Renungan iGrow 27 September 2022 – Baik dan Setia

https://youtu.be/ZcUfcJfxPq0

Selasa, 27 September 2022
BAIK DAN SETIA
Bacaan Alkitab  Amsal 20

Ayat Emas: Amsal 20:6
Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?

Menyebut diri baik dan benar-benar diakui orang baik adalah sesuatu yang berbeda. Mengakui diri sendiri kita baik, sesungguhnya sudah menunjukkan bahwa diri kita tidak baik. Di ayat ini, penulis Amsal memberikan sebuah definisi sejati yang baik.

Kata “baik hati” dalam bahasa aslinya adalah “khesed” yang memiliki arti “kasih setia.” Kata ini adalah kata yang dikenakan kepada Tuhan sebagai bagian dari salah satu sifat atau karakter-Nya yang agung. Kasih dan setia selalu berjalan beriringan. Kasih tanpa kesetiaan adalah kepura-puraan, sedangkan kesetiaan tanpa kasih adalah kehambaran. Kasih berbicara tentang kualitas, sedangkan kesetiaan berbicara kuantitas, berapa lama bertahan. Itulah sebabnya ketika kata ini disematkan kepada Allah, maka kita mendapatkan gambaran tentang siapa Allah itu. Ia dengan kasih-Nya yang berkualitas mengasihi kita tanpa syarat dengan suatu jangka waktu yang tidak sebentar tapi selama-lamanya.

Dulu kala orang mencari dan ingin menemukan orang yang tidak hanya hatinya baik dan mengasihi, tapi juga memiliki kesetiaan. Kini pun demikian. Suami menginginkan istri yang setia. Istri sama halnya. Tuhan juga ingin sekali menemukan anak-anak-Nya yang mengasihi dan setia kepada-Nya. Ia mau agar kasih dan setia-Nya bersambut indah dengan kasih dan setia kita.

Doa
Ajarkan kami ya Tuhan, untuk memiliki kasih dan setia seperti yang Engkau inginkan. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 26 September 2022 – Hati yang Bijak

https://youtu.be/PHkiG08ntwg

Senin, 26 September 2022
HATI YANG BIJAK
Bacaan Alkitab Amsal 19

Ayat Emas Amsal 19:21
Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.

Alkisah hiduplah seorang perwira militer yang hebat di sebuah kerajaan. Kecakapannya dalam merencanakan sebuah serangan ke kubu musuh diakui oleh sekutu maupun seterunya. Setiap rancangan yang disusunnya begitu jitu dan tak terduga. Dan nyaris semua berbuah kemenangan gemilang. Berkat kelihaiannya, sang perwira menjadi seorang yang sangat berpengaruh dan imbasnya ia pun dapat mengatur sedemikian rupa aturan seperti yang dia mau. Namun pada suatu saat, rupanya rancangan perang yang sudah menjadi keahliannya tidak berujung kemenangan. Padahal, semua sudah berjalan sesuai dengan apa yang disusun dengan perhitungan sangat matang.

Cerita ini mengajarkan bagaimana kita tetap mengingat bahwa sehebat apapun kita merancangkan sesuatu, tetap ada Allah yang berkuasa memutuskan apa yang hendak terjadi. Kuasa-Nya tak terjamah pikiran kita. Satu pertanyaan tak kalah penting dapat ditujukan pada diri sendiri, masih perlukah kita merancangkan hidup kita? PERLU! Tuhan mengaruniakan kemampuan pada kita untuk berpikir, maka pakailah karunia tersebut dengan disertai kerendahan hati untuk mengakui kedaulatan Allah mengerjakan keputusan-Nya. Sejatinya, keputusan itulah yang terbaik bagi kita.

Doa
Ya Tuhan, karuniakan kepada kami kebijaksanaan sekaligus kerendahan hati dalam merancangkan masa depan. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 26 September 2022

Renungan, 26 September 2022

1 Korintus 3:11
“Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.“

Adik-adik, apa yang pertama kali dilakukan tukang-tukang bangunan untuk mendirikan sebuah bangunan yang kokoh? Ya benar adik-adik. Tentu tukang-tukang akan membangun sebuah pondasi yang kuat banget sebagai pondasi bangunan tersebut berdiri. Tanpa pondasi yang kokoh, tentu sebuah bangunan tidak akan berdiri megah. Bangunan itu akan mudah runtuh. Bangunan itu banyak kebocoran air hujannya. Bangunan itu pasti tidak bisa menahan angin, panas, hujan, dan lainnya. Semakin besar bangunan yang didirikan maka harus semakin kuat pondasi yang disusun.

Adik-adik, demikian juga dengan kehidupan kita…
Kita harus memiliki pondasi yang kokoh dalam menjalani kehidupan kita. TUHAN YESUS KRISTUS telah berkorban di atas salib untuk menjadi pondasi yang kuat di dalam kehidupan kita. Ketika iman kita kepada TUHAN YESUS KRISTUS kokoh maka kita memiliki dasar yang kokoh untuk menjalani kehidupan kita. Iman kita teguh atau tidak gampang goyah oleh tawaran dunia.

Adik-adik, marilah kita bersemangat menjalani keseharian kita dengan iman yang kokoh dalam TUHAN YESUS KRISTUS.

-Cik Joice-

Renungan iGrow 25 September 2022 – Kerendahan Hati

https://youtu.be/dfaNYBjRUd0

Minggu, 25 September 2022
KERENDAHAN HATI
Bacaan Alkitab: Amsal 18

Ayat Emas: Amsal 18:12
Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.

Membaca bagian ini, saya teringat sebuah ungkapan yang kira-kira demikian bunyinya, “Orang yang rendah hati akan menjadi seorang yang tinggi hati di saat dia mengatakan bahwa ia rendah hati.” Berkaca pada diri sendiri, rupanya saya pun sering terjerembab di dalam situasi ini. Batin merasa bahwa saya sudah rendah hati, nyatanya di saat yang sama saya sedang membanggakan diri dan jatuh dalam sikap tinggi hati.

Bukan sembarangan Salomo menuliskan pesan tentang kerendahan hati ini. Kata rendah hati di dalam ayat ini seirama dengan kata sederhana. Cukup menarik jika Salomo yang adalah seorang raja penuh harta dan kuasa justru menampilkan kata sederhana ini di dalam amsalnya. Sebenarnya, ia sudah sepantasnya berbangga diri dengan keadaan penuh kuasa dan harta, namun ia mengakui bahwa semua yang diperoleh bukanlah semata karena kehebatannya, namun karena anugerah Allah.
Bacaan kita hari ini pun akan membawa Ingatan kita kepada Tuhan Yesus, contoh sempurna yang dapat kita kenal. Kesederhanaan yang ditunjukkan-Nya melalui hidup di dunia ini melampaui keagungan dan kehormatan yang seharusnya dimiliki. Dengan rendah hati Ia rela menjadi Pribadi sederhana bahkan mengambil tempat hina demi menebus manusia dari konsekuensi dosa.
Di hari ulang tahun ke-32 GKMI Gloria Patri ini, biarlah kita terus diingatkan betapa besar perbuatan tangan Tuhan atas gereja-Nya. Biarlah kita terus belajar untuk mengendalikan diri dengan hati sederhana, yaitu dengan kerendahan hati agar kita beroleh kehormatan.
Semua karena Tuhan, oleh Tuhan, dan untuk kemuliaan Tuhan.Tuhan memberikan anugerah demi anugerah, dari kemuliaan kepada kemuliaan.

Doa
Mampukan kami untuk rendah hati ya Tuhan, seperti Engkau yang rendah hati. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 24 September 2022 – Sahabat Sejati?

https://youtu.be/vE_k3PJWLHk

Sabtu, 24 September 2022
SAHABAT SEJATI?
Bacaan Alkitab: Amsal 17

Ayat Emas: Amsal 17:17
Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Setidaknya, ada empat jaringan sosial terhubung yang begitu populer saat ini yaitu Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok. Kehadiran empat platform jaringan sosial terhubung tersebut memungkinkan banyak manusia menjadi saling berelasi lebih mudah satu dengan yang lain.

Memang, sering dijumpai bahwa seseorang memiliki sahabat ketika ia mulai berjejaring di dunia maya. Bacaan kita hari ini berbicara ikhwal seorang sahabat. Dikatakan di sana seorang sahabat haruslah mampu mengasihi tanpa batas waktu dan menjadi seorang yang setia mendampingi bahkan di saat kesukaran menghantam. Mari renungkan apa yang dituliskan oleh Salomo, mampukah sahabat maya kita di dalam jaringan sosial terhubung memenuhi prasyarat tersebut? Bukan tidak mungkin, namun akan sulit mengukur sejauh mana seseorang mampu menyediakan kasih dan kesetiaan tanpa henti karena kehadiran mereka hanya bersifat maya.

Menengok kehidupan kita masing-masing, adakah seorang yang bersedia menjadi sahabat bagi kita? Saya yakinkan Anda, ada! Tuhan Yesus adalah Pribadi sekaligus Sahabat sejati. Bukan hanya bersedia membagi kasih setiap waktu, atau mendampingi di kala susah, namun terlebih dari itu Ia bersedia memberikan nyawa-Nya bagi sahabat yang adalah kita semua (Bdk. Yohanes 15:13).

Doa
Terima kasih ya Tuhan, Engkau berkenan menjadi Sahabat kami yang sejati. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 24 September 2022

Renungan, 24 September 2022

Mazmur 51:4-5
“Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.”

Selamat pagi adik-adik GP Kids.
Kehidupan setiap manusia di dunia ini pasti tidak lepas dari berbagai macam pergumulan. Ada yang bergumul dengan kesehatan/sakit penyakit, ada yang bergumul dengan masalah ekonomi, ada yang bergumul dengan relasi yang tidak baik, dan lain sebagainya. Di usia kalian yang masih beranjak remaja pun pasti ada hal-hal yang kalian gumulkan.

Seringkali pergumulan kita berfokus pada masalah-masalah jasmani dan keinginan-keinginan pribadi kita, namun di ayat di atas, Raja Daud mengungkapkan pergumulan yang mungkin jarang kita dengar di kehidupan kita: bergumul akan dosa pribadi. Ayat ini ditulis setelah Raja Daud berbuat dosa yang sangat besar dengan berzinah dengan Batsyeba dan membunuh Uriah. Nabi Nathan diutus Tuhan untuk menegur Daud, dan hatinya pun hancur setelah menyadari betapa besarnya dosa yang sudah ia perbuat. Daud menyadari bahwa Dosa adalah masalah terbesar manusia, dan setiap manusia membutuhkan pengampunan dari Tuhan.

Bagaimana dengan kita? Pernahkah kita menggumulkan dosa-dosa kita dengan sungguh-sungguh? Mungkin di zaman sekarang tidak ada Nabi seperti Nathan untuk menegur kita secara gamblang, tapi Tuhan telah memberi Firman-Nya melalui Alkitab untuk menegur dan meyadarkan kita akan dosa-dosa kita. Tuhan juga memberi Roh Kudus bagi hamba-hamba Tuhan, guru-guru sekolah minggu, dan orang tua kita untuk menegur kita ketika kita berbuat salah. Mungkin kita tidak pernah membuat dosa besar seperti Daud, namun se-“kecil” apapun dosa yang kita perbuat, setiap kita tetaplah orang-orang berdosa melanggar perintah Tuhan dan butuh pengampunan (Roma 3:23).

Ketika kita sungguh-sungguh menggumuli dosa kita dan mau bertobat, Tuhan berjanji akan membersihkan dan mentahirkan kita (ay. 4). Kiranya Roh Kudus menuntun kita untuk senantiasa bergumul dan bertumbuh di dalam kasih karunia Tuhan.

Tuhan memberkati adik-adik sekalian

Ko Dimas

Morning Devotion GP Kids – 23 September 2022

Renungan, 23 September 2022

Amsal 16:24
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.

🌸 Selamat pagi anak-anak GP Kids yang dikasihi Tuhan Yesus.🌸

1. Ani mendapatkan nilai test Math jelek dan ibunya memberi nasihat; “Kamu anak yang pandai, kalau kamu rajin belajar kamu pasti bisa mendapatkan nilai yang bagus. Belajarlah dengan tekun, kamu pasti bisa”.

2. Ani mendapatkan nilai test Math jelek lalu dimarahi ibunya; “Kamu anak yang bodoh, tidak mau belajar. Kerjaanmu hanya main game, tidak bertanggung jawab dengan sekolah. Pemalas!”

Anak-anak, kira-kira dari perkataan di atas, mana yang menyenangkan di hati? Ya, perkataan yang menyenangkan di hati yang nomer satu.

Sering kali kita mendengar perkataan-perkataan yang tidak menyenangkan baik itu terjadi pada diri kita atau orang lain. Perkataan yang tidak menyenangkan tidak enak didengarkan dan menyakitkan hati bahkan menjadikan tidak percaya diri.

Salomo menggambarkan perkataan yang menyenangkan seperti sarang madu. Anak-anak pasti sudah pernah makan sarang madu yang rasanya begitu manis🍯
Perkataan yang manis dapat menyejukkan hati dan obat bagi tulang-tulang. Sarang madu memiliki banyak khasiat buat kesehatan. Sarang madu mengandung beragam vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat salah satunya sebagai antioksidan. Kita dapat membayangkan betapa luar biasa perkataan yang menyenangkan yang keluar dari mulut orang-orang percaya. Perkataan yang menyenangkan akan memberikan pengaruh yang besar dan dapat membangkitkan kepercayaan seseorang.
Ada penelitian dalam bidang kesehatan seorang pasien dengan diberikan perkataan yang menyenangkan dan menguatkan membantu pasien sembuh lebih cepat.

Anak-anak, mari kita gunakan lidah kita untuk memperkatakan perkataan yang menyenangkan menguatkan, dan memberkati orang lain agar nama Tuhan dimuliakan.

Tuhan Yesus mengasihi kita semua ❤

⚘️Tante Sulis⚘️