Renungan iGrow 31 Maret 2022 – Semakin Tua, Semakin Berhikmat

https://youtu.be/eXzzSU3fYbM

Kamis, 31 Maret 2022
SEMAKIN TUA, SEMAKIN BERHIKMAT
Bacaan Alkitab : Ayub 32

Ayat Emas : Ayub 32:9
Bukan orang yang lanjut umurnya yang mempunyai hikmat, bukan orang yang sudah tua yang mengerti keadilan.

Menjadi tua itu pasti, namun menjadi dewasa adalah pilihan. Anda tentu setuju dengan ungkapan ini. Betapa tidak, sering kita temukan orang yang dianggap telah banyak makan garam dunia, nyatanya tidak lebih berhikmat daripada seorang yang dianggap bau kencur. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kedewasaan dan hikmat tidak berbanding lurus dengan usia seseorang.

Elihu sempat grogi saat akan mengucapkan pendapatnya, namun Roh Tuhan memampukannya untuk berbicara dengan penuh hikmat. Di dalam teks yang kita baca, Elihu menumpahkan kekecewaannya kepada Ayub beserta sahabat-sahabatnya. Elihu menegor Ayub yang sudah menyalahkan Tuhan atas semua penderitaan yang dialaminya. Dan kepada para sahabat Ayub, ia mengingatkan bagaimana mereka tidak mampu menjadi sahabat yang baik bagi Ayub. Tuhanlah yang telah menyanggupkan seorang Elihu yang lebih muda untuk menyampaikan hikmat dan keadilan bagi Ayub dan sahabatnya.

Usia kita masing-masing berbeda, namun nyata bahwa hikmatlah yang sesungguhnya menentukan seberapa dewasa kita. Entah muda atau lanjut usia, mintalah Roh Kudus mengaruniakan hikmat kepada kita.

Doa
Ya Tuhan, kami mau semakin hari semakin berhikmat oleh karena anugerah-Mu. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 30 Maret 2022

Amsal 3:5-6
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Anak-anak GP Kids…
Hikmat dan pimpinan Tuhan itu melebihi pengertian kita sendiri.
Oleh sebab itu, anak anak tetap percayakan hidup kita hanya kepada Tuhan ya.
Tuhan yang menuntun langkah kehidupan kita agar senantiasa berjalan dalam kebenaran-Nya.

Mari kita berdoa:
“Tuhan, karuniakan hikmat-Mu pada kami, sebab hikmat-Mulah yang menuntun kami tiap hari. Amin.”

Tuhan Yesus memberkati.

-Tante Shirley-

Renungan iGrow 30 Maret 2022 – Mengasihi yang Kubenci

https://youtu.be/XOHy-sy32x4

Rabu, 30 Maret 2022
MENGASIHI YANG KUBENCI
Bacaan Alkitab : Ayub 31

Ayat Emas : Ayub 31: 29
Apakah aku bersukacita karena kecelakaan pembenciku, dan bersorak-sorai, bila ia ditimpa malapetaka.

Ayat 29 ini mempunyai ayat padanan di dalam Amsal 24:17. Keduanya menegaskan untuk tidak bersukacita ketika musuh atau pembenci kita jatuh dalam malapetaka. Seperti ucapan Yesus yaitu kasihilah musuhmu, ini sungguh sesuatu yang kontradiktif. Mengasihi yang dibenci. Tidak heran Ayub disebut orang yang saleh. Rupa-rupanya, salah satu karakter mulia yang terlihat dari ketaatannya adalah mengasihi musuh.

Yang seringkali dikatakan sebagai musuh adalah seseorang yang membenci, menginginkan hal yang tidak baik, menyebabkan jatuh, kecewa, sakit, dan sebagainya. Umumnya orang merasa lega dan senang jikalau yang disebut musuh ini mengalami kemalangan. Dan bisa jadi, inilah doa kita.

Hati Ayub tidak ditawan oleh rasa benci dan dendam, sekalipun dalam keterpurukan dan direndahkan. Barangkali sikap inilah salah satu hal yang membuat Ayub kuat menghadapi kesulitan hidupnya, karena tidak ada seorangpun yang akan merasa damai dan bahagia jika hati dikuasai oleh kebencian. Kebencian bila dipelihara akan melahirkan kebencian baru. Injil mencatat, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5:44).

Doa
Tuhan, Kaulah kekuatan saat kami lemah, mampukan kami untuk mengasihi orang yang membenci kami supaya kekuatan kami tidak digerogoti kebencian. Amin. (win)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 29 Maret 2022

Keluaran 15:2
TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia, Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia.

🎼 Puji TUHAN YESUS KRISTUS setiap waktu & di manapun 🎼

-PUJILAH TUHAN-

Joy dan Tefi adalah dua teman karib. Tefi berjalan dengan santai, padahal tiga menit lagi Sekolah Minggu akan segera mulai.

Joy: “Tefi, ayo cepet. Nanti kita terlambat. Cepetan ya.”

Tefi: “Santai ajalah. Paling masih nyanyi-nyanyi dulu. Firman TUHAN ‘kan masih nanti.”

Joy: “Lho… memuji TUHAN dan mendengarkan firman TUHAN ‘kan sama pentingnya?”

Tefi: “Hemmm…ya sih… Suaraku jelek kalau menyanyi.”

Joy: “Ahhh… ada aja alasan kamu, Tefi.”


Apa yang dikatakan Joy memang benar, adik-adik. Tidak ada alasan, kita tidak memuji TUHAN YESUS KRISTUS. Memuji TUHAN melalui lagu pujian adalah salah satu cara menyembah nama TUHAN kita YESUS KRISTUS. Memuji TUHAN tak dibatasi ruang dan waktu. Saat kita jalan kaki, naik sepeda, naik mobil bisa memuji TUHAN. Semua tergantung niat hati/kerinduan kita, adik-adik.

Kita menyanyikannya dengan sungguh-sungguh dan tulus. Dengan begitu nama TUHAN YESUS KRISTUS semakin kita agungkan, sampai semua orang tahu bahwa YESUS KRISTUS adalah TUHAN ALLAH.

Ya. Terus nyanyi sembah TUHAN YESUS KRISTUS, adik-adik.

-Cik Joice-

Renungan iGrow 29 Maret 2022 – Tetap Percaya Sekalipun Belum Melihat

https://youtu.be/eICK8jbXbg0

Selasa, 29 Maret 2022
TETAP PERCAYA SEKALIPUN BELUM MELIHAT
Bacaan Alkitab : Ayub 30

Ayat Emas : Ayub 30:20
Aku berseru minta tolong kepada-Mu, tetapi Engkau tidak menjawab; aku berdiri menanti, tetapi Engkau tidak menghiraukan aku.

Pasal ini mencatat masa terberat dalam penderitaan yang dialami Ayub. Teman-teman yang diharapkan akan membantu meringankan bebannya malah menjadi hakim yang mempersalahkannya. Ayub mulai didera perasaan bahwa Allah tidak mendengar seruannya minta tolong atas penderitaannya.

Sebagai orang percaya mungkin kita pernah merasakan seakan ada tembok tebal menghalangi doa kita, atau seakan Tuhan memalingkan muka-Nya dari kita di saat kesesakan. Kita merasa kebaikan kita pun menjadi seperti kain lara yang tidak diperhitungkan Tuhan. Tidak ada sesuatupun dari kita yang bisa dipakai untuk “memaksa” Tuhan memberikan pertolongan seketika itu juga.

Berita baik buat kita, Alkitab mencatat tidak pernah orang saleh ditinggalkan, termasuk Ayub. Pada titik tertentu Tuhan akan menurunkan pertolongan-Nya. Saat apa? Saat kita tetap setia dan beriman pada-Nya. Yesus pernah memuji iman wanita Kanaan yang sempat ditolak dan disejajarkan dengan anjing, namun imannya tidak goyah. Saat kita teguh percaya sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, yakinlah Tuhan akan turun tangan menyatakan pertolongan-Nya.

Doa
Tuhan, berikan kekuatan kepada kami untuk selalu percaya kepada-Mu, sekalipun kami belum melihat pertolongan-Mu. Amin. (win)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 28 Maret 2022

Yakobus 3:16
“Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.”

Selamat pagi anak-anak GP Kids…

Pernahkah kalian merasa iri hati terhadap sesuatu yang dimiliki orang lain? Mungkin kita pernah iri karena kakak atau adik kita punya mainan atau pakaian yang lebih bagus dari punya kita. Mungkin kita pernah iri kepada teman kita di sekolah yang bisa dapat nilai lebih bagus di sekolah. Atau mungkin kita pernah iri kepada saudara, teman, bahkan youtuber yang punya rumah lebih bagus dan mewah dari rumah kita. Memang di zaman sekarang di mana semua orang suka memamerkan apa yang mereka punya di media sosial, sangat mudah bagi kita buat merasa iri hati. Tentunya kita tau kalau iri hati adalah sebuah dosa. “Jangan mengingini milik orang lain” adalah perintah yang terakhir dalam 10 perintah Allah. Namun seringkali kita menganggap iri hati sebagai sesuatu yang sepele dan biasa-biasa saja (toh saya tidak merugikan orang lain).

Firman Tuhan dalam Yakobus 3:13-18 menjelaskan bahaya dari iri hati. Iri hati disebut sebagai sumber dari “kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.” Wow, sampai bisa begitu jeleknya dampak dari iri hati? Mengapa bisa demikian? Jawabannya adalah karena iri hati sebenarnya didasari oleh keinginan untuk “mementingkan diri sendiri”. Ketika kita iri akan sesuatu, berati kita merasa diri kita layak memiliki hal yang Tuhan tidak/belum berikan kepada kita. Kita tidak puas dan mensyukuri berkat yang Tuhan sudah berikan, hingga tanpa kita sadari iri hati kita akan berlanjut ke dosa-dosa lain: bertengkar, mencontek, marah kepada orang tua, bahkan mencuri.

Lalu bagaimana caranya supaya kita tidak iri hati? Dengan bersyukur kepada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan sudah memberi setiap kita berkat terbaik menurut kekayaan dan kemulian-Nya (Filipi 4:19). Selain itu kita harus ingat bahwa terlebih dari segala berkat duniawi (barang-barang, kepandaian, kemewahan), Tuhan sudah memberi kita semua berkat terbesar, yaitu berkat pengampunan dan keselamatan melalui penebusan Tuhan Yesus di kayu salib.
Dengan demikian, kita akan hidup dengan tidak bergantung pada apa yang kita punya atau tidak punya, tapi bersandar sepenuhnya pada pimpinan dan penyertaan Tuhan.

Kiranya Roh Kudus memampukan kita untuk hidup penuh dengan ucapan syukur atas segala berkat yang Tuhan berikan bagi kita. Tuhan Yesus memberkati adik-adik sekalian.

-Ko Dimas-

Renungan iGrow 28 Maret 2022 – Ingat Kasih-Nya Ingat Kebaikan-Nya

https://youtu.be/QAPbmyK-v8w

Senin, 28 Maret 2022
INGAT KASIHNYA INGAT KEBAIKANNYA
Bacaan Alkitab : Ayub 29

Ayat Emas : Ayub 29: 2
Ah, kiranya aku seperti dalam bulan-bulan yang silam, seperti pada hari-hari, ketika Allah melindungi aku.

Mengenang masa lalu adalah kegiatan sia-sia bila terjebak dalam nuansa sentimental, bahkan hal itu bisa membawa orang untuk sulit melangkah pada masa depan. Di dalam pasal ini Ayub seolah-olah bernostalgia dengan kemuliaan yang pernah ia miliki, di mana pada saat itu keadaannya diberkati dan disertai Tuhan sehingga dia bisa menjadi berkat dan penolong bagi sesamanya.

Mengingat kebaikan Tuhan adalah suatu kekuatan bagi jiwa seseorang untuk selalu memiliki pengharapan, apalagi ketika dalam masa kesukaran. Hal pertama yang diingat Ayub adalah ketika dia karib dengan Tuhan, dan ia mendapat pertolongan dan penyertaan Tuhan sepanjang jalan hidupnya.

Bagi kita saat ini, dalam masa dan kondisi apapun jangan lupa kebaikan-Nya di masa lalu. Dengan demikian kita akan dimampukan untuk bersyukur bahkan diberikan kekuatan untuk menanggung segala beban berat yang mungkin Tuhan izinkan kita alami. Beban kehidupan yang kita alami kadang membuat kita mudah berkecil hati dan mengeluh. Dengan mengingat segala kebaikan Tuhan yang kita terima, kesusahan dan kegelisahan dapat diganti dengan semangat untuk memanjatkan puji syukur kepada Tuhan.

Doa
Terima kasih Tuhan, Engkau sungguh baik. Tak habis-habisnya kasih setia-Mu, selalu baru setiap hari mengalir dalam kehidupan kami. Amin. (win)

Alkitab Audio