Renungan iGrow 20 September 2022 – Sayangi Anakmu

https://youtu.be/s0KiiKrRafQ

Selasa, 20 September 2022
SAYANGI ANAKMU
Bacaan Alkitab: Amsal 13

Ayat Emas: Amsal 13:24
Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.

Orang Yahudi terkenal sebagai orang tua terbaik di antara bangsa-bangsa purba. Ayat emas di atas tidak berarti bahwa orang tua Yahudi itu kejam karena mengganjar anaknya dengan tongkat. Menggunakan tongkat tanpa hikmat akan meninggalkan pahit di hati anaknya. Namun, mendisiplin anak dengan tongkat sebagai bagian dari koreksi dengan kasih akan menghasilkan anak yang berpengertian.

Orang tua yang sayang pada anak-anaknya tidak akan membiarkan mereka melakukan kesalahan, tapi dengan tindakan tegas akan mengoreksi. Jadi, “menggunakan tongkat” di perikop ini dimaksudkan bukan untuk melukai atau menciderai anak tapi dalam arti hajaran. Hajaran ini meliputi seluruh aspek manusia yaitu: masalah ekonomi, moral, hubungan antar manusia, integritas, komunikasi, dan yang terpenting ketaatan dalam membaca dan melakukan firman Tuhan.

Sebagai anak-Nya, kita pun dihajar Tuhan. Tujuannya adalah untuk mendewasakan. Menggunakan pengandaian ini, maka sebagai orang tua kita harus menjadikan pendewasaan dan kasih dalam mendisiplinkan anak kita. Janganlah menggunakan tongkat selagi amarah masih memuncak.

Doa
Tuhan, terima kasih untuk kesempatan merasakan “tongkat-Mu” yang mendisiplin dan mendewasakan kami. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 19 September 2022 – Mencintai Didikan

https://youtu.be/T-T9KhBklUo

Senin, 19 September 2022
MENCINTAI DIDIKAN
Bacaan Alkitab: Amsal 12

Ayat Emas: Amsal 12:1
Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.

Bagaimana seseorang memiliki pengetahuan? Pengamsal memberikan beberapa hal:

1. Disiplin
Arti “didikan” sesuai dengan bahasa aslinya adalah disiplin. Dengan demikian kita bisa mengerti bahwa tidak ada pengetahuan baik yang didapat tanpa disertai dengan disiplin dari seseorang yang ingin meraihnya.

2. Koreksi
Selain disiplin, seseorang yang mau belajar maka dia perlu belajar menerima koreksi dari orang-orang yang ada di sekitarnya, terutama gurunya. Teguran dan koreksi akan menolong seorang murid untuk lekas mengetahui kesalahannya, sehingga ia tidak terlalu dalam jatuh dalam kekeliruannya.

3. Kerendahan hati
Hanya seseorang yang memiliki kerendahan hati yang bisa melakukan disiplin dan menerima koreksi.

Belajar dari pengamsal, kiranya kita memiliki kedisiplinan diri untuk terus belajar. Sampai kapan? Sampai jantung tidak berdetak lagi. Jangan abaikan koreksi dari orang di sekitar kita. Miliki kerendahan hati, atau bahkan kebesaran hati untuk mengakui kelemahan kita dalam belajar mencari pengetahuan.

Doa
Tuhan, ajarkan kami menjadi murid yang baik, yang mencintai didikan, yang tidak pernah berhenti untuk belajar menyenangkan-Mu. Amin. (JeRu)

Renungan iGrow 18 September 2022 – Tabah dalam Kebenaran

https://youtu.be/T-T9KhBklUo

Minggu, 18 September 2022
TABAH DALAM KEBENARAN
Bacaan Alkitab: Amsal 11

Ayat Emas: Amsal 11:19
Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian.

Untuk senantiasa hidup benar sangatlah tidak mudah. Berbagai macam tawaran yang menggiurkan ada di depan mata kita dan tidak menutup kemungkinan tawaran tersebut berujung kepada kematian. Keberadaan hidup kita saat ini pun atas berbagai macam pilihan yang telah kita tentukan di masa lalu. Hidup adalah pilihan.

Untuk tetap berjalan sesuai standar firman Tuhan atau berpegang pada kebenaran sejati, banyak tantangannya. Salah satu Alkitab terjemahan bahasa Inggris (ESV) menggunakan kata, “…steadfast in righteousness” yang berarti: tabah dalam kebenaran. Dan arti kata “tabah” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tetap dan kuat hati dalam menghadapi bahaya.

Tidak bisa dipungkiri dunia di mana kita tinggal sudah tercemar oleh dosa dan bahkan di dalam perbuatan baik kita pun sudah terselip dosa. Namun, hidup orang Kristen harus berupaya untuk sepadan dengan kebenaran yang sejati, yaitu firman Tuhan.

Berdoalah dan mintalah Roh Kudus menyanggupkan kita untuk bisa hidup di dalam pilihan yang Tuhan sudah tetapkan. Jangan mengejar sesuatu yang bukan dari Tuhan atau hidup tidak benar karena hal tersebut pada akhirnya membawa kita kepada kematian (bdk. Yakobus 1:15).

Doa
Tuhan, mampukan kami untuk senantiasa hidup berkenan dan seturut kepada firman-Mu. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 17 September 2022 – Banyak Bicara

https://youtu.be/asOKEi0iAXQ

Sabtu, 17 September 2022
BANYAK BICARA
Bacaan Alkitab: Amsal 10

Ayat Emas: Amsal 10:19
Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.

Nilai hidup orang Kristen salah satunya dapat diukur dan dilihat jelas melalui perkataan atau ucapan yang keluar dari mulut bibirnya. Apakah dalam kehidupannya cenderung lebih suka membicarakan kekurangan hidup orang lain atau memperkatakan firman?

Kerap kali kita lupa dan sulit menahan diri untuk tidak banyak bicara, sehingga yang seharusnya tidak boleh diutarakan kepada orang lain, tapi justru terucap begitu aja. Dengan berbicara secara sembrono membuat kita menjadi batu sandungan bagi orang lain. Ketidakmampuan menguasai lidah dan diri kita tidak hanya dapat berakibat kehancuran bagi orang lain, namun juga akan merugikan diri sendiri.

Dalam Injil Matius 12:36-37 dituliskan, “Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” Akan tiba saatnya untuk segala sesuatunya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Ketika kita sungguh-sungguh mengalami firman dalam kehidupan dan melibatkan Roh Kudus, kita dimampukan untuk mengendalikan dan mengontrol perkataan yang keluar dari mulut kita.

Doa
Tuhan, jagalah mulut bibir kami supaya perkataan yang keluar sungguh hanya memuliakan-Mu. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 16 September 2022 – Hidup Berkihmat

https://youtu.be/fXTF_oXtAQk

Jumat, 16 September 2022
HIDUP BERKIHMAT
Bacaan Alkitab: Amsal 9

Ayat Emas: Amsal 9:10
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Banyak kriteria yang dipakai dunia agar seseorang memperoleh hikmat dan pengertian. Contohnya saja seperti seorang filsuf Yunani yang bernama Aristoteles. Ia pernah berkata, “ Mengenal diri kita sendiri adalah awal dari semua kebijaksanaan atau hikmat.” Atau seorang penulis asal Rusia yang bernama Anton Chekov yang berpendapat bahwa, “Kebijaksanaan atau hikmat tidak datang dari usia, tapi dari pendidikan dan pembelajaran.”

Berbeda dengan Aristoteles dan Chekov, pengamsal mengatakan di dalam Amsal 9:10 bahwa, “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian” (bdk. Amsal 1:7). Kata takut (Yir’at [asal kata: Yir’ah]) mempunyai tiga makna, pertama, ketakutan atau teror. Kedua, hal yang mengagumkan. Ketiga, hormat, taat, dan takwa. Amsal 9 mengartikan takut akan Tuhan sebagai hormat, taat, dan takwa. Bagi pengamsal ada 2 kriteria utama agar seseorang dapat memperoleh hikmat dan pengertian

  1. Hormat, taat, dan takwa [baca: menjauhi semua larangan-Nya]
    Seseorang yang menempatkan Allah sebagai satu-satunya Pribadi yang berkuasa dan berotoritas atas dirinya sendiri merupakan awal dari hikmat.
  2. Mengenal Yang Mahakudus
    Seseorang yang mengakui bahwa Allah sebagai Pribadi Yang Mahakudus akan mendapatkan pengertian.

Kedua hal tersebut menandaskan bahwa tidak ada hikmat dan pengertian selain dari Allah itu sendiri.

Doa
Ya Allah, pimpin hidup kami untuk semakin mengenal-Mu dan hidup di dalam takut dan hormat akan Engkau. Agar kami senantiasa berhikmat. Amin. (YYW)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 15 September 2022 – Bijaksana

https://youtu.be/obIT0lZglt8

Kamis, 15 September 2022
BIJAKSANA
Bacaan Alkitab: Amsal 8

Ayat Emas: Amsal 8:36
Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut.

Hari pertama masuk asrama Sekolah Alkitab, saya dan teman-teman sekamar merakit lemari plastik. Beberapa orang sangat cekatan dan dalam waktu singkat menyelesaikan perakitan. Saya berpikir itu mudah, ternyata setelah hampir satu jam saya tidak berhasil merakitnya. Teman-teman menyarankan untuk melihat buku petunjuk perakitan yang sebelumnya tidak saya perhatikan. Dengan mengikuti instruksi yang tertulis, tidak sampai 15 menit masalah pun teratasi.

Ajaran dan didikan Tuhan dalam hidup kita sering terasa menyakitkan dan membosankan, sehingga tidak jarang kita menyerah dan menempuh jalan sendiri. Faktanya Tuhan itu mengerti dari awal sampai akhir hidup manusia, bahkan spesifik masing-masing kita. Dia yang merancang kita sejak di kandungan, Dia juga yang membuat manual book hidup kita.

Pasal ini mengingatkan kita supaya kita tidak rugi dengan membuang-buang waktu kita dalam hidup kita. Sering kita jatuh bangun karena tidak mengikuti manual book Tuhan. Mari menjadi bijaksana, perhatikan dan ikuti hikmat dan didikan-Nya. Dia sangat paham apa yang Dia ciptakan. Ketika tidak mendengarkan didikan, maka kita menjadi rugi bahkan kita akan mencintai maut.

Doa
Ajari kami bijaksana ya Tuhan, dengan mengikuti hikmat dan didikan-Mu. Amin. (win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 14 September 2022 – Pilihan Tepat untuk Hidup

https://youtu.be/-PLjhI5wsbg

Rabu, 14 September 2022
PILIHAN TEPAT UNTUK HIDUP
Bacaan Alkitab: Amsal 7

Ayat Emas: Amsal 7:2
Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu.

Mata adalah organ yang sangat vital bagi kita. Ya, jika mata terganggu fungsinya maka itu akan mengacaukan semua aktivitas kita. Tidak usah melihat kasus besar, kelilipan saja kita sudah bingung setengah mati dan berusaha mengeluarkan kotoran yang masuk ke mata kita. Seperti inilah Tuhan ingin kita menjaga perintah-Nya dalam hidup kita, dengan sangat hati-hati dan saksama seperti menjaga biji mata.

Coba kita perhatikan hari-hari ini, apakah yang mendominasi pikiran kita? Kehendak Tuhan, ataukah rupa-rupa keinginan dan kesenangan yang bertentangan dengan firman. Jika kita memberi tempat pada tawaran dunia tentunya sangat berbahaya karena akan berdampak pada sikap, perkataan dan perbuatan kita. Apa yang mendominasi pikiran maka itu yang akan mengendalikan hidup kita.

Akhir pasal ini menunjukkan konsekuensi dari mengabaikan perintah Tuhan tentang kekudusan. Barangsiapa menjaga dirinya dengan firman, ia akan hidup. Hidup yang sesungguhnya hanya dimiliki oleh orang yang tahu memperlakukan firman Tuhan. Jika firman Tuhan memenuhi hati dan pikiran kita setiap hari, kuasa firman itu akan bekerja di dalam kita menjadi benteng yang teguh.

Doa
Tuhan, betapa kucintai taurat-Mu! Biarlah aku merenungkannya sepanjang hari. Amin. (win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 13 September 2022 – Demi Cinta Aku Rela

https://youtu.be/oMFNFydyFgg

Selasa, 13 September 2022
DEMI CINTA AKU RELA
Bacaan Alkitab: Amsal 6

Ayat Emas: Amsal 6:16
Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya.

Sepasang pemuda-pemudi yang sedang jatuh cinta biasanya akan mengalami perubahan perilaku dan kebiasaan. Itu terjadi karena satu sama lain saling menyesuaikan diri agar bisa saling diterima pasangannya. Seorang yang suka makan pete mendadak tidak mau makan pete karena kekasihnya tidak suka bau pete. Perlu sebuah tindakan pengorbanan untuk mencinta dan dicinta.

Hubungan kita dengan Tuhan adalah hubungan yang didasari kasih. Kepada kekasih hati kita bisa merelakan kesenangan diri sendiri demi menyenangkan hatinya. Berusaha menyenangi apa yang disukai dan belajar menjauhi apa yang tidak dia sukai. Bagaimana hubungan kasih kita dengan Tuhan kekasih jiwa kita? Apa yang sudah kita lakukan untuk membalas cinta-Nya?

Ayat 16-17 merinci dengan jelas hal-hal yang dibenci Tuhan. Tuhan sangat membenci kecemaran, dan Tuhan ingin kita menjauhinya. Karena dengan kecemaran, tidak mungkin kita bersekutu dengan Dia yang kudus (Bdk. Ibrani 12:14). Jika kita sungguh-sungguh mengasihi dan menghormati Allah, maka kita akan membenci apa yang dibenci Allah.

Doa
Ya Tuhan, kami mengasihi-Mu. Tolonglah kami untuk membenci apa yang Kau benci, supaya kami menyenangkan-Mu. Amin. (win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 12 September 2022 – Kemanisan Semu

https://youtu.be/FxKyyHzoBu4

Senin, 12 September 2022
KEMANISAN SEMU
Bacaan Alkitab: Amsal 5

Ayat Emas: Amsal 5:22
Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri.

Maculinea Arion adalah jenis kupu-kupu yang bisa mengeluarkan cairan manis dari tubuhnya saat masih menjadi ulat. Cairan ini menjadi senjata ampuh untuk bertahan melawan semut. Semut akan membawa ulat ke dalam lubangnya karena senang rasa manisnya. Namun di dalam lubang itu ulat memakan bayi semut sampai dia menjadi kuat dan menjadi kupu-kupu.

Dosa seksual mengincar semua kalangan, tidak kenal usia dan jenis kelamin. Internet bermuatan pornografi menjadi sarana komunikasi yang mudah dan sangat privat begitu mudah diakses. Ditambah pudarnya norma di kalangan masyarakat yang menganggap selingkuh itu hal biasa dan seks di luar nikah itu kewajaran. Bagaimana sikap kita?

Tuhan Maha Pengampun, namun Dia tidak mau dipermainkan dengan sikap semaunya berbuat dosa. Dosa seksual memang tampak manis, tapi menggiring manusia pada banyak resiko bahkan menjauhkan manusia dengan Tuhan dan akibatnya maut. Mari minta Roh Kudus mengendalikan dorongan-dorongan daging yang muncul. Bebaskan diri dari tuntutan yang tidak seharusnya kita terima. Ingatlah resikonya sebelum terdorong dalam tindakan perbuatan dosa.

Doa
Tuhan, lepaskanlah kami dari jerat-jerat kenikmatan yang membawa maut. Amin. (win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 11 September 2022 – Waspadalah!

https://youtu.be/Wk9te-ZXepk

Minggu, 11 September 2022
WASPADALAH!
Bacaan Alkitab: Amsal 4

Ayat Emas: Amsal 4:23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Di dalam tradisi Perjanjian Lama, hati dipandang sebagai pusat kediaman hidup. Di sanalah tempat segala pikiran, perasaan, dan kehendak manusia dikendalikan. Kita lihat di sini, betapa pentingnya peran hati bagi kehidupan manusia. Namun, manusia yang dibentuk Allah sedemikian sempurna menjadi rusak akibat dosa. Akibat dosa pula, kecenderungan hati manusia berbalik dari keinginan melakukan kehendak Allah menjadi hati yang menyondongkan pada keinginan daging, yang pada akhirnya membawa kepada maut.

Kecenderungan untuk memenuhi keinginan daging membuat manusia sulit untuk berkata tidak pada perbuatan melawan Allah. Karenanya, perjuangkan setidaknya dua hal yang dapat menolong kita memiliki hati yang penuh waspada. Pertama, penuhi hati dengan kebenaran firman Tuhan. Ketika firman-Nya mengisi hati kita, hanya kehendak-Nya pula yang akan mengendalikannya. Kedua, mintalah tuntunan Roh Kudus senantiasa. Senantiasa berarti tanpa henti. Kenapa? Karena kita lemah dan tanpa tuntunan-Nya setiap saat, kita akan dengan mudah tergelincir ke dalam kubang dosa.

Waspada berbeda dengan takut. Waspada berarti siap dengan segala situasi di depan dan juga tak mudah memalingkan hati kepada yang jahat. Siaplah pula memiliki hati yang memancarkan kehidupan.

Doa
Tuntunlah kami ya Tuhan, sepanjang masa. Amin. (hyk)

Alkitab Audio