Happy Saturyayyy!!! We hope you guys stay healthy and doing everything very well.
Shiners, hari ini jam 18.00 WIB kita akan persekutuan bersama dengan tema yang SANGAT MENARIK di Aula gereja kita tercinta. Penasaran kan? Soo, KUY kita persekutuan
Buat teman” yang berhalangan hadir, kalian juga bisa kok untuk tetap mengikuti ibadah hari ini melalui ZOOM.
Pastikan diri kalian untuk hadir dalam persekutuan hari ini yaa! Ajak juga teman dan sahabat kalian agar kita dapat bersama-sama belajar dan bertumbuh di dalam Kristus.
Matius 23:12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
Tahukah adik-adik, kesombongan membuat seseorang bisa jatuh. Adik-adik jangan karena apa yang kita miliki sekarang, kita menjadi orang yang sombong dan meremehkan orang lain. Sebab barangsiapa sombong, dia sedang mencelakai dirinya sendiri.
Marilah kita belajar rendah hati, yang selalu ingat bahwa kesuksesan, kepandaian, dan keberhasilan kita itu berasal dari Tuhan. Jika ada seseorang yang memuji kita, katakanlah saja bahwa itu semua karena kebaikan dan anugerah Tuhan di hidup kita.
Sabtu, 11 Juni 2022 PERCAYALAH KEPADA-NYA SETIAP WAKTU Bacaan Alkitab: Mazmur 62
Ayat Emas: Mazmur 62:2 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.
Pemazmur memulai mazmurnya ini dengan mengatakan, “Hanya dekat Allah saja aku tenang” (ayat 2). Dan frasa yang hampir sama diulangnya pada ayat 6. Alasannya dua. Karena dari Tuhanlah keselamatan dan harapannya. Sebagai seorang prajurit dan pemimpin perang, maka dua hal ini adalah sangat penting: punya pengharapan dan tetap selamat kembali dari medan laga. Sebagai seorang pelarian yang diburu oleh lawannya, dua hal ini juga yang diinginkan Daud: tidak kehilangan asa dan tetap hidup. Hidup sejati adalah tetap memiliki pengharapan dan keselamatan.
Hidup kita saat ini tidak lebih mudah dari apa yang dihadapi Daud. Medan perangnya memang beda, tapi hakikatnya sama saja. Kita berperang dengan kesulitan dan keadaan yang terus menerus menghimpit dan menekan kita. Kondisi ekonomi yang sukar, relasi yang buruk dengan orang lain, dan penyakit yang mendera adalah pertempuran kita yang tak jarang membawa kita kepada situasi di antara hidup dan mati. Kita ragu dan kehilangan pengharapan. Kita hidup namun sesungguhnya kita mati.
Seperti cara Daud, dekat kepada Allah adalah cara terbaik untuk mendapatkan ketenangan, pengharapan dan keselamatan. Allah merupakan tempat yang tepat untuk kita mencari pertolongan. Dengarlah Daud berkata, “Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita” (ayat 9).
Anak-anak pasti pernah mencicipi garam ya?? Bagaimanakah rasanya? Garam sangat dibutuhkan untuk memasak makanan apapun. Jika tidak ada garam, masakan akan terasa hambar.. Kalau masakan hambar siapa yang mau menikmatinya? Bahkan kegunaan Garam sangat beragam.. Baik untuk kesehatan dan kecantikan.
Firman Tuhan mengatakan bahwa kita adalah garam dunia, artinya kita seharusnya memberi “rasa” pada dunia.. Orang lain dapat mencicipi “rasa” kita dari perbuatan dan perkataan kita setiap hari.. Lalu..bagaimana hidup kita selama ini? Sudahkah kita menjadi ‘garam’ yang menyenangkan hati Tuhan? Berdoalah dan mintalah agar Tuhan memampukan kita menjadi ‘garam’ di tempat kita berada..
Jumat, 10 Juni 2022 MENGAWASI DARI TEMPAT TINGGI Bacaan Alkitab: Mazmur 61
Ayat Emas: Mazmur 61:3-4 Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu, karena hatiku lemah lesu; tuntunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku. Sungguh Engkau telah menjadi tempat perlindunganku, menara yang kuat terhadap musuh.
Semua manusia pasti pernah merasa sendiri. Di saat seperti itu kita mendapati bahwa tidak ada orang yang bisa memerhatikan dan memedulikan kita. Terlebih lagi, waktu itu kita sedang dalam keadaan yang sulit dan membutuhkan pertolongan.
Sebagai raja, Daud juga mengalami hal tersebut. Mazmur ini ditulis ketika Daud jauh dari rumah dan kerajaan-Nya. Kemungkinan, pada waktu itu dia sedang diburu oleh Absalom, anaknya. Hatinya sepi. Nyawanya terancam. Dan dalam keadaan seperti ini, Daud berseru, “Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu” (ayat 3).
Bersyukur, Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak dibatasi wilayah. Ia ada di mana saja di saat bersamaan. Dia ada di padang gurun, dan di saat yang sama Ia ada di dalam kerajaan. Tuhan mengawasi Daud, seolah Dia berada di atas gunung batu yang tinggi atau menara yang kuat. Pandangan-Nya tidak lepas kepada Daud.
Sama seperti Daud, jika saat ini kita sedang merasa seorang diri dan tidak ada orang yang memedulikan keselamatan dan kelangsungan hidup kita, percayalah: Ia mengawasi kita dari tempat yang tinggi. Ia peduli akan hidup kita. Naungan sayap-Nya cukup bagi kita untuk datang berlindung dan mendapatkan pertolongan.
Doa Kami akan selalu percaya bahwa Engkau, Tuhan, tidak akan pernah meninggalkan kami barang sedetik pun. Amin. (JeRu)
Mengundang segenap jemaat dewasa muda untuk bergabung dalam One Community Worship Night “Berjalan Pasti dalam Ketidakpastian” pada hari Kamis, 9 Juni 2022; pukul 19.00 WIB onsite di GKMI Gloria Patri.
Mazmur 37:23 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya
Adik-adik GP Kids… dalam hidup sehari-hari tidak serta merta hidup kita selalu enak & bahagia terus. Terkadang Tuhan mengijinkan kita mengalami hal-hal yang membuat kita sedih & kuatir. Saat kita bisa bersyukur & bahagia ketika mengalami hal yang menyenangkan, apakah kita akan bersedih & terus kecewa ketika kita mengalami hal yang tidak mengenakkan hati kita?
Nahh ayat firman Tuhan hari ini mengingatkan kita, bahwa Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Jadi adik-adik tidak usah kuatir & kecewa ya ketika ada masalah. Adik-adik harus tetap percaya bahwa Tuhan yang akan menyertai kita & menopang kehidupan kita karena kita adalah anak-anak yang disayang Tuhan, walaupun kita terjatuh kita tidak sampai tergeletak karena Tuhan ada & selalu menopang kita 😍