Renungan iGrow 7 Juni 2022 – Pahala Orang Benar

https://youtu.be/SgNQ423qIH8

Selasa, 7 Juni 2022
PAHALA ORANG BENAR
Bacaan Alkitab: Mazmur 58

Ayat Emas: Mazmur 58:12
Sesungguhnya ada pahala bagi orang benar, sesungguhnya ada Allah yang memberi keadilan di bumi.

Orang benar tidak akan menutup mata ketika melihat penguasa yang lalim dan kejam. Ketika ketidakadilan terjadi dan merajalela, adalah tugas kita sebagai anak Tuhan melakukan sesuatu yang dapat memberi dampak perubahan. Mungkin yang kita kerjakan bukanlah sesuatu yang besar, dan mungkin juga tidak serta merta menghapuskan semua praktik ketidakadilan yang ada, namun setidaknya kita memberi kontribusi. Kita tidak pasif, kita mau bergerak mewujudkan dan menciptakan sebuah lingkungan yang adil.

Tidak mudah menyampaikan teguran keras kepada pemimpin yang berkuasa. Namun yang kita percayai bahwa Allah tidak berkenan ketika melihat para penguasa atau hakim yang korup, tidak jujur dan memiliki niatan kejahatan. Karena itu Allah yang akan menjadi pembela kita untuk menyadarkan para penguasa tersebut agar ketidakadilan tidak makin menjalar.

Bagi kita, orang benar yang berani tetap berdiri di atas kebenaran, Allah juga menjanjikan pahala dan berkat (ayat 12). Allah adalah Allah yang adil. Ia melindungi dan memberkati orang benar. Ia menghukum dan menghancurkan orang fasik dan lalim. Inilah yang menjadi kekuatan bagi kita untuk mempertahankan hidup benar di tengah dunia yang makin rusak.

Doa
Tuhan, pimpin dan ajari kami, menjaga hidup kami penuh keadilan dan kebenaran. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 6 Juni 2022 – Dalam Kesulitan Besar

https://youtu.be/ArjwQCHijyg

Senin, 6 Juni 2022
DALAM KESULITAN BESAR
Bacaan Alkitab: Mazmur 57

Ayat Emas: Mazmur 57:3
Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku.

Mazmur ini ditulis ketika Daud berusaha lari dan menyembunyikan diri dari Saul yang ingin membunuhnya. Dalam ketakutan dan kesulitan yang sangat besar ini, kita melihat bagaimana respon Daud.

● Memohon belas kasihan Allah (ayat 2)
Daud sadar bahwa Allah penuh belas kasihan. Allah mengasihinya dan hendak menjaga hidupnya. Karena itu Daud hanya berlindung dalam naungan Allah dan memohon Allah menyatakan kemurahan-Nya.

● Percaya Allah akan menyelesaikan (ayat 3)
Daud meyakini, Allah sanggup menyelesaikan masalahnya. Ia percaya jika ia berseru kepada Allah, maka Allah tidak akan tinggal diam. Allah akan bertindak, bukan hanya menolong saat itu saja, tapi menyelesaikan semua perkara dan kesulitan yang sedang ia hadapi.

● Menyanyi dan bersyukur (ayat 8)
Dalam kelemahan dan kekhawatirannya, Daud tidak meninggalkan kesempatan untuk memuji dan menaikkan syukur. Daud membangunkan jiwanya, semangat dan harapannya dengan pujian syukur.

Doa
Tuhan, dalam kesulitan sebesar apapun biarlah kami tetap berharap pada-Mu dan memuji-muji nama-Mu. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 5 Juni 2022 – Takut VS Firman

https://youtu.be/HLwzb3XkkBk

Minggu, 5 Juni 2022
TAKUT VS FIRMAN
Bacaan Alkitab: Mazmur 56

Ayat Emas: Mazmur 56:5
Kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

Firman Tuhan adalah perkataan Tuhan sendiri. Itu bisa berupa janji atau penghiburan, bisa juga sebagai perintah, larangan atau peringatan. Alkitab, yang adalah sabda-Nya, menyaksikan bahwa janji Tuhan itu murni dan teruji, tidak lekang oleh waktu dan tidak lapuk oleh apapun. Karena itu, layak bagi kita untuk memercayai setiap Firman yang telah diucapkan Allah sendiri, yang pasti setia untuk menggenapi janji-Nya.

Situasi dan kondisi hidup sering membuat kita bimbang akan janji Tuhan. Kita tergoda untuk ragu, bahkan bisa tidak lagi percaya. Nah, dari Daud kita belajar suatu hal yang penting. Dalam menghadapi lawan yang berat dan menekan batinnya, Daud menguatkan hatinya. Dia memuji Allah dan mengingat setiap firman Tuhan. Seruan Daud akan kepercayaannya pada Tuhan mengubah perasaan ketakutan menjadi pengharapan. Dia percaya bahwa Tuhan peduli padanya.

Ada banyak janji Tuhan yang akan menolong kita keluar dari ketakutan dan mengubahnya menjadi harapan. Contoh, di saat kita takut ingatlah Mazmur 23:4 yang mengajak kita percaya bahwa gada dan tongkat Tuhan menyertai. Perkatakanlah firman Tuhan maka firman itu akan memompa iman kita untuk terus berharap pada Tuhan. Janji-Nya layak untuk kita percayai, karena Ia yang menjanjikannya setia.

Doa
Dalam kesesakan kuarahkan pandanganku pada-Mu, ya Tuhan Yesus, dan kupegang janji firman-Mu. Amin. (win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 4 Juni 2022 – Jangan Kuatir

https://youtu.be/lRLal60ltAQ

Sabtu, 4 Juni 2022
JANGAN KUATIR
Bacaan Alkitab: Mazmur 55

Ayat Emas: Mazmur 55:23
Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.

Kanker adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti semua orang sampai hari ini. Terbentuknya sel kanker adalah sel yang bermutasi dari sel baik menjadi sel jahat. Sifatnya adalah parasit, bersembunyi dan menempel pada sel tubuh sehat untuk mengambil makanan melalui darah dan lama kelamaan sel ini menjadi banyak dan bisa merusak sel, bahkan organ tubuh.

Kekhawatiran, kecemasan, kegelisahan dan ketakutan, sama halnya dengan kanker. Perasaan ini jika tidak dilawan atau disingkirkan akan seperti kanker yang menggerogoti kekuatan. Akibatnya baik fisik maupun psikis mengalami penurunan. Kitab Amsal mengatakan kekhawatiran itu membungkukkan tulang, tetapi perkataan yang baik membuat sukacita.

Janganlah kita fokus pada masalah yang memicu kekhawatiran, tetapi marilah belajar menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Percayakanlah diri kita kepada Penguasa hidup yang memiliki kuasa yang dahsyat. Yesus pernah berkata supaya kita tidak khawatir akan apapun juga. Sekali lagi, akan apapun juga. Dia sangat mengerti batas kemampuan kita dan mampu menunjukkan jalan keluar (bdk. Mat. 6: 25 – 34).

Doa
Terima kasih Tuhan, karena Engkau berkata jangan khawatir. Sesungguhnya Engkau sudah membuat jalan keluar. Amin. (win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 3 Juni 2022 – Hanya Sesumbar

https://youtu.be/Nry_H-UVwS4

Jumat, 3 Juni 2022
HANYA SESUMBAR
Bacaan Alkitab: Mazmur 54

Ayat Emas: Mazmur 54:4
Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku!

Kalau menonton pertarungan tinju, maka kita akan melihat kedua petinju akan saling melontarkan kalimat sesumbar untuk menjatuhkan mental lawan sebelum pertandingan dimulai. Yang mentalnya lemah pasti terprovokasi perkataan lawannya. Kalimat sesumbar berisi kata-kata intimidasi dan sesungguhnya itu adalah cara untuk menutupi kelemahan diri sendiri. Intinya adalah ketakutan yang berbungkus kesombongan.

Hal yang paling menakutkan dalam menghadapi pergumulan hidup adalah rasa takut. Reaksi saat menghadapi pergumulan adalah kunci kemenangan. Gerutu, keluhan, omelan, dan kutukan ataukah ucapan syukur, kata-kata iman dan firman Tuhan yang keluar dari mulut dan hati kita? Memilih reaksi manakah kita? Mari, biasakanlah mengucap syukur, membaca dan merenungkan firman supaya refleks dan reaksi kita akan kesulitan adalah benar.

Daud dalam masa sulitnya memilih mengucapkan perkataan iman, “Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku” (ayat 6). Kata inilah yang muncul. Mari bangun iman kita supaya sanggup menghadapi sesumbar Iblis yang sering muncul saat kesulitan datang. Tuhan mendengar ucapan mulut kita. Bereaksi dan berucaplah yang benar.

Doa
Tuhan Kaulah kemenanganku, Iblis sudah Kau takhlukkan, dengarlah ucapan bibirku yang memuliakan-Mu. Amin. (win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 2 Juni 2022 – Ojo Gemblung

https://youtu.be/r2UVrCLB7uI

Kamis, 2 Juni 2022
OJO GEMBLUNG
Bacaan Alkitab: Mazmur 53

Ayat Emas: Mazmur 53:3
Allah memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia, untuk melihat apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.

Pasal ini menuliskan kebobrokan manusia yang amat sangat, sehingga pemazmur menyebutnya busuk dan menjijikkan. Sepertinya, tidak ada lagi kebaikan yang bisa dilihat dalam diri manusia. Kondisi kejahatan ini dimulai dari sebuah tindakan, yaitu bebal. Bebal bisa diartikan sebuah kebodohan. Dalam Alkitab Bahasa Jawa kata ini diterjemahkan dengan kata yang sangat menarik, yaitu: “gemblung”.

Seorang yang bebal hanya mengakui Tuhan sebatas perkataan tetapi tidak dalam perbuatan. Contohnya dalam komunitas Kristen, tentu semua akan menjawab percaya kalau ditanya apakah percaya Tuhan itu ada. Namun, dalam praktek hidup sehari-hari, sering kita jumpai Tuhan ditiadakan atau disangkal demi sebuah ambisi dan gengsi, seakan Tuhan “cingcay” dengan kejahatan dan pelanggaran kecil.

Penyangkalan akan kehadiran Tuhan secara praktis pasti akan membuat hati manusia condong berbuat jahat, dan tentu saja efeknya ialah ada manusia lain yang tertindas atas kejahatan kita. Kebebalan merusak hubungan kita dengan Tuhan dan manusia. Karena itu, jadikanlah diri kita berakal budi dan terus mencari Allah, karena Tuhan melihat apa yang kita buat.

Doa
Jadikanlah aku bijak ya Tuhan, mengakui-Mu dalam pikiran dan lakuku. Amin. (win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 1 Juni 2022 – Hidup Seperti Pohon Zaitun

https://youtu.be/i8k7MPawBqI

Rabu, 1 Juni 2022
HIDUP SEPERTI POHON ZAITUN
Bacaan Alkitab: Mazmur 52

Ayat Emas: Mazmur 52:11
Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyurkannya di depan orang-orang yang Kaukasihi!

Di dalam bagian ini kita diingatkan kembali sebuah kisah yang mengharukan tentang Daud, yaitu saat Ahimelekh harus kehilangan keluarganya akibat perbuatannya menolong Daud yang dikejar oleh raja Saul. Apa yang dilakukan oleh Ahimelekh sampai ke telinga Saul oleh seorang Edom yang bertugas menggembalakan domba Saul. Akibatnya, Ahimelekh dijatuhi hukuman.

Melihat peristiwa yang dikisahkan dalam 1 Samuel 21 ini, kita diajar untuk mengerti bahwa bagi Daud, Ahimelekh adalah pahlawan yang menyelamatkannya. Sebaliknya, Ahimelekh adalah pengkhianat yang layak dihukum oleh Saul. Atau, seorang Edom bernama Doëg yang bagi Saul adalah seorang pahlawan, namun adalah seorang pengkhianat bagi Daud. Kita perlu melihat peristiwa ini dari sudut pandang Allah yang memandang dengan adil. Ia melihat hidup Daud adalah hidup yang ia gambarkan seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah, karenanya Allah berkenan (ayat 8). Bukan kepada Saul ataupun Doëg yang hidup dalam kefasikan.

Berusahalah hidup jauh dari kefasikan, agar Allah bersedia bertindak atas segala susah kita. Dan Ia pun dimasyurkan, karena perbuatan-Nya yang hebat.

Doa
Ku akan bersyukur pada-Mu ya Tuhan, sepanjang hidupku. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 31 Mei 2022 – Korban yang Dikenan Allah

https://youtu.be/LjIsN7IYyHk

Selasa, 31 Mei 2022
KORBAN YANG DIKENAN ALLAH
Bacaan Alkitab: Mazmur 51

Ayat Emas: Mazmur 51:19
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Tak ada satupun manusia yang luput dari dosa dan kesalahan. Terlihat ataupun tidak, setiap manusia pernah berdosa di hadapan Allah. Namun nyatanya hanya sedikit saja rasanya yang bersedia diakui di hadapan-Nya. Atau bahkan seringkali yang terjadi adalah manusia bertegar tengkuk dan dengan sengaja tidak menganggap dosanya sebagai sesuatu yang serius.

Allah sangat mengasihi manusia ciptaan-Nya, namun juga sangat membenci dosa. Maka Allah ingin kita membereskan di hadapan-Nya. Daud, seorang raja tersohor mengerti benar betapa seriusnya Allah terhadap dosa. Saat nabi Tuhan datang kepadanya untuk mengingatkan, dengan segera ia datang kepada Tuhan untuk memohon ampun dan pengudusan dari-Nya. Ia sadar, bahwa bukan persembahan bakaran yang mahal yang diterima Tuhan, namun justru hatinya yang penuh pertobatanlah yang Tuhan harapkan.

Seringkali kita begitu bangga dengan pencapaian hidup kita, namun melupakan banyaknya perbuatan yang mendukakan Tuhan yang telah kita lakukan. Karenanya, segeralah datang kepada-Nya, Ia berkenan kepada hati yang hancur dan penuh pertobatan jauh melebihi setiap persembahan yang kita bawa di hadapan-Nya.

Doa
Mampukan kami ya Tuhan, untuk mengingat, mengakui, memohon ampun, dan meninggalkan semua dosa yang kami kerjakan di hadapan-Mu. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 30 Mei 2022 – Korban Syukur

https://youtu.be/H-pgCvIfiZI

Senin, 30 Mei 2022
KORBAN SYUKUR
Bacaan Alkitab: Mazmur 50

Ayat Emas: Mazmur 50:23
Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.

Tiap orang, tak terkecuali umat Tuhan, cenderung beranggapan bahwa Tuhan dapat dibuat berkenan dengan berbagai pemberian untuk-Nya. Ternyata tidak demikian! Perkenan Tuhan tidak dapat dibeli dengan apapun sebab segala sesuatu adalah milik-Nya dan Ia tidak memerlukan apa pun (ayat 9-13).

Karena itu, tidak ada korban lain yang Allah minta, kecuali korban syukur (ayat 14). Hal ini lebih penting daripada korban binatang. Korban syukur adalah respons umat terhadap kebaikan Allah. Korban syukur itu harus diwujudkan melalui sikap hidup sehari-hari.

Segala macam ibadah yang kita lakukan untuk Tuhan itu boleh-boleh saja dan memang seharusnya dilakukan, tetapi ada yang tak kalah penting yang menyertainya yaitu semua ibadah dan bakti yang dikerjakan itu disertai dengan syukur dan ketulusan hati kita. Tuhan menginginkan kita beribadah kepada-Nya, tetapi hal itu harus lebih dari ritus dan kebiasaan agama yang kita kerjakan itu. Allah menginginkan hidup kita yang melimpah dengan syukur sebagai persembahan yang hidup di hadapan-Nya.

Doa
Terima kasih ya Tuhan, untuk segala kasih yang Engkau nyatakan di dalam hidupku. Syukur kunaikkan dari hati yang limpah dengan ketulusan. Amin. (uni)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 29 Mei 2022 – Kekayaan Semu

https://youtu.be/3jCq5Y8UFiQ

Minggu, 29 Mei 2022
KEKAYAAN SEMU
Bacaan Alkitab: Mazmur 49

Ayat Emas: Mazmur 49:17-18
Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah, sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.

Banyak orang mengukur dan menilai keberhasilan maupun kebahagiaan hanya dengan uang atau kekayaan yang dimiliki. Salah satu hal yang sering terjadi adalah dalam acara reuni sekolah, ketika menjadi ajang seseorang untuk menceritakan kehidupan barunya. Jika mendengar atau melihat teman masa sekolahnya datang dengan mobil, baju bermerek, serta aksesori yang mewah pasti akan dinilai orang yang berhasil. Mengapa bisa begitu? Ya, karena dia memiliki segalanya, dia kaya.

Belajar dari pasal yang kita baca hari ini, pemazmur mengajarkan bahwa kekayaan itu bukanlah hal yang utama dalam hidup kita. Bahkan kekayaan tidak dapat dibawa serta sampai mati. Mengumpulkan kekayaan boleh-boleh saja, apalagi jika kekayaan itu kita gunakan untuk kemuliaan Tuhan. Namun, akan menjadi salah jika kekayaan mengikat atau membuat kita menjadi sombong, dan merasa dirinya berkuasa karena kaya. Tetaplah menjadi orang yang rendah hati di dalam Tuhan ketika engkau kaya, karena semua berkat datangnya dari Tuhan (bdk. Amsal 10:22).

Doa
Tuhan, ampunilah kami ketika kami mulai tidak bermegah karena-Mu namun bermegah karena harta yang kami miliki. Amin. (uni)

Alkitab Audio