Renungan iGrow 11 September 2022 – Waspadalah!

https://youtu.be/Wk9te-ZXepk

Minggu, 11 September 2022
WASPADALAH!
Bacaan Alkitab: Amsal 4

Ayat Emas: Amsal 4:23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Di dalam tradisi Perjanjian Lama, hati dipandang sebagai pusat kediaman hidup. Di sanalah tempat segala pikiran, perasaan, dan kehendak manusia dikendalikan. Kita lihat di sini, betapa pentingnya peran hati bagi kehidupan manusia. Namun, manusia yang dibentuk Allah sedemikian sempurna menjadi rusak akibat dosa. Akibat dosa pula, kecenderungan hati manusia berbalik dari keinginan melakukan kehendak Allah menjadi hati yang menyondongkan pada keinginan daging, yang pada akhirnya membawa kepada maut.

Kecenderungan untuk memenuhi keinginan daging membuat manusia sulit untuk berkata tidak pada perbuatan melawan Allah. Karenanya, perjuangkan setidaknya dua hal yang dapat menolong kita memiliki hati yang penuh waspada. Pertama, penuhi hati dengan kebenaran firman Tuhan. Ketika firman-Nya mengisi hati kita, hanya kehendak-Nya pula yang akan mengendalikannya. Kedua, mintalah tuntunan Roh Kudus senantiasa. Senantiasa berarti tanpa henti. Kenapa? Karena kita lemah dan tanpa tuntunan-Nya setiap saat, kita akan dengan mudah tergelincir ke dalam kubang dosa.

Waspada berbeda dengan takut. Waspada berarti siap dengan segala situasi di depan dan juga tak mudah memalingkan hati kepada yang jahat. Siaplah pula memiliki hati yang memancarkan kehidupan.

Doa
Tuntunlah kami ya Tuhan, sepanjang masa. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 10 September 2022 – Bersandar Hanya Kepada-Nya

https://youtu.be/TZr6ZSyBC8c

Sabtu, 10 September 2022
BERSANDAR HANYA KEPADANYA
Bacaan Alkitab: Amsal 3

Ayat Emas: Amsal 3:5
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Seorang penafsir berpendapat bahwa bacaan kita hari ini adalah pasal terunggul dari seluruh kitab Amsal. Karena di dalamnya berisi seruan petunjuk untuk hidup. Bagaimana seorang dapat mencapai kebahagiaan dengan melakukan kehendak Tuhan (ayat 1-4), menjalani kehidupan bergantung penuh dan takut kepada Tuhan (ayat 5-8), menggunakan harta untuk melayani Tuhan (ayat 9-10), belajar dari kesukaran hidup untuk menjadi lebih baik (ayat 11-12), berjuang mendapatkan hikmat sekaligus mampu menguasai diri (ayat 21-26), dan juga tak lupa melakukan perbuatan baik sebanyak mungkin (ayat 27-35).

Serasa begitu lengkap pasal ini menjadi ringkasan kecil yang memberikan manusia petunjuk untuk hidup sesuai ketetapan Tuhan. Satu amsal terselip yang menjadi ayat emas kita hari ini memberikan petunjuk untuk kita menyandarkan kepercayaan kita kepada-Nya. Di dalam perenungan saya, penulis amsal ingin mengingatkan pula setiap kita. Bahwa untuk melakukan seluruh nasihat seperti tertulis di atas, kita tak bisa mengerjakan hanya dengan mengandalkan kemampuan maupun pengertian kita saja. Kita membutuhkah Tuhan dalam kehidupan ini. Percayalah sepenuhnya dan bersiaplah mengecap janji-Nya yang nyata.

Doa
Ajarlah kami ya Tuhan, untuk mampu bersandar penuh pada-Mu. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 10 September 2022

Renungan, 10 September 2022

Mazmur 19:8
Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.

Anak-anak kadang dalam pertemanan di sekolah kita pernah jengkel sama teman, atau bahkan pernah tanpa kita sadari menyinggung perasaan teman saat kita berbicara. Oleh karena itu kita sangat perlu hikmat dari Tuhan. Ada pepatah; “Harta sebanyak apapun tidak akan berarti jika kita tidak memiliki hikmat.”

Gimana sih kita bisa berhikmat?
Caranya dengan membuka hati dan pikiranmu pada Taurat yang adalah firman Tuhan. Karena firman Tuhan memberikan kita hikmat, dan hikmat itu yang akan menyegarkan jiwa kita.

Ingat anak-anak dalam segala hal termasuk dalam pergaulan, mencari teman, dalam belajar dan sebagainya, kita memerlukan hikmat dari Tuhan untuk menuntun langkah hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati anak-anak β™₯️

-Tante Shirley-

Morning Devotion GP Kids – 9 September 2022

Renungan, 9 September 2022

Kolose 4:6
“Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.”

Senangkah adik-adik bila orang memaki-maki atau berkata kasar kepada kita? Tentu kita akan merasa sedih, marah atau jengkel jika orang bersikap seperti itu. Sangat berbeda apabila yang terjadi adalah sebaliknya. Kita akan merasa senang ketika ada orang yang berkata santun & penuh kasih.

Rasul Paulus mengajak kita untuk menjaga kata-kata kita. Sebagai anak TUHAN YESUS, kita harus berhati hati dengan kata-kata yang kita ucapkan. Tolong jangan sampai kata-kata yang kita ucapkan mendukakan hati orang lain. Sebaliknya kata-kata yang kita ucapkan adalah kata-kata yang penuh kasih sehingga dapat membawa sukacita bagi orang lain.

Ada pepatah; “Mulutmu harimaumu”.
Apabila kita tidak menggunakan mulut kita untuk berkata-kata dengan baik, maka kita akan dapat menyakiti hati orang lain bahkan merugikan kita sendiri.

Karena itu adik-adik, marilah jaga mulut kita supaya senantiasa mengucapkan kata-kata yang penuh kasih yang membawa sukacita di hati orang lain.

TUHAN YESUS memberkati πŸ˜‡

🌺Cik Joice🌺

Renungan iGrow 9 September 2022 – Bukan Karena Aku, Tapi Karena Dia!

https://youtu.be/wEdtbNvJeCU

Jumat, 9 September 2022
BUKAN KARENA AKU, TAPI KARENA DIA!
Bacaan Alkitab: Amsal 2

Ayat Emas: Amsal 2:6
Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.

Saya teringat ketika masih duduk di bangku sekolah. Saat itu saya sering dibandingkan dengan kakak perempuan saya. Bagi banyak orang, dia lebih di dalam banyak hal seperti: penampilan, kepandaian, kecakapan, serta keterampilan. Anak-anak kecil senang bermain dengan dia, sedangkan saya tidak demikian. Bahkan terkadang beberapa anak kecil menangis ketika bertemu dengan saya. Hal ini membuat kakak saya berkata, β€œAh, kamu mah gak bisa ngurus anak kecil. Semua juga takut sama kamu.” Pernyataan ini terus terngiang sampai saya menjalani kuliah Pendidikan Agama Kristen.

Itulah sebabnya, saya mengalami rasa takut dan kuatir ketika nantinya harus terlibat dalam pelayanan anak. Tapi, Firman Tuhan dari Amsal inilah yang menegur dan menguatkan saya. Saya percaya, Tuhan Sang Sumber hikmat sendirilah yang akan memampukan saya. Sejak saat itu, saya merasakan perubahan terjadi dalam diri saya. Saya mulai berani mengambil tanggung jawab untuk terlibat di dalam pelayanan dan pendidikan anak.

Biarlah bacaan kitab Amsal hari ini, meneguhkan kita kembali untuk tidak khawatir jika merasa diri kita tidak cakap melakukan suatu hal. Dan segala kecakapan yang telah kita miliki, berikanlah lagi untuk kemuliaan nama Tuhan, Sang Pemberi hikmat.

Doa
Ajarlah kami ya Tuhan untuk memandang-Mu, Sang Sumber hikmat kami. Amin. (uni)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 8 September 2022 – Dengarkanlah Orang Tuamu!

https://youtu.be/Zp4Jj_eUy98

Kamis, 8 September 2022
DENGARKANLAH ORANG TUAMU!
Bacaan Alkitab: Amsal 1

Ayat Emas: Amsal 1:8-9
Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu.

Setiap orang tentu menginginkan masa depan yang lebih baik, seperti keluarga yang diberkati, atau hidup sukses dengan usaha di mana-mana. Tentu saja, semua keberhasilan yang akan dicapai tidak akan mudah tetapi melalui sebuah proses. Proses yang dimaksudkan oleh penulis Amsal di sini, yaitu mendengarkan didikan dan ajaran orang tua.

Tuhan memberikan seorang ayah dan ibu, dengan tujuan untuk mendidik dan mengajar kita agar berhasil di kemudian hari. Tanggung jawab orang tua adalah memberikan didikan dan ajaran kepada anak-anaknya. Sedangkan tanggung jawab anak adalah mendengarkan dan mengikuti didikan serta ajaran dari orang tua. Masa kini dan masa depan seorang anak sangat dipengaruhi oleh didikan dan ajaran dari mereka.

Oleh karena itu, Amsal dengan tegas berkata, jangan menyia-nyiakannya, agar kita memperoleh karangan bunga dan kalung indah. Karangan bunga dan kalung yang indah di sini mengandung pengertian kemuliaan dan kehormatan yang pada akhirnya akan kita miliki di kemudian hari.

Doa
Ya Tuhan, biarlah hikmat-Mu terus mengajar kami untuk mendengarkan didikan yang baik dari orang tua kami. Amin. (uni)

Alkitab Audio