Morning Devotion GP Kids – 13 Agustus 2022

Renungan, 13 Agustus 2022

Efesus 4:32b
Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain

Adik-adik di jaman yang modern ini, sudah jarang kita dengar tentang tata krama yang baik terhadap orang lain. Nahhh apalagi kalau kita sering bertemu dengan banyak orang, kebiasaan menyapa orang lain sepertinya adalah hal yang jarang kita lakukan. Padahal kalau kita bisa ramah terhadap orang lain, pasti orang lain yang kita sapa juga senang hatinya karena merasa ada yang memperhatikan.

Nahh firman Tuhan hari ini berkata; bahwa kita harus ramah seorang terhadap yang lain, karena dengan kita ramah ke orang lain, bisa menunjukkan pribadi & karakter kita yang rendah hati & suka menyapa orang lain. Adik-adik biarlah kita semua belajar seperti kasih Yesus yang mau mengasihi sesama dan juga saling memerhatikan satu dengan yang lainnya yaa🧡

Happy weekend adik-adik semuanya 🥰God bless yaa 🥰

🍒Cik Ria🍒

Renungan iGrow 13 Agustus 2022 – Aman

https://youtu.be/26iJDwefXM0

Sabtu, 13 Agustus 2022
AMAN
Bacaan Alkitab: Mazmur 125

Ayat Emas Mazmur: 125:1
Nyanyian ziarah. Orang-orang yang percaya kepada TUHAN adalah seperti gunung Sion yang tidak goyang, yang tetap untuk selama-lamanya.

Pemazmur sedang mengambarkan Tuhan dan pekerjaan-Nya melalui mazmurnya yang indah. Hal pertama yang ia gambarkan ialah bahwa Tuhan adalah Pelindung yang pasti dan kokoh untuk siapa saja yang menaruh percaya secara sungguh-sungguh kepada-Nya. Selanjutnya, pemazmur melukiskan bagaimana Allah melindungi orang percaya: Ia seperti gunung-gunung yang mengelilingi Yerusalem. Ia mengitari orang percaya dan melindungi mereka dari kekuatan luar yang ingin menyerang mereka. Perlindungan-Nya tidak hanya berlaku 8 jam sehari atau 12 jam sehari, tapi dalam jangka waktu yang panjang bahkan selama-lamanya.

Demikianlah Allah mengitari kita dengan pengawasan dan penjagaan yang sempurna. Seperti yang diyakini oleh Pemazmur maka inilah pula yang kita percaya. Ia adalah Pelindung kita yang tak akan goyah dan goyang. Ia kokoh laksana gunung. Tak ada satu kekuatan yang bisa menembus tingginya gunung perlindungan yang mengitari kita. Kita aman dalam tangan-Nya.

Adakah keraguan lagi jika Ia sudah berjanji untuk menjaga kita? Adakah kekuatiran lagi jika Ia sudah berjanji akan memberikan keamanan dan perlindungan dalam tangan-Nya?

Doa
Tuhan, kami aman dalam penjagaan dan pelindungan-Mu. Terima kasih. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 12 Agustus 2022 – Penolong Kita

https://youtu.be/p7tj3yFIQns

Jumat, 12 Agustus 2022
PENOLONG KITA
Bacaan Alkitab: Mazmur 124

Ayat Emas: Mazmur 124:8
Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

Yang menulis Mazmur ini adalah Daud. Sangat mungkin, ia membuat syair ini usai memukul kalah orang Filistin. Kisah ini bisa kita baca di 2 Samuel:17-25. Selesai ia dinobatkan sebagai raja atas seluruh Israel, maka lawan yang harus dihadapi adalah orang Filistin. Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari Mazmur dan kisah Daud ini. Pertama, Allah-lah yang membebaskan Daud dan orang Israel dari sergapan dan serangan musuh. Kedua, Allah berdiri di samping orang yang mencari pertolongan kepada-Nya.

Menghadapi musuh maka Daud lebih senang mencari jawab dan pertolongan kepada Tuhan. Dan akibatnya, Allah mau berada di sebelah Daud, dan berperang serta mengalahkan musuh yang berusaha menelan mereka hidup-hidup. Hasil akhirnya sangat bisa ditebak: Daud dan Israel menerima kemenangan.

Kepada siapa kita mencari pertolongan? Adakah kita bersikap dan berkata seperti Daud, “Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi?” Ataukah kita berupaya mendapatkan keselamatan dari pihak lain? Tidak cukup kuatkah Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi itu? Carilah dan berserulah kepada-Nya.

Doa
Tuhan, ampuni kami jika selama ini meragukan pertolongan dan rancangan-Mu. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 11 Agustus 2022 – Mohon Belas Kasih Allah

https://youtu.be/UZFI6VN2WRY

Kamis, 11 Agustus 2022
MOHON BELAS KASIH ALLAH
Bacaan Alkitab: Mazmur 123

Ayat Emas: Mazmur 123:3
Kasihanilah kami, ya TUHAN, kasihanilah kami, sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan.

Yang namanya penghinaan bukan hanya terjadi di zaman milenial ini. Ketika materialisme menjadi aliran yang memiliki pengikut (paling) banyak. Di masa pemazmur ini pun, sikap superior, menghina sudah bertumbuh subur. Ada penafsir menduga, Mazmur ini ditulis usai dari pembuangan. Walau mereka sudah pulang ke negeri sendiri, tetapi bangsa-bangsa lain masih menjajah mereka yang berimplikasi dengan munculnya banyak masalah.

Ada banyak hal orang menjadi objek penghinaan. Bisa karena fisik, kecerdasan, materi, penampilan dan sebagainya. Tetapi hanya ada satu penyebab orang menghina orang lain, yakni kesombongan. Tuhan membenci kesombongan (Yak. 4: 6 bandingkan Mat. 23:12).

Bila kita saat ini sedang mengalami penghinaan dari orang lain, mari kita mohon belas kasih Tuhan. Dengan tersungkur menyerahkan semua kegundahan hati. Allah yang berbelas kasih akan mengulurkan Tangan-Nya. Tetapi jikalau kita saat ini sedang pongah, congkak, merasa diri lebih hebat dari yang lain sehingga bersikap menghina kepada sesama, marilah segera kita bertobat. Karena dengan sikap sombong tersebut sesungguhnya kita bukan hanya menyakiti sesama melainkan juga menentang Allah.

Doa
Ya Tuhan, Engkau mengerti kondisiku saat ini. Tolonglah aku. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 10 Agustus 2022 – Yerusalem

https://youtu.be/U8MyNQiBYj8

Rabu, 10 Agustus 2022
YERUSALEM
Bacaan Alkitab: Mazmur 122

Ayat Emas: Mazmur 122:2
Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.

Tak ada tempat di bumi ini yang dapat memberikan kasih, kebencian dan gairah sekaligus selain Yerusalem. Yerusalem bukanlah kota biasa. Kota ini memiliki keunikan tersendiri. Yerusalem benar-benar berbeda dengan kota-kota lain di dunia ini. Satu hal yang membedakan adalah kota ini sangat penting artinya bagi tiga agama samawi: Yahudi, Kristen dan Islam (Trias Kuncahyono: 2009).

Yerusalem disebut juga sebagai kota Daud (1 Raj. 2:10), kota yang kudus (Neh. 11:1) bahkan sebagai kota Allah (Maz 46:5), tentu dengan harapan di Yerusalem ada kasih, damai dan nilai-nilai ilahi melimpah ruah di sana. Tapi kenyataan, sejarah mencatat selama 30 abad terakhir sudah lebih dari 20 kali kota ini ditaklukkan dan dihancurkan serta dibangun kembali. Mari kita berdoa seperti yang diserukan Daud di ayat 6-7, “Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!”

Yerusalem adalah rumah Tuhan (ayat 9), bahkan bukan hanya Yerusalem tetapi tubuh kita, keluarga kita, gereja kita adalah rumah Tuhan. Mari kita berdoa dengan sungguh-sungguh kiranya kasih dan kuasa Allah benar-benar melimpah dalam rumah Tuhan kita, sehingga suasana surgawi pun nyata kita rasakan di sana.

Doa
Tuhan Yesus, kami menyerahkan Yerusalem sebagai kota Allah, pasti Engkau berdaulat di sana. Kami pun menyerahkan diri, keluarga dan gereja kami ke dalam kedaulatan-Mu. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 9 Agustus 2022 – Gusti Mboten Sare

https://youtu.be/yyWDC3zInDs

Selasa, 9 Agustus 2022
GUSTI MBOTEN SARE
Bacaan Alkitab: Mazmur 121

Ayat Emas: Mazmur 121:4
Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.

Jauh sebelum populer ungkapan “Gusti Mboten Sare” (Tuhan tidak tidur), pemazmur sudah menyatakan kepada semesta, “Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.”
Firman ini tetap berlaku selamanya, termasuk kepada kita saat ini. Tuhanlah penjaga hidup kita. Tak ada pribadi yang lebih perkasa dari Penjaga kita, karena Dialah yang menciptakan langit, bumi, dan seluruh jagat raya dengan segala kehidupannya. Dia tidak tertidur, tidak terlena ataupun khilaf kepada kita. Dia menjauhkan kita dari kecelakaan, menjaga jiwa kita dalam keselamatan.

Tuhan dalam kemaha-kuasaan-Nya ikut hadir, mengontrol dan mengawasi kita. Menjaga, melindungi dan menyelamatkan kita dalam berbagai bahaya yang mengancam. Dia maha mengetahui setiap ancaman yang mengarah kepada kita, ketika ancaman itu meluncur ke arah kita, Dia hadir tiada terlambat. Dengan segala kasih dan keperkasaan-Nya, Tuhan melindungi dan memeluk kita.

Barangkali kita saat ini ada yang merasa, dalam kondisi tidak sedang dijagai oleh Tuhan. Percayalah,… yakinlah! Tuhan tak meninggalkan kita sendiri. Dia bukan Tuhan yang kejam, yang mengingkari Firman-Nya. Dia tetap Immanuel: Allah beserta kita. Di mana pun dan sampai kapan pun.

Doa
Ya Tuhan Yesus, aku percaya Engkau selalu berada di dalamku. Tak pernah meninggalkan aku. Justru aku yang sering mengabaikan-Mu. Ampunilah aku ya Tuhan. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 8 Agustus 2022

Renungan, 8 Agustus 2022

Roma 3:23-24
“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan ALLAH, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam KRISTUS YESUS.”

Adik-adik…
Kapan terakhir kali mendapatkan hadiah istimewa dari orang tua kita? Hadiah istimewa 🎁berupa barang yang sudah lama kita inginkan.
Adik-adik pasti kita akan sangat senang karena apa yang sungguh kita inginkan akhirnya terpenuhi. Ingat ya adik-adik, kita wajib terus mendoakan orangtua kita setiap hari.

Adik-adik, menurut Rasul Paulus melalui suratnya kepada jemaat di Roma, semua orang tentu berbuat dosa dan karena dosa kita telah kehilangan kemuliaan TUHAN. Tetapi karena anugerah dari TUHAN, kita manusia yang telah berdosa ini diselamatkan dengan cuma-cuma. Kita telah ditebus oleh darah KRISTUS YESUS.

Adik-adik, kita sebagai manusia yang selalu melanggar perintah TUHAN, seharusnya kita mendapat hukuman dari TUHAN tetapi TUHAN tidak ingin manusia ciptaan-Nya mendapat celaka. Oleh sebab itu TUHAN YESUS KRISTUS rela menjadi Juru Selamat manusia agar manusia terbebas dari hukuman. Inilah hadiah atau anugerah abadi sejati dari TUHAN untuk manusia ✝️
Karena itu adik-adik kita harus setia menjaga iman kita dengan rajin membaca Alkitab dan rajin berdoa memohon ROH KUDUS untuk menuntun dalam menjalankan hidup sesuai kehendak TUHAN YESUS KRISTUS.

-Cik Joice-

Renungan iGrow 8 Agustus 2022 – Berseru kepada Tuhan

https://youtu.be/1d4irc16OcA

Senin, 8 Agustus 2022
BERSERU KEPADA TUHAN
Bacaan Alkitab Mazmur 120

Ayat Emas: Mazmur 120:1-2
Nyanyian ziarah. Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku: “Ya TUHAN, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu.”

Beberapa hari ke depan, kita akan merenungkan Mazmur yang merupakan Nyanyian Ziarah, yang tertulis di awal (judul). Kata Ibrani yang diterjemahkan menjadi Nyanyian Ziarah ini sebenarnya bermakna “Naik”. Yerusalem berada di atas perbukitan, sedang Bait Allah berada di atas bukit Sion. Penafsir menduga, Mazmur ini diucapkan saat mereka naik ke Yerusalem.

Dalam suasana sesak dan tertekan karena berelasi dengan orang-orang yang berlidah penipu, pemazmur sungguh-sungguh merasa tersiksa. Bahkan bukan hanya itu, para pendusta itu juga pembenci suasana damai. Ini dilambangkan dengan Mesekh dan Kedar (ayat 5).

Barangkali kita saat ini sedang hidup seperti pemazmur ini. Berada di tengah-tengah para penipu, yang bukan hanya merugikan, mengganggu damai sejahtera yang ada, tetapi juga mengancam jiwa. Mari kita melakukan seperti yang pemazmur lakukan, berseru kepada Tuhan. Mengadu kepada Dia! Ia tidak akan mengabaikan seruan yang keluar dari hati kita. Ia tak akan meremehkan keluhan-keluhan kita. Ia peduli.

Doa
Tolonglah aku ya Tuhan, yang hidup di tengah orang-orang yang berbibir dusta. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 7 Agustus 2022 – Firman-Nya Menjaga Kita

https://youtu.be/wQotkqUrjWI

Minggu, 7 Agustus 2022
FIRMANNYA MENJAGA KITA
Bacaan Alkitab: Mazmur 119

Ayat Emas: Mazmur 119:9
Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

Pemazmur hari ini mengingatkan kembali kepada kita semua tentang, bukan hanya pentingnya, tetapi mutlaknya kebutuhan kita kepada Firman Tuhan. Bila ingin hidup berkenan, hiduplah di dalam Firman-Nya.

Dengan sangat indah Pemazmur kreatif sekali membangun istilah-istilah segar yang semuanya menunjuk kepada Firman Tuhan, yang oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) diterjemahkan menjadi: Taurat Tuhan (ayat 1), Peringatan-Nya (2), Jalan (3), Titah (4), Ketetapan (5), Perintah (6), Hukum (7), Janji (11) dan seterusnya. Jikalau Pemazmur di teks ini hanya menyebut kategorial seorang (kaum) muda, bukan berarti kategorial usia lainnya terabaikan! Tetapi Pemazmur mengerti sekali bahwa di usia mudalah, manusia bagai berdiri di lantai licin berlumut. Godaan untuk hidup bebas, lepas dari Firman Tuhan sangat kuat! Apabila tidak didasari oleh Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, niscaya akan jatuh.

Apapun kategorial usia kita saat ini, marilah kita mencintai titah-Nya, taat kepada jalan-Nya dan selalu menyimpan janji-Nya. Waktu-waktu ini sangatlah jahat, jangan mengandalkan kekuatan kita sendiri, pasti akan jatuh. Siapa yang mengandalkan hidupnya dengan kekuatannya sendiri, terkutuklah dia! (Yer. 17:5).

Doa
Oh Tuhan, jangan biarkan dunia menarikku untuk menjauh dari Firman-Mu. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 6 Agustus 2022 – Bersyukur Atas Kasih Setia-Nya

https://youtu.be/oxtKDV4Sg6E

Sabtu, 6 Agustus 2022
BERSYUKUR ATAS KASIH SETIANYA
Bacaan Alkitab Mazmur 118

Ayat Emas Mazmur 118:1
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Hari ini kita diajak Pemazmur untuk kembali melihat, merenungkan dan bersyukur kepada Tuhan, sebab Ia baik. Bahkan bukan hanya baik, tetapi lebih mengerucut kepada “kasih setia-Nya”. Apalah artinya kasih tanpa kesetiaan, apalah makna kesetiaan bila tiada kasih di sana. Allah menyatukan dua sifat baik ini dalam satu paket, kasih setia. Betapa mendasarnya paket ini sampai Alkitab Terjemahan Baru (TB), mencatat ada 168 buah frasa kasih setia yang menunjuk kepada Pribadi Allah.

Lihatlah, frasa kasih setia-Nya di pasal ini tidak hanya eksplisit disebut di ayat emas di atas, melainkan di ayat kedua, ketiga, keempat bahkan di ayat penutup. Sungguh, kita mendapati kasih setia kepada Pribadi yang digambarkan “Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru” (ayat 22, bandingkan Mat. 21:42). Apa jadinya kita, bila Tuhan tidak berkasih setia? Marilah kita sungguh-sungguh bersyukur atas kasih setia Tuhan.

Kiranya sifat “kasih setia” itu pun tinggal di dalam kita. Kasih setia kepada Allah, kepada pasangan dan keluarga kita. Karena kasih setia itu sifat surgawi.

Doa
Ya Tuhan, tolonglah kami untuk serius hidup dalam berkasih setia seperti yang Engkau ajarkan. Amin. (sb)

Alkitab Audio