Renungan iGrow 18 Mei 2022 – Berani Mengakui

https://youtu.be/J4fV-T5nA2E

Rabu, 18 Mei 2022
BERANI MENGAKUI
Bacaan Alkitab: Mazmur 38

Ayat Emas: Mazmur 38:19
Ya, aku mengaku kesalahanku, aku cemas karena dosaku.

Rasa bersalah adalah sebuah beban berat yang sering dialami oleh manusia. Bagaikan sebuah penyakit, rasa bersalah membuat seseorang akan menderita. Dan sering kali timbul dalam hati kita karena sikap atau perbuatan kita yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Seorang penafsir menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama rasa bersalah Daud adalah perzinahannya dengan Betsyeba. Ia tidak hanya bersalah kepada Uria, tetapi utamanya kepada Tuhan, sehingga Ia murka kepadanya. Bagi Daud dosa yang dilakukannya seperti penyakit yang menjijikkan (ayat 6).

Mungkin sulit bagi kita menghindar dari rasa bersalah akibat dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat. Namun, Daud memberikan contoh bagi kita bagaimana bisa bangkit dari keterpurukan hidupnya. “Nobody’s perfect,” tidak ada seorangpun kebal dari kesalahan. Maka, akuilah kesalahan yang telah kita perbuat kepada Tuhan dan sesama. Datanglah kepada-Nya dengan kerendahan hati, kepada Pribadi yang rela menerima kita sebagaimana adanya. Tak ada yang tersembunyi di hadapan-Nya. Ia rindu kita bersedia mengakui setiap laku kita, baik ataupun buruk semua kita akui.

Doa
Roh Kudus, mampukan kami untuk memberanikan diri mengakui kesalahan di hadapan-Mu dan di hadapan sesama kami. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 17 Mei 2022 – Jangan Iri Hati

https://youtu.be/29q_Jcmle68

Selasa, 17 Mei 2022
JANGAN IRI HATI
Bacaan Alkitab: Mazmur 37

Ayat Emas: Mazmur 37:1
Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang.

Iri hati adalah respon luapan hati seseorang yang tidak bisa menerima kenyataan atas keberhasilan orang lain. Sebagai orang yang percaya, kita pun acap kali menjadi galau saat melihat orang jahat, tetapi ternyata hidupnya di dalam kemakmuran. Kemakmuran mereka membuat kita menjadi iri hati.

Jika kita menyadari betul bahwa kita diciptakan serupa dan segambar dengan Allah yang adalah Roh, maka kitapun wajib hidup menurut standar Roh Allah, dan bukan menurut standar daging, yang salah satunya adalah iri hati.

Perikop yang kita renungkan hari ini memberikan ramuan agar kita tidak mudah untuk iri hati. Pertama, percayalah (ayat 3). Percaya berarti kita sedang bersandar dan mengandalkan hidup kita sepenuhnya. Kedua, nantikanlah TUHAN (ayat 7, 9, 34). Pemazmur mengulang kata ini sebanyak tiga kali, yang menunjukkan bahwa sikap menanti ini sesuatu yang penting, sekalipun memang membosankan.

Percaya dan sabar menantikan Allah menggenapi rencana-Nya dalam hidup kita adalah kesempatan untuk kita memurnikan hidup dan sekaligus membangun ulang relasi intim dengan-Nya. Ketika kita percaya, maka kita tidak akan iri atas apa yang didapat orang lain.

Doa
Tuhan, ampuni kami jika selama ini kami iri kepada orang lain. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 16 Mei 2022 – Luar Biasa Besar

https://youtu.be/5prOhwqR3Tg

Senin, 16 Mei 2022
LUAR BIASA BESAR
Bacaan Alkitab: Mazmur 36

Ayat Emas Mazmur: 36:6-7
Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan. Keadilan-Mu adalah seperti gunung-gunung Allah, hukum-Mu bagaikan samudera raya yang hebat. Manusia dan hewan Kauselamatkan, ya TUHAN.

Pemazmur mengganggap bahwa kefasikan orang berdosa tidaklah sebanding dengan kasih setia Tuhan. Terlalu besar. Bayangkan saja, kasih Tuhan bisa sampai ke langit. Kesetiaan-Nya sampai ke awan. Seperti jejeran gunung keadilan-Nya. Hukum-Nya luas bagaikan samudera raya. Sebagai seorang raja yang diurapi Tuhan, Daud menyadari bahwa keagungannyapun tak cukup bisa menyaingi kebesaran dan kedasyatan Allah. Itulah sebabnya ia menempatkan dirinya sebagai hamba Tuhan (ayat 1), yaitu seseorang yang hanya layak jika ia dipilih dan diperkenan oleh Tuannya.

Jika demikian agungnya kasih, keadilan dan kebenaran Allah yang selalu bersama kita maka seyogyanya kita tidak perlu kuatir apalagi takut dengan orang-orang yang berupaya merancang hal-hal yang jahat dalam hidup kita. Sebagai Tuan, Ia pasti bertanggung jawab atas keberlangsungan hidup dari hamba-Nya.

Jangan kita hanya yakin akan janji-janji-Nya tetapi yakinlah juga akan karakter-karakter-Nya. Ia pasti berlaku sebagaimana adanya diri-Nya. Ia tidak pernah menyangkal diri-Nya sendiri. Percayalah pada kasih, kesetiaan, keadilan, dan kebenaran-Nya.

Doa
Ya Tuhan, singkapkan mata rohani kami untuk melihat akan kasih, kesetiaan, keadilan dan kebenaran-Mu dalam hidup kami. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 15 Mei 2022 – Bolehkah Mengutuki Musuh?

https://youtu.be/ZJxvfmqz76c

Minggu, 15 Mei 2022
BOLEHKAH MENGUTUKI MUSUH?
Bacaan Alkitab: Mazmur 35

Ayat Emas: Mazmur 35:4
Biarlah mendapat malu dan kena noda, orang-orang yang ingin mencabut nyawaku; biarlah mundur dan tersipu-sipu orang-orang yang merancang kecelakaanku!

Judul di atas menggelitik. Karena, jikalau jawabannya boleh, maka kita diperhadapkan kepada ajaran Tuhan Yesus yang mengharuskan kita mengampuni dan mengasihi musuh. Jika jawabnya tidak, maka pertanyaannya ialah mengapa ayat-ayat seperti ini muncul secara terang benderang.

Berdasarkan kenyataan ini maka ada beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan kita. Pertama, Alkitab secara jujur menceritakan perasaan terdalam dari orang-orang pilihan-Nya, termasuk kesalahan dan kegagalan mereka menuruti kehendak Tuhan. Namun, tidak berarti perasaan dan kegagalan mereka dibenarkan. Kedua, dalam kasus Daud ini, sekalipun ada perasaan marah kepada musuhnya namun ia tidak mengambil tindakan sendiri untuk membalas tetapi menyerahkannya kepada Tuhan yang memiliki hak prerogatif.

Jujur tentang perasaan kita adalah lebih baik daripada menyimpannya dan seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Hanya saja, kepada siapa kita jujur itu jauh lebih penting. Ungkapkan saja kepada Tuhan, dan biarkan Dia yang bertindak, termasuk melembutkan hati kita supaya selaras dengan hati-Nya yang suka mengampuni dan mengasihi. Bukan mengutuki.

Doa
Ya Tuhan, kami ingin memiliki hati seperti-Mu, yang suka mengampuni dan mengasihi. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 14 Mei 2022 – Kecaplah Perlindungan Tuhan

https://youtu.be/u4a3C0ccA2A

Sabtu, 14 Mei 2022
KECAPLAH PERLINDUNGAN TUHAN
Bacaan Alkitab: Mazmur 34

Ayat Emas: Mazmur 34:9
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Mazmur ini lahir bukan dari suasana atau keadaan yang nyaman dan menyenangkan. Situasinya pada waktu itu adalah Daud sedang menjadi pelarian yang diburu oleh Saul. Dan dalam keadaan sebagai buronan Raja Saul itu tentu saja ketakutan adalah hal logis yang dialami Daud. Tanpa perlindungan yang memadai selama masa pelarian itu maka Daud mencari perlindungan dan keamanan dari Tuhan. Gua dan gunung bukanlah tempat yang aman. Bukit batu juga bukan. Manusia, apalagi. Dalam pengalamannya, Daud sudah mengecap dan melihat bahwa betapa baiknya Tuhan yang menjadi perlindungannya. Bukan hanya aman yang dirasakan tapi juga kebahagiaan.

“Kecaplah dan lihatlah”, kata Daud. Ia menawarkan itu kepada pembaca mazmurnya. Daud sudah mencoba dan mengalaminya sendiri. Karena sudah membuktikannya sendiri maka ia mengajak kita juga untuk mencicipinya. Cicipi dan buktikan sendiri! Kira-kira itu yang Daud katakan kepada kita saat ini.

Sama dengan Daud, semua dimulai dengan langkah pertama yaitu percaya dan taat kepada Tuhan. Sekali kita percaya kepada-Nya maka kita harus terus menerus taat atas semua perkataan dan firman-Nya. Maka rasakan dan lihatlah, kebahagiaan akan mengikuti kita.

Doa
Ajar kami untuk percaya penuh kepada-Mu ya Tuhan, agar kami bisa melihat kebaikan-Mu secara sempurna. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 13 Mei 2022 – Pujilah Allah

https://youtu.be/OEeFgCTZ4xI

Jumat, 13 Mei 2022
PUJILAH ALLAH
Bacaan Alkitab: Mazmur 33

Ayat Emas: Mazmur 33:1
Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur.

Daud, sang pemazmur adalah seorang pemusik dan penulis lagu yang sangat piawai. Hati dan tangannya tak tahan untuk menuliskan semua pengalamannya bersama Tuhan dalam rangkaian kata dan nada. Ruang hidupnya adalah ruang orkestra yang setiap sudutnya terisi instrumen musik yang menghasilkan nada-nada indah yang menceritakan kebesaran dan keagungan perbuatan tangan Allahnya. Jantungnya serasa terus berdegup kencang memikirkan kasih suci dari Kekasihnya atau lebih tepatnya, Dia Yang mengasihinya. Ekspresinya tak hanya disimpan di dalam tapi meluap keluar melalui sorak-sorai.

Tentu saja, Tuhan bukanlah Pribadi yang hidup-Nya tergantung pada pujian manusia. Tapi sangatlah masuk akal, jika kita yang telah menerima sejumlah besar kebaikan dan kasih Tuhan bersyukur dan memuji Tuhan. Sangatlah wajar, karena karakter-karakter-Nya yang agung dan mulia maka kita sebagai anak-anak-Nya memuji dia dengan ekspresif. Hanya saja, haruslah itu semua keluar dari hati kita yang paling dalam. Allah memang tidak butuh pujian kita. Namun, Dia pasti senang jika kita memuji-Nya. Janganlah pelit untuk memuji dan menyanyikan syukur kita untuk segala anugerah yang telah Ia nyatakan di dalam sepanjang hidup kita. Ekspresikan!

Doa
Ampuni ya Tuhan, jika kami kerap menganggap sepi kasih dan kebaikan-Mu dalam hidup kami. Berikan kami hati untuk menyanyikan syukur kami kepada-Mu. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 12 Mei 2022 – Aku dan Engkau Akan Bahagia

https://youtu.be/JWzUH9ropVU

Kamis, 12 Mei 2022
AKUI DAN ENGKAU AKAN BAHAGIA
Bacaan Alkitab: Mazmur 32

Ayat Emas: Mazmur 32:5
Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.

Orang keliru berpikir bahwa agar tenang maka dosa yang telah dilakukan disimpan serta didiamkan saja, dan jangan ada orang yang mengetahuinya. Sedapat mungkin kita menutupnya rapat-rapat. Akibatnya, justru bukan ketenangan yang kita dapat, malah kita hidup dalam suasana tegang, karena kuatir jika aib dan noda masa lalu terungkap.

Pemazmur mengatakan bahwa “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku.” Mengapa pemazmur berani mengakui dosa-dosa kepada Tuhan? Tentu saja karena ia tahu bahwa Allah adalah Maha Pengampun. Ia juga sadar bahwa dengan mengaku berarti dia setuju dengan Allah bahwa apa yang dia telah lakukan adalah keliru dan salah di mata Tuhan, sehingga ia menyesal dan tak ingin melakukannya lagi. Akibat logis yang akan ia peroleh dari pengakuan dan pertobatannya ialah kebahagiaan (ayat 1).

Kita semua tidak lepas dari dosa dan kesalahan. Karena itu, datanglah kepada Tuhan Yesus dengan penuh kerendahan hati. Akui dosa dan kesalahan kita di hadapan-Nya. Menyesal dan bertobatlah. Ia pasti mengampuni kita. Maka kita akan tenang dan bahagia.

Doa
Terima kasih ya Tuhan Yesus untuk kematian-Mu di atas kayu salib. Kematian-Mu memungkinkan kami memiliki hidup. Terima kasih untuk pengampunan-Mu atas kami. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 11 Mei 2022 – Serahkan pada Tuhan

https://youtu.be/RaisbqflxD4

Rabu, 11 Mei 2022
SERAHKAN PADA TUHAN
Bacaan Alkitab: Mazmur 31

Ayat Emas Mazmur 31:6
Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.

Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku. Pernah Anda mendengar kalimat ini? Ya. Perkataan ini diucapkan Tuhan Yesus ketika Ia mengalami penderitaan di atas kayu salib (lih. Lukas 23:46). Ini adalah doa yang sangat luar biasa yang menggambarkan kebergantungan seseorang kepada Allah, Sang Pemilik hidup. Baik Pemazmur dan juga Tuhan Yesus menyatakan bahwa mereka percaya secara mutlak kepada Allah. Itulah sebabnya jangankan harta dan kekayaan, nyawapun mereka kembalikan kepada Allah yang mampu menjaga hidup. Yang sementara yang mereka miliki di bumi ini ada dalam penjagaan Pribadi yang kekal di surga.

Semua materi yang kita kumpulkan di dalam dunia ini tidak ada yang kekal sifatnya. Semuanya fana. Termasuk hidup kita. Seberapapun kita kuat menjaga yang kita miliki, pasti tidak akan memberikan jaminan rasa aman. Rasa aman akan kita miliki jika kita menyerahkan secara penuh kepada Allah.

Janganlah kuatir akan apa yang sudah kita serahkan kepada Tuhan. Semuanya terjaga dengan aman. Serahkan secara tuntas, dan tidak perlu lagi was-was. Ia adalah Allah yang setia, yang tangan-Nya penuh kuasa.

Doa
Ajarkan kami ya Tuhan untuk menyerahkah semua aspek kehidupan kami kepada-Mu. Alihkan kekuatiran kami kepada keyakinan akan rasa aman yang akan Engkau beri. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 10 Mei 2022 – Bersyukur dan Pujilah Dia

https://youtu.be/vv9Zj5R_SM4

Selasa, 10 Mei 2022
BERSYUKUR DAN PUJILAH DIA
Bacaan Alkitab : Mazmur 30

Ayat Emas : Mazmur 30:2
Aku akan memuji Engkau, ya TUHAN, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku.

Sebuah kebiasaan baik yang dikerjakan oleh umat Allah adalah menahbiskan bangunan yang telah selesai dibangun, salah satunya adalah Bait Suci seperti yang dituliskan oleh Daud di dalam mazmurnya. Penahbisan merupakan wujud syukur umat atas penyertaan Tuhan selama penyelesaian pembangunan yang mereka kerjakan. Tuhan telah melepaskan mereka dari bahaya dan ancaman. Karenanya, melalui peristiwa penahbisan ini, umat kembali diingatkan untuk mendedikasikan Bait Suci hanya untuk kemuliaan Tuhan.

Berapa banyak kalikah kita mengalami pengalaman diluputkan Tuhan dari bahaya yang mengancam hidup? Mungkin kita telah lalai menghitungnya, namun mari kita merenungkan kembali perjalanan hidup yang telah kita jalani. Di sana kita akan melihat bahwa Ia sungguh bekerja dengan dahsyat. Untuk itulah kita harus bersyukur kepada Dia, yang telah menolong.

Salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan ialah mendedikasikan seluruh hidup kita untuk kemuliaan-Nya. Sama seperti pemazmur, ia menutup mazmurnya dengan berkata “Jiwaku menyanyikan mazmur bagi-Mu dan jangan berdiam diri” (ayat 13a). Persembahkan hidup kita dengan tulus dan syukur.

Doa
Tuhan, kami ingin mendedikasikan kembali hidup kami dengan rasa syukur. Amin. (tim iGrow)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 9 Mei 2022 – Mendengar Suara Tuhan

https://youtu.be/EVYSQK3WoZg

Senin, 9 Mei 2022
MENDENGAR SUARA TUHAN
Bacaan Alkitab: Mazmur 29

Ayat Emas: Mazmur 29:10
TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.

Apa yang ditulis pemazmur dalam pasal 29 adalah merupakan puisi yang menggambarkan kebesaran dan kedahsyatan Allah atas alam semesta. Sebagai penyair, Daud melihat fenomena alam sebagai salah satu tanda kehadiran Allah yang hidup. Dari fenomena yang terjadi, Daud bisa merasakan kedekatan dengan Allah.

Di dalam dunia psikologi, ada sebuah istilah yang disebut “tuli terhadap ibu” atau MOTHER DEAFNESS. Maksudnya, seorang anak tidak bisa mendengar saat ibu mereka berbicara, tapi bisa mendengar saat orang lain yang memanggil. Gejala ini bukanlah sikap kurang ajar tapi otak mereka telah terlatih dan menganggap suara ibunya adalah suara rutin yang tidak penting. Reaksinya adalah mengabaikan.

Banyak orang Kristen yang mengalami tuli terhadap Tuhan atau GOD DEAFNESS di mana mereka sulit mendengar suara Allah. Mereka lebih tertarik untuk mendengar suara-suara lain, sehingga mereka mengabaikan suara Tuhan. Tuhan tak henti-hentinya memperdengarkan suara-Nya kepada kita. Biarlah kita dengan pimpinan Roh Kudus diberikan kepekaan dan kesanggupan untuk mendengar serta meresponi perkataan-Nya. Bukalah telinga rohani Anda!

Doa
Tuhan, bertahtalah dalam hati kami supaya kami bisa mendengar suara-Mu setiap saat. Amin. (AV)

Alkitab Audio