Warta Jemaat Edisi 5 September 2021

PERSEKUTUAN KELOMPOK VIA ZOOM

Mengundang segenap jemaat kelompok Yerusalem, Bethlehem, dan Betania untuk bergabung dalam persekutuan kelompok via Zoom pada hari Selasa, 7 September 2021; pukul 19.00 WIB. Link Zoom akan dibagikan melalui WhatsApp info GP.

KEBAKTIAN PEMBERKATAN NIKAH

Apabila setelah diumumkan selama dua Minggu berturut-turut dan tidak ada keberatan yang sah dari sidang jemaat maka akan dilangsungkan kebaktian pemberkatan nikah atas diri Sdr. Henry Juan Ndolu (Anggota jemaat GMIT Imanuel Kefamenanu-NTT) dengan Sdri. Nichola Ester Piranti (Anggota jemaat GKMI Gloria Patri).

Pada hari Sabtu, 18 September 2021; pk.14.00 WIB di GKMI Gloria Patri. Kiranya jemaat mengetahui serta mendukung dalam doa.

PENDAFTARAN KELAS KATEKISASI BAPTIS DAN SIDI JEMAAT

Telah dibuka pendaftaran Kelas Katekisasi Baptis dan Sidi Jemaat yang akan dimulai pada hari Senin, 13 September 2021; pk.19.00 WIB via Zoom. Jemaat yang akan mengikuti kelas katekisasi ini diharapkan mengambil formulir dan mendaftar ke TU gereja. Informasi selengkapnya dapat menghubungi Sdr. Joseph Wisesa N. (085 88597 9886). Kiranya menjadi perhatian jemaat.

Renungan iGrow 5 September 2021 – Menghormati Tuhan

MENGHORMATI TUHAN
Bacaan Alkitab : 1 Samuel 24

Ayat Emas : 1 Samuel 24:7
“Dijauhkan TUHANlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah yang diurapi TUHAN.”

Masih karena takut kehilangan tahta kerajaannya, Saul mengejar Daud. Tujuannya hanya satu, yaitu membunuh Daud. Satu peristiwa terjadi seperti tertulis dalam pasal 24 ini, sangat jelas digambarkan di sana sebuah momentum yang sangat baik untuk Daud dapat menghabisi orang yang akan membunuhnya.

Berada di antara simpatisan setia yang menggunakan kalimat Allah “Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu” (ayat 5) untuk mendorong Daud segera “menyelesaikan” saja masalahnya, ia tidak goyah dan gegabah. Daud memilih bersikap hormat, ia sadar siapa Saul. Kejahatannya tidak membuat Daud hilang hormat kepada Saul yang diurapi Tuhan.

Kita dapat belajar dari sikap yang dipilih Daud. Pertama, ia tidak terburu-buru. Kedua, ia menghargai Saul sebagai pribadi yang diurapi Tuhan, Tuhan sebagai Pribadi yang mengurapi Saul inilah yang dia pandang. Ketiga, hal membalaskan kejahatan adalah hak Tuhan dan bukan miliknya (bdk. Roma 12:19). Suatu saat mungkin kita akan mengalami berbagai ketidakadilan, ingatlah bahwa Tuhan yang berhak atas pembalasan dan bukan kita. Tetaplah menebar kebaikan dan nikmati pengalaman iman yang indah bersama Tuhan.

Doa
Ya Tuhan, ajarilah kami memiliki hati yang penuh kasih, apapun kondisi yang sedang kami jalani. Baik ataupun buruk. Amin. (hyk)

As You Wish God

GP FAMS, foto tersebut menceritakan kepada kita momen Bpk. Jakson Rumagit ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2011. Kita tahu bahwa menjadi seorang pendeta, bahkan melayani dalam berbagai bidang tidaklah mudah, karena ada tanggung jawab besar yang kita pegang. Maka, marilah kita tidak hanya seorang pendeta layanilah Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya, karena kita ada bukan untuk dilayani, tetapi melayani.

#SEPERTIYESUS #HUT31GKMIGP

Renungan iGrow 4 September 2021 – Tanyalah kepada Tuhan

TANYALAH KEPADA TUHAN
Bacaan Alkitab : 1 Samuel 23

Ayat Emas : 1 Samuel 23:2a
“Lalu bertanyalah Daud kepada TUHAN.”

Penasihat adalah sebuah posisi yang sangat penting dalam sebuah tata kelola kelompok atau perkumpulan. Sejatinya, posisi ini bukanlah posisi sembarangan yang diisi oleh orang biasa. Kadang kita jumpai posisi ini tidak berfungsi dengan semestinya, seorang penasihat kadang hanya numpang nama saja.

Keadaan ini tidak berlaku bagi Daud, ia menyadari pentingnya pribadi yang menjadi penasihat baginya, penasihat baginya tak lain adalah TUHAN sendiri. Di dalam masa pelarian dari kejaran Raja Saul, ia beberapa kali bertanya kepada Tuhan tentang apa yang harus dikerjakannya. Bahkan ketika orang-orang disekitarnya mulai bimbang (ayat 3), dia tetap mengerjakan apa kata Tuhan kepadanya. Dan kita dapat melihat ketika dia bertanya dan menuruti apa kata Tuhan, keberhasilan menghampirinya.

Melihat kepada diri kita sendiri, sudahkah kita bertanya kepada Tuhan perihal apa yang akan kita kerjakan dan lakukan? Daud, seorang hebat yang dikelilingi orang hebat pun bertanya kepada Tuhan. Kita yang mungkin tak sehebat Daud mari belajar terus bercakap dan meminta petunjuk dari-Nya. Pertanyaannya saat ini, bagaimana kita dapat mendengar apa yang Tuhan katakan? Jawabnya, milikilah relasi yang baik dengan-Nya dan bangun relasi itu sedemikian erat, sehingga Anda diberikan kepekaan akan suara-Nya.

Doa
Tuhan, inilah kerinduan kami kepada-Mu, memahami kehendak-Mu dan melakukannya dalam keseharian kami. Amin. (hyk)

It Is Never Too Late

GP FAMS, foto tersebut menceritakan kepada kita pelayanan baptisan darurat yang dilakukan oleh Pdt. Timotius Adhi Dharma dan didampingi oleh Bpk. Asikin pada tahun 2002. Beberapa dari kita ada yang percaya bahwa pengampunan ada waktunya, tetapi bagi TUHAN tidak ada kata terlambat. Baptisan darurat menjadi bukti nyata TUHAN bekerja bahwa di waktu yang tidak mungkin bagi kita. Marilah beriman percaya kepada-Nya bahwa waktu ada dalam tangan-Nya yang kuat.

#SEPERTIYESUS #HUT31GKMIGP

Renungan iGrow 3 September 2021 – Sahabat dalam Sukar

SAHABAT DALAM SUKAR
Bacaan Alkitab : 1 Samuel 22

Ayat Emas : 1 Samuel 22:2
“Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang.”

Daud yang saat ini sedang dalam pelarian menemukan kelompok yang sama keadaannya dengan dirinya. Yang sedang sakit hati karena dikhianati, yang diburu karena hutang membentuk kelompok yang memiliki keserupaan pergumulan. Di sinilah, Daud membagikan pengharapan kepada teman-temannya. Mazmur 57:3 menuliskan pengharapan apa yang ia tularkan kepada sahabat dalam sukarnya itu, “Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku.” Yes! Allahlah yang akan menyelesaikan bagi mereka. Allah adalah satu-satunya tempat mereka berseru, dan mereka tidak akan dikecewakan. Semangat yang baru pun mereka dapatkan. Dan, Daud pun berhasil menjadi sahabat dalam duka.

Di sekeliling kita, ada begitu banyak orang yang berada dalam kesukaran dan tak berpengharapan. Mereka melarikan diri dari kenyataan yang menimpa. Di situlah Tuhan menempatkan kita untuk menjadi sahabat dalam kesukaran bagi orang-orang ini. Sambil kita menguatkan diri untuk terus berharap kepada Tuhan, kita juga mengajak mereka untuk memandang kepada Tuhan yang sanggup menyelesaikan bagi mereka, pergumulan yang sedang dihadapi.

Doa
Tuhan, berikan kepada kami hati dan ajari kami bagaimana menjadi sahabat bagi mereka yang ditimpa kesukaran. Amin. (JeRu)

Renungan iGrow 2 September 2021 – Bohong

BOHONG
Bacaan Alkitab : 1 Samuel 21

Ayat Emas : 1 Samuel 21:2
“Siapa pun juga tidak boleh mengetahui sesuatu dari hal yang kusuruh kepadamu dan yang kutugaskan kepadamu ini.”   

Di awal masa pelarian Daud karena rencana jahat raja Saul, ia yang dikenal sebagai pahlawan bangsa Israel ternyata memiliki rasa takut. Untuk menutupi rasa takutnya, Daud mulai berbohong kepada Imam Ahimelekh di Nob. Daud berbohong ketika ditanya tentang kedatangannya yang seorang diri (ayat 2). Selain itu ia juga memakan roti kudus dan mengambil pedang Goliat orang Filistin (ayat 4, 9).

Kebohongan yang kedua dilakukan Daud ketika ia berada di Gat. Daud berpura-pura gila dan sakit ingatan di depan raja Akhis, hanya karena pegawai raja mengenali Daud (ayat 13). Maka selamatlah Daud dari raja Akhis, dan pergilah Daud ke gua Adulam   (1 Sam. 22:1).

Bohong itu sama dengan dusta, dan dusta itu dosa. Berarti Daud telah melakukan dosa di hadapan Tuhan. Di tengah-tengah ketakutan Daud, ia bukannya meminta pertolongan Tuhan, tapi lebih mengandalkan dirinya sendiri.

Siapa pun pasti pernah mengalami hal yang sama dengan Daud. Karena kepepet, tak jarang kita harus berbohong dengan alasan yang dicari-cari. Berusahalah untuk tidak berbohong demi keselamatan diri. Carilah dulu Tuhan dalam doa dan firman-Nya, pasti akan ada jalan keluar yang Tuhan sediakan.

Doa
Tuhan, ajarilah kami untuk hidup jujur di hadapan-Mu dan juga sesama kami. Amin. (uni)

Renungan iGrow 1 September 2021 – Komitmen

KOMITMEN
Bacaan Alkitab : 1 Samuel 20

Ayat Emas : 1 Samuel 20:23
“Tentang hal yang kita janjikan itu, antara aku dan engkau, sesungguhnya, TUHAN ada di antara aku dan engkau sampai selamanya. “

Yonatan dan Daud berkomitmen menjadi sahabat yang saling menjaga di dalam Tuhan. Bukan hanya semasa hidup mereka tetapi juga sampai kepada kehidupan keturunan-keturunan mereka. Janji dan komitmen ini ditepati oleh Daud, di kemudian hari Daud menerima Mefiboset, anak Yonatan atau cucu Saul dan memberikan tempat baginya sebagai salah satu anak raja yang makan di meja raja (2 Sam. 9).

Setiap orang harus memiliki minimal satu komitmen dalam dirinya. Komitmen adalah suatu janji keterikatan melakukan sesuatu yang baik. Komitmen didasari oleh sebuah keputusan besar bukan karena desakan atau paksaan dari orang lain, tetapi lahir dari hati kita yang digerakkan oleh Tuhan.

Mengapa komitmen sangat penting? Karena ketika melakukan apa yang kita komitmenkan seringkali kita menjumpai masalah dan tantangan. Di sinilah motivasi komitmen kita diuji. Apakah kita melakukan sesuatu hanya karena keinginan sesaat yaitu mencari keuntungan atau justru sebagai janji kita di hadapan Tuhan. Seseorang yang berkomitmen adalah seorang yang sedang melatih karakter kesetiaan, ketekunan, dan kemurnian hatinya.

Doa
Tuhan, bantu kami menjaga komitmen di hadapan-Mu. Amin. (enji)