Morning Devotion GP Kids – 24 Maret 2022

Kejadian 4:8
Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

☀️Selamat pagi anak-anak GP Kids yang manis.

Selamat hari Kamis.
Tetap semangat.
Dan terus jaga Kesehatan sehat ya….

🩸Anak-anak, ayat yang kita baca di atas adalah peristiwa kelam dan menyedihkan sekali.
Itulah peristiwa pembunuhan manusia yang pertama kali.
Dan sedihnya, itu terjadi antara saudara sekandung.

Bukankah saudara sekandung itu sepatutnya saling mengasihi?
Saling sayang!
Saling memperhatikan!
Dan saling memaafkan kalau ada yang bersalah.

Siapa yang kalian di rumah punya saudara kandung?
Marilah kita sayang ya?!
Sampai kapan?
Ya sampai kita mati, alias sampai Tuhan Yesus jemput kita pulang.

Karena tidak kebetulan kita ditata bersaudara dengan saudara kandung kita.

🌷Jangan sampai ya, dengan teman kita bisa baik, tapi dengan saudara sendiri ribut terus.

❤️Mari kita kasihi saudara kandung kita.
Kalau nggak punya?
Kita kasihi orang serumah kita.
Dengan kasih yang tulus.

Tuhan Yesus memberkati. 😇

Salam hangat dari Kak Boedi🌿

Renungan iGrow 24 Maret 2022 – Serupa dan Segambar

https://youtu.be/KKwyNyYEoB4

Kamis, 24 Maret 2022
SERUPA DAN SEGAMBAR
Bacaan Alkitab: Ayub 25

Ayat Emas : Ayub 25:4
Bagaimana manusia benar di hadapan Allah, dan bagaimana orang yang dilahirkan perempuan itu bersih?

Bildad kehabisan kata-kata saat berargumen dengan Ayub. Sekarang Bildad mulai bermain kata dengan mengatakan bahwa manusia begitu tidak berarti, kecil dan terbatas. Bahkan ia menyebut anak manusia adalah ulat (Ayat 6).

Konsep tentang manusia yang lemah bukan sesuatu yang sulit untuk diterima. Justru ini membuktikan kebesaran dan kasih Allah yang rela mengasihi, mengampuni dan memulihkan hidup manusia. Menjadi keliru ketika Bildad menurunkan derajat manusia dan menyamakannya dengan binatang atau seekor ulat.

Walaupun manusia dengan segala keterbatasannya yang bermula dari debu, namun bukan berarti manusia bisa disamakan dengan seekor binatang. Manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Ada kodrat ilahi yang diturunkan Pencipta kita, agar kita bisa memantulkan kebesaran dan kasih-Nya. Selain itu manusia juga dimungkinkan untuk berelasi dan berkomunikasi dengan Allah. Dan lebih dari semua itu, dari semua ciptaan yang ada, Allah menyebut manusia sebagai ciptaan yang “sangat baik” (Kejadian 1:31).

Kesimpulannya, manusia menempati tempat yang paling tinggi di antara semua ciptaan karena hanya dia yang dicetak dengan sifat-sifat ilahi.

Doa
Tuhan, kami rindu memantulkan sifat-Mu tiap hari. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Selamat Ulang Tahun, Sdr. James Sebastian S., Sdr. Edward Charles Indriyanto, Sdr. Yos Wiraguna, Bp. Adi Hartanto, dan Ibu Lydia Christine Santoso🥳

Hamba Tuhan, Majelis Jemaat, dan Jemaat GKMI Gloria Patri mengucapkan Selamat ulang tahun untuk:
– Sdr. James Sebastian S.
– Sdr. Edward Charles Indriyanto
– Sdr. Yos Wiraguna
– Bp. Adi Hartanto
– Ibu Lydia Christine Santoso

Tuhan Yesus memberkati.

Morning Devotion GP Kids – 23 Maret 2022

1 Samuel 17:45
Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.”

Selamat pagi GP Kids 😊

Siapa yang suka nonton film Super Hero? 🤩
Avengers… Captain Marvel… Wonder Woman….
Seru banget ya kisahnya?

Anak-anak, pertarungan Goliat dan Daud tidak kalah serunya lho dengan Super Hero.
Raksasa Goliat yang tingginya kira kira 3 meter, senjatanya pedang, tombak melawan Daud yang hanya membawa tongkat dan ketapel.
Daud tidak gentar lho meskipun diejek Goliat. Dia terbiasa melawan singa dan beruang yang menggangu kawanan dombanya. Lebih dari itu, dia percaya akan penyertaan Tuhan Allah atas dirinya.

Kita dapat belajar dari cerita di atas:
1. Jangan menyombongkan diri dengan kekuatan kita. Selalu ranking 1 di kelas, sering mendapat pujian sehingga lupa diri kalau kepandaian itu adalah anugerah dari Tuhan.

2. Jangan menganggap remeh orang lain.
Mau berteman dan bergaul pada teman yang kurang berhasil.

3. Mempercayai Tuhan, bahwa DIA sanggup menolong dalam situasi apapun.
Walaupun kalian sudah belajar dan mampu mengerjakan soal yang sulit, tetaplah jangan mengandalkan kepandaian diri.

Daud sudah mengalaminya sendiri dengan Tuhan. Biarlah kita juga sama seperti Daud, yang punya pengalaman indah bersama Tuhan 😍

Selamat beraktivitas…
Sehat selalu…
God bless you all…

~ tante Lani ~

Renungan iGrow 23 Maret 2022 – Hanya Sebentar Saja

https://youtu.be/B6rBtBo5CGc

Rabu, 23 Maret 2022
HANYA SEBENTAR SAJA
Bacaan Alkitab : Ayub 24

Ayat Emas : Ayub 24:24
Hanya sebentar mereka meninggikan diri, lalu tidak ada lagi; mereka luruh, lalu menjadi lisut seperti segala sesuatu, mereka dikerat seperti hulu tangkai gandum.

Hati kita mungkin tergoda untuk merasa marah dan gemas, jika melihat orang-orang yang tidak hidup dalam kebenaran namun sepertinya Tuhan diam saja. Bisa jadi, kita juga merasa apatis terhadap kuasa Allah yang sepertinya tak berdaya. Namun demikian, beberapa hal penting yang harus kita ingat:

Allah tidak pernah berpihak kepada ketidakadilan
Allah mengizinkan beberapa peristiwa yang kita lihat terkesan tidak adil terjadi dalam kehidupan kita. Namun hal tersebut sama sekali tidak membuktikan bahwa Tuhan membela ketidakadilan. Kita sangat tahu bahwa sifat Allah adalah adil dan benar. Jika Allah mengizinkan, itu karena Allah punya rencana besar meskipun itu masih misteri bagi kita manusia yang pemahamannya terbatas.

Hanya sebentar saja
Mereka yang tinggal dalam kegelapan dan ketidakbenaran tidak akan berdiri tegak selama-lamanya. Mereka harus bertanggung jawab dan harus menerima konsekuensi dari semua kejahatannya.

Allah tidak pernah tidak baik
Segala sesuatu yang Allah kerjakan selalu diselubungi dengan maksud, tujuan dan cara yang baik. Kebenaran ini yang harus kita imani, sehingga kita makin teguh mengiring-Nya.

Doa
Tuhan, aku percaya kepada kasih dan keadilan-Mu. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 22 Maret 2022 – Tetap Mengikuti Jejak Tuhan

https://youtu.be/GlV4W7eChBw

Selasa, 22 Maret 2022
TETAP MENGIKUTI JEJAK TUHAN
Bacaan Alkitab : Ayub 23

Ayat Emas : Ayub 23:11
Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang.

Secara garis besar, harus diakui bahwa penderitaan dan kehilangan besar bukan suatu fase kehidupan yang gampang saja dilalui. Masing-masing manusia berespon berbeda terhadap masalah yang dihadapinya. Ada yang berusaha lari dari kenyataan, mengambil jalan pintas, mengakhiri hidup atau meninggalkan imannya.

Ayub sekalipun dicatat sebagai orang yang saleh, jujur dan takut akan Tuhan, ia berespon wajar seperti beberapa orang pada umumnya. Perasaan sedih, bahkan kecewa dan mempertanyakan apa maksud Tuhan, tentu saja menjadi bagian yang ada dalam proses Ayub melewati pergumulannya. Yang menarik adalah di tengah-tengah semua yang ia alami, nasihat-nasihat yang ia dengar dan juga hasil dari perenungan-perenungannya di masa yang berat itu, Ayub tetap memilih berkata bahwa ia akan tetap mengikuti jejak Tuhan. Ia memutuskan sama sekali tidak akan menyimpang dari jalan itu.

Di sini kita makin jelas melihat tujuan Allah menguji Ayub. Allah ingin melihat respon iman Ayub terhadap penderitaannya. Allah ingin mengukur sejauh mana keteguhan iman Ayub. Kita belajar melalui hal ini, bahwa bukan respon di awal semata-mata, tapi keputusan yang kita ambil di masa perjuangan melewati beban berat masalah, itu yang menjadi ukuran iman seseorang.

Doa
Tuhan, di tengah badai dahsyat masalah, jangan biarkan kami pergi menyimpang dari jalan-Mu. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 22 Maret 2022

Daniel 1:8
Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

🙋🏼‍♀️Morning anak-anak kesayangan Tuhan

Waktu kita dengar nama Daniel, apa yang ada di benak kita?
Gua singa? Ya… itu baru salah satunya.
Pada waktu raja Nebukadnezar🤴dari kerajaaan Babel mengalahkan Kerajaan Yehuda, mereka membawa anak-anak muda yang pintar, berhikmat dari keturunan raja & bangsawan ke Babel sebagai tawanan, untuk dididik dan dipekerjakan di kerajaan Babel.
Sewaktu Daniel yang kemudian dinamakan Beltsazar, dan juga Sadrakh, Mesakh & Abednego dalam masa pendidikan, mereka diberi makanan & minuman anggur yang dihidangkan untuk raja 🤴
Namun sebelumnya, semua hidangan harus dipersembahkan dulu kepada dewa-dewa mereka, sesuai dengan keyakinan mereka. Hal ini supaya setiap orang yang memakannya diberkati oleh dewa-dewa mereka dan jadi orang yang hebat (menurut keyakinan mereka).

Namun firman Tuhan pagi ini menegaskan bahwa Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan diri dengan santapan raja dan minuman anggur yang biasa diminum raja. Daniel dengan sopan dan bijaksana mengutarakan niatnya kepada pegawai raja, supaya tidak diberi makan dari santapan raja juga minuman anggur 🍻🥂🍾🍷, tapi diganti dengan lauk sayur 🥬🥦🥒🌽🍅🍆 dan minum air 🥛saja🙏🏻
Walaupun pada awalnya pegawai raja enggan melakukan karena takut kepada raja, tetapi Daniel terus berusaha dengan bijaksana membujuknya, hingga akhirnya diadakan percobaan selama 10 hari.

Tuhan menyertai Daniel, Sadrakh, Mesakh & Abednego sehingga mereka semua sehat dan luar biasa.
Ketika saatnya harus berjumpa dan bercakap cakap dengan raja, ternyata 4 sekawan (Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego) mempunyai kepandaian dan pengertian 10 x lipat lebih cerdas pada semua tawanan yang ada.
Apa rahasianya? 🤔

🌴1. Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, selalu taat kepada Tuhan, dengan hidup kudus/tidak menajiskan diri nya, walaupun disekitarnya menyembah berhala dan hidup tidak kudus.
🌴2. Mereka selalu mengandalkan Tuhan dan bergaul karib dengan Tuhan.
🌴3. Mereka tetap setia dan percaya kepada Tuhan walaupun harus mempertaruhkan nyawa mereka.
Ingat peristiwa “Dapur Api” yang tidak bisa menghanguskan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego?
Juga peristiwa di “Goa Singa”?
Kisah Daniel dan kawan kawan sangat menarik. Silahkan baca dan renungkan kitab Daniel 🙏🏻

🌴Nah anak-anak kalau kita ingin berhasil seperti Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego…
Mari kita belajar:

☘️1. Hidup kudus dengan tidak menajiskan diri dengan:
* Makanan dan minuman keras, rokok, narkoba yang bisa merusak tubuh kita.
* Semua yang berbau pornografi.
*Kekerasan/bullying.

☘️2. Andalkan Tuhan dan bergaul karib dengan Tuhan lewat doa dan saat teduh (baca & renungkan dan lakukan Firman Tuhan setiap hari).

☘️3. Tetap setia sampai akhir hidup kita.

🌴Selamat berjuang untuk terus menjadi garam dan terang bagi sesama 🙏🏻

Jesus loves ❤️ us

❤️Tante Endang❤️