Renungan iGrow 30 Juni 2022 – Peringatan Allah

https://youtu.be/Q6qvi-x_XEU

Kamis, 30 Juni 2022
PERINGATAN ALLAH
Bacaan Alkitab Mazmur 81

Ayat Emas: Mazmur 81:9
Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!

Hanya satu saja hal yang membuat bangsa Israel mengalami kesusahan di dalam perjalanan mereka, yaitu ketidaktaatan kepada Allah. Padahal, Allah sudah membuat segala sesuatunya begitu mudah asalkan mereka mau taat dan tidak berjalan menurut rencana sendiri. Saat berlaku taat, musuh takluk tak berdaya di depan mereka. Saat mereka lapar dan haus, Allah menyediakan yang diperlu. Namun kita mengerti bagaimana kedegilan hati mereka yang terus menerus timbul. Kedegilan yang membawa mereka pada kesulitan demi kesulitan.

Umat Israel perlu diingatkan kembali pada perjanjian mereka dengan Allah. Sebuah pembaruan perjanijan yang mengingatkan kembali setiap karya Allah yang membawa mereka pada pembebasan bahkan mencukupkan keperluan hidupnya. Kepada kita, peringatan yang sama ditujukan. Tiada Allah seperti Dia, Tidak ada! Dan saat kita taat apa tutur-Nya, pembebasan dan kepenuhan hidup dari Tuhan akan menjadi bagian yang tercurah. Dengan taat kepada-Nya, kita pun akan menikmati gandum terbaik dan dikenyangkan dengan madu dari gunung batu-Nya (ayat 17).

Doa
Berikan kepada kami ya Tuhan, kemampuan untuk menjaga komitmen dan kesetiaan hanya kepada-Mu. Tanpa ragu, beriman bahwa Engkaulah Allah sumber pengharapan yang sejati. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 29 Juni 2022 – Tuhan Menyinari dan Memuliakan

https://youtu.be/Iff0aB2EL4Q

Rabu, 29 Juni 2022
TUHAN MENYINARI DAN MEMULIHKAN
Bacaan Alkitab Mazmur 80

Ayat Emas: Mazmur 80:20
Ya TUHAN, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar maka kami akan selamat.

Suatu saat di dalam sesi kesaksian, seorang di antara kami mengucapkan sebuah kalimat yang cukup mengejutkan, yaitu β€œkenapa hidupku selalu ditimpa masalah? Seakan masalah tidak pernah berhenti, selalu ada seakan terus bergulung datang tanpa menunggu yang lain selesai.” Kira-kira demikian juga pergumulan yang digambarkan oleh pengarang Mazmur ini.

Di dalam pasal ini, Asaf tidak hanya menceritakan bagaimana Allah menyatakan kuasa-Nya di tengah Israel yang digambarkannya sebagai pohon anggur (ayat 9-12), namun ia pun mempertanyakan sikap Allah yang seakan membiarkan umat-Nya menderita (ayat 5-7;13-14). Menghadapi realita di depan matanya yang berjalan tanpa diharapkan, Asaf berdoa melalui nyanyian yang ditulisnya. Dan secara khusus ayat yang kita baca hari ini terucap sebanyak tiga kali (ayat 4, 8, 20). Ia ingin menekankan suatu hal yang penting yaitu, ia percaya TUHAN adalah Allah semesta alam yang terpercaya dan dapat diandalkan. Ia mampu menghardik setiap musuh dan persoalan hidup umat-Nya, sama seperti yang telah dikerjakan pada nenek moyang mereka. Bagi kita, mari belajar menjadi umat yang terus berpegang teguh kepada-Nya. Ia, Allah yang menyinari kita dengan wajah-Nya, dan menghalau setiap persoalan yang menghadang. Percayalah!

Doa
Sinari kami dengan wajah-Mu ya Tuhan, berkati dan tolonglah kami. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 29 Juni 2022

Renungan, 29 Juni 2022

Yeremia 29:11
☘️ Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

πŸ™‹Selamat pagi anak-anak Gloria Patri kesayangan Tuhan.

Bagaimana liburan kali ini?
apakah menyenangkan? Atau menegangkan?
Yah …bagi kita yang bisa naik kelas pasti liburan kali ini menyenangkan,
Begitu juga bagi yang sudah lulus SD dan sudah mendapatkan Sekolah lanjutan.
Tetapi bagaimana dengan kita yang terpaksa harus tinggal di kelas yang sama?
Atau yang sudah lulus tapi belum mendapatkan sekolah lanjutan, atau tidak bisa mendapatkan sekolah lanjutan seperti yang kita inginkan, pasti ada rasa sedih/kecewa 😩😒 bukan ?
Nah, perasaan seperti itu wajar-wajar saja, kita semua pasti pernah merasakannya saat kita sedang mengalami keadaan yang sulit atau tidak seperti yang kita harapkan πŸ™
Seperti yang dialami bangsa Yehuda yang pada waktu itu tertawan dan diangkut ke Babel,/dan tinggal di Babel selama 70 th, pasti mereka sangat sedih, kecewa bahkan putus asa. Tujuan dari semua penderitaan yang Tuhan ijinkan adalah supaya bangsa Yehuda bertobat dan kembali beribadah dengan sepenuh hati, dan hidup berkenan kepada Tuhan,
Di tengah keputusasaan itu Tuhan berfirman melalui nabi Yeremia, supaya orang-orang Yehuda yang sedang dalam pembuangan mendapatkan kekuatan dan pengharapan, bahwa dibalik semua keadaan yang menyedihkan bahkan tanpa harapan, Tuhan punya rancangan damai sejahtera dan memberikan hari depan yang penuh harapan.
Masih ingat kah kisah Yusuf yang mendapatkan mimpi dari Tuhan bahwa bulan, bintang dan matahari menyembah kepada Yusuf,
tapi kemudian apa yang dialami Yusuf? Yusuf dibuang ke dalam sumur, dijual sebagai budak , difitnah dan akhirnya dipenjarakan.
Secara manusia pasti Yusuf sangat sedih, menderita dan kecewa.
Tapi dalam keadaan yang sangat tidak menyenangkan itu Yusuf tetap percaya kepada Tuhan,/dan melakukan yang terbaik dan akhirnya mimpinya menjadi kenyataan. Yusuf menjadi Raja muda.

☘️Anak-anak kesayangan Tuhan, jika saat ini Tuhan sedang ijinkan kita mengalami kondisi yang tidak kita inginkan/yang mengecewakan kita, tetaplah percaya kepada Tuhan dan lakukan yang terbaik nanti kita akan melihat bahwa Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, dan Tuhan pasti memberikan hari depan yang penuh harapan.
Seperti yang sudah Yusuf alami, akhirnya mimpinya menjadi kenyataan.

☘️ No pain no gain.
No crown πŸ‘‘ without cross.

❀️Jesus loves you all ❀️

☘️ Tan Endang ☘️

Morning Devotion GP Kids – 28 Juni 2022

Renungan, 28 Juni 2022

Matius 5:44
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

Siapa yang pernah merasa disakiti? πŸ‘ŠπŸ»
Siapa yang pernah merasa diejek atau dibuli? 🀬

Dalam hidup, kita tidak bisa menghindari benturan dengan orang lain. Ada kalanya kita akan merasa disakiti. Tuhan Yesus mengajarkan untuk kita mengasihi dan berdoa bagi musuh kita πŸ€—πŸ˜‡

Mengapa kita harus mengasihi musuh kita? bukankah kita disakiti atau dikecewakan?

Firman Tuhan berkata jika kita tidak mengampuni orang lain maka kesalahan kita juga tidak akan diampuni oleh Bapa kita di Surga 😟 dan ketika kita mengampuni orang lain maka dosa kita pun akan diampuni 😊

Namun tidak cukup hanya mengasihi musuh saja. Berdoalah dan lepaskan berkat bagi orang yang memusuhi kita, jangan mengutukinya. Sebab inilah yang harus dilakukan oleh anak-anak Tuhan. Sebab Tuhan Yesus saja mau mengampuni kita yang berdosa ini dengan rela mati di kayu salib. Jadi, kita tidak boleh mempertahankan ego.
Adik-adik belajarlah untuk merendahkan hati dan selalu siap mengampuni orang lain ya. πŸ€πŸ€—
Tuhan Yesus memberkati

Cik Amel πŸ’

Renungan iGrow 28 Juni 2022 – Ampunilah Dosa Kami

https://youtu.be/Lvf3qOOWMus

Selasa, 28 Juni 2022
AMPUNILAH DOSA KAMI
Bacaan Alkitab Mazmur 79

Ayat Emas: Mazmur 79:9
Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu.

Penafsir mengemukakan bahwa Mazmur ini menjadi sebuah seruan yang muncul saat melihat keadaan Israel yang terpukul kalah dan hancur. Bait Allah dibuat menjadi timbunan puing dan dinajiskan hingga akhirnya bangsa ini harus mengalami masa pembuangan. Di ayat emas kita hari ini, pemazmur menaikkan sebuah permohonan yang lugas. Tanpa berbelit ia memohon pertolongan dari Sang Penyelamat.

Di keadaan terhimpit dan menderita akibat ancaman, pemazmur tidak hanya berdoa memohon pelepasan dari Allah, namun ia pun menyadari bahwa segala derita yang menimpa mereka adalah akibat dari gelombang dosa yang telah mereka perbuat. Melalui doanya, Asaf mengakui dosa di hadapan Tuhan. Sebuah sikap terpuji yang layak kita perhatikan. Kenapa? Kadang, tak cukup keberanian kita untuk rela mengakui bahwa gelimang dosalah yang menyebabkan manusia jatuh di dalam penderitaan.

Bacaan kita hari ini mengajarkan agar selain memohon pertolongan Tuhan atas semua penderitaan yang menimpa, kita pun diingatkan untuk memohon ampun. Beranilah untuk mengingat, mengakui, memohon ampun dan meninggalkan dosa.

Doa
Tuntunlah kami ya Tuhan, untuk berani bersikap jujur atas semua dosa yang telah kami lakukan. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 27 Juni 2022

Renungan, 27 Juni 2022

1 Tesalonika 5:17-18
Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Morniiing..anak-anak GP Kids🌻
Bagaimana kabar kalian?
Senangnya menikmati hari-hari santai liburan sekolah ya..
Bangun siang..
Main game..
Jalan-jalan..
Nonton film..

Firman Tuhan hari ini mengingatkan supaya kita tetap rajin berdoa di manapun dan kapanpun..
Tuhan mau kita selalu dekat dengan-Nya..
Saat kita senang..
Saat kita susah..
Saat kita marah..
Saat kita tenang..
Saat kita sehat..
Saat kita sakit..
Berbicara berceritalah kepada Bapa yang setia mendengarkanmu.
Dan janganlah lupa mengucap syukur untuk penyertaan, pertolongan dan anugerah-Nya dalam setiap situasi hidup yang kita hadapi..

Tuhan selalu bersamamu..
Tuhan adalah Sahabat yang setia..
Happy holidaysπŸŽŠπŸŽ‰

🍁 tante Niniek 🍁

Renungan iGrow 27 Juni 2022 – Belajar dari Sejarah

https://youtu.be/5ZOrKX33_Zo

Senin, 27 Juni 2022
BELAJAR DARI SEJARAH
Bacaan Alkitab Mazmur 78

Ayat Emas: Mazmur 78:1
Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku.

Pengalaman adalah guru terbaik. Agaknya tidak ada di antara kita yang asing terhadap kalimat ini. Melalui pengalamanlah kita dapat belajar untuk lebih bijak dalam memutuskan arah dan menjalani kehidupan kita. Dari sanalah kita menjadi mengerti dan akan memiliki kecakapan untuk tidak mengulangi setiap kesalahan masa lalu yang pernah terjadi. Kalimat kedua yang juga sangat familiar di telinga kita adalah jangan melupakan sejarah atau biasa disingkat dengan JASMERAH.

Demikianlah sebenarnya Mazmur ini dituliskan oleh Asaf, nyanyian yang dipenuhi bubuhan sejarah perjalanan bangsa Israel dari masa tinggal mereka di Mesir, perjalanan ke Kanaan yang tersohor dan pengalaman pemberontakan bangsa pilihan ini di tengah gurun pasir, hingga masa Daud memimpin umat-Nya. Semua diceritakan dengan jujur dan terbuka. Asaf bermaksud, nyanyian yang dinaikkannya menjadi sebuah pelajaran berharga bagi generasi di masanya. Betapa ajaib segala perbuatan Tuhan di tengah ketidaksetiaan umat-Nya. Bagaimana dengan kita? Kita pun memiliki tanggung jawab yang besar atas generasi penerus. Seperti halnya Asaf, ajarlah mereka dengan jujur dan kesungguhan hati tentang Allah.

Doa
Mampukan kami ya Allah, menjadi pribadi yang dilengkapi kemampuan untuk membawa generasi kepada-Mu. Amin. (hyk)

Alkitab Audio