Renungan iGrow 29 Maret 2022 – Tetap Percaya Sekalipun Belum Melihat

https://youtu.be/eICK8jbXbg0

Selasa, 29 Maret 2022
TETAP PERCAYA SEKALIPUN BELUM MELIHAT
Bacaan Alkitab : Ayub 30

Ayat Emas : Ayub 30:20
Aku berseru minta tolong kepada-Mu, tetapi Engkau tidak menjawab; aku berdiri menanti, tetapi Engkau tidak menghiraukan aku.

Pasal ini mencatat masa terberat dalam penderitaan yang dialami Ayub. Teman-teman yang diharapkan akan membantu meringankan bebannya malah menjadi hakim yang mempersalahkannya. Ayub mulai didera perasaan bahwa Allah tidak mendengar seruannya minta tolong atas penderitaannya.

Sebagai orang percaya mungkin kita pernah merasakan seakan ada tembok tebal menghalangi doa kita, atau seakan Tuhan memalingkan muka-Nya dari kita di saat kesesakan. Kita merasa kebaikan kita pun menjadi seperti kain lara yang tidak diperhitungkan Tuhan. Tidak ada sesuatupun dari kita yang bisa dipakai untuk “memaksa” Tuhan memberikan pertolongan seketika itu juga.

Berita baik buat kita, Alkitab mencatat tidak pernah orang saleh ditinggalkan, termasuk Ayub. Pada titik tertentu Tuhan akan menurunkan pertolongan-Nya. Saat apa? Saat kita tetap setia dan beriman pada-Nya. Yesus pernah memuji iman wanita Kanaan yang sempat ditolak dan disejajarkan dengan anjing, namun imannya tidak goyah. Saat kita teguh percaya sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, yakinlah Tuhan akan turun tangan menyatakan pertolongan-Nya.

Doa
Tuhan, berikan kekuatan kepada kami untuk selalu percaya kepada-Mu, sekalipun kami belum melihat pertolongan-Mu. Amin. (win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 28 Maret 2022 – Ingat Kasih-Nya Ingat Kebaikan-Nya

https://youtu.be/QAPbmyK-v8w

Senin, 28 Maret 2022
INGAT KASIHNYA INGAT KEBAIKANNYA
Bacaan Alkitab : Ayub 29

Ayat Emas : Ayub 29: 2
Ah, kiranya aku seperti dalam bulan-bulan yang silam, seperti pada hari-hari, ketika Allah melindungi aku.

Mengenang masa lalu adalah kegiatan sia-sia bila terjebak dalam nuansa sentimental, bahkan hal itu bisa membawa orang untuk sulit melangkah pada masa depan. Di dalam pasal ini Ayub seolah-olah bernostalgia dengan kemuliaan yang pernah ia miliki, di mana pada saat itu keadaannya diberkati dan disertai Tuhan sehingga dia bisa menjadi berkat dan penolong bagi sesamanya.

Mengingat kebaikan Tuhan adalah suatu kekuatan bagi jiwa seseorang untuk selalu memiliki pengharapan, apalagi ketika dalam masa kesukaran. Hal pertama yang diingat Ayub adalah ketika dia karib dengan Tuhan, dan ia mendapat pertolongan dan penyertaan Tuhan sepanjang jalan hidupnya.

Bagi kita saat ini, dalam masa dan kondisi apapun jangan lupa kebaikan-Nya di masa lalu. Dengan demikian kita akan dimampukan untuk bersyukur bahkan diberikan kekuatan untuk menanggung segala beban berat yang mungkin Tuhan izinkan kita alami. Beban kehidupan yang kita alami kadang membuat kita mudah berkecil hati dan mengeluh. Dengan mengingat segala kebaikan Tuhan yang kita terima, kesusahan dan kegelisahan dapat diganti dengan semangat untuk memanjatkan puji syukur kepada Tuhan.

Doa
Terima kasih Tuhan, Engkau sungguh baik. Tak habis-habisnya kasih setia-Mu, selalu baru setiap hari mengalir dalam kehidupan kami. Amin. (win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 27 Maret 2022 – Masa Depan

https://youtu.be/r41oDUdcdKw

Minggu, 27 Maret 2022
MASA DEPAN
Bacaan Alkitab : Ayub 28

Ayat Emas : Ayub 28:28
Tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.

“Masa depan” adalah sebuah kata yang terkesan sakral. Orang harus bekerja keras membanting tulang demi masa depan. Siswa belajar mati-matian demi masa depan. Seorang membangun investasi demi masa depan. Tidak ada yang salah dengan hal-hal di atas. Namun benarkah yang disebutkan itu bisa memberikan jaminan masa depan yang pasti?

Ayub bersaksi bahwa memiliki hikmat jauh lebih berharga dibandingkan mutiara atau emas murni. Orang yang memiliki hikmat tahu bagaimana hidup dengan baik, karena hikmat menuntunnya memilih arah hidup yang tepat. Hal seperti ini juga yang dialami Salomo yang meminta hikmat Tuhan agar dapat mengambil keputusan yang tepat demi kelangsungan kerajaannya.

Hikmat tidak bisa dicari dan dibeli. Hikmat hanya bisa didapat dari Tuhan (Ayat 12-28). Oleh karena itu, mulailah mengarahkan hidup kita pada takut akan Allah. Firman Tuhan pernah berkata takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Di tengah dunia yang “unpredictable” ini, biarlah dasar pertimbangan dari segala keputusan kita bertindak adalah hikmat dari Tuhan. Dengan tuntunan Roh Kudus, dan melalui firman-Nya kita pasti disanggupkan menjalani kehidupan dengan tepat dan benar.

Doa
Tundukkanlah hati kami kepada Kristus, Sumber hikmat itu. Amin. (win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 26 Maret 2022 – Tekanan Menghasilkan Kualitas

https://youtu.be/JhLDuZa6HC4

Sabtu, 26 Maret 2022
TEKANAN MENGHASILKAN KUALITAS
Bacaan Alkitab : Ayub 27

Ayat Emas : Ayub 27:4
Maka bibirku sungguh-sungguh tidak akan mengucapkan kecurangan, dan lidahku tidak akan melahirkan tipu daya.

Pasal ini dimulai dengan keguncangan Ayub. Dia mengeluarkan kata-kata yang sepertinya kecewa dan menantang Allah. Dia seakan menuduh bahwa Tuhan berlaku tidak adil terhadap dirinya dan telah menyebabkan kepedihan hatinya. Kata-katanya seperti sebuah ungkapan naik banding kepada Tuhan terhadap apa yang dialaminya.

Namun di tengah-tengahnya, meluncur kalimat yang kontradiktif dengan yang dialaminya yaitu sebuah komitmen. Selagi nafas dan Roh Allah tinggal dalam hidupnya Ayub tidak akan mengucap kecurangan dan tipu daya. Sebuah integritas dengan kualitas super terlihat dari seorang yang disebut orang saleh yang hidupnya dikenan Tuhan.

Seperti halnya anggur yang diperas, maka bagian yang berkualitaslah yang akan didapati. Kulit dan biji tidak dibutuhkan lagi. Hidup rohani yang berkualitas akan mengeluarkan perkataan yang bermutu dengan integritas super. Jangan biarkan hati dan mulut kita mengeluarkan celoteh pembenaran diri yang sia-sia ketika Tuhan mengizinkan kita mengalami tekanan dan ujian. Biarlah kesalehan dan kekariban dengan Tuhan menjadi buah atas pergumulan dan penderitaan.

Doa
Bawa kami mengenal Engkau lebih lagi ya Tuhan. Biarlah kasih dan kemurahan-Mu membuat kami mampu membuahkan kualitas terbaik dari hidup kami. Amin. (win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 25 Maret 2022 – Nurani Putih

https://youtu.be/T7EniIS_p0o

Jumat, 25 Maret 2022
NURANI PUTIH
Bacaan Alkitab :Ayub 26

Ayat Emas : Ayub 26:14
Sesungguhnya, semuanya itu hanya ujung-ujung jalan-Nya; betapa lembutnya bisikan yang kita dengar dari pada-Nya! Siapa dapat memahami guntur kuasa-Nya?

Ayub di tengah pergumulannya yang sangat berat dan ditambah kecaman teman-temannya, ia mampu memberikan pandangannya yang benar tentang Allah. Menggugurkan pemikiran Bildad tentang konsep Allah dan manusia yang tidak tepat, Ayub melontarkan pemikiran yang jernih tentang kuasa dan kedaulatan Allah atas semua ciptaan.

Dari mana kemampuan Ayub mengungkapkan semua itu? Tidak bisa tidak, semua pengertiannya tentang Allah dimulai dari hati nurani yang bersih dan kelekatannya dengan Allah.

Meskipun kisah Ayub sangat menyedihkan, namun di sini kita dapat melihat, bahwa seseorang yang bernurani putih dan mengenal Allah dengan sungguh-sungguh dapat berespon secara berbeda. Jadi, bukan terletak pada keadaannya, tapi bagaimana cara kita menanggapi kondisi tersebut dan menariknya ke dalam dimensi rohani serta perspektif Allah.

Ayub membuktikan bahwa jika kita memiliki kedalaman relasi dengan Allah, maka sekalipun dalam penderitaan kita masih mampu mendengar dan mengenali kasih dan kuasa-Nya.

Doa
Tuhan, ajari kami melekat dan dekat senantiasa dengan-Mu. Bantu kami berespon benar di tengah segala keadaan sulit yang Kau izinkan terjadi dalam hidup kami. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 24 Maret 2022 – Serupa dan Segambar

https://youtu.be/KKwyNyYEoB4

Kamis, 24 Maret 2022
SERUPA DAN SEGAMBAR
Bacaan Alkitab: Ayub 25

Ayat Emas : Ayub 25:4
Bagaimana manusia benar di hadapan Allah, dan bagaimana orang yang dilahirkan perempuan itu bersih?

Bildad kehabisan kata-kata saat berargumen dengan Ayub. Sekarang Bildad mulai bermain kata dengan mengatakan bahwa manusia begitu tidak berarti, kecil dan terbatas. Bahkan ia menyebut anak manusia adalah ulat (Ayat 6).

Konsep tentang manusia yang lemah bukan sesuatu yang sulit untuk diterima. Justru ini membuktikan kebesaran dan kasih Allah yang rela mengasihi, mengampuni dan memulihkan hidup manusia. Menjadi keliru ketika Bildad menurunkan derajat manusia dan menyamakannya dengan binatang atau seekor ulat.

Walaupun manusia dengan segala keterbatasannya yang bermula dari debu, namun bukan berarti manusia bisa disamakan dengan seekor binatang. Manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Ada kodrat ilahi yang diturunkan Pencipta kita, agar kita bisa memantulkan kebesaran dan kasih-Nya. Selain itu manusia juga dimungkinkan untuk berelasi dan berkomunikasi dengan Allah. Dan lebih dari semua itu, dari semua ciptaan yang ada, Allah menyebut manusia sebagai ciptaan yang “sangat baik” (Kejadian 1:31).

Kesimpulannya, manusia menempati tempat yang paling tinggi di antara semua ciptaan karena hanya dia yang dicetak dengan sifat-sifat ilahi.

Doa
Tuhan, kami rindu memantulkan sifat-Mu tiap hari. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 23 Maret 2022 – Hanya Sebentar Saja

https://youtu.be/B6rBtBo5CGc

Rabu, 23 Maret 2022
HANYA SEBENTAR SAJA
Bacaan Alkitab : Ayub 24

Ayat Emas : Ayub 24:24
Hanya sebentar mereka meninggikan diri, lalu tidak ada lagi; mereka luruh, lalu menjadi lisut seperti segala sesuatu, mereka dikerat seperti hulu tangkai gandum.

Hati kita mungkin tergoda untuk merasa marah dan gemas, jika melihat orang-orang yang tidak hidup dalam kebenaran namun sepertinya Tuhan diam saja. Bisa jadi, kita juga merasa apatis terhadap kuasa Allah yang sepertinya tak berdaya. Namun demikian, beberapa hal penting yang harus kita ingat:

Allah tidak pernah berpihak kepada ketidakadilan
Allah mengizinkan beberapa peristiwa yang kita lihat terkesan tidak adil terjadi dalam kehidupan kita. Namun hal tersebut sama sekali tidak membuktikan bahwa Tuhan membela ketidakadilan. Kita sangat tahu bahwa sifat Allah adalah adil dan benar. Jika Allah mengizinkan, itu karena Allah punya rencana besar meskipun itu masih misteri bagi kita manusia yang pemahamannya terbatas.

Hanya sebentar saja
Mereka yang tinggal dalam kegelapan dan ketidakbenaran tidak akan berdiri tegak selama-lamanya. Mereka harus bertanggung jawab dan harus menerima konsekuensi dari semua kejahatannya.

Allah tidak pernah tidak baik
Segala sesuatu yang Allah kerjakan selalu diselubungi dengan maksud, tujuan dan cara yang baik. Kebenaran ini yang harus kita imani, sehingga kita makin teguh mengiring-Nya.

Doa
Tuhan, aku percaya kepada kasih dan keadilan-Mu. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 22 Maret 2022 – Tetap Mengikuti Jejak Tuhan

https://youtu.be/GlV4W7eChBw

Selasa, 22 Maret 2022
TETAP MENGIKUTI JEJAK TUHAN
Bacaan Alkitab : Ayub 23

Ayat Emas : Ayub 23:11
Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang.

Secara garis besar, harus diakui bahwa penderitaan dan kehilangan besar bukan suatu fase kehidupan yang gampang saja dilalui. Masing-masing manusia berespon berbeda terhadap masalah yang dihadapinya. Ada yang berusaha lari dari kenyataan, mengambil jalan pintas, mengakhiri hidup atau meninggalkan imannya.

Ayub sekalipun dicatat sebagai orang yang saleh, jujur dan takut akan Tuhan, ia berespon wajar seperti beberapa orang pada umumnya. Perasaan sedih, bahkan kecewa dan mempertanyakan apa maksud Tuhan, tentu saja menjadi bagian yang ada dalam proses Ayub melewati pergumulannya. Yang menarik adalah di tengah-tengah semua yang ia alami, nasihat-nasihat yang ia dengar dan juga hasil dari perenungan-perenungannya di masa yang berat itu, Ayub tetap memilih berkata bahwa ia akan tetap mengikuti jejak Tuhan. Ia memutuskan sama sekali tidak akan menyimpang dari jalan itu.

Di sini kita makin jelas melihat tujuan Allah menguji Ayub. Allah ingin melihat respon iman Ayub terhadap penderitaannya. Allah ingin mengukur sejauh mana keteguhan iman Ayub. Kita belajar melalui hal ini, bahwa bukan respon di awal semata-mata, tapi keputusan yang kita ambil di masa perjuangan melewati beban berat masalah, itu yang menjadi ukuran iman seseorang.

Doa
Tuhan, di tengah badai dahsyat masalah, jangan biarkan kami pergi menyimpang dari jalan-Mu. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 21 Maret 2022 – Perspektif Kekekalan

https://youtu.be/fHJjPObk_mk

Senin, 21 Maret 2022
PERSPEKTIF KEKEKALAN
Bacaan Alkitab : Ayub 22

Ayat Emas : Ayub 22:30
Orang yang tidak bersalah diluputkan-Nya: engkau luput karena kebersihan tanganmu.

Teguran Elifas pada Ayub menunjukkan perspektif yang tidak tepat mengenai dosa dan penderitaan. Elifas berpandangan setiap penderitaan diakibatkan karena dosa, karena itu ia menasihatkan Ayub agar segera bertobat.

Kita tahu dosa sudah pasti dan tidak bisa tidak akan menuai konsekuensi. Jika kita bertobat, Tuhan akan mengampuni dan menyucikan kita (1 Yoh. 1:9), namun tanggung jawab dan akibat dari dosa tetap harus dibereskan di hadapan Tuhan. Konsekuensi tersebut bisa jadi sesuatu yang membuat kita menderita. Namun hal ini tidak berarti bahwa setiap penderitaan adalah konsekuensi dosa. Dalam kasus Ayub, kita melihat justru karena kesalehannya, Ayub diuji melalui berbagai penderitaan.

Perspektif manusia seringkali sangat terbatas memandang peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Hanya jika kita mau melihat segala sesuatu dari sisi persepektif kekekalan, maka kita pelan-pelan akan mulai memahami maksud dan rencana Tuhan. Mungkin kita tidak bisa memahami sepenuhnya, tapi setidaknya di tengah pergumulan yang berat, dengan persepektif kekekalan, iman kita tidak semakin lemah, melainkan makin bertumbuh dan makin tak tergoncangkan.

Doa
Tuhan, bantu kami melihat segala sesuatu bukan dengan cara pandang manusia, melainkan dengan perspektif kekekalan. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 20 Maret 2022 – Penghiburan

https://youtu.be/rijL9aDbKZ4

Minggu, 20 Maret 2022
PENGHIBURAN
Bacaan Alkitab : Ayub 21

Ayat Emas : Ayub 21:34
Alangkah hampanya penghiburanmu bagiku! Semua jawabanmu hanyalah tipu daya belaka!

Perikop ini mengingatkan kita bahwa mendampingi seseorang yang sedang mengalami masalah yang sangat berat bukanlah sesuatu yang mudah. Jika kita tidak berhikmat, walaupun tujuan awal kita menghibur dan menguatkan, tetapi bisa jadi penghiburan kita malah membuat orang tersebut merasa tidak nyaman atau bahkan marah.

Lebih banyak mendengar
Seseorang yang mengalami pergumulan, kebanyakan sudah tahu apa yang harus dilakukan. Ia hanya butuh didengar dan didampingi. Kesabaran membuka telinga kita jauh lebih berharga ketimbang nasihat yang berlebihan.

Jangan terkesan menghakimi
Bisa jadi masalah yang dihadapi orang tersebut memang karena kesalahan dan kelalaiannya. Namun perkataan yang menghakimi akan makin melemahkan orang tersebut. Mengingatkan bahwa Tuhan penuh belas kasihan dan pengampunan lebih menguatkan daripada menuding dan membongkar kesalahan orang tersebut.

Doa yang tulus
Di saat yang berat, doa menjadi satu kekuatan yang membangkitkan harapan. Berdoa bersama adalah salah satu cara terbaik mendampingi orang yang sedang mengalami masalah.

Doa
Tuhan, pakai kami melayani mereka yang berbeban berat. Amin. (Enji)

Alkitab Audio