Kebaktian Umum Minggu Adven IV GKMI Gloria Patri Minggu, 18 Desember 2022 – Oleh: Pdt. Em. Peter Hiendarto

Kebaktian Umum Minggu Adven IV GKMI Gloria Patri pada tanggal 18 Desember 2022 akan dilakukan secara onsite dan live streaming pada pukul 08.00 WIB.

Berkenaan dengan ini ada dua hal yang perlu diperhatikan oleh jemaat:

  1. Ibadah akan dimulai tepat pukul 08.00 WIB, bagi Jemaat yang mengikuti kebaktian secara daring diharapkan membuka tautan YouTube GKMI Gloria Patri SEBELUM pk.08.00 WIB supaya bisa mengikuti secara utuh keseluruhan jalannya kebaktian.
  2. Rekaman Kebaktian Umum ini juga bisa diikuti melalui Siaran Radio Ichthus pada gelombang 96.5 FM, pk.18.00 WIB.

YouTube GKMI
https://gkmigloriapatri.com/ibadah-minggu

Tetaplah semangat, sukacita, dan berpengharapan di dalam Tuhan. Jaga kesehatan diri dan keluarga. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan iGrow 17 Desember 2022 – Ketaatan Seorang Murid

Sabtu, 17 Desember 2022
KETAATAN SEORANG MURID
Bacaan Alkitab Yesaya 50

Ayat Emas Yesaya 50:5
Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.

Salah satu kunci keberhasilan karya keselamatan yang Allah kerjakan bagi manusia adalah ketaatan Mesias menghamba di dalam dunia ini. Jauh sebelum Sang Hamba menjalani kesengsaraan-Nya, Yesaya telah menuliskan perjalanan yang harus dilalui Sang Pendamai. Di mana melalui-Nyalah rekonsiliasi Allah dan manusia menjadi mungkin terjadi.

Sang Penebus, yang digambarkan Yesaya di dalam karyanya jelas mengetahui segala tantangan dan kengerian yang akan dialami-Nya. Namun, Ia tetap memberi diri untuk dicambuk dan mengalami kehinaan tak terkira. Kerelaan tanpa batas yang membuahkan keselamatan bagi manusia.

Kristus adalah teladan sempurna untuk menjadi taat. Bukan sekadar taat tanpa alasan, namun Ia mengerti bahwa jalan hamba yang harus dititi-Nya adalah sesuatu yang mulia. Ketaatan kepada Bapa Sang Pengutus sekaligus bertanggungjawab penuh pada peran membuat-Nya layak menerima kemuliaan. Sebagai pribadi yang menyebut diri murid-Nya, kita pun memiliki panggilan untuk sama seperti Dia. Yaitu taat kepada setiap seruan Bapa, dengan telinga yang terbuka tanpa pemberontakan. Berpaling terus kepada-Nya, bukan sebaliknya.

Doa
Engkaulah Teladan, Pendamai, Junjungan dan Tuhan kami ya Yesus. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 17 Desember 2022

Devotion, 17 Desember 2022

Matius 1:21
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Seorang Anak kecil👧🏼 menanggapi Natal:
“Ma…ma…ma bentar lagi Natalan, adek hadiahnya taun ini harus lebih keren dari tahun lalu yah.”

Seorang Remaja👱🏻‍♀️menanggapi Natal:
“Weh…bentar lagi Natalan neh. Besok ke gereja pas perayaan bawa pacar akh.”

Seorang Pemuda🧑🏻 menanggapi Natal:
“Fyuh…sibuk banged neh gua udah masuk Desember pelayanan terus.”

Seorang Bapak menanggapi Natal:
“Buat perayaan Natal butuh dana banyak nih. Mulai nyari-nyari sponsor.”

Seorang Ibu 👩🏻‍🦱 menanggapi Natal:
“Udah mau masuk Desember, belanja baju dan makanan dech buat persiapan Natalan nanti.”

Nah anak-anak, sekilas cara tiap-tiap generasi ini menanggapi Natal emang beda, tapi ada satu presepsi yang menyamakan mereka yaitu:

“Natal itu waktu Tuhan Yesus lahir ke dunia sebagai “BAYI” yang lucu dan dikandang domba. Dan Dia lahir untuk menebus kita semua.”

Kasihan sekali yah, tiap tahun Yesus dirayain sebagai bayi terus. 🙂
Pointnya di sini adalah walau sekilas tanggapan setiap generasi ini berbeda-beda, tapi semuanya masih menanggapinya seperti layaknya anak-anak menanggapi Natal.

-Di mana bedanya seorang bapak yang sibuk berdoa minta dana untuk perayaan Natal dengan seorang anak yang minta hadiah Natal.
-Di mana bedanya seorang remaja yang bawa pacar di ibadah Natal, dengan seorang anak yang pamer mainan dengan teman-temannya.
-Di mana bedanya seorang ibu yang membuat seragam Natal, dengan seorang anak yang pamer baju baru.
-Di mana bedanya seorang pemuda yang mengeluh karena banyak pelayanan dengan seorang anak yang mengeluh karena tidak dapat hadiah Natal.

Secara tidak sadar kita terjebak dalam sugesti ini, di mana kita masih menanggapi Natal seperti anak-anak.
Yuk sama-sama kita meresapi makna Natal secara dewasa ya.
Sebab kedatangan Yesus ke dunia adalah hadiah terbaik dalam hidup kita 💝
Mari persiapkan hati kita.
Tuhan Yesus memberkati 😇

🎄Tante Shirley🎄

Renungan iGrow 16 Desember 2022 – Juga, Kitalah Sion

https://youtu.be/wtPiqZMfjAQ

Jumat, 16 Desember 2022
JUGA, KITALAH SION
Bacaan Alkitab: Yesaya 49

Ayat Emas: Yesaya 49:16
Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

Sebuah janji pemulihan secara khusus diberitakan Allah kepada umat-Nya melalui Yesaya. Sion, istilah yang dipakai di dalam perikop kita hari ini memang secara jelas merujuk kepada sebuah bangsa bernama Israel. Sion sendiri adalah nama sebuah bukit di mana Yerusalem berada. Sion begitu penting di dalam sejarah keselamatan manusia. Tak dapat kita pungkiri bahwa dari sanalah Allah menyatakan keselamatan. Dari sana, tapi bukan hanya untuk mereka!

Mari kita baca kembali ayat 6. Jelas sekali di sana tertulis bahwa keselamatan dari-Nya akan dinyatakan sampai ke ujung bumi, yang artinya bahwa keselamatan di dalam hidup kekal itu juga terbuka bagi semua bangsa. Termasuk untuk kita yang hidup jauh dari tanah Yerusalem. Tuhan menjanjikan pemulihan bagi Sion, maka janji serupa pun akan kita nikmati.

Sejauh mana pun kita menjauh dan menjahati Allah, Ia tak pernah melupakan anak-Nya (ayat 15). Bahkan dengan jaminan kesetiaan, Allah menyatakan bahwa hidup kita terpatri kuat di dalam pandangan-Nya (ayat 16). Kepada yang menantikan-Nya, Allah memberikan garansi kemenangan. Dan mereka tak akan mendapat malu (ayat 22). Percayalah dan terus berharap hanya kepada-Nya, kepada Pribadi sangat terpercaya.

Doa
Terimalah kami ya Tuhan, pribadi yang penuh kerentanan dan pemberontakan. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 16 Desember 2022

Devotion, 16 Desember 2022

Lukas 2:7
“dan ia (Maria) melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.”

Adik-adik, kita kembali diingatkan mengenai makna Natal yang sejati. Supaya adik-adik tidak hanya menikmati suasana Natal, tetapi juga memahami makna Natal bagi kehidupan kita.

Ayo kita mengingat kisah Natal pada waktu TUHAN YESUS KRISTUS lahir di dunia ini. Ternyata kelahiran Sang Bayi Natal yang adalah Raja Segala Raja, jauh dari kata pesta pora dan kemewahan. Ternyata yang dipilih ALLAH untuk kelahiran TUHAN YESUS KRISTUS adalah kandang domba, dilahirkan sebagai anak tukang kayu, dan tempat pembaringan Bayi adalah sebuah palungan.

Saat TUHAN YESUS KRISTUS lahir, saat itulah Natal yang pertama terjadi. Ketika Natal yang pertama terjadi, ibu Maria hanya bisa menyambut kelahiran bayi TUHAN YESUS KRISTUS di kandang domba. Tidak ada pesta besar. Tidak ada gaun/baju bagus yang berwarna-warni. Tidak ada tukar kado, dan makanan yang enak. Yang ada hanya senyuman bahagia, dan ucapan syukur dari ibu Maria dan bapak Yusuf atas lahirnya bayi TUHAN YESUS KRISTUS ke tengah-tengah dunia ini. Malam itu, Natal yang pertama, malam yang kudus dan hening. Bahkan, saat para gembala datang untuk melihat bayi TUHAN YESUS KRISTUS, mereka datang dalam kesederhanaan. Tak ada kado, tak ada kue dan tak ada perayaan. Mereka datang hanya untuk menyembah TUHAN YESUS KRISTUS saja. Mereka sangat bersyukur atas lahirnya TUHAN YESUS KRISTUS yang datang untuk menyelamatkan umat manusia.

Adik-adik, Natal seharusnya disambut bukan dengan kemewahan apalagi bila kemewahan itu dipaksakan. Natal seharusnya diperingati dengan sederhana, bahagia, dan penuh ucapan syukur. Terlebih di situasi sekarang ini, bukan kemewahan Natal, tetapi makna natal yang sejati dengan berbagi kepada sesama yang membutuhkan, mengucap syukur dengan apa yang dimiliki sekarang.

Natal yang penting bukanlah gemerlap lampu-lampunya atau dekorasinya, melainkan gemerlap syukur di hati kita. Yang penting bukanlah perayaannya, tetapi sukacita di hati kita atas lahirnya Juru Selamat kita yang hidup.

Adik-adik marilah kita menghayati Natal dalam kesederhanaan. Tolong jangan lagi adik-adik menuntut baju baru dan hadiah Natal pada Mama dan Papa. Sebab, yang harusnya baru bukanlah baju kita, melainkan hati kita harus baru. Yang seharusnya menerima hadiah Natal bukan kita, melainkan TUHAN YESUS KRISTUS. Apa hadiah Natal kita untuk TUHAN YESUS KRISTUS? Hati kita yang taat, penuh syukur, dan bahagia adalah hadiah terbaik untuk TUHAN YESUS KRISTUS karena TUHAN YESUS KRISTUS sudah lahir di dunia untuk menyelamatkan kita yang berdosa ini.

🎄Cik Joice🎄

Renungan iGrow 15 Desember 2022 – Ketulusan

https://youtu.be/OX_3meRZRME

Kamis, 15 Desember 2022
KETULUSAN
Bacaan Alkitab Yesaya 48

Ayat Emas Yesaya 48:1b
Yang bersumpah demi nama TUHAN dan mengakui Allah Israel – tetapi bukan dengan sungguh-sungguh dan dengan tulus hati.

Orang Kristen kerap kali diajar untuk hidup dengan hati yang tulus. Secara teori kita pandai untuk memaparkan secara detail apa itu tulus hati. Tetapi sebuah tindakan yang tulus akan memunculkan pertanyaan “kedalaman hati manusia siapa yang tau?” Pada akhirnya kita memberi penilaian “munafik” terhadap tindakan tersebut.

Munafik, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan “berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak, suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya.” Inilah gambaran Israel di hadapan Tuhan. Umat yang munafik! Mereka mengaku mengikuti Allah tetapi hatinya jauh dari hadapan Allah. Hidup mereka penuh dengan kepalsuan. Ritual rohani mereka mengagumkan manusia, tapi hati mendukakan Tuhan.

Marilah kita belajar ketulusan hati dan jauh dari kemunafikan. Izinkan Roh Kudus mengoreksi dan menegur hati kita dengan kebenaran firman Tuhan. Milikilah juga kerendahan hati untuk mengakui kesalahan jika kita telah melakukan sebuah kekeliruan kepada sesama dan kepada Tuhan. Tetaplah tulus di hadapan-Nya dan juga sesama.

Doa
Tuhan, mampukan kami untuk selalu tulus dihadapan-Mu dan sesama. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 15 Desember 2022

Devotion, 15 Desember 2022

Yohanes 1:14
“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”

Selamat pagi adik-adik GP Kids.

Apakah kalian ingat atau pernah mendengar akan cerita di perjanjian lama tentang Kemah Suci orang Israel? Setelah bangsa Israel dibawa keluar dari tanah Mesir menyeberangi laut merah, Allah membawa mereka ke perjalanan ke tanah perjanjian melalui padang gurun selama 40 tahun. Dalam perjalanan ini Allah memberi suatu perintah bagi bangsa Israel untuk membangun Kemah Suci atau yang sering juga disebut Tabernakel. Kemah Suci menjadi tempat dimana para Imam dari Suku Lewi mewakili bangsa Israel untuk menyembah dan melayani Allah. Kemah Suci ini dibongkar pasang selama perjalanan di padang gurun, namun Allah memberi perintah khusus bahwa Kemah Suci harus ditempatkan ditengah-tengah kemah-kemah lain yang didirikan setiap suku Israel (Bilangan 2:17). Penempatan ini melambangkan anugerah Allah yang ingin berdiam di tengah-tengah umat-Nya. Selain itu penempatan ini juga menunjukan kerinduan Allah agar orang Israel selalu menjadikan Allah sebagai pusat dari kehidupan mereka.

Tidak lama lagi kita akan memperingati hari Natal, hari dimana Tuhan Yesus lahir ke dunia dan menjadi manusia. Bagi orang-orang Israel, kelahiran Tuhan Yesus adalah penggenapan dari banyak janji dan nubuatan di Perjanjian Lama. Salah satunya disebutkan di ayat di atas. Rasul Yohanes di ayat di atas berkata bahwa kelahiran Tuhan Yesus adalah perwujudan dari Allah yang menjadi manusia, dan diam di antara umat-Nya. Ini sebenarnya merujuk pada cerita Kemah Suci yang kita bahas tadi. Jika di perjanjian lama, Allah melambangkan kehadiran di tengah umat-Nya melalui Kemah Suci dan kemudian Bait Allah, di perjanjian baru Tuhan Yesus sendiri turun ke dunia menjadi manusia dan hadir di tengah-tengah umat-Nya. Inilah mengapa Tuhan Yesus disebut sebagai “Immanuel” yang berarti “Allah beserta kita”. Dan sekarang meskipun Tuhan Yesus sudah naik ke surga dan tidak bersama-bersama dengan kita lagi secara fisik, dia telah mengirim Roh Kudus-Nya untuk menjadi penolong dan penghibur bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Ketika dalam kehidupan kita mengalami ketakutan, kesedihan, atau kesendirian, ingatlah bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan anak-anak-Nya. Ia lahir ke dunia di kandang domba yang hina, menjalani hidup yang sempurna, dan mati di kayu salib untuk menebus dosa kita, agar kita bisa bersama-sama dengan dia selama-lamanya. Kiranya peringatan Natal kali ini mengingatkan kita akan kasih Allah yang begitu besar bagi kita semua.
Tuhan memberkati adik-adik semua.

~ Ko Dimas

Morning Devotion GP Kids – 14 Desember 2022

Devotion, 14 Desember 2022

Matius 8:6-7
(6) “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.”
(7) Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.”

🌸 Selamat pagi anak-anak GP Kids yang dikasihi Tuhan Yesus.🌸

Selama masih hidup di dunia kita pasti mengalami masalah dan kita tidak bisa menghindarinya. Dengan berbagai cara kita lakukan untuk mengatasi masalah dengan kekuatan dan kemampuan kita tetapi kita tidak mampu mengatasinya. Ini membuktikan bahwa kita sebagai manusia terbatas. Satu-satunya cara yang dapat menolong dan melepaskan kita dari masalah adalah kita datang kepada Yesus Kristus sang Juruselamat.

Seperti yang dilakukan oleh perwira Romawi yang mengalami masalah hambanya sedang sakit. Perwira Romawi minta tolong kepada Yesus untuk menyembuhkan hambanya yang sedang sakit. Tergeraklah hati Yesus untuk menyembuhkan. Yesus menawarkan untuk pergi ke rumah perwira untuk melakukan penyembuhan,
Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. (Matius 8:8)
Terkesan akan permintaan ini, Yesus setuju dengan keyakinan kuat yang ditunjukkan oleh perwira tersebut Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya. (Matius 8:13)

Kita dapat belajar apa yang dimilliki perwira Romawi:

  1. Memiliki Kasih kepada hambanya yang sedang sakit. Untuk kesembuhan hambanya, perwira itu mau datang dan memohon kepada Tuhan Yesus. Padahal dia seorang perwira yang mempunyai kedudukan tinggi.
  2. Memiliki kerendahan hati
    Terbukti ketika Yesus mau ke rumahnya untuk menyembuhkan hambanya, dia berkata “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku (ayat 8a).
  3. Memiliki iman yg besar
    Perwira itu mengatakan katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh (ayat 8b).

Anak-anak, perwira Romawi memberi teladan kepada kita tentang kasih, iman, dan kerendahan hati. Ucapan yang dikatakan kepada Yesus sungguh luar biasa sehingga Yesus heran mendengarnya (Baca Matius 8:10).
Mari anak-anak sebagai pengikut Kristus kita harus membangun sikap kasih, iman, dan rendah hati seperti perwira Romawi. Dan Tuhan berkenan kepada orang-orang yang seperti perwira Romawi.

Tuhan Yesus mengasihi kita semua ❤

⚘️Tante Sulis⚘️

Renungan iGrow 14 Desember 2022 – Alat Tuhan

https://youtu.be/spdq8wpMtUA

Rabu, 14 Desember 2022
ALAT TUHAN
Bacaan Alkitab: Yesaya 47

Ayat Emas: Yesaya 47:8
Oleh sebab itu, dengarlah ini, hai orang yang hidup bermanja-manja, yang duduk-duduk dengan tenang, yang berkata dalam hatimu: “Tiada yang lain di sampingku! Aku tidak akan jadi janda dan tidak akan menjadi punah!”

Allah memberikan kesempatan dan mengizinkan Babel untuk mendidik Israel yang telah berbuat dosa. Namun, izin diberikan dipergunakan melebihi batas hingga mereka memperlakukan umat pilihan-Nya tanpa belas kasihan. Tak berhenti di sana, mereka pun menjadi sombong dan bahkan menantang Allah dengan berani berkata “Aku tidak akan jadi janda dan tidak akan menjadi punah!” (ayat 8). Berani sekali!

Untuk kesombongan itu, maka Allah pun melalui Yesaya menubuatkan kehancuran Babel. Kedahsyatan malapetaka yang ditimpakan-Nya kepada Babel, digambarkan sebagai “jerami yang dibakar api; mereka tidak dapat melepaskan nyawanya dari kuasa nyala api” (ayat 14).

Babel adalah alat yang dipakai Tuhan. Namun ketika alat tersebut menjadi sombong dan bahkan tidak mau lagi tunduk kepada yang memakainya maka alat tersebut bukan hanya dibuang tetapi dimusnahkan. Setiap kita adalah instrument di tangan Tuhan. Kita hanya bisa efektif dan berguna ketika kita taat dan tunduk kepada Tuhan yang memakai kita. Tetaplah rendah hati jika kita masih ingin dipakai Tuhan.

Doa
Roh Kudus, ajarkan kami untuk mengakui keberadaan-Mu  yang memakai kami sebagai alat-Mu. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 13 Desember 2022 – Sampai Masa Tuamu

https://youtu.be/o6F-Vp8IXpo

Selasa, 13 Desember 2022
SAMPAI MASA TUAMU
Bacaan Alkitab: Yesaya 46

Ayat Emas: Yesaya 46:4a
Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus.

Ketika membaca ayat ini seringkali kita dengan mudahnya mengamininya secara cepat. Tidak salah! Namun di saat kita merenungkan lebih dalam kenapa ayat ini muncul dan tertulis dalam Alkitab, maka kita akan mengerti bahwa ini disebabkan oleh karena ketidaksetiaan bangsa Israel kepada Allah Sang Pencipta jagad raya.

Seorang penafsir menjelaskan bahwa Israel ikut-ikutan hidup dan menyembah dewa-dewa yang dipercayai oleh bangsa Babel seperti dewa Bel, yang dianggap berkuasa di langit, dan dewa Nebo, yang dipercayai sebagai dewa tertinggi di sana. Orang Israel tidak mengerti bahwa dewa-dewa yang mereka percayai itu adalah ciptaan manusia belaka, yang tidak kekal dan tak sanggup memberikan kebaikan atas hidup mereka.

Saat ini, dewa Bel dan dewa Nebo bisa berwujud lain seperti harta, jabatan, orang-orang penting di sekitar yang kita anggap bisa diandalkan untuk menolong di masa kesesakan. Namun, Tuhan mengingatkan bahwa hanya Dialah yang sanggup menolong saat ini dan bahkan sampai masa putih rambut kita. Karena itu, andalkanlah Dia tanpa ragu.

Doa
Roh Kudus, mampukanku untuk tetap memercayai Engkau sebagai Allah, hingga bertambah usiaku dan berubah menjadi tua. Amin. (RM)

Alkitab Audio