Renungan iGrow 18 Agustus 2022 – Dari Jurang yang Dalam

https://youtu.be/qJkTWMEFo98

Kamis, 18 Agustus 2022
DARI JURANG YANG DALAM
Bacaan Alkitab: Mazmur 130

Ayat Emas: Mazmur 130:1
Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!

Ketika manusia menyadari keadaan dirinya yang berdosa, manusia akan dikejar rasa takut dan rasa bersalah yang besar. Keadaan ini digambarkan seperti seorang yang berada di jurang maut. Seorang yang terjebak dalam jurang dosa tak mampu menolong dan menyelamatkan dirinya sendiri. Ia akan diliputi ketakutan akan akibat dari dosa yang mengerikan dan menghancurkan.

Pada saat seorang tersebut mau mengakui bahwa tidak ada seorangpun yang mampu mengulurkan tangannya sampai ke dasar jurang, di sanalah ia akan berharap pada Tuhan yang berkuasa. Di sinilah Mazmur ini, yang disebut John Wesley sebagai Mazmur pertobatan menunjukkan betapa hebat kuasa pengampunan dari Tuhan bagi orang-orang yang mau percaya. Pengakuan bahwa kita tidak bisa menang atas hukuman dosa karena usaha dan perjuangan kita sendiri adalah awal yang akan membebaskan kita. Kita harus datang mohon belas kasihan dan kemurahan dari Allah, yang berkuasa untuk mengampuni. Dengan iman yang demikian, barulah kita dapat terbebaskan dari jurang maut.

Kristus dan kemenangan-Nya di salib adalah bukti bahwa semua kebinasaan dan kehancuran akan dosa telah dikalahkan. Setiap kita yang mau berpaling dari kesalahan dan datang memohon pengampunan, akan diampuni dan diselamatkan.


Doa
Tuhan, kami percaya Engkau Maha-pengampun dan penuh belas kasihan. Ampunilah dosa-dosa kami ya Tuhan. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 17 Agustus 2022

Renungan, 17 Agustus 2022

Roma 6:18
Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

Morning anak-anak kesayangan Tuhan πŸ™‹πŸΌβ€β™€οΈ
Merdeka….Merdeka…
Pekik kemerdekaan terdengar di seluruh wilayah Indonesia, tepatnya 77 tahun yang lalu, bangsa kita telah dimerdekakan dari penjajahan Belanda, Inggris juga Jepang. Tuhan menyertai perjuangan para pahlawan kita hingga akhirnya bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, independen, yang tidak lagi tunduk di bawah pemerintahan bangsa lain, tapi tunduk di bawah pemerintah Indonesia.πŸ™πŸ»

Demikian juga dengan kehidupan kita…
Sebelum kita mengenal dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita semua adalah hamba dosa, karena tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak pernah berbuat dosa. Tapi syukur kepada Allah, Dia rela mengorbankan nyawa-Nya untuk menanggung semua dosa dan kesalahan kita, menggantikan hukuman yang seharusnya kita tanggung. dan hidup kita tidak lagi dijajah, atau dikendalikan oleh kuasa dosa. Jadi sudah seharusnya kita sekarang hidup dan tunduk di bawah perintah/Firman Tuhan.
Misalnya; ketika teman kita berbuat jahat pada kita, jujur secara manusia, pasti kita ingin membalasnya dengan kejahatan, tapi ketika kita memilih tidak membalasnya dengan kejahatan dan kita justru melakukan yang baik pada teman tersebut,
berarti kita tidak lagi hidup di bawah kuasa dosa/hamba dosa, dan kita sudah jadi hamba kebenaran.

🌺Mari kita nyanyikan lagu:

🎼 Hidupku bukannya aku lagi..
tapi Yesus dalamku.
Hidupku bukannya aku lagi.. tapi Yesus dalamku.
Yesus hidup..
Yesus hidup dalamku.
Hidupku bukannya aku lagi.. tapi Yesus dalamku.🎼

Kiranya Roh Kudus menolong kita setiap hari, agat hidup kita sesuai dengan Firman Tuhan dan menjadi hamba kebenaran. πŸ™
Dan di manapun kita berada, kita menjadi berkat, dan nama Tuhan dipermuliakan lewat hidup kita. πŸ™

❀️ tante Endang ❀️

Renungan iGrow 17 Agustus 2022 – Di Masa Kesesakan

https://youtu.be/3q1fWFeY9g0

Rabu, 17 Agustus 2022
DI MASA KESESAKAN
Bacaan Alkitab: Mazmur 129

Ayat Emas: Mazmur 129:2
Mereka telah cukup menyesakkan aku sejak masa mudaku, tetapi mereka tidak dapat mengalahkan aku.

Mazmur ini menunjukkan betapa bangsa Israel dulu hidup di masa-masa penuh kesesakan. Penderitaan dan penindasan telah menjerat mereka terus menerus. Terlebih ketika mereka menjadi tawanan bangsa-bangsa asing dan berada di pembuangan.

Setelah melewati semuanya itu, bangsa Israel belajar dua hal: Pertama, Masa lalu sudah berlalu, tetapi pekerjaan Tuhan yang nyata yang pernah mereka alami, terus menimbulkan ucapan syukur bagi mereka. Ketika menyanyikan Mazmur ini, bangsa Israel memperingati pembebasan-pembebasan yang dari Tuhan, atas aniaya dan penderitaan yang disebabkan oleh musuh-musuh mereka. Ia ada dalam masa kesesakan yang lampau dan melepaskan mereka.

Kedua, Mereka mempunyai keyakinan, bahwa Allah tidak berhenti sampai di masa kemarin. Allah yang telah membebaskan mereka dari berbagai kesesakan di masa lalu adalah Allah yang juga akan membela dan meluputkan mereka dari berbagai masalah di masa sekarang, bahkan di masa yang akan datang. Ia tidak akan tinggal diam, melihat apa yang sedang dan akan dialami oleh umat-Nya.
Kiranya dalam kesesakan hidup, iman kita dibangkitkan karena mengingat karya Tuhan yang telah nyata dalam hidup kita.

Doa
Tuhan, Engkaulah Allah, Pembebas kami, yang selalu menolong dan membebaskan kami dari kesesakan. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 16 Agustus 2022 – Takut Akan Tuhan

https://youtu.be/YjQs6_t81jc

Selasa, 16 Agustus 2022
TAKUT AKAN TUHAN
Bacaan Alkitab: Mazmur 128

Ayat Emas: Mazmur 128:1
Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!

Mazmur ini sering disebut sebagai doa pernikahan. Telah lama, doa ini dinyanyikan dalam pernikahan-pernikahan orang Yahudi. Sampai kini, syair ini menjadi pengajaran yang sangat penting dalam pernikahan dan keluarga-keluarga Kristen.

Takut akan Tuhan harus menjadi dasar yang penting bagi setiap rumah tangga. Langgam hidup kita harus sesuai dengan cara dan jalan yang telah Tuhan berikan. Dengan melakukan secara persis perintah Tuhan maka setiap keluarga dan anggota di dalamnya akan mengalami bahagia. Kebahagiaan adalah hasil logis dari menuruti jalan-Nya. Selain itu, pemazmur menyakinkan pembacanya bahwa selain terberkati dengan kebahagiaan, mereka juga akan mengalami damai dari Tuhan.

Kebahagiaan dan damai sejahtera dari Tuhan bukanlah sesuatu yang didapatkan dari berlimpahnya harta dan kekayaan yang kita bawa ke dalam biduk rumah tangga kita. Takut akan Tuhanlah yang membuat setiap orang dalam keluarga mengalami bahagia dan damai sejahtera.

Adakah kita merasa tidak bahagia saat ini? Jauhkah damai dan ketenangan dalam rumah tangga kita akhir-akhir ini? Bisa jadi, karena tidak ditemukan lagi pribadi-pribadi yang takut akan Tuhan di sana.

Doa
Tuhan, berikan kami takut akan Engkau dalam hati. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 16 Agustus 2022

Renungan, 16 Agustus 2022

Matius 12:37
*Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” *

Selamat pagi adik-adik πŸ™‹πŸŒ„Tahukah kalian bahwa apa yang kita ucapkan bisa berdampak lho buat diri sendiri dan orang lain? Hmm.. bisa saja itu berdampak untuk kemajuan atau mungkin sebaliknya, bahkan bisa membawa kehancuran bagi orang lain. Lidah dan mulut seseorang bisa mengeluarkan kedua hal ini, baik kata-kata berkat maupun kutuk.

Mari kita belajar menjaga perkataan dan selalu mengeluarkan kata-kata yang membangun dan meneguhkan orang lain. Kalaupun mengkritik, kritiklah yang membangun dan bukan menjatuhkan, karena itu akan membawa perubahan yang jauh lebih baik. Tentu saja bukan memuji berlebihan karena maksud tertentu, namun tulus dan didasarkan kasih. Dan yang penting lagi, jagalah hati kita senantiasa, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23), karena kata-kata yang diucapkan dari mulut itu keluar dari hati ❀️.

Tuhan memimpin kita senantiasa ya adik-adikπŸ™

-Ci Amel-

Renungan iGrow 15 Agustus 2022 – Pusaka Tuhan

https://youtu.be/3dCzqzgMdDs

Senin, 15 Agustus 2022
PUSAKA TUHAN
Bacaan Alkitab Mazmur 127

Ayat Emas Mazmur 127:3
Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.

Sebagai orang tua, kita mesti ingat bahwa anak-anak yang yang lahir dalam keluarga kita merupakan titipan Tuhan. Mereka adalah milik pusaka Tuhan. Kita bukan penguasa. Kita hanya media atau alat di tangan Tuhan untuk membesarkan mereka.

Dalam hal ini mari kita belajar beberapa hal yang sangat penting berkenaan dengan anak dan orang tua. Pertama, tanpa Tuhan maka apa-apa yang kita punya adalah sia-sia; kedua, anak (anak-anak) adalah kepunyaan Tuhan; ketiga, orang tua harus menjadi pahlawan bagi anak-anaknya; keempat, mampu melakukan tugas sebagai orangtua akan menuai kebahagiaan.

Tuhan telah memercayakan anak-anak (anak kandung, anak angkat, keponakan, atau cucu) kepada kita para orang tua. Adalah tugas dan tanggung jawab kita untuk membesarkan, merawat, dan menjaga mereka. Kita laksana pejuang yang tak kenal lelah dan menyerah untuk masa depan mereka. Keberhasilan menjalankan peran yang tidak mudah ini akan menjadikan kita sebagai pahlawan.

Siapkah kita meluncurkan mereka? Dunia yang akan mereka masuki adalah liar dan berbahaya. Karena itu, selain membekali mereka dengan segala yang mereka perlukan, maka ajarkan satu hal yang penting, yaitu takut akan Tuhan.

Doa
Tuhan, mampukan kami sebagai orang tua untuk selalu membesarkan anak-anak sesuai dengan ketetapan-Mu. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 15 Agustus 2022

Renungan, 15 Agustus 2022

Roma 12:4-5
Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.

Selamat pagi anak-anak yang disayangi Jesus😍

Seorang tukang kayu dipanggil untuk membenahi mimbar gereja yang rusak.
Bapak tukang datang dan membawa 1 kotak peralatan yang berisi gergaji, palu, paku, amplas, penggaris, dan aneka peralatan lainnya.
Tapi ternyata, aneka peralatan itu sedang bertengkar 😠
Palu sebagai pemimpin ingin digantikan karena dianggap terlalu sombong.


Si Palu berkata: “Jika kalian ingin menyingkirkanku, si paku harus dibuang juga. Karena agar paku dapat berguna, dia harus dipalu berkali-kali”.

Si Paku berkata: “Tunggu dulu, jika aku disingkirkan, maka si Amplas harus disingkirkan pula. Apapun yang dikerjakannya hanyalah di permukaan saja”.

Saat peralatan itu sibuk berdebat, bapak Tukang Kayu langsung bekerja menggunakan setiap peralatan yang ada..gergaji, palu, paku, amplas..semuanya dibutuhkan.
Akhirnya selesailah mimbar gereja yang selalu dipakai untuk menyampaikan Firman Tuhan itu.

Si Gergaji berkata: “Mimbar indah ini membuktikan bahwa kita semua adalah rekan sekerja Allah”.

Anak-anak, Tuhanlah yang menciptakan kita semua, dan masing-masing kita mempunyai tugas dan peran yang penting bagi kemuliaan kerajaan-Nya.
Layanilah satu sama lain dengan sukacita..

🍁 Tante Niniek 🍁