Renungan iGrow 19 Maret 2022 – Bukan Takut Dihukum

https://youtu.be/ufnE6wkLs7o

Sabtu, 19 Maret 2022
BUKAN TAKUT DIHUKUM
Bacaan Alkitab : Ayub 20

Ayat Emas : Ayub 20:3
Kudengar teguran yang menghina aku, tetapi yang menjawab aku ialah akal budi yang tidak berpengertian.

Di akhir pasal 19, Ayub membuat 2 pernyataan penting. Pertama, pengakuan iman. Kedua, peringatan agar para sahabatnya tidak terus-menerus menghakimi dia. Namun, pernyataan Ayub malah ditanggapi Zofar dalam pasal ini dengan kemarahan (ayat 2). Akibat kemarahannya pada Ayub, Zofar terus menghakimi Ayub dengan berapi-api dan memohon kepada Tuhan agar kutukan Allah berlaku atas Ayub (ayat 23). Pelajaran dari Zofar merupakan pertimbangan spiritual atas dasar logika yang sederhana. Dosa tidak akan menghasilkan keberuntungan apalagi kebahagiaan. Sebaliknya kebahagiaan orang berdosa hanya singkat karena ia akan mati dalam kehancuran, dan orang dekatnya akan menderita.

Apakah salah jika Zofar berpendapat demikian? Tidak sepenuhnya salah, karena Tuhan akan membuat dosa orang berbalik mengejar dan menimbulkan akibat-akibat buruk bagi orang yang melakukannya.

Lalu bagaimana sikap yang benar yang harus kita ikuti sebagai umat Tuhan? Yaitu, kita harus taat pada Tuhan dan firman-Nya bukan karena takut hukuman atau karena mengharapkan pahala, tetapi karena kita mengasihi Dia dengan segenap hati. Taati perkataan-Nya bukan karena takut tapi karena cinta dan hormat.

Doa
Tuhan, ajarkan kepada kami ketaatan karena kami memang mengasihi-Mu, bukan karena takut akan hukuman. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 18 Maret 2022 – Tetaplah Beriman

https://youtu.be/4SllmwlCbj0

Jumat, 18 Maret 2022
TETAPLAH BERIMAN
Bacaan Alkitab : Ayub 19

Ayat Emas : Ayub 19:2
Berapa lama lagi kamu menyakitkan hatiku, dan meremukkan aku dengan perkataan?

Melanjutkan pembahasan kemarin, ketika dihantam dan dihakimi dengan kejam oleh Bildad, pada akhirnya Ayub tidak bisa tinggal diam. Di saat beban yang ditanggungnya begitu berat, sesungguhnya Ayub berharap penghiburan dari orang lain, terlebih sahabat-sahabatnya. Namun dia melihat justru mereka berlaku tidak manusiawi. Mereka bertindak seolah menjadi seperti Allah yang menuntut pertobatan Ayub. Di saat itulah Ayub menghardik para temannya yang telah menambah susah pada hidupnya (ayat 1-6).

Di dalam pergumulan dan keputusasaannya, Ayub sampai pada titik pertanyaan yang sangat krusial, yaitu ia bertanya “apakah Tuhan ada di pihakku?” Untuk kita, pernahkah kita mengalami tekanan seperti yang dirasakan Ayub? Ketika semua orang berseberangan bahkan memusuhi kita? Bahkan rasanya Tuhan pun tidak mendukung kita? Sekali lagi, bagaimana kita harus bersikap di hadapan Tuhan?

Di tengah pergumulannya, Ayub tetap percaya penuh bahwa Allah adalah Perisainya. Penderitaan yang terjadi boleh menggerogoti tubuhnya, bahkan menekan jiwanya, tapi rohnya tetap kuat dan harapan hanya ia gantungkan kepada Tuhan.

Doa
Tuhan, pergumulan seperti apapun boleh terjadi di dalam hidup kami, tapi satu hal yang kami minta, jangan biarkan kami melewatinya sendiri. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 17 Maret 2022 – Jangan Menghakimi

https://youtu.be/tAL53GXb6-E

Kamis, 17 Maret 2022
JANGAN MENGHAKIMI
Bacaan Alkitab : Ayub 18

Ayat Emas : Ayub 18:18
Ia diusir dari tempat terang ke dalam kegelapan, dan ia dienyahkan dari dunia.

Di dalam pasal ini, Bildad hendak mengatakan bahwa segala sesuatu di dunia ini ada tempatnya. Dengan melihat penderitaan yang dialami, maka tempat yang cocok bagi Ayub adalah neraka. Sebuah tempat yang menjadi tujuan akhir bagi orang-orang fasik. Neraka adalah tempat yang gelap, penuh masalah dan kesusahan, di mana orang mengalami kesusahan yang tiada henti, dan hidupnya akan berujung pada kesia-siaan. Neraka jelas berbeda dengan surga yang akan ditempati oleh orang yang hidupnya saleh.

Di dalam hidup sehari-hari, ketika kita melihat pergumulan dan penderitaan yang dialami orang lain, seringkali dengan gampangnya kita menilai kualitas hidup orang tersebut. Sangat mudahnya kita berucap, dosa apa yang diperbuatnya? Sering kita merasa seolah hidup kita jauh lebih baik, sehingga kita boleh menghakimi orang lain.

Orang percaya dan orang tidak beriman sama-sama mengalami kesulitan di dalam hidupnya. Karenanya, tugas kita bukan melakukan penilaian, apalagi memberikan penghakiman atas masalah yang terjadi. Justru yang harus kita lakukan adalah mendukungnya dalam doa. Dengan begitu, hidup kita bisa menjadi saluran berkat bagi mereka yang mengalami pergumulan.

Doa
Tuhan, beri kami mata dan hati-Mu, sehingga kami bisa melihat penderitaan sebagai proses Tuhan. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 16 Maret 2022 – Mengadu kepada Tuhan

https://youtu.be/yLL2nDRuG0Y

Rabu, 16 Maret 2022
MENGADU KEPADA TUHAN
Bacaan Alkitab : Ayub 17

Ayat Emas : Ayub 17:1
Semangatku patah, umurku telah habis, dan bagiku tersedia kuburan.

IAyub diizinkan Tuhan mengalami masalah yang sangat berat bagi ukuran manusia. Kebangkrutan total, kematian anggota keluarga dan sakit pada tubuh bahkan istrinya pun mencela. Mungkin sebagian besar orang menanyakan apa dosa Ayub sehingga ia harus mengalami masalah yang sangat berat dan bertubi-tubi? Namun bagi Ayub, iman dan integritas dirinya jelas. Ini semua terjadi bukan karena kesalahannya. Dan Ayub tahu ke mana ia harus mengadu.

Dalam keseharian kita sebagai umat percaya, siapakah yang kita andalkan jika kita mengalami kondisi sulit dalam kehidupan? Kepada siapa kita berpaling? Apalagi jika ternyata orang-orang dekat adalah bagian dari masalah itu sendiri?

Kesulitan hidup membuat tatanan dan prioritas kehidupan menjadi nyata. Mari kita koreksi dan evaluasi hidup kita yang mengaku “punya” Tuhan. Apa yang kita akan lakukan saat menghadapi pergumulan?

Apakah kita masih berpikir untuk mengambil jalan pintas dan minta “tuhan lain” untuk segera menyelesaikan pergumulan kita? Ketahuilah bahwa keberadaan Tuhan dalam hidup kita tidak menghindarkan masalah, tapi memampukan kita untuk menghadapinya.

Doa
Tuhan, ajar kami untuk mempraktikkan iman kami. Biarlah Roh Kudus selalu mengingatkan, ke mana kami harus mengadu. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 15 Maret 2022 – Penghibur Sialan

https://youtu.be/d6QeH1m0epg

Selasa, 15 Maret 2022
PENGHIBUR SIALAN
Bacaan Alkitab : Ayub 16

Ayat Emas : Ayub 16:1-2
Tetapi Ayub menjawab: “Hal seperti itu telah acap kali kudengar. Penghibur sialan kamu semua!”

Penghibur sialan kamu semua! Ini jawab Ayub terhadap omong kosong para karibnya yang menambah perih hidupnya. Bukannya mendukung dengan cinta, malah mereka mendekat dengan cerca. Sebagai manusia, perasaan Ayub memuncak, sampai-sampai tak tahan ia mengeluarkan kalimat keras terhadap mereka. Perasaan ini menjadi wajar, karena sahabatnya muncul bagai jaksa yang menguliti dia dari kejahatan dan dosa yang tidak pernah ia lakukan. Bukan kekuatan yang didapat malah celaan yang diterima. Bukannya menghibur, malah mereka tak lelah menyindir. Di tengah persidangan yang nampaknya tidak adil ini, Ayub tetap yakin bahwa Allah tetaplah Saksinya di sorga. Ia akan memberikan kesaksian yang menguntungkan baginya.

Penghibur macam apa kita, kala orang lain sedang berduka? Apakah kita memberi kekuatan, penghiburan dan keuntungan bagi mereka. Apakah kita menjadi jawab atas penderitaan dan pergumulan mereka? Atau sebaliknya. Justru kita mencela dan merundung mereka di belakang atau bahkan di depan mereka. Penghibur macam apa kita? Penghibur sialan atau yang memberi mujur dan keberuntungan bagi mereka yang sedang mendapat kemalangan? Hadirlah sebagai orang yang memberi manfaat besar bagi banyak orang yang tidak bernasib baik.

Doa
Ya Tuhan, ampuni kami jika mulut dan kelakuan kami tidak memberikan manfaat bagi orang lain. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 14 Maret 2022 – Yang Dibutuhkan Bukan Teori

https://youtu.be/EdX4ks7uz04

Senin, 14 Maret 2022
YANG DIBUTUHKAN BUKAN TEORI
Bacaan Alkitab : Ayub 15

Ayat Emas : Ayub 15:1-2
Maka Elifas, orang Teman, menjawab: “Apakah orang yang mempunyai hikmat menjawab dengan pengetahuan kosong dan mengisi pikirannya dengan angin?”

Kali yang kedua, Elifas mendahului dua temannya yang lain menyampaikan teologi penderitaan kepada Ayub. Teori yang diungkapkannya logis. Laksana seorang yang pintar dan berilmu ia menyatakan pendapatnya tentang sengsara yang mendera sahabatnya, Ayub.

Apakah Ayub tidak tahu semuanya itu? Tentu saja Ayub mengerti semua teori itu. Sebagai seorang saleh, yang tak ada orang sezamannya yang bisa mengalahkan, ia pasti mengerti akan akibat dosa. Tapi kali ini, ia tidak butuh sebuah teori atau khotbah yang bagus. Yang ia butuhkan ialah telinga yang mau mendengar keluhan dan jeritan hatinya. Yang ia perlukan kali ini ialah hati yang mau menyelami kepedihannya. Hatinya hancur. Jiwanya remuk. Asanya pupus. Ia butuh telinga yang mendengar. Bahu yang menopang. Dan tangan yang merangkulnya.

Saat ini, ada begitu banyak orang yang sedang merasakan hal yang sama seperti yang dialami oleh Ayub. Mereka tidak membutuhkan khotbah dan sebuah teori kosong. Yang mereka butuhkan adalah kita. Telinga kita. Tangan kita. Bahu kita. Hati kita. Jangan berteori. Tapi nyatakan kasih.

Doa
Ya Tuhan, waktunya bagi kami untuk menjadi penolong dan pendamping bagi orang yang susah. Tolonglah kami menjadi perpanjangan tangan-Mu. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 13 Maret 2022 – Penderitaan

https://youtu.be/ljV1cHE9udE

Minggu, 13 Maret 2022
PENDERITAAN
Bacaan Alkitab : Ayub 14

Ayat Emas : Ayub 14:1;22
Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan… Hanya tubuhnya membuat dirinya menderita, dan karena dirinya sendiri jiwanya berduka cita.

Di dua ayat ini, yaitu di bagian paling awal dan ayat terakhir memberikan kesimpulan terhadap hidup manusia. Kesimpulan itu adalah manusia lahir singkat umurnya, penuh kegelisahan, tubuhnya menderita, dan jiwanya berdukacita.

Jika demikian hidup manusia, maka untuk apa penderitaan itu kita alami? Ini sebuah pertanyaan yang sangat penting. Memang, sejak manusia pertama jatuh dalam dosa maka penderitaan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam hidup manusia. Hawa harus melahirkan dengan kesakitan. Adam harus mencari nafkah dengan berpeluh. Namun lebih dari pada itu, pergumulan membawa seseorang untuk meraih kehidupan yang tidak statis tetapi terus bergerak dan bermetamorfosis laksana kupu-kupu keluar dari kepompongnya.

Penderitaan akan membawa kita untuk lebih memanjangkan akar iman kita agar menemukan sumber air kehidupan di dalam Tuhan. Penderitaan yang Tuhan izinkan kita alami saat ini adalah cara Dia menarik perhatian kita untuk lebih lagi mencari Dia, sehingga kita tidak hanya mengetahui tentang Dia tetapi mengenal-Nya lebih dalam dan mengalami-Nya secara nyata. Janganlah takut menderita, karena dengan cara itu kita akan menjadi lebih dewasa dan matang.

Doa
Ya Tuhan, tolonglah kami untuk sanggup memahami apa maksud di balik penderitaan yang sedang kami alami. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 12 Maret 2022 – Memburu Tuhan

https://youtu.be/_85J_tg6AOw

Sabtu, 12 Maret 2022
MEMBURU TUHAN
Bacaan Alkitab: Ayub 13

Ayat Emas : Ayub 13:3
Tetapi aku, aku hendak berbicara dengan Yang Mahakuasa, aku ingin membela perkaraku di hadapan Allah.

Ayub sendirian. Ia ditinggalkan oleh teman-temannya. Ia ditinggalkan istrinya. Bahkan ia merasa ditinggalkan Allahnya. Namun, ia tak mau menyerah. Dari pada mencari nasihat dari pengacara duniawi yang pasti tidak akan sanggup menolongnya, maka lebih baik ia langsung berurusan dengan Tuhan. Ia memburu Tuhan. Kepalang basah, mandi sekalian. Daripada mendapat jawaban yang “ngawur” dari manusia, lebih baik memburu jawaban dari Tuhan. Ia yakin Tuhan akan memberikan jawaban yang tepat.

Memang apa yang dilakukan Ayub ini rasanya sangat lancang. Ia mempertanyakan tindakkan Tuhan atas hidupnya. Namun bagi Ayub, ini adalah cara terbaik, yang bisa ia lakukan. Hanya saja, jika Ia memberi jawab, maka siap-siaplah, Ayub akan dimurnikan semurni-murninya. Bisa jadi, saat Tuhan menjawabnya, itulah waktu di mana guncangan terhebat terjadi dalam hidupnya.

Tak jauh beda dengan Ayub, ada saatnya kita merasa bahwa berurusan dengan manusia membuat kita tidak memperoleh jawaban yang terang benderang. Jika kita dalam situasi ini, mencari dan memburu Tuhan adalah cara yang terbaik. Carilah Ia, selama Ia berkenan ditemui. Bersiaplah juga untuk sebuah guncangan hebat yang bisa saja terjadi. Namun, yakinlah guncangan itu akan memurnikan kita.

Doa
Tuhan, ajar kami untuk terus menerus memiliki kerinduan mencari dan mengalami Engkau. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 11 Maret 2022 – Hanya Tuhan yang Tahu!

https://youtu.be/u36ol5PZ_A0

Jumat, 11 Maret 2022
HANYA TUHAN YANG TAHU!
Bacaan Alkitab : Ayub 12

Ayat Emas : Ayub 12:25
Mereka meraba-raba dalam kegelapan yang tidak ada terangnya; dan Ia membuat mereka berjalan terhuyung-huyung seperti orang mabuk.

Tentu saja, penderitaan Ayub adalah unik. Bukan karena curang. Bukan karena fasik hidupnya. Bukan karena ada dosa yang disembunyikan. Bukan! Bagi kita yang telah membaca kisah ini, maka kita tahu bahwa Tuhan mengizinkan Iblis mencobainya sedemikian rupa untuk menguji kemurnian imannya kepada Tuhan. Namun kala itu, Ayub tidak paham sama sekali apa alasan penderitaannya. Dalam situasi ini, ia hanya mengakui dengan kerendahan hati bahwa Tuhan Allah adalah penuh kuasa dan hikmat. Tidak seperti para karibnya yang sok berhikmat, Ayub menempatkan dirinya sebagai orang yang memohon kepada Tuhan, agar Ia memberi jawab atas persoalannya.

Pemurnian iman tak jarang berjalan beriringan dengan sakit dan kelemahan tubuh, kehilangan orang yang kita kasihi, mengalami kerugian atau kebangkrutan. Sikap kita adalah rendahkan diri kepada Tuhan yang melihat dan mengetahui segala sesuatu, termasuk yang tersembunyi di dalam hati dan hidup kita. Mintalah Ia yang penuh kuasa dan hikmat itu memberi jawab kepada kita. Carilah panduan dari kearifan Tuhan ketika kita merasa kegelapan terasa menyelimuti jalan hidup kita. Ia adalah Penasihat yang Ajaib untuk seluruh persoalan hidup kita.

Doa
Ya Roh Kudus, buat kami mengerti betapa berhikmatnya Tuhan atas semua kejadian yang kami alami. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 10 Maret 2022 – Sarkasme

https://youtu.be/JtIdbEObcZ4

Kamis, 10 Maret 2022
SARKASME
Bacaan Alkitab : Ayub 11

Ayat Emas : Ayub 11:11-12
Karena Ia mengenal penipu dan melihat kejahatan tanpa mengamat-amatinya. Jikalau orang dungu dapat mengerti, maka anak keledai liar pun dapat lahir sebagai manusia.

Pernah mendengar kata ini, sarkasme? Mungkin banyak yang tidak tahu. KBBI online mengartikan demikian: sarkasme adalah kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain; cemoohan atau ejekan kasar. Inilah yang dilakukan Zofar, terhadap Ayub. Belum reda tuduhan dari dua sahabat sebelumnya, kini sobat Ayub yang lainnya yaitu Zofar, datang dengan cemoohan yang tak kalah pedasnya, malahan bisa dibilang paling keras. Ayub disebutnya penipu. Bagaikan menemukan seorang tersangka kelas kakap, Zofar menumpahkan dalil-dalil sahih yang seolah-olah tak akan dapat disangkal oleh Ayub. Ayub dipojokkan dengan menggunakan ayat-ayat sakral, memakai nama Tuhan. Intinya, karena dosalah maka Ayub layak dan patut menerima hukuman dari Tuhan.

Ayub tak butuh penjelasan dari sahabat-sahabatnya ini. Yang ia perlu adalah empati, mencoba merasakan apa yang sedang ia rasa dan derita. Semua dalil yang sudah disampaikan sahabatnya telah ia ketahui. Hanya saja, bukan itu yang Ayub inginkan.

Semoga kita tidak bersikap seperti para sobat karib Ayub tadi. Jauhlah bahasa sarkasme itu dari kehidupan kita berkomunitas. Ketimbang menyampaikan cemoohan dan sindiran yang tajam, adalah lebih indah menyampaikan kata-kata yang membangun.

Doa
Tuhan, tolonglah kami agar memiliki rasa empati. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio