Morning Devotion GP Kids – 14 Oktober 2022

Renungan, 14 Oktober 2022

Kolose 3:23
“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
‭‭

Selamat pagi GP Kids☘️

Anak-anak pernah merasa bosan dengan rutinitas? Setiap hari kok harus sekolah dan belajar ya. Setiap hari kok harus makan. Setiap hari kok harus bersaat teduh-berdoa.

Semua rutinitas itu membuat kalian tumbuh menjadi seperti sekarang ini lho…..
Anak-anak yang sehat💪🏻, pandai berbagai hal, dan beberapa anak juga sudah melayani Tuhan di Sekolah Minggu👍🏻

Nah Kolose 3:23👆 mengingatkan, semua yang kita kerjakan hendaknya dilakukan dengan segenap hati, seperti untuk Tuhan. Jadi sekolah bukan karena disuruh orang tua, berdoa dan bersaat teduh bukan karena disuruh Kak Uni. Tetapi karena Tuhan mau anak-anak mengerjakannya (dengan sukacita tentunya 😍). Sebab Tuhan punya rencana yang indah buat kalian.
Jadi, teruslah bertumbuh dan terus semangat di dalam Tuhan ya💪🏻🙏🏻

🌸Tante Evy🌸

Morning Devotion GP Kids – 13 Oktober 2022

Renungan, 13 Oktober 2022

Amsal 19:2
Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.

Inti dari firman Tuhan hari ini adalah:
Jangan TERGESA-GESA MEMUTUSKAN!

Segala hal yang dilakukan dengan tergesa-gesa atau tanpa pikir panjang, dapat membuat kita melakukan kesalahan-kesalahan. Seperti:
👉🏻 Tergiur bujukan orang lain dapat ‎membuat kita lebih mudah terjebak di dalamnya.
👉🏻 Ingin segera mendapatkan hasil, malah mendatangkan kerugian dalam seluruh kehidupan kita.

GP Kids…
Dalam menghadapi setiap masalah, berpikirlah panjang 🤔, pertimbangkan, tahan diri, gali informasi-informasi terlebih dulu, dan jangan mengambil keputusan dalam keadaan EMOSI 😤

Marilah kita meminta hikmat Tuhan & berdoalah sebelum melakukan segala sesuatu, agar‎ Tuhan selalu MENUNTUN kita untuk MENIMBANG dan MEMUTUSKAN setiap perkara dengan bijaksana.
Tuhan Yesus memberkati 😇

🌿Tante Shirley🌿

Renungan iGrow 13 Oktober 2022 – Cinta Uang

https://youtu.be/vzeGXBlv7rk

Kamis, 13 Oktober 2022
CINTA UANG
Bacaan Alkitab: Pengkhotbah 5

Ayat Emas: Pengkhotbah 5:9
Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia.

Di zaman yang kian sekuler seperti saat ini, tulisan-tulisan Kitab Pengkhotbah mengingatkan dan sekaligus mengusik kita, bahwa semua yang ada di dunia ini adalah sia-sia. Kita diajak bersama-sama untuk lebih memprioritaskan perkara-perkara yang di atas, hal-hal yang kekal (Bdk. Kol. 3:2). Termasuk hari ini tentang uang dan kekayaan.

Semua orang butuh uang, bahkan di hampir setiap aktivitas kehidupan, uang sangat diperlukan. Tetapi celakalah jika kita mengukur kebahagiaan, menyandarkan kedamaian dan sukacita kita, dan bahkan mengukur sesama kita dengan uang atau harta yang dimiliki.

Pengkhotbah menyebut bahwa itu semua adalah sia-sia. Kelak di Perjanjian Baru kita diingatkan lagi oleh Tuhan Yesus tentang perumpamaan orang kaya yang bodoh (Luk. 12:13-20). Dicelikkan lagi oleh Paulus bahwa akar segala kejahatan ialah cinta uang, “Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (1Tim. 6:10). Kita memang butuh uang, tapi kiranya itu tak menjadi fokus hidup (Bdk. Mat. 6:33).

Doa
Ya Tuhan Yesus, di zaman yang kian jahat ini tolonglah kami untuk semakin memfokuskan hidup kami kepada-Mu. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 12 Oktober 2022 – Motivasi yang Benar

https://youtu.be/Vo7-a4o8kNM

Rabu, 12 Oktober 2022
MOTIVASI YANG BENAR
Bacaan Alkitab: Pengkhotbah 4

Ayat Emas: Pengkhotbah 4:17
Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat.

Rumah Allah atau Bait Allah adalah pusat peribadatan bangsa Yahudi, dan tempat di mana Allah hadir untuk umat-Nya. Fungsi dari rumah Allah selain untuk beribadah juga untuk mempersembahkan kurban untuk Tuhan (sumber: Wikipedia). Pada zaman itu, bangsa Israel diharuskan untuk memberikan kurban yang terbaik, sesuai dengan perintah yang terdapat dalam Hukum Taurat.

Namun, Pengkhotbah mengkritisi orang-orang yang datang ke rumah Allah dengan motivasi yang tidak benar. Menurut Pengkhotbah, menghampiri rumah Allah dengan kerinduan mencari Tuhan dan mendengar suara-Nya itu lebih penting dari pada kurban persembahan. Karena kurban persembahan menjadi ajang untuk dipamerkan, atau bisa juga dijadikan alat untuk meminta Tuhan melakukan sesuatu yang dia inginkan.

Tanpa disadari, hal ini pun kerap kali terjadi dalam kehidupan kita dalam beribadah. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kembali bagaimana motivasi kita sebenarnya ketika kita datang ke rumah Tuhan. Apakah kita sudah sungguh-sungguh rindu mencari Tuhan dan mendengar suara-Nya?

Doa
Ajarlah kami ya Tuhan untuk mencari hadirat-Mu sepanjang hidup kami. Amin. (uni)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 12 Oktober 2022

Renungan, 12 Oktober 2022

Markus 4:20a
“Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah.”

Adik-adik, apakah di sekitar rumahmu ditanami tanaman-tanaman (bunga, sayur, atau buah) yang tumbuh subur? Menurut adik-adik, apa yang harus dilakukan supaya tanaman-tanaman kita tumbuh subur? Ayo jika kamu tidak tahu, silahkan bertanya pada orang tuamu.
Adik-adik, tanaman bertumbuh subur karena ditanam di tanah yang baik, bukan tanah yang penuh batu, tanah yang gembur, atau bukan tanah yang keras serta penuh semak duri.

Adik-adik sama dengan halnya tanah yang harus subur kalau mau ditanami, hati kita juga harus subur supaya Firman TUHAN bisa bertumbuh dalam hidup kita. Seperti apa hati yang subur itu, adik-adik? Benar. Hati yang mau mendengar Firman TUHAN dengan bersaat teduh setiap hari, mau mendengar hikmat TUHAN, mau mendengar nasihat dari orang tua, bersedia ditegur orang tua jika kita melakukan kesalahan.

Setelah adik-adik mendengar Firman TUHAN, secepatnya lakukan apa yang kita dengar itu dengan sepenuh hati dan sukacita.

Adik-adik bisa memiliki hati yang bersedia mendengar dan melakukan Firman TUHAN yang ditabur sehingga bertumbuh subur kemudian hidup adik-adik berbuah lebat memuliakan TUHAN YESUS KRISTUS.

🌱 Cik Joice 🌱

Renungan iGrow 11 Oktober 2022 – Semua Indah pada Waktu-Nya

https://youtu.be/iQ5tu-NJFIs

Selasa, 11 Oktober 2022
SEMUA INDAH PADA WAKTUNYA
Bacaan Alkitab: Pengkhotbah 3

Ayat Emas: Pengkhotbah 3:11
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Ayat ini sering menjadi ayat pamungkas yang diberikan pada seseorang jika sedang mengalami kegagalan, atau sesuatu yang direncanakan tidak berjalan dengan semestinya. Tetapi, ayat tersebut terkadang tidak seluruhnya dibaca dengan utuh, hanya berhenti di kalimat “indah pada waktunya.” Yang akhirnya hanya membuat orang menanti-nantikan kapan terjadinya waktu Tuhan itu, tanpa mencoba memahami apa maksud Tuhan yang sesungguhnya.

Pengkhotbah hendak mengajarkan kepada kita, bahwa Allah telah mengatur segala kejadian dalam hidup ini menurut kehendak-Nya. Dia juga telah memberikan kekekalan dalam hati manusia, untuk memahami apa yang menjadi rencana Allah di balik semua hal yang terjadi. Sayangnya, menurut Pengkhotbah, manusia tidak pernah bisa memahaminya.

Ayat 14 berkata, bahwa semua ini dilakukan Tuhan, supaya manusia takut akan Dia. Artinya, kita harus hidup dengan kepercayaan penuh pada kedaulatan Tuhan yang mengatur segala sesuatunya sesuai dengan waktu Tuhan. Tetaplah setia berjalan di dalam waktu Tuhan.

Doa
Ya Tuhan, ajar kami memahami dan setia menjalani setiap rencana-Mu. (uni)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 11 Oktober 2022

Renungan, 11 Oktober 2022

Matius 5:16
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga”.

Selamat pagi adik-adik GP Kids.
Ayat di atas adalah suatu bagian dari khotbah Tuhan Yesus di bukit yang sudah sering kita dengar dan baca. Tuhan memanggil kita semua anak-Nya untuk menjadi garam dan terang di tengah dunia ini (Matius 5:13-14). Menjadi garam dan terang artinya menjadi teladan, membagi berkat dan membawa dampak yang positif bagi lingkungan di mana kita hidup.

Kali ini kita akan merenungkan, apa tujuan kita dipanggil untuk menjadi terang bagi sekitar kita. Hal ini penting karena pada zaman sekarang ada banyak alasan bagi seseorang untuk melakukan sesuatu yang terlihat baik tetapi tidak dengan tujuan yang baik. Ada orang yang melakukan kebaikan karena ingin menuntut balasan atau imbalan dari orang lain. Sebagai contoh mungkin kalian pernah menemui teman yang suka memberi barang atau makanan kepada kalian karena ingin dapat contekan saat ulangan atau membuat PR. Ada juga orang yang melakukan kebaikan karena ingin dilihat dan dipuji orang lain. Mereka sering menceritakan kebaikan mereka di Social Media atau Youtube hanya supaya mereka mendapat comment dan likes. Hal ini bertentangan dengan perintah Tuhan Yesus: “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu” (Matius 6:3). Ketika kita melakukan kebaikan dengan motivasi yang tidak benar, sejatinya kita belum benar-benar menjadi terang bagi sekitar kita.

Di ayat di atas, Tuhan Yesus mengajarkan apa yang seharusnya menjadi alasan kita dalam berbuat kebaikan kepada sesama kita, yaitu untuk “memuliakan Bapamu yang di sorga”. Tujuan kita dalam berbuat baik bukanlah untuk kepentingan dan keuntungan kita sendiri. Tuhan ingin memakai kita menjadi wakil Tuhan dalam menjadi terang agar dunia ini bisa melihat sumber terang yang sejati, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Dan ketika nama Yesus ditinggikan, maka nama Bapa akan dipermuliakan. Dengan cara pikir yang seperti demikian, kita akan lebih berhati-hati dan sungguh-sungguh dalam berelasi dengan orang-orang sekitar kita.

Marilah kita melihat ke diri kita masing-masing, apakah kita sudah menjadi terang yang membawa kemuliaan bagi nama Tuhan?
Kiranya Tuhan menolong kita untuk menjadi pelaku-pelaku Firman-Nya.
Tuhan memberkati aktivitas adik-adik sekalian hari ini.

  • Ko Dimas