Renungan iGrow 8 April 2022 – Allah yang Adil

https://youtu.be/L_PWC4zj0gg

Jumat, 8 April 2022
ALLAH YANG ADIL
Bacaan Alkitab : Ayub 40

Ayat Emas : Ayub 40:3
Apakah engkau hendak meniadakan pengadilan-Ku, mempersalahkan Aku supaya engkau dapat membenarkan dirimu?

Ketika diri kita dihakimi, terkadang muncul keinginan untuk membela diri. Dengan pembenaran diri itulah kita bisa menunjukkan pada orang lain bahwa diri kita tidak bersalah. Selain itu, kita juga dapat mencari sebuah keadilan. Hal ini wajar jika terjadi pada sesama manusia. Akan tetapi menjadi tidak wajar jika diterapkan kepada Tuhan, seperti yang pernah dilakukan Ayub.

Bagi Ayub, Allah telah berlaku tidak adil terhadapnya (bdk. Ayub 19:6). Pendirian Ayub bahwa dirinya tidak bersalah dan bahwa Allah telah menghukumnya dengan tidak adil nyaris membuat Ayub menggugat Allah. Kini Tuhan bertanya kepada Ayub secara khusus, apakah dia akan terus menegaskan pandangannya yang terbatas itu mengenai cara Allah mengatur dunia dengan menolak keadilan dan kebaikan Allah?

Sungguh amat tidak layak seorang manusia mengatakan Allah tidak adil, sebab TUHAN adalah Allah yang adil (bdk. Yes. 30:18b). Ketika masalah itu datang, mungkin Tuhan sedang mengajar kita untuk hidup lebih dekat dengan-Nya, atau bisa saja itu adalah suatu teguran atas kesalahan yang telah kita lakukan. Dalam keadaan seperti itu, maka kita harus tetap menantikan Tuhan Allah kita yang adil.

Doa
Ya Tuhan, ajarlah kami untuk melihat keadilan dan kebaikan-Mu atas hidup kami. Amin. (uni)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 7 April 2022 – Allah Sang Pemelihara

https://youtu.be/HE5vSbzjIwc

Kamis, 7 April 2022
ALLAH SANG PEMELIHARA
Bacaan Alkitab : Ayub 39

Ayat Emas : Ayub 39:3
Siapakah yang menyediakan mangsa bagi burung gagak, apabila anak-anaknya berkaok-kaok kepada Allah, berkeliaran karena tidak ada makanan?

Mengatakan Allah tetap ada serta memelihara kita di saat kita mengalami kesulitan itu rasanya seperti hal yang tidak mungkin. Sering kali kita bertanya, “Di manakah Engkau hai Allah ketika aku susah?” Rasa-rasanya Allah seperti diam kepada kita. Tidak ada suatu perubahan yang terjadi di dalam hidup kita.

Tapi nas yang kita baca hari ini, hendak mengingatkan kita bahwa Allah selalu ada beserta kita. Anak-anak dari burung gagak saja, Allah perhatikan ketika mereka meminta makan. Apalagi kita anak-anak-Nya, ciptaan Tuhan yang mulia dan berharga ini. Di dalam Injil, Tuhan Yesus pernah berkata, “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” (Matius 6:26)

Jangan kuatir ketika kesulitan itu menimpa kita. Allah tetap ada dan memelihara kita. Mungkin kesulitan yang kita alami tidak segera diselesaikan-Nya, tapi ingatlah akan janji pemeliharaan Tuhan atas hidup kita.

Doa
Kami mau terus memegang janji-Mu, karena Engkaulah Allah yang memelihara kami. Kalau Engkau berjanji, maka Engkau pasti menggenapi. Amin. (uni)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 6 April 2022 – Siapalah Aku Ini?

https://youtu.be/i2lynhIaMOU

Rabu, 6 April 2022
SIAPALAH AKU INI?
Bacaan Alkitab : Ayub 38

Ayat Emas : Ayub 38:32
Dapatkah engkau menerbitkan Mintakulburuj pada waktunya, dan memimpin bintang Biduk dengan pengiring-pengiringnya?

Mintakulburuj adalah garis lengkung di langit, yang terbagi menjadi dua belas bagian, dan tiap-tiap bagian diberi nama menurut gugusan bintang. Sedangkan bintang Biduk adalah rasi bintang yang paling populer dan dapat dikenali dibandingkan dengan rasi bintang lainnya. Bintang Biduk ini tersusun atas tujuh bintang lainnya, dan bintang Biduk biasa digunakan sebagai penunjuk arah Utara (Mintakulburuj: Wikipedia).

Betapa dahsyat-Nya Tuhan kita itu bukan? Ia menciptakan bumi dan mengatur segala isinya dengan hikmat yang tidak pernah bisa kita selami. Rasanya semakin kecillah kita di hadapan-Nya. Hal ini pula yang telah dialami Ayub ketika dia mendapat jawaban dari Tuhan Sang Pencipta, atas pertanyaannya selama ini. Jawaban-jawaban yang diberikan Tuhan, seperti sindiran untuk Ayub. Apakah Ayub juga pencipta seperti Tuhan? Apakah Ayub juga memiliki hikmat yang sama seperti Tuhan? Tentu saja jawabannya adalah TIDAK!

Maka, ketika suatu saat masalah datang apakah kita berhak bertanya kepada Tuhan atau bahkan mempersalahkan Tuhan atas semua masalah yang terjadi dalam hidup kita? Percayalah, rancangan-Nya selalu yang terbaik untuk kita.

Doa
Ampuni kami ya Tuhan, ketika kami mulai mempertanyakan cara-Mu dan menyalahkan-Mu atas penderitaan yang sedang kami alami. Amin. (uni)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 5 April 2022 – Mahabesar, Allah!

https://youtu.be/7YZqyeBOF0M

Selasa, 5 April 2022
MAHABESAR, ALLAH!
Bacaan Alkitab : Ayub 37

Ayat Emas : Ayub 37:5
Allah mengguntur dengan suara-Nya yang mengagumkan; Ia melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak tercapai oleh pengetahuan kita.

Beberapa layanan dari produk seluler dan layanan internet berlomba-lomba untuk menawarkan sebuah layanan “unlimited” selama satu bulan. “Unlimited” dalam terjemahan bahasa Indonesia adalah tidak terbatas. Namun, layanan tersebut tetap saja menawarkan produk yang dibatasi, misalnya selama satu bulan saja atau dengan dengan embel-embel keterangan “S&K”, atau syarat dan ketentuan berlaku.

Nasihat terakhir Elihu kepada Ayub ini adalah untuk membuktikan bahwa kuasa dan kehadiran Allah tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu, bahkan tidak ada seorang pun yang mampu menahan akan kehadiran-Nya. Dalam hal ini, Elihu menerangkan bahwa Allah benar-benar “unlimited”, sebaliknya manusia “limited” alias ada batasnya, baik usia, waktu dan ruang.

Kehadiran dan kuasa Allah sungguh ajaib dan nyata. Tidak ada satupun manusia yang bisa menyangkalnya. Fenomena alam seperti guruh maupun kilat petir muncul bukan hanya sekadar fenomena alam tetapi bukti Allahlah Pemilik dan Pencipta jagad raya. Jika kita percaya bahwa segala sesuatunya adalah milik Allah, maka kita tidak akan mudah untuk meragukan keberadaan Allah atas hidup kita.

Doa
Roh Kudus, kuasai hati dan pikiran kami untuk mengakui keberadaan-Mu di dalam segala aspek hidup kami. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 4 April 2022 – Fenomena atau Noumena

https://youtu.be/jWx6IlbEWWI

Senin, 4 April 2022
FENOMENA atau NOUMENA
Bacaan Alkitab : Ayub 36

Ayat Emas : Ayub 36:2
Bersabarlah sebentar, aku akan mengajar engkau, karena masih ada yang hendak kukatakan demi Allah.

Istilah apa ini? Fenomena dan Noumena! Secara sederhana, fenomena adalah apa saja yang tertangkap oleh panca indera, di dalamya berisi gejala, fakta, dan kejadian yang dialami. Sedangkan noumena berarti hakikat dari sebuah kejadian itu sendiri, yang sering kali tidak dapat dijelaskan dengan persepsi panca indera. Beberapa sahabat Ayub, bahkan Ayub sendiri dengan keterbatasan panca inderanya terperangkap dengan fenomena yang kelihatan.

Harta benda yang ludes dan kematian anak-anaknya yang dikasihi, termasuk penghakiman dari sahabat-sahabatnya adalah fenomena atas apa yang dialami oleh Ayub. Sesungguhnya, di balik panggung kehidupan ada Allah, yang selalu berada di balik kisah kehidupan Ayub. Ayub dan penderitaannya masih ada dalam kontrol dan kuasa Tuhan. Ia tidak meninggalkan Ayub.

Perkataan Elihu di sini ada benarnya, “Bersabarlah”. Butuh sedikit waktu lagi bagi Ayub untuk pada akhirnya tahu apa yang sedang dikerjakan oleh Allah. Kebenaran selengkap-lengkapnya akan terbuka di akhir film kehidupan yang sedang dia lakoni.

Kita pun perlu bersabar. Hakiki atas peristiwa sesungguhnya akan terungkap. Jangan terpengaruh dengan fenomenanya. Carilah selalu noumenanya. Itu yang paling penting.

Doa
Tuhan, tolong kami untuk tidak terpaku dengan apa yang kami lihat oleh mata. Berilah kami mata iman. Amin. (Tim iGrow)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 3 April 2022 – Menantikan Dia

https://youtu.be/tX2piWPsuOU

Minggu, 3 April 2022
MENANTIKAN DIA
Bacaan Alkitab : Ayub 35

Ayat Emas : Ayub 35:5
Arahkan pandanganmu ke langit dan lihatlah, perhatikanlah awan-awan yang lebih tinggi dari padamu!

Biasanya di awal tahun orang sudah memulai memprediksi apa-apa saja yang akan terjadi di tahun yang akan berjalan. Walaupun demikian sesungguhnya tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi apa yang akan dialami di tahun tersebut. Ekonomi nasional maupun global tidak dapat diprediksi. Masa depan pekerjaan kita tidak bisa diramalkan. Semua tidak ada seorang pun yang tahu.

Pikiran kita terlalu pendek. Pandangan kita terlalu terbatas. Pengetahuan kita sangat tidak memadai. Bahkan untuk mengetahui apa yang terjadi besok hari ini saja kita tidak mampu. Di dalam teks yang kita, dituliskan perkataan Elihu, “Arahkan pandanganmu ke langit dan lihatlah, perhatikan awan-awan yang lebih tinggi dari padamu” (ayat 5). Batas dan sudut pandang kita ke langit sangat sempit. Tapi Allah, yang membuat kita dan langit serta semua yang “bergantung” di atasnya mengerti semuanya. Tak ada yang luput dari pengamatan-Nya. Semua yang beredar di atas langit, tak luput dari pengawasan dan kontrol-Nya.

Apakah lagi yang kita takutkan akan hari esok, jika Dia berkuasa atas semuanya. Kalaupun nantinya kita menjalani penderitaan, maka yakinlah Dia-pun tahu seberapa kuat kita menanggungnya. Dia akan memberi kita kekuatan yang kita butuh.

Doa
Tuhan, yakinkan kami akan janji dan pertolongan-Mu di sepanjang hidup kami. Amin. (Tim iGrow)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 2 April 2022 – Tidak Berlaku Curang

https://youtu.be/M3U5UibwfnQ

Sabtu, 2 April 2022
TIDAK BERLAKU CURANG
Bacaan Alkitab : Ayub 34

Ayat Emas : Ayub 34:12
Sungguh, Allah tidak berlaku curang, Yang Mahakuasa tidak membengkokkan keadilan.

Di sepanjang hidup kita, banyak kejadian dan peristiwa telah dilewati. Keberhasilan, keberuntungan dan berkat-Nya tak dapat kita hitung berapa jumlahnya. Namun tentu saja tak terhindarkan juga bahwa kita atau keluarga kita mengalami sakit, kemalangan, dan kehilangan orang yang kita kasihi. Warna kelam kehidupan tidaklah berarti bahwa gelap juga seluruh kehidupan kita. Gelap dan cerah membentuk warna-warni kehidupan kita menjadi lebih indah.

Allah yang Mahakuasa telah menyatakan penyertaan-Nya yang sempurna dalam hidup kita ini. Kecurangan yang dilakukan orang lain terhadap kita dibuat Tuhan sebagai proses menemukan kecakapan baru atau pelajaran penuh hikmat supaya di waktu yang akan datang kita tidak mengalami hal yang serupa.

Demikian halnya, ketidakadilan yang kita rasakan dibuat sebagai kesempatan untuk membawa kita untuk lebih percaya kepada Tuhan yang Mahatahu. Ia, dengan penuh bijaksananya, akan membelokkan ketidakadilan yang kita terima ke sebuah berkat besar yang tersembunyi, yang suatu saat akan disingkapkan di depan mata kita dan orang yang berlaku tidak adil kepada kita.

Sungguh, Dia tidak berlaku curang dan bertindak tidak adil terhadap kita.

Doa
Terima kasih untuk keadilan-Mu bagi kami. Amin. (Tim iGrow)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 1 April 2022 – Ruach

https://youtu.be/-DByuoxjiGo

Jumat, 1 April 2022
RUACH
Bacaan Alkitab : Ayub 33

Ayat Emas : Ayub 33:4
Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.

Dalam penderitaan Ayub, ketiga teman Ayub lebih dulu menyampaikan pendapatnya. Elihu sadar bahwa usianya jauh lebih muda ketimbang dari teman-teman Ayub yang lain, jadi tidak mungkin ikut menyampaikan pendapatnya, sampai pada momen yang tepat untuk berbicara. Ketika sahabat-sahabat Ayub selesai berbicara, Elihu bin Barakheel, orang Bus dari kaum Ram marah dan maju untuk memberikan pandangannya. Pandangan mereka semua salah, karena penderitaan yang dialami Ayub itu sebuah pemurnian iman. Penderitaan akan bisa menolong seseorang sadar betapa lemahnya manusia dan betapa berkuasanya Tuhan.

Elihu dalam pendapatnya menyampaikan, “Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup”. Frasa ‘nafas Yang Mahakuasa’ di dalam bahasa aslinya adalah ruach yang menyiratkan arti bahwa Allah memberi nafas dan hidup bagi manusia, sama seperti yang terjadi dalam penciptaan manusia yang pertama.

Sadarkah kita, bahwa setiap tarikan nafas kita adalah pemberian dari Tuhan. Jika saat ini di dalam penderitaan yang sedang dialami kita masih hidup dan bernafas itu berarti Tuhan sedang membentuk kita.

Doa
Tuhan, sadarkan kami untuk senantiasa bergantung penuh dan mempercayakan hidup hanya kepada-Mu. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 31 Maret 2022 – Semakin Tua, Semakin Berhikmat

https://youtu.be/eXzzSU3fYbM

Kamis, 31 Maret 2022
SEMAKIN TUA, SEMAKIN BERHIKMAT
Bacaan Alkitab : Ayub 32

Ayat Emas : Ayub 32:9
Bukan orang yang lanjut umurnya yang mempunyai hikmat, bukan orang yang sudah tua yang mengerti keadilan.

Menjadi tua itu pasti, namun menjadi dewasa adalah pilihan. Anda tentu setuju dengan ungkapan ini. Betapa tidak, sering kita temukan orang yang dianggap telah banyak makan garam dunia, nyatanya tidak lebih berhikmat daripada seorang yang dianggap bau kencur. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kedewasaan dan hikmat tidak berbanding lurus dengan usia seseorang.

Elihu sempat grogi saat akan mengucapkan pendapatnya, namun Roh Tuhan memampukannya untuk berbicara dengan penuh hikmat. Di dalam teks yang kita baca, Elihu menumpahkan kekecewaannya kepada Ayub beserta sahabat-sahabatnya. Elihu menegor Ayub yang sudah menyalahkan Tuhan atas semua penderitaan yang dialaminya. Dan kepada para sahabat Ayub, ia mengingatkan bagaimana mereka tidak mampu menjadi sahabat yang baik bagi Ayub. Tuhanlah yang telah menyanggupkan seorang Elihu yang lebih muda untuk menyampaikan hikmat dan keadilan bagi Ayub dan sahabatnya.

Usia kita masing-masing berbeda, namun nyata bahwa hikmatlah yang sesungguhnya menentukan seberapa dewasa kita. Entah muda atau lanjut usia, mintalah Roh Kudus mengaruniakan hikmat kepada kita.

Doa
Ya Tuhan, kami mau semakin hari semakin berhikmat oleh karena anugerah-Mu. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 30 Maret 2022 – Mengasihi yang Kubenci

https://youtu.be/XOHy-sy32x4

Rabu, 30 Maret 2022
MENGASIHI YANG KUBENCI
Bacaan Alkitab : Ayub 31

Ayat Emas : Ayub 31: 29
Apakah aku bersukacita karena kecelakaan pembenciku, dan bersorak-sorai, bila ia ditimpa malapetaka.

Ayat 29 ini mempunyai ayat padanan di dalam Amsal 24:17. Keduanya menegaskan untuk tidak bersukacita ketika musuh atau pembenci kita jatuh dalam malapetaka. Seperti ucapan Yesus yaitu kasihilah musuhmu, ini sungguh sesuatu yang kontradiktif. Mengasihi yang dibenci. Tidak heran Ayub disebut orang yang saleh. Rupa-rupanya, salah satu karakter mulia yang terlihat dari ketaatannya adalah mengasihi musuh.

Yang seringkali dikatakan sebagai musuh adalah seseorang yang membenci, menginginkan hal yang tidak baik, menyebabkan jatuh, kecewa, sakit, dan sebagainya. Umumnya orang merasa lega dan senang jikalau yang disebut musuh ini mengalami kemalangan. Dan bisa jadi, inilah doa kita.

Hati Ayub tidak ditawan oleh rasa benci dan dendam, sekalipun dalam keterpurukan dan direndahkan. Barangkali sikap inilah salah satu hal yang membuat Ayub kuat menghadapi kesulitan hidupnya, karena tidak ada seorangpun yang akan merasa damai dan bahagia jika hati dikuasai oleh kebencian. Kebencian bila dipelihara akan melahirkan kebencian baru. Injil mencatat, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5:44).

Doa
Tuhan, Kaulah kekuatan saat kami lemah, mampukan kami untuk mengasihi orang yang membenci kami supaya kekuatan kami tidak digerogoti kebencian. Amin. (win)

Alkitab Audio