Renungan iGrow 8 Desember 2022 – Buanglah Rasa Takutmu

https://youtu.be/RadQvoF7qMU

Kamis, 8 Desember 2022
BUANGLAH RASA TAKUTMU
Bacaan Alkitab: Yesaya 41

Ayat Emas: Yesaya 41:10
Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

Pasal ini berisikan tujuan atau maksud Allah untuk mendukung Israel, umat Allah, yang ada dalam penawanan di Babel. Pada waktu itu, bangsa Israel sedang menjalani masa tawanan sebagai akibat hukuman atas perbuatan dosa mereka terhadap Tuhan. Bangsa Israel sendiri adalah bangsa minoritas di Babel. Tentu saja, hak dan status mereka tidak dianggap oleh bangsa Babel. Hal ini membuat mereka merasakan ketakutan, dan juga putus asa. Lalu, Firman Allah datang melalui nabi Yesaya untuk meyakinkan umat pilihan-Nya. Bahwa covenant (Perjanjian) Tuhan akan tetap ada untuk bangsa Israel (ayat 9).

Tuhan menjanjikan pembebasan dan kemenangan itu pasti akan terjadi. Tuhan meminta umat-Nya untuk tidak takut dan ragu dalam menanti penggenapan janji-Nya. Karena Ia berjanji akan selalu hadir menyertai kehidupan umat-Nya. Ia sendiri yang akan turun tangan menolong umat-Nya dengan menghalau para musuh mereka, dan memberikan mereka kemenangan.

Apakah saudara mulai takut atau kuatir dengan pergumulan yang sedang dialami saat ini? Firman-Nya berkata untuk jangan takut ataupun bimbang. Ada tangan Tuhan yang selalu memegang kita, sampai kita dapat melewati segala kesulitan hidup.

Doa
Tuhan, aku tidak takut karena Engkau besertaku. Amin. (uni)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 8 Desember 2022

Kamis, 8 Desember 2022

Roma 12:10
Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.

Pagi adik-adik 🙋
Hidup dalam lingkungan sosial mengharuskan kita bertemu dengan banyak orang yang memiliki banyak karakter, pemikiran, perasaan, latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Bahkan karena adanya perbedaan-perbedaan ini banyak orang mulai membanding-bandingkan satu dengan yang lain. Merasa lebih hebat dari yang lain, atau merasa yang lain lebih rendah dari dirinya.

Ada pula ungkapan yang mengatakan; “Jika kamu baik pada saya, saya akan baik kepadamu, tapi jika kamu jahat pada saya, saya akan jahat padamu.”
Manusia seperti mulai banyak memikirkan dirinya sendiri dan lupa kalau setiap kita yang adalah anak Tuhan memiliki tugas untuk mengasihi dan menghormati sesama.

Karena kita sama-sama ciptaan Tuhan, mari adik-adik kita belajar menghormati orang lain tanpa merasa dia lebih rendah dari kita ya ❤️.
Tuhan menolong kita untuk menjadi orang yang lebih bisa menghargai orang lain dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing 🙏.

🌸Cik Amel🌸

Renungan iGrow 7 Desember 2022 – Kuat Meski Lelah

https://youtu.be/EnxaRBYwOgs

Rabu, 7 Desember 2022
KUAT MESKI LELAH
Bacaan Alkitab: Yesaya 40

Ayat Emas: Yesaya 40:29
Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

Kamus besar bahasa Indonesia mencatat makna dari kata lelah salah satunya adalah tidak bertenaga. Bisa pula kata ini digambarkan seperti  seorang yang baru menyelesaikan suatu pekerjaan berat atau bisa pula menggambarkan seorang yang memiliki beban pikiran.

Yang menarik, banyak orang menggunakan lelah ini ketika menghadapi sebuah kebuntuan atau stagnan di dalam kehidupan mereka.

Lelah menjadi manusiawi sebab kita manusia memiliki bermacam keterbatasan khususnya fisik. Tak mungkin kita terus menerus bekerja dan berpikir. Ada waktu di mana kita harus menarik diri untuk membangun kembali kekuatan.

Sahabat Igrow, firman Tuhan hari ini menjadi oase yang menyegarkan kita, bahwa kita bisa dan sangat mungkin menjadi lelah, tetapi ada limpahan harapan dari Tuhan. Harapan adanya kekuatan bagi kita yang mungkin saat-saat ini mengalami kelelahan atau juga kekeringan semangat.

Janji Tuhan ya dan amin, tidak ada janji yang tidak ditepati. Sebab Ia setia, dan sanggup membuat setiap umat-Nya beroleh kekuatan dan semangat yang baru yang membuat kita dimampukan menjalani hidup.

Doa
Mampukan dan pimpin kami dengan kekuatan dari-Mu ya Tuhan. Amin. (Uni)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 7 Desember 2022

Devotion, 7 Desember 2022

Galatia 3:26
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus

Halo adik-adik GP Kids..
Sebagai anak-anak Tuhan, hidup kita itu seperti cermin dalam kehidupan sehari-hari. Cermin artinya hidup kita dilihat & dinilai oleh orang lain dalam hidup sehari-hari. Apakah kita sebagai anak-anak Tuhan sudah menunjukkan sikap sebagai anak-anak terang atau justru sikap kita menjadi batu sandungan untuk orang lain. Nahh bagaimana caranya agar hidup kita dinilai baik oleh orang lain ? Yaitu kita harus menjadi saksi & terang Kristus. Contohnya yang gampang adalah berkata jujur/tidak suka berbohong, tidak membantah orang tua, rajin beribadah ke Gereja dan masih banyak lagi contohnya..

Cik Ria percaya dengan adik-adik bertambah dewasa, pasti bisa menjadi contoh yang baik sebagai anak-anak Tuhan 😍

Selamat belajar ya adik-adik kesayangan Tuhan 😍

God bless you all 🥰

🍒Cik Ria 🍒

Renungan iGrow 6 Desember 2022 – Melupakan Allah

https://youtu.be/eATtPRvX2uA

Selasa, 6 Desember 2022
MELUPAKAN ALLAH
Bacaan Alkitab: Yesaya 39

Ayat Emas: Yesaya 39:8
Hizkia menjawab kepada Yesaya: “Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!” Tetapi pikirnya: “Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!”

Mungkin hal ini pernah kita lakukan. Di saat kita mengalami masalah keuangan atau sakit, maka kita berdoa dan berjanji kepada Tuhan, bahwa kalau disembuhkan, atau dipulihkan, atau diberkati dan atau berhasil, maka kita akan memberikan uang kita, mempersembahkan tenaga dan waktu kita untuk melayani Tuhan. Namun, setelah mengalami pertolongan Tuhan dan doa kita terkabul, maka segera juga janji itu dilupakan.

Hampir sama dengan situasi tadi, sungguh menyedihkan membaca kisah Hizkia dalam perikop ini. Setelah dia mengalami pertolongan Tuhan yang luar biasa, cepat sekali ia melupakan perbuatan Tuhan itu, hanya karena raja Babel. Yesaya pun kembali diutus Tuhan untuk memberitahukan firman Tuhan tentang masa depan Hizkia dan kerajaan yang ia pimpin, bahwa dengan memperlihatkan seluruh kerajaannya merupakan tindakan bodoh. Tindakan cerobohnya itu sama artinya dengan menjual keturunannya dan bangsa Israel kepada Babel. Akibat perbuatan Hizkia, keturunan Hizkia dibawa ke Babel sebagai tawanan (ayat 7).

Dari perikop ini kita belajar bahwa seorang pemimpin yang bertingkah keliru dan lupa janjinya pada Tuhan akan berpengaruh pada generasi dan orang-orang yang dipimpinnya. Karena itu, jangan melupakan Tuhan, baik ketika kita kelimpahan atau kekurangan, sehat atau sakit, gembira ataupun duka. Ingatlah Tuhan selalu.

Doa
Ajar kami untuk setia dengan komitmen dan janji-janji kami kepada-Mu, ya Tuhan. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 6 Desember 2022

Devotion, 6 Desember 2022

Matius 11:28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Good morniiing..anak-anak kesayangan Tuhan🌻
Bagaimana kabar kalian pagi ini?
Sehat dan bersemangat💪🏻 untuk aktivitas hari ini ya…

Bapa Sang Pencipta sangat memahami diri kita..
Kadang kita merasa lesu letih lemah..
Kadang kita merasa capek luar biasa..
Kadang kita merasa putus asa..
Kadang kita merasa kehilangan tujuan..
Tuhan mengerti..
Tuhan peduli..
DIA mengundang dan mengajak kita datang kepada-Nya..
DIA akan memelukmu erat..
Dan berbisik; -‘Aku berdaulat, Aku yang akan membereskan’.-
DIA akan memberimu kelegaan, sukacita dan damai sejahtera..

Jadi datanglah kapan saja kepada Bapa yang sangat mengasihi kalian..
Kalian tidak pernah sendirian.
JESUS 💖 you so muaaach..

🍂Tante Niniek🍂

Renungan iGrow 5 Desember 2022 – Bertekun dalam Doa

https://youtu.be/cz6Lnlc8XDE

Senin, 5 Desember 2022
BERTEKUN DALAM DOA
Bacaan Alkitab: Yesaya 38

Ayat Emas: Yesaya 38:16
Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh.

Kadang kala Allah menggunakan “penderitaan” untuk menarik kita lebih dekat kepada-Nya. Karena Tuhan ingin melalui setiap peristiwa kehidupan, membuat kita ingat untuk kembali mendekat kepada-Nya.

Ketika kita diperhadapkan dengan pergumulan dan masalah bahkan maut, bisa membuat kita tersadar bahwa semua pengejaran yang kita lakukan di dunia ini sia-sia dan fana. Dalam kondisi tertekan seperti itu, biasanya kita akan mendekat pada Tuhan dan bertekun dalam doa.

Seperti sakit yang dialami Hizkia dalam perikop yang kita baca, Tuhan mengizinkan Hizkia menderita barah (bisul) yang menjadikan Hizkia makin mengenal Allah. Dalam nas ini Hizkia mempelajari kedaulatan Allah atas hidup manusia. Hizkia menunjukkan sikap tunduk kepada kehendak dan keputusan Allah. Sementara menggumuli masalahnya dengan Allah, Hizkia mengalami peneguhan dalam imannya. Sampai akhirnya Allah berkenan menyembuhkan Hizkia dan menambahkan usianya bahkan juga memberikan kebebasan Israel dari raja Asyur. Kesembuhan Hizkia menjadi bukti falid kedaulatan Allah atas hidupnya.

Doa
Tuhan, ajar kami untuk belajar melihat bahwa segala sesuatu ada dalam kedaulatan Allah, dan memampukan kami untuk bersikap tenang dalam menghadapi hidup. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 5 Desember 2022

Devotion, 5 Desember 2022

Ibrani 10:23
Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.

Legenda peselancar Amerika, Laird Hamilton, menulis di blognya, “Laut adalah guru yang hebat.” Dari lautan dia belajar banyak hal dan menjadi prinsipnya. Dia menulis 10 hal yang dia pelajari sebagai seorang peselancar, tetapi hari ini kita menyoroti satu poin dari sepuluh poin yang dia tulis; “Pahamilah bahwa Anda tidak memegang kendali.” Laut mengingatkan, bahwa kita tidak benar-benar memiliki kendali. Sebagai manusia, kita tidak dapat berpikir bahwa kita memegang kendali atas apa pun. Kita bisa membayangkan apa yang terjadi di masa depan, tapi kita tidak punya kekuatan untuk mengendalikannya.

Lebih dari 2 tahun kita dalam kondisi pandemi. Pandemi mengajarkan kita bahwa hidup tidak dapat diprediksi—artinya, manusia tidak memiliki kekuatan untuk mengendalikan pandemi. Banyak hal yang tidak bisa dikendalikan manusia, pandemi adalah salah satu dari seribu hal.
Dalam Alkitab, Ayub, Raja Daud, Murid, dll. mereka tidak dapat mengendalikan apa yang terjadi pada mereka—meskipun mereka memiliki kekuatan seperti Raja Daud—tetap saja mereka tidak dapat mengendalikan penderitaan. Manusia sering merasa Tuhan tidak bekerja dalam penderitaan mereka.

Seorang anak Tuhan yang bernama C. S. Lewis menulis dalam bukunya demikian; “Tuhan, mengapa Engkau lebih mudah ditemukan ketika hidup berjalan dengan baik, tetapi begitu sulit untuk saya temukan ketika hidup saya membutuhkan bantuan Anda?”
Dalam penderitaan, Tuhan seolah-olah tidak melakukan apa-apa dan kita sering kali menarik kesimpulan bahwa Tuhan tidak ada atau Tuhan sudah tidak peduli kepada kita.
Penderitaan bukanlah tanda bahwa Tuhan tidak atau tidak berbuat apa-apa terhadap ciptaan-Nya. Fokusnya bukan pada Tuhan, tapi pada diri kita sendiri, apakah kita mau diam dan mendengar apa yang Tuhan mau lakukan dalam hidup kita?

Jadi, bagaimana cara menghadapi kesulitan dan penderitaan bersama dengan Tuhan? Salah satu caranya adalah dengan berdoa. Berdoa adalah hal penting yang harus dilakukan saat berada dalam penderitaan. Berdoa adalah tanda bahwa kita berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan, Penguasa alam semesta.

Mengapa berdoa? Pertama, ingatkah ketika Daud begitu ketakutan ketika dia melarikan diri dari anaknya Absalom? Di tengah ketakutan akan musuh yang mengepungnya, Daud berkata, “Dari Tuhan datang pertolongan” (Mazmur. 3:8). Dari berdoa kita bisa mendapatkan penguatan sejati dari Tuhan.
Kedua, teguh dalam iman kita. Dalam Yohanes 6:35-40 Yesus berkata, “… barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang (Yohanes 6:37)”. Percayalah kepada-Nya dan Kemahakuasaan-Nya. Dia memegang kendali atas semua hal yang terjadi di bumi. Percayalah pada janji-Nya, karena Dia bisa memastikan janji-janji-Nya digenapi dalam hidup kita. Yesus adalah sumber “roti hidup” dan Ia adalah roti hidup itu sendiri, sehingga Ia dapat kita diandalkan.
Ketiga, saling memperhatikan. Mengapa saling memerhatikan itu penting? Jika kita berhenti pada titik membangun hubungan dan persekutuan dengan Tuhan, dan teguh dalam iman, kita akan berpikir bahwa kita mampu menghadapi badai dan gelombang bada penderitaan dalam hidup ini. Dalam hidup kita, kita tidak hidup sendirian, tetapi ada orang-orang di sekitar kita. Maka, sadarilah keberadaan mereka, dukung dan jadilah teman yang saling melengkapi dan memberkati. berjuang bersama mereka. Kita berharap, Tuhan akan menemukan kita tetap setia ketika hari Tuhan tiba.
Mari berselancar bersama Tuhan. Amin

-Kak Yafet-

Renungan iGrow 4 Desember 2022 – Tetaplah Beriman

https://youtu.be/NA2lXL209Xo

Minggu, 4 Desember 2022
TETAPLAH BERIMAN
Bacaan Alkitab: Yesaya 37

Ayat Emas: Yesaya 37:6
Berkatalah Yesaya kepada mereka: “Beginilah kamu katakan kepada tuanmu: Beginilah firman TUHAN: Janganlah engkau takut terhadap perkataan yang kaudengar yang telah diucapkan oleh budak-budak raja Asyur untuk menghujat Aku.”

Allah punya cara untuk menolong anak-anak-Nya keluar dari masalah-masalah yang sedang dihadapi. Perasaan takut, kuatir, tertekan, marah, gampang tersinggung adalah reaksi wajar yang muncul saat menghadapi pergumulan.

Yang harus dilakukan oleh anak-anak Tuhan adalah berharap dan berserah hanya pada Tuhan. Jangan biarkan emosi negatif menguasai hidup kita dan melemahkan iman kita.

Bersikaplah seperti Hizkia. Reaksi Hizkia saat menghadapi tekanan dari raja Asyur menunjukkan kualitas imannya. Setiap kita perlu memiliki teman-teman rohani yang bisa menolong di saat tertekan. Hizkia juga memiliki Yesaya dan beberapa orang kepercayaan yang mampu mengingatkan tentang kebenaran firman Tuhan. Sebelum nyata pertolongan-Nya kepada umat-Nya, Tuhan menelanjangi kebodohan dan kesalahan orang fasik.

Ingat, penderitaan bagi orang percaya seperti proses melahirkan. Prosesnya mungkin menyakitkan tapi setelah melahirkan, kita lupa semua sakit yang pernah kita rasakan.

Doa
Tuhan, terima kasih untuk setiap proses kehidupan yang Tuhan ijinkan terjadi. Biarlah proses itu boleh membawa kami pada progres dan hasil. Amin. (AV)

Alkitab Audio