidak naik pitam. Ia bahkan melarang pengawalnya menyingkirkan Simei yang terus mengutukinya.

Daud meyakini bahkan hal-hal buruk yang ia dengar atau yang ia alami tetap di dalam seijin dan kontrol Tuhan. Daud juga meyakini, ketika ia bisa menerima dengan rela segala hal buruk yang menimpanya, maka Tuhan akan berbelaskasihan dan menyatakan anugerah-Nya. Daud memahami rahasia bahwa pada saat ia menundukkan diri dengan penuh kerendahan hati, Tuhan akan menggantikan hal yang buruk dengan hal yang baik dan Tuhan sanggup mengubah kutuk menjadi berkat. Percayakah anda?

Doa
Tuhan, kami percaya belas kasihan dan kemurahan-Mu bagi anak-anak-Mu yang taat dan rendah hati.  Amin. (EnJi)

Renungan iGrow 27 September 2021 – Kudeta

KUDETA
Bacaan Alkitab : 2 Samuel 15

Ayat Emas : 2 Samuel 15:30
“Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung dan ia berjalan dengan tidak berkasut. Juga seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia masing-masing berselubung kepalanya, dan mereka mendaki sambil menangis”

Absalom tidak berhenti berulah. Setelah membunuh Amnon, saudaranya, kali ini ia melakukan kejahatan yang tidak kalah buruk. Ia memfitnah raja Daud, yang adalah ayahnya sendiri. Berhasil memikat cukup banyak rakyat Israel, Absalom lebih jauh lagi ingin menggulingkan Daud dari tahtanya.

Kita dapat membayangkan seberapa hancur hati Daud ketika mengetahui anaknya sendiri melakukan kudeta atas dirinya. Sebelumnya Daud sebagai ayah, telah menerima dan memaafkan kesalahan Absalom terkait perbuatannya membunuh Amnon. Namun Absalom membalas pengampunan Daud dengan persepakatan gelap agar dirinya menggantikan ayahnya.

Tuhan adalah Allah yang berpihak kepada orang benar. Ada saat-saat kita dibiarkan merasa kecewa dan terkhianati oleh orang yang tadinya dekat dengan kita. Namun satu hal yang kita percayai, bahwa Tuhan akan menegakkan kebenaran. Mata Tuhan mampu melihat siapa yang bersikap tidak adil kepada kita. Dan Ia akan menyatakan otoritas kuasa-Nya dan membela kita dari orang-orang yang bermaksud buruk kepada kita.

Doa
Tuhan, kami percaya Engkaulah pembela kami yang setia.  Amin. (EnJi)

Ibadah Syukur HUT ke-31 GKMI Gloria Patri – Oleh: Pdt. Yonathan Sionari H.

Mengasihi Seperti Yesus Mengasihi
Yohanes 13:1-17

Seharusnya Yesuslah yang menjadi model kita dalam segala hal, karena menjadi orang Kristen tidak hanya berbicara tentang percaya pada Yesus tetapi juga mengikuti Yesus dalam segala hal. Itulah sebabnya di dalam komitmen kemuridan kita dicantumkan, “Tak seorangpun dapat sungguh-
sungguh mengenal Kristus kecuali ia yang mengikuti-Nya setiap hari dalam kehidupan.” Mengikuti Yesus dalam hal ketaatan-Nya, mengikuti Yesus dalam hal kekudusan-Nya, mengikuti Yesus dalam hal kasih-Nya dan seterusnya.

Dalam konteks Yohanes 13:1-17, diceritakan kisah penting ketika Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Mengapa cerita ini menjadi penting? Karena Yesus sedang menunjukkan kasih-Nya yang besar itu telah menarik segala kebesaran dan kemuliaan-Nya yang mahatinggi sampai pada titik terendah, untuk membasuh kaki murid-murid-Nya, bahkan mau mati bagi mereka.

Dalam kebudayaan manapun, kaki adalah bagian tubuh manusia yang dianggap kotor, jorok karena kaki dipakai untuk berjalan ke mana-mana. Dalam peristiwa perjamuan dengan murid-murid-Nya, Yesus membasuh kaki murid-murid, bagian yang paling kotor itu sebagai wujud kerendahan hati, juga sebagai gambaran penerimaan seutuhnya. Ini adalah kisah yang sangat
mengagumkan dan menjadi inspirasi agar sebagai pengikut Kristus, kita mengikuti Yesus dengan mewujudkan kasih itu dalam tindakan yang nyata dengan senantiasa merendahkan diri.

“Ku mau seperti-Mu Yesus” bukan sekedar indah di lagu tetapi indah di tindakan kita. Amin.

Warta Jemaat Edisi 26 September 2021

Klik di sini untuk versi PDF

KEBAKTIAN PENAHBISAN AULA
Kebaktian Penahbisan Aula diadakan pada hari Minggu, 26 September 2021; pk.09.30 WIB di Aula. Bagi Jemaat yang tidak hadir dapat mengikuti kebaktian melalui YouTube GKMI Gloria Patri. Kiranya menjadi perhatian jemaat.

MASA ORIENTASI
Apabila setelah diumumkan selama dua minggu berturut-turut dan tidak ada keberatan yang masuk dari sidang jemaat maka Majelis Jemaat GKMI Gloria Patri akan melanjutkan proses orientasi atas diri: Bp. Herdyawan Yoga Krismayuda & Sdr. Joseph Wisesa Nababan. Kiranya jemaat mengetahui serta mendukung dalam doa.

SAKRAMEN PERJAMUAN KUDUS
Dalam Kebaktian Umum yang diadakan pada hari Minggu, 3 Oktober 2021; pk.08.00 WIB, kita akan mengadakan Sakramen Perjamuan Kudus. Kebaktian Umum Minggu onsite dan online melalui YouTube. Untuk itu, penyelenggaraan Perjamuan Kudus (PK) akan dilakukan dengan
memperhatikan:

  1. Jemaat yang berhak mengikuti PK adalah mereka yang telah menyatakan
    sebagai murid Tuhan Yesus Kristus melalui Sakramen Baptis atau Sidi
    Jemaat.
  2. Jemaat yang ingin mengikuti Sakramen PK dengan menggunakan Roti dan Anggur PK yang disiapkan oleh gereja diharapkan mendaftar ke TU gereja (WhatsApp 0895-3669-16655), termasuk mendaftarkan berapa jumlah anggota keluarga yang berhak mengikuti PK. Pendaftaran paling lambat pada hari Kamis, 30 September 2021.
  3. Mereka yang mendaftar, akan diantarkan Roti dan Anggur PK ke rumah masing-masing, sesuai dengan jumlah anggota keluarga yang akanmengikuti PK, satu atau dua hari sebelum hari pelaksanaan PK.
  4. Jemaat juga bisa secara mandiri menyiapkan Roti dan Anggur PK dengan Roti Tawar dan Anggur/ Teh/ Air putih.
  5. Urut-urutan Sakramen PK dapat diikuti persis sesuai tayangan YouTube. Kiranya jemaat dapat mempersiapkan hati serta menjadi perhatian jemaat.

PENYERAHAN ANAK
Diinformasikan kepada jemaat bahwa Penyerahan Anak akan diadakan pada hari Minggu, 10 Oktober 2021. Informasi dan formulir pendaftaran dapat menghubungi TU gereja. Kiranya menjadi perhatian segenap jemaat.

KELAS KATEKISASI BAPTIS DAN SIDI JEMAAT
Masih dibuka pendaftaran Kelas Katekisasi Baptis dan Sidi Jemaat. Jemaat yang ingin mengikuti kelas katekisasi ini diharapkan mengambil formulir dan mendaftar ke TU gereja (0895 3669 16655) atau menghubungi Sdr. Joseph Wisesa N. (085 88597 9886). Kiranya menjadi perhatian jemaat.

PEMBERKATAN NIKAH
Hamba Tuhan, Majelis Jemaat dan Jemaat GKMI Gloria Patri mengucapkan selamat atas pemberkatan nikah: Sdr. Ario Darmawan Adilukito (Putra Bp. Gunawan Adilukito & Ibu Pratiwi Andayani) dengan Sdri. Indah Permata Sari (Putri Bp. Michael & Ibu Asiu) Pada hari Sabtu, 25 September 2021 di Jakarta. Tuhan Yesus memberkati.