Renungan iGrow 23 Agustus 2022 – Warisan Tak Ternilai

https://youtu.be/4_EML3JXU2A

Selasa, 23 Agustus 2022
WARISAN TAK TERNILAI
Bacaan Alkitab: Mazmur 135

Ayat Emas: Mazmur 135:10 -11
Dialah yang memukul kalah banyak bangsa, dan membunuh raja-raja yang kuat: Sihon, raja orang Amori, dan Og, raja negeri Basan, dan segala kerajaan Kanaan.

Seperti pasal lain, pasal ini mengajak semua hamba Tuhan memuji Tuhan karena kebesaran dan kedahsyatan-Nya. Kehendak-Nya tidak ada yang dapat menahan. Pemazmur mengutip peristiwa kemenangan Israel atas Sihon dari Hesybon dan Og seorang raksasa dari Basan. Keduanya adalah raja bangsa Amori yang sangat kuat dan ganas namun bisa kalahkan oleh tangan Tuhan yang dahsyat.

Tunduknya Sihon dan Og adalah peristiwa luar biasa dimana Tuhan melakukan kemustahilan. Bangsa Amori adalah bangsa yang kuat dan dipimpin oleh raja-raja yang gagah perkasa. Sangatlah mustahil Israel mengalahkan mereka. Namun, tidak ada satu hal pun di dunia ini yang dapat menghalangi kehendak Tuhan. Kanaan sudah dijanjikan bagi umat pilihan-Nya, maka Dia akan menggenapinya.

Peristiwa ini dikutip dalam beberapa bagian Alkitab. Cerita kebesaran Allah ini dituturkan dari generasi ke generasi. Yefta mengutipnya ketika mengirim pesan melalui utusan kepada raja bani Amon, orang-orang Lewi memasukkan dalam bagian lagu pujian mereka di hadapan Nehemia. Karena itu, muliakan Tuhan dengan menceritakan kedahsyatan Tuhan untuk membangun iman generasi setelah kita.

Doa
Tuhan, terima kasih untuk setiap keajaiban dalam hidup kami. Biarlah kami gemar menceritakannya pada anak cucu kami. Amin. (win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 22 Agustus 2022 – Semua Hamba Tuhan, Pujilah Dia

https://youtu.be/rooEQiO_4mc

Senin, 22 Agustus 2022
SEMUA HAMBA TUHAN, PUJILAH DIA
Bacaan Alkitab: Mazmur 134

Ayat Emas: Mazmur 134:1
Mari, pujilah TUHAN, hai semua hamba TUHAN, yang datang melayani di rumah TUHAN pada waktu malam.

Mazmur ini merupakan ajakan kepada semua orang-orang pilihan yang melayani secara khusus di rumah Tuhan untuk terus menerus menaikkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Seperti dupa, pujian dan penyebahan mereka harus terus diangkat dan menebar harum, bukan hanya pada siang tapi juga pada malam hari. Atas tugas mulia yang mereka lakukan tersebut, maka Allah akan memberkati mereka.

Saat ini, memang ada orang-orang khusus yang Tuhan panggil dan pilih untuk melayani-Nya di rumah Tuhan. Namun sebagai gereja Perjanjian Baru maka kita percaya bahwa setiap orang percaya adalah hamba Tuhan. Setiap kita dipanggil untuk melayani, bukan saja hanya sebagai full-time tapi juga sebagai full-heart. Kita adalah full-timer penyembah Tuhan dan juga full-heart melayani-Nya.

Memang, ketika melayani kita tidak mengharapkan apa-apa sebagai balasannya, namun Alkitab janjikan bahwa Allah yang kita layani akan memberkati kita yang melayani-Nya dengan sungguh hati. Dengan begitu, biarlah kita tidak jemu-jemu apalagi menyerah di tengah jalan dalam memuji dan melayani Dia. Pujilah dan layanilah Dia, hai semua hamba Tuhan. Anda dan saya adalah hamba Tuhan.

Doa
Ya Tuhan, kami adalah hamba-Mu. Kami ingin menjadi hamba-Mu yang segenap hati dan sepenuh waktu memuji dan melayani-Mu, bukan karena berkat tapi hanya karena Engkau. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 21 Agustus 2022 – Indahnya Rukun

https://youtu.be/ymDXS0jB68Q

Minggu, 21 Agustus 2022
INDAHNYA RUKUN
Bacaan Alkitab: Mazmur 133

Ayat Emas: Mazmur 133:1
Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Baik dan indah! Begitulah Daud menggambarkan suasana jikalau kedamaian dan kerukunan diusung dan dijunjung tinggi dalam hidup bersama. Ada banyak hal yang baik, tetapi belum tentu itu indah. Demikian sebaliknya, hal yang kelihatan indah belum tentu baik. Namun bagi Daud, kualifikasi-kualifikasi ini melekat kepada sikap hidup dan nilai kerukunan.

Mengapa kedamaian dan kerukunan itu penting? Pertama, kerukunan dan hidup damai membuat gereja menjadi satu contoh positif. Ketika kekerasan dan perseteruan terjadi di mana-mana maka seharusnya gereja menjadi tempat dimana kerukunan menjadi nilai hidup yang bisa membedakan.

Kedua, suasana kerukunan dan hidup damai menjadi daya tarik yang kuat. Ketika atmosfir kerukunan menjadi terasakan dalam kehidupan nyata maka bukan hal sukar bagi gereja untuk menarik mereka yang masih “di luar” untuk masuk ke dalam gereja, karena kerukunan itu sendiri telah menjadi bukti kuat yang tidak tersanggahkan bahwa di sanalah Allah hadir. Cara hidup ilahi ini bukan saja menjadi daya tarik bagi orang yang belum percaya tetapi menjadi daya tarik bagi Allah untuk mencurahkan berkat-Nya bagi orang-orang yang hidup di dalamnya.

Doa
Tuhan, ajarkan kami membuat tempat kami menjadi baik dan indah. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 20 Agustus 2022 – Janji-Nya

https://youtu.be/etZh5tiAkCA

Sabtu, 20 Agustus 2022
JANJI-NYA
Bacaan Alkitab: Mazmur 132

Ayat Emas: Mazmur 132:11
TUHAN telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: “Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu.”

Menurut KBBI Online, salah satu definisi dari janji adalah” ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat (seperti hendak memberi, menolong).” Dengan definisi ini maka kita dapat mengerti bahwa janji selalu disertai dengan kesanggupan untuk menepatinya. Tuhan sudah berjanji kepada Daud tentang kelangsungan tahta Israel yang akan diberikan kepada keturunannya.

Ketika Tuhan menjanjikan hal tersebut maka Ia bukan hanya sanggup untuk menggenapinya, tapi Ia juga tidak akan mengingkarinya.
Walaupun sebenarnya, Ia bisa membatalkannya, karena dosa yang telah dilakukan oleh Daud, namun Allah lebih memilih untuk menggenapinya janji-Nya. Pelanggaran yang dilakukan Daud, tidak cukup kuat untuk mengubah janji yang disertai dengan sumpah-Nya.

Janji dan kesetiaan Tuhan ini tidaklah menjadikan kita untuk terus berbuat dosa. Namun justru membuat kita untuk bertobat dan berbalik kepada-Nya. Jangan menganggap sepi pilihan Tuhan atas kita. Ia telah memilih kita untuk hidup berpadanan dengan-Nya. Karena itu, jadikan diri kita pantas untuk dipilih Tuhan dan layak memperoleh janji-janji-Nya yang agung dan besar.

Doa
Tuhan, terima kasih untuk tetap memilih kami sekalipun kami telah berbuat dosa kepada-Mu. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 19 Agustus 2022 – Menyerah

https://youtu.be/VDDbqVFhJag

Jumat, 19 Agustus 2022
MENYERAH
Bacaan Alkitab: Mazmur 131

Ayat Emas Mazmur: 131:3
Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lama!

Orang yang sombong adalah orang yang menghargai dirinya lebih dari yang seharusnya. Tidak demikian dengan Daud. Ia meletakkan dirinya sebagai seseorang yang bahkan tidak memiliki ambisi untuk mengejar sesuatu yang lebih besar dan atau mendapatkan hal-hal yang ajaib (ayat 1). Ia lebih menganggap dirinya sebagai sesorang yang sangat bergantung kepada orang lain. Untuk itulah ia menggambarkan dirinya sebagai “anak yang disapih berbaring dekat ibunya” (ayat 2). Puncaknya, ia berkata bahwa Ia lebih suka terus menerus berharap kepada berharap kepada TUHAN.

Kesombongan adalah cara seseorang berkata bahwa ia tidak membutuhkan siapa-siapa, termasuk Tuhan. Sikap ini membuat ia tidak bisa menyerah kepada Tuhan, karena ia punya keyakinan bahwa ia sanggup mengatasi setiap persoalan yang ia hadapi dalam kehidupan.

Mari kita belajar dari Daud. Miliki kerendahan hati, dan yakinlah bahwa menyerah kepada Tuhan adalah cara terbaik untuk kita memiliki hidup yang tenang. Janganlah menginginkan sesuatu yang melebihi apa yang bukan kekuatan kita. Jalani ketenangan hidup seperti anak kecil yang berbaring dekat dengan ibunya. Percayalah, Tuhan sangat tahu apa yang terbaik buat kita.

Doa
Tuhan, ajarkan kami untuk menyerahkan seluruh masa depan kami kepada-Mu. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 18 Agustus 2022 – Dari Jurang yang Dalam

https://youtu.be/qJkTWMEFo98

Kamis, 18 Agustus 2022
DARI JURANG YANG DALAM
Bacaan Alkitab: Mazmur 130

Ayat Emas: Mazmur 130:1
Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!

Ketika manusia menyadari keadaan dirinya yang berdosa, manusia akan dikejar rasa takut dan rasa bersalah yang besar. Keadaan ini digambarkan seperti seorang yang berada di jurang maut. Seorang yang terjebak dalam jurang dosa tak mampu menolong dan menyelamatkan dirinya sendiri. Ia akan diliputi ketakutan akan akibat dari dosa yang mengerikan dan menghancurkan.

Pada saat seorang tersebut mau mengakui bahwa tidak ada seorangpun yang mampu mengulurkan tangannya sampai ke dasar jurang, di sanalah ia akan berharap pada Tuhan yang berkuasa. Di sinilah Mazmur ini, yang disebut John Wesley sebagai Mazmur pertobatan menunjukkan betapa hebat kuasa pengampunan dari Tuhan bagi orang-orang yang mau percaya. Pengakuan bahwa kita tidak bisa menang atas hukuman dosa karena usaha dan perjuangan kita sendiri adalah awal yang akan membebaskan kita. Kita harus datang mohon belas kasihan dan kemurahan dari Allah, yang berkuasa untuk mengampuni. Dengan iman yang demikian, barulah kita dapat terbebaskan dari jurang maut.

Kristus dan kemenangan-Nya di salib adalah bukti bahwa semua kebinasaan dan kehancuran akan dosa telah dikalahkan. Setiap kita yang mau berpaling dari kesalahan dan datang memohon pengampunan, akan diampuni dan diselamatkan.


Doa
Tuhan, kami percaya Engkau Maha-pengampun dan penuh belas kasihan. Ampunilah dosa-dosa kami ya Tuhan. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 17 Agustus 2022 – Di Masa Kesesakan

https://youtu.be/3q1fWFeY9g0

Rabu, 17 Agustus 2022
DI MASA KESESAKAN
Bacaan Alkitab: Mazmur 129

Ayat Emas: Mazmur 129:2
Mereka telah cukup menyesakkan aku sejak masa mudaku, tetapi mereka tidak dapat mengalahkan aku.

Mazmur ini menunjukkan betapa bangsa Israel dulu hidup di masa-masa penuh kesesakan. Penderitaan dan penindasan telah menjerat mereka terus menerus. Terlebih ketika mereka menjadi tawanan bangsa-bangsa asing dan berada di pembuangan.

Setelah melewati semuanya itu, bangsa Israel belajar dua hal: Pertama, Masa lalu sudah berlalu, tetapi pekerjaan Tuhan yang nyata yang pernah mereka alami, terus menimbulkan ucapan syukur bagi mereka. Ketika menyanyikan Mazmur ini, bangsa Israel memperingati pembebasan-pembebasan yang dari Tuhan, atas aniaya dan penderitaan yang disebabkan oleh musuh-musuh mereka. Ia ada dalam masa kesesakan yang lampau dan melepaskan mereka.

Kedua, Mereka mempunyai keyakinan, bahwa Allah tidak berhenti sampai di masa kemarin. Allah yang telah membebaskan mereka dari berbagai kesesakan di masa lalu adalah Allah yang juga akan membela dan meluputkan mereka dari berbagai masalah di masa sekarang, bahkan di masa yang akan datang. Ia tidak akan tinggal diam, melihat apa yang sedang dan akan dialami oleh umat-Nya.
Kiranya dalam kesesakan hidup, iman kita dibangkitkan karena mengingat karya Tuhan yang telah nyata dalam hidup kita.

Doa
Tuhan, Engkaulah Allah, Pembebas kami, yang selalu menolong dan membebaskan kami dari kesesakan. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 16 Agustus 2022 – Takut Akan Tuhan

https://youtu.be/YjQs6_t81jc

Selasa, 16 Agustus 2022
TAKUT AKAN TUHAN
Bacaan Alkitab: Mazmur 128

Ayat Emas: Mazmur 128:1
Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!

Mazmur ini sering disebut sebagai doa pernikahan. Telah lama, doa ini dinyanyikan dalam pernikahan-pernikahan orang Yahudi. Sampai kini, syair ini menjadi pengajaran yang sangat penting dalam pernikahan dan keluarga-keluarga Kristen.

Takut akan Tuhan harus menjadi dasar yang penting bagi setiap rumah tangga. Langgam hidup kita harus sesuai dengan cara dan jalan yang telah Tuhan berikan. Dengan melakukan secara persis perintah Tuhan maka setiap keluarga dan anggota di dalamnya akan mengalami bahagia. Kebahagiaan adalah hasil logis dari menuruti jalan-Nya. Selain itu, pemazmur menyakinkan pembacanya bahwa selain terberkati dengan kebahagiaan, mereka juga akan mengalami damai dari Tuhan.

Kebahagiaan dan damai sejahtera dari Tuhan bukanlah sesuatu yang didapatkan dari berlimpahnya harta dan kekayaan yang kita bawa ke dalam biduk rumah tangga kita. Takut akan Tuhanlah yang membuat setiap orang dalam keluarga mengalami bahagia dan damai sejahtera.

Adakah kita merasa tidak bahagia saat ini? Jauhkah damai dan ketenangan dalam rumah tangga kita akhir-akhir ini? Bisa jadi, karena tidak ditemukan lagi pribadi-pribadi yang takut akan Tuhan di sana.

Doa
Tuhan, berikan kami takut akan Engkau dalam hati. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 15 Agustus 2022 – Pusaka Tuhan

https://youtu.be/3dCzqzgMdDs

Senin, 15 Agustus 2022
PUSAKA TUHAN
Bacaan Alkitab Mazmur 127

Ayat Emas Mazmur 127:3
Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.

Sebagai orang tua, kita mesti ingat bahwa anak-anak yang yang lahir dalam keluarga kita merupakan titipan Tuhan. Mereka adalah milik pusaka Tuhan. Kita bukan penguasa. Kita hanya media atau alat di tangan Tuhan untuk membesarkan mereka.

Dalam hal ini mari kita belajar beberapa hal yang sangat penting berkenaan dengan anak dan orang tua. Pertama, tanpa Tuhan maka apa-apa yang kita punya adalah sia-sia; kedua, anak (anak-anak) adalah kepunyaan Tuhan; ketiga, orang tua harus menjadi pahlawan bagi anak-anaknya; keempat, mampu melakukan tugas sebagai orangtua akan menuai kebahagiaan.

Tuhan telah memercayakan anak-anak (anak kandung, anak angkat, keponakan, atau cucu) kepada kita para orang tua. Adalah tugas dan tanggung jawab kita untuk membesarkan, merawat, dan menjaga mereka. Kita laksana pejuang yang tak kenal lelah dan menyerah untuk masa depan mereka. Keberhasilan menjalankan peran yang tidak mudah ini akan menjadikan kita sebagai pahlawan.

Siapkah kita meluncurkan mereka? Dunia yang akan mereka masuki adalah liar dan berbahaya. Karena itu, selain membekali mereka dengan segala yang mereka perlukan, maka ajarkan satu hal yang penting, yaitu takut akan Tuhan.

Doa
Tuhan, mampukan kami sebagai orang tua untuk selalu membesarkan anak-anak sesuai dengan ketetapan-Mu. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 14 Agustus 2022 – Maju dengan Menangis

https://youtu.be/jzo7kjtsKrw

Minggu, 14 Agustus 2022
MAJU DENGAN MENANGIS
Bacaan Alkitab: Mazmur 126

Ayat Emas Mazmur 126:5-6
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Hidup orang Kristen tidak bisa lepas dari masalah. Permasalahan dan beban berat merupakan sebuah proses pendewasaan iman dan hidup orang percaya. Ada masa di mana hidup yang harus dilalui adalah dengan air mata. Walaupun demikian, pastikan bahwa keadaan yang berat sekalipun tidak akan menghilangkan pengharapan dan keyakinan kepada Dia, Tuhan kita, Kristus Yesus.

Yang saat ini sedang menabur air mata, suatu saat kelak akan menuai kekuatan. Yang menabur pengharapan dan iman akan menuai kemenangan dengan bersorak-sorak. Yang kita tabur hari ini akan memberikan hasil tuaian yang tidak sia-sia. Air mata iman kita tidaklah sia-sia di tangan-Nya yang penuh kasih dan kuasa.

Yakinlah bahwa pemulihan dari Tuhan akan datang tepat pada waktu-Nya. Di saat itu, kita akan seperti orang yang bermimpi, seolah-olah orang baru bangun dari tidur, dan tidak percaya bahwa sungguh Tuhan sudah menolong kita. Percayalah, Ia akan melakukan perkara yang besar kepada kita dan di saat itu kita akan penuh dengan sukacita. Untuk saat ini, teruslah berjalan dan menabur. Suatu saat nanti kita akan menuai dengan sorak-sorai.

Doa
Tuhan, teguhkan hati kami di saat kami sedang berjalan dan menabur dengan air mata. Amin. (RM)

Alkitab Audio