Kebaktian Tutup Tahun 2022 GKMI Gloria Patri – Kristus Segalanya

Kebaktian Tutup Tahun (Disertai Perjamuan Kudus) GKMI Gloria Patri pada hari Sabtu, 31 Desember 2022 akan dilakukan secara onsite dan live streaming pada pukul 18.00 WIB.

Berkenaan dengan ini ada dua hal yang perlu diperhatikan oleh jemaat:

  1. Ibadah akan dimulai tepat pukul 18.00 WIB, bagi Jemaat yang mengikuti kebaktian secara daring diharapkan membuka tautan YouTube GKMI Gloria Patri SEBELUM pk.18.00 WIB supaya bisa mengikuti secara utuh keseluruhan jalannya kebaktian.
  2. Kebaktian Tutup Tahun ini juga bisa diikuti melalui Siaran Radio Ichthus pada gelombang 96.5 FM, pk.18.00 WIB.

Tetaplah semangat, sukacita, dan berpengharapan di dalam Tuhan. Jaga kesehatan diri dan keluarga. Tuhan Yesus memberkati.

Morning Devotion GP Kids – 31 Desember 2022

Devotion, 31 Desember 2022

Yakobus 4:15
Sebenarnya kamu harus berkata: ”Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

Selamat pagi adik-adik GP Kids.

Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2022. Bagaimana perasaan kalian memasuki tahun yang baru? Apakah ada hal-hal yang kalian inginkan, cita-citakan atau rencanakan di tahun depan? Mungkin ada di antara kalian yang menginginkan nilai yang lebih baik di semester yang baru, ada yang berencana untuk berlibur ke suatu tempat, atau ada yang dijanjikan suatu hadiah ulang tahun dari orang tua kalian. Banyak orang memang memakai momen tahun baru untuk memikirkan dan merencanakan apa saja yang ingin dilakukan selama setahun kedepan. Lantas bagaimana dengan kita sebagai anak-anak Tuhan?

Dalam Surat Yakobus pasal 4:13-17, Rasul Yakobus mengingatkan kita bahwa setiap perencanaan yang kita buat tidak boleh melupakan Tuhan. Di ayat 14 Yakobus berkata bahwa jangankan berencana untuk setahun kedepan, apa yang akan terjadi besok pagi saja manusia tidak ada yang tahu. Manusia boleh berencana dan bercita-cita, namun segala sesuatu hanya bisa terjadi jika Tuhan yang menghendakinya (ay. 15).

Setidaknya ada 2 hal yang bisa kita renungkan dari bagian ini. Pertama, kita manusia tidak boleh sombong. Ingat bahwa segala sesuatu yang kita punya dan segala berkat yang kita bisa nikmati adalah pemberian dari Tuhan (ay. 16). Kedua, ketika ada rencana dan cita-cita kita yang gagal atau tidak terjadi, kita harus mengerti kalau itu berarti Tuhan memilik kehendak yang lain dalam hidup kita. Kehendak Tuhan dalam hidup anak-anak Tuhan selalu ditujukan untuk mendatangkan kebaikan (Roma 8:28). Kiranya renungan ini mengingatkan dan menguatkan kita untuk bergantung kepada Tuhan dalam kita memasuki tahun yang baru besok. Tuhan Yesus memberkati adik-adik sekalian.

~ Ko Dimas

Morning Devotion GP Kids – 30 Desember 2022

1 Tawarikh 16:34
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan

Wow…. tinggal 2 hari lagi kita sudah berganti tahun ke 2023. Berapa banyak hal-hal yang bisa kita syukuri di tahun 2022 ini? Jawaban kalian pasti berbeda-beda ya. Ada yang banyak, ada yang dikit atau bahkan ada yang merasa gak ada yang bisa disyukuri tuh😑.
Hmmm… Padahal rasa syukur itu seharusnya tidak tergantung dengan APA yang kita miliki atau alami, tapi lebih pada BAGAIMANA respon kita terhadap apa yang kita miliki atau alami.

Kita bisa “bersyukur karena…” tapi juga bisa “bersyukur walaupun…” Kalau kita “bersyukur karena..” maka saat sesuatu terjadi dalam hidup kita tidak sesuai dengan keinginan/ rencana kita, kita tidak bisa bersyukur.
Padahal Tuhan mau kita selalu bersyukur dalam situasi kehidupan yang berubah-ubah. Karena Tuhan kita tidak pernah berubah.

Tuhan kita adalah Tuhan yang setia menopang hidup kita, apapun yang akan menerpa hidup kita di tahun 2023.
Jadi kalo hidup sudah kita serahkan pada-Nya artinya kita akan lebih siap mensyukuri lebih banyak (apapun yang akan terjadi).

Selamat menikmati liburan ya🤗
Tuhan Yesus mengasihi kita semua🙏🏻😇

🍀Tante Sally🍀

Renungan iGrow 30 Desember 2022 – Tuhan Saja yang Membalas

https://youtu.be/YuZ561tu_AM

Jumat, 30 Desember 2022
TUHAN SAJA YANG MEMBALAS
Bacaan Alkitab  Yesaya 63

Ayat Emas  Yesaya 63:4
Sebab hari pembalasan telah Kurencanakan dan tahun penuntutan bela telah datang.

Kita sering sakit hati ketika orang lain merencanakan atau berbuat jahat kepada kita. Merespon itu maka kita pun akan merancang tindakan untuk melakukan pembalasan kepada orang yang telah berbuat jahat kepada kita. Kita akan puas jika bisa membalas setimpal dengan apa yang telah kita terima.

Namun, ayat emas hari ini mengingatkan kita bahwa pembalasan terhadap pihak yang memusuhi kita ada di tangan Tuhan. Bukan kita yang membalas dan bukan kita yang merencanakan, tapi Tuhanlah yang bertindak membela umat kesayangan-Nya. Edom yang menjadi musuh abadi Israel/Yehuda akan mendapat tuntutan dari Allah. Allah tidak akan berdiam diri ketika umat-Nya dijahati oleh pihak lain.

Ketika kita saat ini berada dalam kondisi dirugikan atau dijahati oleh orang lain, janganlah menggunakan hati dan pikiran kita untuk merencanakan membalas mereka. Jangan menggunakan tangan kita untuk balik menjahati musuh kita. Persilakan Tuhan untuk merencanakan tindakan khusus kepada mereka. Bahkan berdoalah seperti Tuhan Yesus berdoa, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34). Ganti membalas, berikan pengampunan.

Doa
Ampuni kami ya Tuhan, yang selalu bereaksi ingin membalas kepada mereka yang menjahati kami. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 29 Desember 2022 – Doa yang Penuh Harap

https://youtu.be/WDlmq6P4ImY

Kamis, 29 Desember 2022
DOA YANG PENUH HARAP
Bacaan Alkitab Yesaya 62

Ayat Emas Yesaya 62:1
Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh.

Banyak orang mengabaikan kuasa dan kekuatan sebuah doa. Mereka menganggap bahwa doa tidak bisa menggantikan kerja dan tindakan. Akibatnya mereka lebih memilih berusaha dari pada berdoa. Jikapun berdoa, itu adalah ketika semua upaya kita tidak bisa lagi diandalkan. Jadi, doa adalah upaya akhir untuk mencari jalan keluar dari persoalan yang kita hadapi.

Tidak demikian dengan Yesaya. Ia meyakini bahwa doa bukanlah sebuah tindakan diam. Doa adalah sebuah tindakan iman. Doa adalah menyerahkan beban yang dihadapi dan respon hati kepada Allah yang adikodrati, yang mampu melakukan melampaui hal-hal alami.

Itulah sebabnya, Yesaya menaruh harap yang penuh terhadap doanya. Dibalik doa yang penuh iman kepada Tuhan, ia punya harapan bahwa Yehuda akan dipulihkan. Dalam doanya, dia sudah melihat bahwa keselamatan Yehuda telah menyala seperti suluh dan kebenaran mereka bersinar seperti cahaya.

Kita pun bisa seperti Yesaya. Jangan lelah berharap di dalam doa kepada Tuhan. Lihatlah dengan penuh iman bahwa apa dan siapa yang kita doakan akan menyala seperti suluh dan bersinar seperti cahaya. Jadi, berdoalah dengan penuh harap tanpa jemu.

Doa
Ya Roh Kudus, ajarkan kami tiada lelah berdoa dan berharap kepada-Mu. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 29 Desember 2022

Devotion, 29 Desember 2022

Lukas 2:14
“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya”.

🌸 Selamat pagi anak-anak GP Kids yang dikasihi Tuhan Yesus🌸

Beberapa hari yang lalu kita merayakan hari Natal dengan penuh sukacita. Sukacita Natal itu apa sih? Apakah perayaan yang megah, mendapatkan hadiah Natal? Sebenarnya sukacita Natal adalah respon hati atau sikap hati setelah bertemu dengan Yesus Sang Juruselamat.

Seperti para gembala setelah menerima kabar sukacita atas kelahiran Juruselamat para gembala pun berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” (Lukas 2:15b).
Para gembala memiliki respon yang benar akan kedatangan Juruselamat, mereka dengan segera dan tanpa menunda-nunda waktu pergi ke Betlehem dengan kerinduan yang mendalam untuk bertemu dengan Yesus Sang Juruselamat. Para gembala pergi menjumpai Yesus dengan dipenuhi sukacita surga.

Para gembala sangat bersukacita karena telah bertemu secara pribadi dengan sang Juruselamat. Sukacita yang mereka peroleh tidak mereka nikmati sendiri tetapi mereka bagikan kepada orang lain. “Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah kepada mereka tentang Anak itu.” (Lukas 2: 17).

Tuhan ingin kita semua seperti para gembala yang mau membagikan kabar sukacita kepada orang lain dan bersaksi tentang Yesus Sang Juruselamat agar mereka yang belum mengenal Tuhan juga diselamatkan.
Bersaksi dan memberitakan Firman Tuhan tidak harus menjadi Pendeta atau Penginjil. Kita bisa menjadi saksi Kristus di manapun kita berada melalui kesaksian hidup kita sehari-hari yang bisa menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita.

Anak-anak, kelahiran Yesus Kristus membawa sukacita bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya, karena di dalam Dia ada keselamatan.

Tuhan Yesus mengasihi kita semua ❤

⚘️Tante Sulis⚘️

Renungan iGrow 28 Desember 2022 – Bersedialah Diutus-Nya

https://youtu.be/gJUZxB8Yq74

Rabu, 28 Desember 2022
BERSEDIALAH DIUTUSNYA
Bacaan Alkitab Yesaya 61

Ayat Emas Yesaya 61:1
Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara.

Bagian ini tak lepas dari bagian perenungan kita kemarin hari. Kini muncul sebuah pertanyaan: bagaimana kita menjadi terang? Setelah Tuhan membebaskan dan bahkan mengurapi kita maka Ia mengutus kita di tengah-tengah dunia dengan tugas yang mulia.

Menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara. Ini yang pertama. Yehuda pernah tahu apa itu penderitaan dan kesengsaraan. Mereka pernah mengalaminya. Kini mereka harus menyampaikan kabar baik dan pengharapan kepada orang-orang yang sengsara.

Berikutnya, merawat orang-orang yang remuk hati! Situasi inipun mereka alami. Mereka tahu bagaimana ketika mereka kecewa dengan situasi sulit yang seolah tak ada ujungnya.

Tugas yang lain adalah memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan. Pembuangan dan penawanan yang akan mereka alami menjadi cara Tuhan agar mereka bisa berempati kepada siapa saja yang mengalami hal yang sama.

Saat ini, disekitar kita terdapat banyak orang yang berada dalam kondisi yang sama: sengsara, remuk hati, dan tertawan/terpenjara. Mereka membutuhkan kita. Anda bersedia?

Doa
Tuhan, gerakkan hati kami menjadi alat-Mu. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 27 Desember 2022

Devotion, 27 Desember 2022

Lukas 1:30-31
Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

Morning anak-anak kesayangan Tuhan🙋🏻‍♀️

Kemarin umat Kristiani di 🏘️seluruh dunia merayakan Natal, kelahiran Tuhan Yesus Sang Penyelamat manusia 🙏🏻
Berita tentang kelahiran Tuhan Yesus selalu di dahului dengan perkataan; Jangan takut, baik waktu Malaikat berjumpa dengan Maria, Yusuf, juga para Gembala.
Mengapa? Karena kondisi masyarakat Yahudi saat itu sedang dalam keadaan tertekan, penuh ketakutan, trauma, dan sangat mengharapkan kehadiran sang pembebas bagi bangsa Yahudi, yang waktu itu sedang dijajah oleh bangsa Romawi.
Dan ternyata jawaban dari Tuhan lebih dari semua pengharapan masyarakat Yahudi saat itu.
Bapa yang Maha Kasih itu ternyata memberikan diri-Nya sendiri menjadi manusia lewat rahim seorang remaja yang bernama Maria, untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa, bukan sekedar menyelamatkan umat-Nya dari penjajahan Romawi.

🍀Namun waktu Maria menerima tugas tersebut tidaklah mudah karena bisa dirajam batu sampai mati, sebab ia belum bersuami, dan baru bertunangan.
🍀Begitu juga dengan Yusuf waktu diperintahkan untuk tetap mengambil Maria menjadi istrinya dalam keadaan hamil padahal Yusuf belum menjadi suaminya. Pasti Yusuf pun penuh ketakutan, takut di hina, dan dikucilkan dan ditolak keluarganya karena menikahi seorang yang sudah hamil. Dan bisa juga kena hukuman rajam batu, karena calon istrinya sudah hamil sebelum menikah.
🍀Lalu para gembala yang selama ini dianggap sebagai masyarakat kelas bawah, betapa kaget dan takutnya ketika malaikat Tuhan datang kepada mereka.

Kelahiran Sang Juruselamat itu membuktikan kasih Allah kepada seluruh umat manusia agar setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat menerima anugerah keselamatan yang kekal.
Seberat apapun dosa yang sudah kita perbuat, Tuhan Yesus sudah menanggung-Nya di atas kayu salib, hingga kita terbebas dari hukuman dosa.
Sejak manusia jatuh dalam dosa, manusia selalu diliputi rasa takut, bahkan sampai sekarang ini kita juga tidak lepas dari rasa takut; takut gagal, takut masa depan, takut mati, takut ditinggal orang-orang yang kita kasihi, dan masih banyak lagi yang bisa membuat kita takut. Untuk itulah Tuhan datang ke dunia untuk membebaskan kita dari semua dosa dan kesalahan kita, juga dari semua ketakutan kita 🙏🏻

Betapa bersyukurnya kita karena yang menyertai kita adalah Tuhan yang sangat mengasihi kita. Tuhan yang hebat, yang mampu melakukan segala sesuatu .

Sudahkah kita percaya dan menerima Yesus Kristus Sang Imanuel sebagai Tuhan dan Juruselamat kita?
Kalau sudah, mari kita beritakan kabar baik ini bagi keluarga, saudara-saudara, teman-teman, siapapun yang kita jumpai, agar mereka pun diselamatkan dari dosa dan ketakutan-ketakutan 🙏🏻

Jesus loves ❤️ you all

🌲Tante Endang 🙏🏻

Renungan iGrow 27 Desember 2022 – Menjadi Teranglah

https://youtu.be/2ysy0KgTdD4

Selasa, 27 Desember 2022
MENJADI TERANGLAH
Bacaan Alkitab Yesaya 60

Ayat Emas Yesaya 60:1
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.

Ayat emas kita ini bersuara keras kepada kita, “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu” (ayat 1). Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari.

  1. Bangkitlah!
    Dosa telah membuat kerajaan Yehuda tak berdaya dan lemah. Namun ketika mereka memandang kepada Tuhan dan bertobat maka kekuatan pengampunan Tuhan memberdayakan mereka untuk bangkit. Belenggu dosa tak mengikat mereka lagi.
  2. Menjadi Teranglah!
    Kini mereka menjadi seperti apa yang Tuhan inginkan yaitu menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Semua bangsa melirik dan bahkan datang berhimpun kepada mereka (ayat 3-4). Pemulihan dari Tuhan memunculkan terang yang membuat orang tertarik untuk melihat dan mengikuti mereka.
  3. Kemuliaan TUHAN terbit atasmu!
    Walaupun demikian, mereka harus tahu bahwa Tuhan dan kemuliaan-Nya yang menjadi sebab dan tujuan. Bukan karena Yehuda dan Sion yang baik dan layak, tetapi karena Tuhanlah maka mereka bisa dipakai oleh Tuhan.

Maukah kita bangkit, menjadi terang, dan memuliakan Tuhan di kesempatan yang masih Tuhan berikan kepada kita saat ini? Kiranya Roh Kudus menolong kita semua.

Doa
Tuhan, bangkitkan dan jadikan kami terang-Mu. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio