Renungan iGrow 27 Maret 2022 – Masa Depan

https://youtu.be/r41oDUdcdKw

Minggu, 27 Maret 2022
MASA DEPAN
Bacaan Alkitab : Ayub 28

Ayat Emas : Ayub 28:28
Tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.

“Masa depan” adalah sebuah kata yang terkesan sakral. Orang harus bekerja keras membanting tulang demi masa depan. Siswa belajar mati-matian demi masa depan. Seorang membangun investasi demi masa depan. Tidak ada yang salah dengan hal-hal di atas. Namun benarkah yang disebutkan itu bisa memberikan jaminan masa depan yang pasti?

Ayub bersaksi bahwa memiliki hikmat jauh lebih berharga dibandingkan mutiara atau emas murni. Orang yang memiliki hikmat tahu bagaimana hidup dengan baik, karena hikmat menuntunnya memilih arah hidup yang tepat. Hal seperti ini juga yang dialami Salomo yang meminta hikmat Tuhan agar dapat mengambil keputusan yang tepat demi kelangsungan kerajaannya.

Hikmat tidak bisa dicari dan dibeli. Hikmat hanya bisa didapat dari Tuhan (Ayat 12-28). Oleh karena itu, mulailah mengarahkan hidup kita pada takut akan Allah. Firman Tuhan pernah berkata takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Di tengah dunia yang “unpredictable” ini, biarlah dasar pertimbangan dari segala keputusan kita bertindak adalah hikmat dari Tuhan. Dengan tuntunan Roh Kudus, dan melalui firman-Nya kita pasti disanggupkan menjalani kehidupan dengan tepat dan benar.

Doa
Tundukkanlah hati kami kepada Kristus, Sumber hikmat itu. Amin. (win)

Alkitab Audio

Kebaktian Komisi Anak GP Kids – Minggu, 27 Maret 2022

Halo GP Kids 😃

Kebaktian GP Kids Online
Minggu, 27 Maret 2022 akan diadakan melalui Zoom:

Pukul 10.00 WIB (hanya 1x zoom ya).
Untuk kelas Pra Indria, Indria, Pratama, Madya, Pra Remaja.

Link Zoom:
http://tiny.cc/IbadahGPKids

Guru-guru berharap, anak-anak GP Kids ikut bergabung ya 🤗
Karena esok Minggu akan ada pengumuman penting tentang Rangkaian PASKAH GP Kids 😉

Terima kasih GP Kids 🙏🏻
Sampai bertemu via Zoom 😍
Tuhan Yesus memberkati 😇

Youth Shine Saturday Service – Aku Manusia yang Malas

Hai” Youth Shine GKMI Gloria Patri 🤩

Happy weekend!!!
We hope you guys stay healthy and doing everything very well.

Shiners, hari ini jam 18.00 WIB kita akan persekutuan bersama dengan tema yang SANGAT MENARIK di Aula gereja kita tercinta. Penasaran kan? Soo, KUY kita persekutuan

Buat teman” yang berhalangan hadir, kalian juga bisa kok untuk tetap mengikuti ibadah hari ini melalui ZOOM.

LINK ZOOM
bit.ly/IbadahYouthShine

Pastikan diri kalian untuk hadir dalam persekutuan hari ini yaa! Ajak juga teman dan sahabat kalian agar kita dapat bersama-sama belajar dan bertumbuh di dalam Kristus.

GOD BLESS YOU

Morning Devotion GP Kids – 26 Maret 2022

Kejadian 2:16-17
(16) Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas,
(17) tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”


🌸 Selamat pagi anak-anak GP Kids 🌸

Anak-anak siapa yang tahu  bagaimana asal mula manusia jatuh dalam dosa? Ketika Allah menciptakan dunia berserta isinya termasuk manusia (Adam dan Hawa), maka Allah menempatkan manusia di Taman Eden. Mereka hidup senang dan bahagia di Taman Eden. Mereka dengan bebas makan buah yang ada disana. Tetapi ada sebuah pohon yang dilarang Allah untuk dimakan. Hayo siapa yang tahu pohon apakah itu? Pohon durian??? O… bukan pohon durian?

Betul sekali anak-anak GP Kids hebat, yaitu pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Nah, apakah Adam dan Hawa taat dengan perintah Allah? Mereka tidak menaati perintah Allah. Hawa tergoda dengan rayuan ular (iblis); “Bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat” (Kejadian 3:5).
Maka Hawa tergoda dan memakan buah yang dilarang dan Hawa memberikan juga kepada Adam. Nah inilah dosa pertama manusia.

Anak-anak, sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna, seharusnya kita menaati dan melakukan perintah Allah. Seringkali kita melanggar perintah Allah seperti Adam dan Hawa. Kita mudah tergoda dengan hal-hal yang berdosa, misalnya menyontek, mencuri, berbohong, memfitnah teman.
Ingatlah, kita harus menjadi ciptaan Allah yang taat, dan menyenangkan hati Allah.

Mari anak-anak, kita jangan tergoda untuk melakukan perbuatan dosa. Kita harus hidup benar dan berikanlah kemuliaan buat Tuhan.

Tuhan Yesus mengasihi kita semua ❤

⚘️Tante Sulis⚘️

Renungan iGrow 26 Maret 2022 – Tekanan Menghasilkan Kualitas

https://youtu.be/JhLDuZa6HC4

Sabtu, 26 Maret 2022
TEKANAN MENGHASILKAN KUALITAS
Bacaan Alkitab : Ayub 27

Ayat Emas : Ayub 27:4
Maka bibirku sungguh-sungguh tidak akan mengucapkan kecurangan, dan lidahku tidak akan melahirkan tipu daya.

Pasal ini dimulai dengan keguncangan Ayub. Dia mengeluarkan kata-kata yang sepertinya kecewa dan menantang Allah. Dia seakan menuduh bahwa Tuhan berlaku tidak adil terhadap dirinya dan telah menyebabkan kepedihan hatinya. Kata-katanya seperti sebuah ungkapan naik banding kepada Tuhan terhadap apa yang dialaminya.

Namun di tengah-tengahnya, meluncur kalimat yang kontradiktif dengan yang dialaminya yaitu sebuah komitmen. Selagi nafas dan Roh Allah tinggal dalam hidupnya Ayub tidak akan mengucap kecurangan dan tipu daya. Sebuah integritas dengan kualitas super terlihat dari seorang yang disebut orang saleh yang hidupnya dikenan Tuhan.

Seperti halnya anggur yang diperas, maka bagian yang berkualitaslah yang akan didapati. Kulit dan biji tidak dibutuhkan lagi. Hidup rohani yang berkualitas akan mengeluarkan perkataan yang bermutu dengan integritas super. Jangan biarkan hati dan mulut kita mengeluarkan celoteh pembenaran diri yang sia-sia ketika Tuhan mengizinkan kita mengalami tekanan dan ujian. Biarlah kesalehan dan kekariban dengan Tuhan menjadi buah atas pergumulan dan penderitaan.

Doa
Bawa kami mengenal Engkau lebih lagi ya Tuhan. Biarlah kasih dan kemurahan-Mu membuat kami mampu membuahkan kualitas terbaik dari hidup kami. Amin. (win)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 25 Maret 2022

Amsal 23:12
Arahkanlah perhatianmu kepada didikan, dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan.

Selamat pagi anak-anak GP Kids yang dikasihi Tuhan ❤️

Saat ini dunia semakin maju teknologinya, hampir semua anak-anak sekolah mempunyai 📲.
Dan semua teknologi 🖥️📺📡memiliki pengaruh yang kuat bagi kita (anak-anak maupun orang dewasa).
Oleh karena itu, apa yang kita lihat 👀 dan yang kita dengar 👂🏻akan sangat memengaruhi kita.
Contohnya: beberapa orang di Media Sosial mendadak jadi terkenal/viral karena mengisi content dengan hal-hal yang heboh 💃🏻🕺🏻 Anak-anak pun yang masih belum begitu paham jadi ikut-ikutan, bahkan orang dewasa pun juga ikut-ikutan sampai ada yang harus kehilangan nyawanya demi menjadi terkenal.

Lalu, apa yang biasanya anak-anak lihat dan dengar setiap hari?
Nah anak-anak, yang kita lihat dan kita dengar haruslah benar-benar sesuai firman Tuhan supaya menghasilkan output yang sesuai kehendak-Nya. Kita adalah pengikut Kristus, maka kita tidak ikut-ikutan orang lain atau apa kata orang lain, tapi kita hanya ikut Kristus saja!

Mari anak-anak, kita isi (input) hati dan pikiran kita dengan Firman Tuhan agar output kita sesuai dengan kehendak Tuhan.
Tuhan Yesus mengasihi kita semua🙏🏻😇

☘️Tante Sally☘️

Renungan iGrow 25 Maret 2022 – Nurani Putih

https://youtu.be/T7EniIS_p0o

Jumat, 25 Maret 2022
NURANI PUTIH
Bacaan Alkitab :Ayub 26

Ayat Emas : Ayub 26:14
Sesungguhnya, semuanya itu hanya ujung-ujung jalan-Nya; betapa lembutnya bisikan yang kita dengar dari pada-Nya! Siapa dapat memahami guntur kuasa-Nya?

Ayub di tengah pergumulannya yang sangat berat dan ditambah kecaman teman-temannya, ia mampu memberikan pandangannya yang benar tentang Allah. Menggugurkan pemikiran Bildad tentang konsep Allah dan manusia yang tidak tepat, Ayub melontarkan pemikiran yang jernih tentang kuasa dan kedaulatan Allah atas semua ciptaan.

Dari mana kemampuan Ayub mengungkapkan semua itu? Tidak bisa tidak, semua pengertiannya tentang Allah dimulai dari hati nurani yang bersih dan kelekatannya dengan Allah.

Meskipun kisah Ayub sangat menyedihkan, namun di sini kita dapat melihat, bahwa seseorang yang bernurani putih dan mengenal Allah dengan sungguh-sungguh dapat berespon secara berbeda. Jadi, bukan terletak pada keadaannya, tapi bagaimana cara kita menanggapi kondisi tersebut dan menariknya ke dalam dimensi rohani serta perspektif Allah.

Ayub membuktikan bahwa jika kita memiliki kedalaman relasi dengan Allah, maka sekalipun dalam penderitaan kita masih mampu mendengar dan mengenali kasih dan kuasa-Nya.

Doa
Tuhan, ajari kami melekat dan dekat senantiasa dengan-Mu. Bantu kami berespon benar di tengah segala keadaan sulit yang Kau izinkan terjadi dalam hidup kami. Amin. (Enji)

Alkitab Audio