Renungan iGrow 10 Oktober 2022 – Kesenangan dan Kenikmatan Hidup

https://youtu.be/ISDmNHB8LqI

Senin, 10 Oktober 2022
KESENANGAN DAN KENIKMATAN HIDUP
Bacaan Alkitab: Pengkhotbah 2

Ayat Emas: Pengkhotbah 2:24
Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. Aku menyadari bahwa ini pun dari tangan Allah.

Henri Nouwen adalah seorang pastor dan juga dosen di Universitas Harvard, Amerika. Dia sering menjadi pembicara dalam seminar-seminar di kalangan orang-orang terpelajar saat itu. Namun akhirnya dia memilih untuk mengabdikan hidupnya untuk melayani orang-orang yang keterbelakangan mental di Belanda sampai akhir hidupnya.

Mengapa ada orang yang rela meninggalkan kenyamanan hidup untuk sesuatu yang boleh dikatakan tidak enak secara “daging”?

Banyak orang yang menetapkan “target bahagianya” dengan pencapaian-pencapaian tertentu sebagai syarat keberhasilannya, “Kalau aku bisa mencapai titik itu hidupku pasti bahagia.” Ketika tidak dapat meraihnya, mereka menjadi kecewa, sedih, dan putus asa, dan bahkan menyalahkan Tuhan. Namun meski mereka bisa menggapainya, mereka juga tidak akan pernah bisa puas merasakan bahagia, karena ternyata setelah mencapainya bayangan bahagia itu lenyap.

Sesungguhnya orang yang dapat menikmati hidup adalah mereka yang mampu bersyukur dan menerima semua yang Tuhan sudah berikan, karena dengan bersyukur maka sukacita dan damai sejahtera akan menjadi bagian kita.

Doa
Tuhan, ajar kami untuk menjalani hidup dengan selalu bersyukur. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 9 Oktober 2022 – Kesia-siaaan

https://youtu.be/xI6_lGGwxOI

Minggu, 9 Oktober 2022
KESIA-SIAAN
Bacaan Alkitab: Pengkhotbah 1

Ayat Emas: Pengkhotbah 1:3
Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?

Sesungguhnya, kalau kita mau merenungkan arti kehidupan, sejak bangun tidur di pagi hari sampai kembali masuk ke kamar untuk tidur lagi, apa yang kita cari? Hidup kita akan sia-sia ketika fokus dan pengejaran kita hanya sebatas materi dan materi.

Pengkotbah adalah seorang yang merenungkan secara mendalam arti hidup manusia. Segala sesuatu yang ada di dunia ini, yang mungkin kita banggakan, bahkan demi sesuatu itu kita rela melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma umum yang berlaku, adalah kesia-siaan.

Raja Salomo yang diyakini oleh banyak penafsir Alkitab adalah penulis kitab Pengkhotbah, menyatakan bahwa semua kegiatan manusia dan gerakan alam di dunia adalah kesia-siaan karena itu merupakan aktivitas yang berulang dan membosankan. Bahkan isi hikmat dan ajaran pengetahuan pun merupakan pengulangan dari ilmu yang pernah ada sebelumnya, yang pada akhirnya dilupakan.

Manusia seperti masuk dalam pusaran dosa ketika tidak bisa memaknai hidup seperti apa yang Tuhan mau. Setiap waktu kita melakukan hal yang sama tanpa tujuan akhir yang jelas. Saat ini, mari kita renungkan apa yang menjadi tujuan hidup kita setelah kematian yang merupakan tujuan utama manusia hidup.

Doa
Tuhan, ajar kami untuk memaknai hidup seperti yang Engkau mau, sehingga kami tidak hidup dalam kesia-siaan. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 8 Oktober 2022 – Tertawa Memandang Hari Depan

https://youtu.be/t-ONDq59zn4

Sabtu, 8 Oktober 2022
TERTAWA MEMANDANG HARI DEPAN
Bacaan Alkitab: Amsal 31

Ayat Emas: Amsal 31:25
Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan.

Seorang istri mempunyai peran yang sangat penting bagi sebuah rumah tangga dan keluarga. Amsal di pasal yang terakhir mencatat tentang hati istri yang bisa dipercaya, istri yang penuh perhatian terhadap seluruh keperluan rumah tangganya, istri yang tidak bermalas-malasan namun rajin bekerja dan sebagainya.

Salah satu cara seorang istri dapat menjadi permata bagi keluarganya adalah ketika ia bisa tertawa tentang hari depan. Istri yang demikian adalah istri yang mengandalkan hidupnya sepenuhnya kepada janji serta pemeliharaan Allah atas keluarganya. Ia tidak menghabiskan waktu hanya untuk menguatirkan hari esok. Ia bekerja, melayani dan menaati firman Tuhan dengan sungguh-sungguh. Selebihnya ia percaya Tuhan tidak pernah lalai menjaga orang-orang yang setia pada-Nya. Sebaliknya, istri yang tidak beriman akan melemahkan suami dan anak-anaknya. Istri yang demikian tidak akan mampu menguatkan dan memberikan dorongan positif kepada seisi rumahnya.

Jika engkau adalah seorang istri, biarlah hatimu selalu memandang kepada Tuhan. Dengan demikian engkau akan menjadi istri yang berharga bagi suamimu dan mendatangkan berkat bagi seisi rumahmu.

Doa
Tuhan, sebagai istri, berikan kami hati yang memercayai-Mu sepenuhnya dan tertawa penuh harapan akan hari esok. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 7 Oktober 2022 – Dosa Kesombongan

https://youtu.be/Qg5NtH20Jkg

Jumat, 7 Oktober 2022
DOSA KESOMBONGAN
Bacaan Alkitab: Amsal 30

Ayat Emas: Amsal 30:32
Bila engkau menyombongkan diri tanpa atau dengan berpikir, tekapkanlah tangan pada mulut!

Kesombongan adalah dosa yang seringkali tidak disadari. Salah satu penyebabnya, adanya persepsi bahwa hanya orang tertentu yang dapat jatuh dalam dosa kesombongan. Banyak orang beranggapan hanya orang kaya atau orang yang memiliki jabatan yang tinggi yang bisa menyombongkan diri. Berikut hal-hal lain yang dapat dijadikan alasan untuk seseorang menjadi sombong:

  1. Kerohanian
    Orang yang merasa pelayanan dan hidupnya lebih hebat dari orang lain. Orang tersebut berpikir bahwa level iman dan pengalaman rohaninya sangat tinggi.
  2. Kebaikan
    Orang yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain, karena ia sering melakukan hal-hal yang dianggap sebagai sebuah kebaikan. Misalnya, menolong orang yang membutuhkan, membagikan sesuatu kepada orang miskin, dan lain sebagainya.
  3. Masa lalu
    Orang yang merasa pernah menjadi seorang yang hebat atau sangat berjasa di waktu yang lalu.

Tuhan membenci orang yang meninggikan dirinya. Kiranya kita senantiasa memeriksa diri kita, adakah dosa kesombongan yang terselip dalam hati kita?

Doa
Tuhan, ampunilah dosa kesombongan kami. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 6 Oktober 2022 – Teguran Sama dengan Berkat

https://youtu.be/p7gpUsLNQ5M

Kamis, 6 Oktober 2022
TEGURAN SAMA DENGAN BERKAT
Bacaan Alkitab: Amsal 29

Ayat Emas: Amsal 29:1
Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi.

Orang pada umumnya tidak suka ditegur dan berespon negatif ketika menerima teguran. Ada beberapa hal yang perlu kita tahu, agar kita belajar berhikmat menerima teguran.

1. Teguran menghindarkan kita dari kerugian.
Entah ditegur dengan maksud baik atau tidak, selama kita bisa mengolah hati kita, teguran selalu bisa menjadi pembelajaran. Teguran membuat kita rendah hati, mau mengoreksi diri dan akhirnya menemukan bagian-bagian dalam diri kita yang bisa diperbaiki. Ketika kita marah dan tidak mengambil langkah untuk memeriksa diri, kita kehilangan kesempatan membenahi diri. Kita bisa saja terus bersikap tidak benar, yang akhirnya membawa kita pada kejatuhan dan kerugian.

2. Keindahan dan berkat dari sebuah teguran.
Ada sebuah kebahagiaan tersendiri, ketika kita bisa menerima dengan baik teguran dari orang lain. Jika kita bisa bersukacita saat diberi teguran dengan sukacita yang sama saat kita diberi pujian, itu menunjukkan kedewasaan rohani kita. Kita melakukannya karena kita sadar, baik teguran atau pujian, semuanya bisa dipakai Tuhan agar kita makin serupa dengan-Nya.

Doa
Tuhan, beri kami hikmat ketika menerima teguran. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 5 Oktober 2022 – Bersih Kelakuannya

https://youtu.be/yV6sAAfOTzg

Rabu, 5 Oktober 2022
BERSIH KELAKUANNYA
Bacaan Alkitab: Amsal 28

Ayat Emas: Amsal 28:6
Lebih baik orang miskin yang bersih kelakuannya dari pada orang yang berliku-liku jalannya, sekalipun ia kaya.

Ketika membaca ayat emas di atas, seakan-akan cuma ada dua kategori manusia. Yang pertama, orang miskin yang bersih kelakuannya dan yang kedua, orang kaya yang berliku-liku jalannya. Apa sebenarnya inti dari ayat tersebut?

Alkitab tidak mengajarkan bahwa menjadi kaya itu berdosa. Juga sebaliknya firman Tuhan tidak memastikan bahwa orang yang miskin selalu lebih bersih kelakuannya dibanding orang kaya. Hanya memang dalam kenyataannya, kita sering menjumpai pengalaman kejatuhan anak Tuhan ketika mereka berada di keadaan berlimpah. Ketika mereka diperhadapkan pilihan antara taat pada kebenaran atau menghalalkan segala cara demi mendapat keuntungan, tak jarang mereka lebih rela melepaskan imannya.

Uang dan harta adalah batu ujian iman. Iman seseorang bukan hanya dibuktikan ketika ia mengalami kekurangan. Namun juga ketika ia memiliki segalanya. Atau ketika ia harus mempertahankan apa yang sudah dibangunnya, dan untuk itu ia harus berkompromi dengan dosa.

Di sinilah firman Tuhan mempunyai peran penting untuk menjaga hidup kita. Firman Tuhan-lah yang mengingatkan kita untuk terus menjaga kemurnian hati kita, agar dalam keadaan terbatas atau berlimpah, kita tetap didapati bersih kelakuannya.

Doa
Tuhan, jaga hati kami, murni dan tak berliku-liku. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 4 Oktober 2022 – Tak Pernah Puas

https://youtu.be/SytaXV-UrUk

Selasa, 4 Oktober 2022
TAK PERNAH PUAS
Bacaan Alkitab: Amsal 27

Ayat Emas: Amsal 27:20
Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas.

Dunia kematian entah dalam bentuk tanah kubur ataupun perabuan selalu siap menampung mayat setiap hari. Mereka terus menganga, tak pernah merasa kenyang. Demikian pula dengan keinginan mata manusia jikalau tidak dikendalikan, terus saja menginginkan hal-hal yang tampaknya menawan.

Nasihat sekaligus peringatan yang kita baca ini menegur kepada semua kita, agar tidak terus-terusan mengalami ‘lapar mata’. Perhatikanlah kalimat emas di atas! Dunia orang mati dan kebinasaan disejajarkan dengan keinginan mata. Itu bisa dimaknai, bila kita mengumbar keinginan mata maka akan masuk kepada kebinasaan. Siapapun kita, yang tak bisa mengendalikan mata maka niscaya kita akan celaka (Bdk. Matius 5:28;6:22-23).

Di tengah zaman materialisme seperti saat ini, dunia memang jelas mendorong umat manusia untuk terus lapar mata. Tidak pernah puas dengan yang dimiliki. Kalau ada uang terus saja membeli banyak barang, meski nantinya tidak dipergunakan. Jikalau tidak ada uang? Ya ngutang! Bukankah pola hidup seperti ini yang mewabah? Dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya (1 Yohanes 2:17). Di manakah posisi kita saat ini?

Doa
Ya Tuhan Yesus, tolonglah kami untuk menang atas godaan dari mata kami sendiri. Bantulah kami untuk mengendalikan rasa lapar akan dunia. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 3 Oktober 2022 – Menganggap Diri Bijak

https://youtu.be/DOI3z2cAsGk

Senin, 3 Oktober 2022
MENGANGGAP DIRI BIJAK
Bacaan Alkitab: Amsal 26

Ayat Emas: Amsal 26:12
Jika engkau melihat orang yang menganggap dirinya bijak, harapan bagi orang bebal lebih banyak daripada bagi orang itu.

Kalimat bijak yang ditulis oleh penulis Amsal ini bermakna dalam sekali. Sampai hari ini tulisan itu kontekstual. Nyatalah firman Tuhan itu hidup. Lihat saja saat ini tak terhitung orang menganggap dirinya sebagai orang pintar, bijak, berhikmat dengan akibatnya mereka sembarangan berucap di berbagai media karena terlalu percaya diri sebagai orang hebat. Bagi mereka, orang lain itu selalu salah, selalu bodoh dan semuanya dungu. Hanya merekalah yang pintar, yang bijak.

Ayat emas yang hari ini kita baca menyatakan makna bahwa orang yang menganggap dirinya bijak adalah lebih buruk daripada orang bebal. Kenapa? Karena orang yang telah merasa dirinya bijak (entah dengan alasan apa dia bersikap demikian) tentu menutup dirinya untuk menerima kelebihan orang lain, menutup diri untuk belajar dan menutup diri untuk berubah. Bahkan yang mengerikan menutup diri atas Suara Tuhan.

Marilah kita mengunyah ayat ini dengan serius. Apakah kita termasuk bilangan dalam orang-orang yang merasa dirinya bijak? Ataukah kita yang termasuk sebagai orang bebal? Atau (lagi) memang bukan termasuk dari keduanya.

Doa
Tuhan Yesus, proseslah kami terus untuk mampu rendah hati. Kami tahu Engkau membenci kesombongan. Kiranya hidup kami didapati serupa dengan-Mu. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 2 Oktober 2022 – Neraka dalam Rumah Tangga?

https://youtu.be/eMCpZABAH3E

Minggu, 2 Oktober 2022
NERAKA DALAM RUMAH TANGGA?
Bacaan Alkitab: Amsal 25

Ayat Emas: Amsal 25:24
Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.

Jauh-jauh hari, penulis Amsal menyatakan betapa tidak nyamannya tinggal serumah dengan pasangan yang suka bertengkar. Hal-hal kecil menjadi masalah, perkara sepele menjadi bahan keributan. Bila kondisi keluarga seperti itu, dituliskan, lebih baik tinggal di sotoh rumah (Atap rumah yang rata yang terbuat dari batu. Banyak ada di daerah Timur Tengah).

Kondisi di masa ini pun tidak lebih baik. Relasi suami istri semakin banyak mendapat gangguan atau godaan untuk terjadinya ketegangan! Apapun gangguannya, apapun godaannya. Ketika suami atau istri, atau keduanya tidak sungguh-sungguh berkomitmen membangun keluarga di dalam Tuhan, maka di dalam rumah bagai neraka. Suami atau istri tidak lagi menjadi pasangan seperti yang direncanakan Tuhan. Sekarang bukan lagi sotoh rumah sebagai tempat pelarian. Tetapi bisa jadi tempat kerja, kafe ataupun kamar hotel sebagai tempat melarikan diri dari pasangan di rumah.

Ketika suami istri serius menyembah Tuhan, tak mungkin terjadi neraka di dalam rumah tangga. Rumah haruslah menjadi mimbar utama bagi setiap anggota keluarga di mana mereka menyembah Tuhan. Menyembah Allah yang benar memampukan setiap anggota keluarga menciptakan surga kecil.

Doa
Ya Tuhan, kami menyerahkan keluarga kami masing-masing dalam belas kasih Tuhan. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 1 Oktober 2022 – Takut kepada Tuhan dan Raja

Sabtu, 1 Oktober 2022
TAKUT KEPADA TUHAN DAN RAJA
Bacaan Alkitab: Amsal 24

Ayat Emas: Amsal 24:21
Hai anakku, takutilah TUHAN dan raja; jangan melawan terhadap kedua-duanya.

Membaca ayat emas di atas, kita diajak untuk mengingat firman Tuhan di pasal pertama: “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” (Amsal 1:7). Sedangkan tentang raja, kita pun diingatkan pula dengan tulisan Rasul Paulus di kitab Roma: “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.” (Roma 13:1-2).

Takut di dalam konteks ini tentu bermakna hormat, takluk, menundukkan diri, mematuhi Tuhan dan Raja (baca: Pemerintah). Tuhan adalah sentral dari semua penghormatan. Kita wajib menghormati pemerintah yang ada, sebagai bagian dari penghormatan kita kepada Tuhan. Karena Tuhan telah berfirman tentang hal itu.

Sepanjang kita tidak diperintahkan oleh para pemimpin pemerintahan untuk melawan Allah, maka kita wajib takut kepada pemerintah karena mereka adalah wakil Allah di tengah-tengah dunia ini.

Doa
Ya Tuhan, jadikanlah kami menjadi saksi Kristus di negeri Indonesia ini. Amin. (sb)

Alkitab Audio