Morning Devotion GP Kids – 14 April 2022

Lukas 23:41
“Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”

Selamat pagi adik-adik GP Kids.

Besok pagi kita akan memperingati hari Jumat Agung, hari di mana Tuhan Yesus mati di kayu salib ✝️
Kita semua tentu sudah pernah mendengar tentang dua orang penjahat yang ikut disalib di sebelah kiri dan kanan Tuhan Yesus. Alkitab memang tidak mencatat apa yang dilakukan oleh kedua penjahat itu sampai harus dihukum dengan disalib, tetapi tentunya mereka sudah melakukan suatu kejahatan yang berat. Menariknya, kedua penjahat ini punya sikap yang sangat berbeda kepada Tuhan Yesus. Penjahat yang satu mengejek Tuhan Yesus dan berkata: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” (ayat 39).
Sebaliknya penjahat yang satu lagi menegornya dan berkata: “Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” (ayat 41).

Sikap kedua penjahat ini sebetulnya menggambarkan sikap 2 kelompok orang kepada Tuhan Yesus.
Roma 3:23 berkata; “Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” dan Roma 6:23 berkata; “upah dosa ialah maut”.
Artinya, sebetulnya semua manusia telah berdosa dan selayaknya menerima hukuman maut atas dosa-dosa yang sudah diperbuat. Namun ada kelompok orang yang tidak sadar bahwa mereka adalah orang berdosa.
Ketika mendengar Firman tentang pengorbanan Tuhan Yesus untuk menebus dosa manusia, mereka tidak merasa membutuhkan Juruselamat. Sebaliknya ada kelompok orang yang sadar bahwa mereka orang berdosa, dan ketika mendengar Firman yang sama menjadi percaya kepada-Nya dan berkata; “Kita memang selayaknya dihukum … tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”
Kepada orang-orang inilah Tuhan Yesus memberikan keselamatan dari hukuman dosa.

Bagaimana dengan kita?
Ada di kelompok yang manakah kita?
Kiranya Roh Kudus senantiasa menyadarkan kita bahwa sama seperti penjahat di sebelah Tuhan Yesus, kita juga adalah orang berdosa yang membutuhkan Tuhan Yesus sebagai Juruselamat ✝️

Tuhan Yesus memberkati adik-adik semua.

~ Ko Dimas

Renungan iGrow 14 April 2022 – Persembahan yang Benar

Kamis, 14 April 2022
PERSEMBAHAN YANG BENAR
Bacaan Alkitab : Mazmur 4

Ayat Emas : Mazmur 4:6
Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN.

Tidak semua persembahan berkenan di hadapan Tuhan. Tuhan tidak menghitung nilai sebuah persembahan dari jumlahnya. Tuhan menghargai pemberian dari kita dengan memperhatikan seberapa besar pengorbanan dan cinta yang mendasari pemberian kita kepada-Nya.

Persembahan yang benar sangat kuat kaitannya dengan sikap percaya kita kepada Tuhan. Karena itu di ayat 6, dua hal ini ditulis dalam satu kalimat. Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN (ayat 6), menunjukkan bahwa persembahan yang benar berjalan beriringan dengan iman kita pada Tuhan. Atau dengan kata lain, tanpa iman dan percaya, kita tidak bisa membawa persembahan yang benar kepada Tuhan.

Pada waktu kita menyerahkan persembahan, kita selayaknya percaya bahwa:

  1. Tuhanlah pemilik semua yang ada pada diri kita. Berkat uang dan harta, bahkan kesehatan dan kemampuan kita semua datang dari Tuhan.
  2. Tuhan berhak mendapatkan yang terbaik, bukan sisa-sisa dari apa yang ada pada kita.
  3. Tuhan tidak pernah lalai memelihara hidup kita.

Doa
Tuhan, Engkau layak menerima hanya yang terbaik dari diri dan hidup kami. Ajar kami memberi persembahan dengan benar. Amin. (EnJi)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 13 April 2022

Efesus 5:15-16
(15) Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
(16) dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

🌸 Selamat pagi anak-anak GP Kids yang dikasihi Tuhan Yesus🌸

Seringkali, manusia tidak bijaksana dalam mengambil keputusan atau bertindak. Sehingga menimbulkan masalah pada dirinya sendiri maupun orang lain.

Paulus menasihati jemaat di Efesus juga untuk kita semua agar kita hidup arif, tidak hidup seperti orang bebal. Hidup arif adalah orang yang dapat menggunakan setiap kesempatan dan waktu yang Tuhan berikan dengan melakukan yang Tuhan kehendaki dalam hidup mereka.

Waktu adalah anugerah. Kita tidak bisa mengembalikan waktu. Maka dari itu kita harus menggunakan waktu kita dengan bijak. Waktu akan berjalan terus tanpa berhenti. Kalau kita tidak menggunakan waktu hari ini dengan sebaik mungkin akan kehilangan kesempatan. Misalnya besok ada ujian math tapi hari ini tidak pergunakan waktu untuk belajar maka kesempatan untuk belajar sudah berlalu sehingga mendapatkan nilai jelek. Nah siapa yang rugi? Pasti diri kita sendiri.
Dalam dunia bisnis waktu adalah uang. Para pembisnis akan menggunakan waktunya seefisien mungkin.

Nah anak-anak, pergunakan waktu kita yang berharga ini untuk kemuliaan Tuhan. Selama Tuhan masih memberikan waktu ayo kerjakan hal-hal yang berkenan pada Tuhan. Daripada keseharian main game dan nonton Youtube yang tidak ada  manfaatnya.

Hal-hal apa saja yang berkenan pada Tuhan?
1. Membaca & melakukan Firman Tuhan.
Dengan membaca Firman Tuhan kita menjadi dekat kepada Tuhan, menjadi orang Kristen yang kuat, dan memperkuat iman kita. Serta jadilah pelaku Firman-Nya.
2. Berdoa.
Dengan berdoa membuat Kita semakin bertumbuh di dalam Tuhan, mendapatkan ketenangan dan kedamaian, dan doa bisa tahu kehendak Tuhan.
3. Memuji Tuhan.
Dalam kehidupan Daud, dia selalu memuji Tuhan dan itu menyukakan hati Tuhan.

Nah anak-anak, siap menjadi orang arif yang dapat mempergunakan waktu dengan baik dan bijaksana?


Tuhan Yesus mengasihi kita semua ❤

⚘️Tante Sulis⚘️

Renungan iGrow 13 April 2022 – Perisai

https://youtu.be/IhxFPt5he9s

Rabu, 13 April 2022
PERISAI
Bacaan Alkitab : Mazmur 3

Ayat Emas : Mazmur 3:4
Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.

Menghadapi tindakan makar dari anaknya sendiri tentu membuat Daud berduka sekaligus khawatir. Dikatakan bahwa kondisinya waktu itu sangat berbahaya. Orang-orang bangkit menyerang Daud dan seakan-akan baginya tidak ada pertolongan (ayat 2-3). Namun di ayat 6, Daud menceritakan bahwa ia bisa membaringkan diri dan tidur. Apa rahasianya seseorang dalam keadaan yang terancam bahaya namun masih bisa menikmati tidur?

Daud berkata bahwa Tuhan adalah perisai yang melindunginya. Daud menyadari bahwa tentu ada ketakutan dan kekuatiran, namun ia mengalahkan rasa takutnya dengan mengalihkan matanya melihat kepada sesuatu yang lebih besar. Daud tahu bahwa ia tidak berjuang sendirian. Tuhan menjadi Perisai yang menjaga dan melindungi nyawa dan hidupnya.

Di dunia ini tidak ada satupun tempat yang bisa menjamin kita bebas dari masalah dan keadaan berbahaya. Jika kita melihat dan berfokus kepada keadaan kita yang terjepit, kita akan makin melemah dan takut. Sebaliknya ketika kita ingat firman Tuhan yang mengatakan bahwa Tuhan adalah sumber pertolongan dan Ia adalah perisai, itu akan membuat kita tenang menjalani masa-masa sulit kita.

Doa
Tuhan, kami percaya Engkaulah Perisai yang menjaga dan melindungi kami senantiasa. Amin. (EnJi)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 12 April 2022 – Musuh Kerajaan Allah

https://youtu.be/YlcFXQ_nMtA

Selasa, 12 April 2022
MUSUH KERAJAAN ALLAH
Bacaan Alkitab : Mazmur 2

Ayat Emas : Mazmur2:11
Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar.

Allah telah menetapkan Yesus Kristus sebagai Mesias dan Raja yang akan mendirikan kerajaan Allah di dunia. Wewenang, kuasa dan otoritas sepenuhnya ada di tangan-Nya. Oleh karena itu semua perlawanan dan pemberontakan manusia atau pemimpin-pemimpin dunia hanyalah seperti bahan tertawaan saja di hadapan Allah.

Raja-raja dunia yang tidak mengakui ketuhanan Kristus adalah musuh kerajaan Allah yang ditunggangi oleh Iblis. Mereka penuh kebencian dan gusar melihat Kerajaan Allah ditegakkan. Mereka melakukan perlawanan yang keji dan merancangkan segala bentuk strategi untuk menghancurkan Kerajaan Kristus.

Mazmur 2 ini memperingatkan penguasa-penguasa dunia bahwa segala bentuk pemberontakan melawan Mesias adalah sia-sia. Mereka tidak akan mampu melawan kerajaan Allah yang Mahabesar. Usaha perlawanan mereka sehebat apapun hanyalah akan membawa mereka kepada penaklukan dan hukuman besar.

Kita adalah warga kerajaan Kristus. Kita percaya bahwa Allah sedang mempersiapkan takhta penghakiman-Nya. Kita percaya bahwa seluruh kehendak dan rencana-Nya akan tergenapi sekalipun banyak perlawanan. Hal inilah yang menghiburkan kita ketika berhadapan dengan seteru-seteru Kristus.

Doa
Tuhan, kami percaya kepada otoritas dan kuasa Kerajaan Allah yang tak berkesudahan. Amin. (EnJi)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 12 April 2022

Matius 26: 63a
Tetapi Yesus tetap diam.

☀️Selamat pagi GP Kids yang keren-keren.

Di saat kita sedang mempersiapkan hati memperingati hari-hari kesengsaraan Tuhan Yesus saat masih di dunia, kita diingatkan ayat ini. Tentang sikap Tuhan Yesus yang saat itu dalam kondisi fisik lelah, karena usai ditangkap Dia menjalani proses persidangan maraton yang tanpa henti.

Dia dihina di hadapan banyak orang,
banyak saksi yang memberikan keterangan palsu (ayat 59-60),
tapi Tuhan Yesus mengambil sikap: Diam.

🌻Melalui ayat ini, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa ada saat-saat untuk diam dalam menghadapi masalah. Tak perlu menanggapi hinaan dan fitnah dengan pembelaan diri.
Ketika diam bukan berarti kalah.


😍Bagaimana dengan kita, sebagai murid-murid Tuhan Yesus? Kita diajarkan untuk memandang teladan indah yang Tuhan Yesus lakukan. Bahwa ada waktu diam, ada waktu bicara. Dan ketika bicara, Tuhan Yesus melakukannya dengan bijaksana (ayat 64).

Tetap jaga kesehatan ya GP Kids.
Tuhan Yesus memberkati.

Salam,
Kak Boedi