Renungan iGrow 9 Maret 2022 – Ia Mendengar, Ia Mengerti

https://youtu.be/o9MwCNEYJZw

Rabu, 9 Maret 2022
IA MENDENGAR, IA MENGERTI
Bacaan Alkitab : Ayub 10

Ayat Emas : Ayub 10:1
Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku.

Sesuatu yang lazim, jika seseorang mempertanyakan apa maksud dari semua yang terjadi di dalam hidupnya. Apalagi, ketika ia mengalami sebuah penderitaan yang seakan tak berujung. Harapan dan masa depan seakan pupus tiada titik terang.

Ketika membaca kisah hidup Ayub, nampaklah kegelisahan hati Ayub meratapi hidupnya. Di satu sisi dia mengakui Allah yang membentuknya, namun juga ia bertanya Pribadi yang samakah yang seolah-olah berpaling dan membinasakannya? Pergolakan batin Ayub sangat berat. Jika boleh disimpulkan Ayub adalah orang terkaya di zamannya, namun di masa yang sama ia berubah menjadi orang paling menderita. Benarkah keadaan yang terjadi ini dikerjakan oleh Pribadi yang sama.

Ayub mempertanyakan maksud segala yang dialaminya, pun demikian dengan kita. Tak jarang kita juga bertanya apa maksud semua hal yang terjadi. Seperti Ayub, tetaplah berpengharapan kepada-Nya dan tiada berpaling menjauh dari pada-Nya. Mendekatlah kepada-Nya dan nikmati teduhnya naungan Tuhan di tengah setiap arus kesusahan yang kita alami.

Doa
Lindungilah saat kami menderita dan bersusah ya Tuhan, agar hidup kami tetap aman dalam naungan-Mu yang kuat dan tak tergoncang. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 8 Maret 2022 – Tetap Tunduk Meski Benar

https://youtu.be/jofkzSzY7e4

Selasa, 8 Maret 2022
TETAP TUNDUK MESKI BENAR
Bacaan Alkitab : Ayub 9

Ayat Emas : Ayub 9:15
Walaupun aku benar, aku tidak mungkin membantah Dia, malah aku harus memohon belas kasihan kepada yang mendakwa aku.

Di tengah keadaannya yang mengenaskan, di dalam ayat emas kita terpampang bagaimana Ayub mengucapkan sebuah kalimat yang menurut saya sangat “powerful”. Sebuah pengakuan yang menunjukkan betapa mutlaknya kuasa Allah. Dengan ungkapannya, ia juga sekaligus mengakui kelemahannya. Realitas Allah melampaui realitas manusia sebab Ia pencipta segala sesuatu. Ayub menyadari bahwa semua yang dialami seizin Allah. Maka, di tengah pergumulan yang terjadi Ayub tetap mengakui kebenaran Allah.

Tidak mudah menemukan pribadi yang mau tetap bersikap rendah hati diperlakukan dengan tidak adil meskipun ia adalah seorang yang benar, tanpa membela diri dan memberontak. Ayub sadar siapa yang ada di depannya, Dialah Allah sendiri. Tanpa berbantah ia menunjukkan ketaatannya pada Allah. Ini sungguh memberikan contoh bagi kita bagaimana menjadi seorang yang memiliki penundukan diri yang luar biasa terhadap kedaulatan Allah. Renungkan kembali siapa diri kita, seberapa tunduk kita di hadapan Tuhan yang sejatinya adalah pemilik hidup kita. Jadilah pribadi yang taat dan tunduk seutuhnya kepada Dia.

Doa
Ampuni kesombongan dan keangkuhan kami yang sering merasa benar ya Tuhan. Tuntunlah agar tetap sejalan dengan firman-Mu. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 7 Maret 2022 – Allah Berdaulat Penuh

https://youtu.be/ZuPtLQqeWvE

Senin, 7 Maret 2022
ALLAH BERDAULAT PENUH
Bacaan Alkitab : Ayub 8

Ayat Emas : Ayub 8:20
Ketahuilah, Allah tidak menolak orang yang saleh, dan Ia tidak memegang tangan orang yang berbuat jahat.

Tak jarang kita terjebak pada sebuah pemahaman yang “nampaknya” benar. Yaitu jika seseorang memiliki segala kecukupan dan kelimpahan berkat di dalam hidupnya, orang itu pasti seorang yang benar. Demikian sebaliknya, seorang yang memiliki kecukupan dan kelimpahan masalah di dalam hidupnya adalah seorang yang hidupnya fasik.

Pemahaman terkotak dan sederhana itulah yang disampaikan Bildad kepada Ayub, sahabatnya. Ia mencoba mengingatkan Ayub bagaimana kehidupan seorang fasik, yang digambarkannya seperti rumput yang layu sebelum waktunya dan tak berpengharapan (ayat 12-13). Satu hal yang kita ingat bahwa kelimpahan dan kesenangan bukanlah satu-satunya pertanda bahwa Tuhan berkenan kepada kita, demikian juga sebaliknya. Saat ini, yang perlu kita kerjakan adalah memeriksa dengan jujur hidup kita sendiri, apakah kita benar-benar sudah berjalan seturut dengan kehendak-Nya? Karena dengan seturut kehendak-Nyalah kita diperkenan oleh Tuhan.

Allah berdaulat atas hidup kita, janganlah “grusa-grusu” menilai hidup kita tanpa menghargai kedaulatan Allah. Terus lakukan kehendak-Nya dengan baik. Ada atau tidak ada berkat.

Doa
Ajarkan kepada kami kemampuan melihat kebesaran kuasa-Mu atas kami. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 6 Maret 2022 – Naungan Sejati

https://youtu.be/1qj8X5m3z50

Minggu, 6 Maret 2022
NAUNGAN SEJATI
Bacaan Alkitab : Ayub 7

Ayat Emas : Ayub 7:1
Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?

Selagi masih berada di dunia, pergumulan dan kesulitan hidup tak akan berpaling dari hidup kita. Dapat menyapa siapa dan kapan saja. Penderitaan Ayub begitu lengkap baik fisik maupun batin. Sahabat yang diharapkannya pun tak kunjung menolong namun menodong dengan penghakiman.

Apa yang terjadi di dalam kehidupannya seperti tidak terbayangkan, begitu cepat berlalu dan kemudian dengan segera muncul pergumulan begitu berat. Sebuah pergumulan yang digambarkannya seperti malam yang merentang panjang berpadu dengan cekaman gelisah (ayat 4). Demikianlah bagi sebagian orang, penderitaan seakan membuat waktu berjalan begitu lama. Di fase itulah Ayub kemudian memalingkan diri kembali kepada Allah.

Ayub mempercakapkan keluhannya kepada Tuhan, dengan kesadaran bahwa hidupnya adalah hidup bergumul. Bahkan dikatakannya seperti seorang budak yang merindukan naungan, suatu keadaan terpenjara dan tiada kebebasan. Tuhanlah naungan kita, Dialah yang tiada henti membuka jalan atas setiap pergumulan kita. Lepaskan pandangan hanya kepada-Nya, bukan kepada orang sekitar atau masalah yang sedang memenjara hidup kita.

Doa
Hidup kami tak luput dari pergumulan, namun kami tahu ada Allah hebat yang menyertai kami sepanjang waktu. Terpujilah Tuhan. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 5 Maret 2022 – Sebarkan Kasih Sayang

https://youtu.be/kIEjOUAxm-A

Sabtu, 5 Maret 2022
SEBARKAN KASIH SAYANG
Bacaan Alkitab : Ayub 6

Ayat Emas : Ayub 6:14
Siapa menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa.

Sendiri, sepi dan ditinggalkan oleh orang-orang terdekat adalah suatu keadaan yang sangat menyedihkan. Keadaan yang saya yakin tidak akan ada yang menginginkan. Kalaupun itu harus terjadi, seorang yang mengalaminya akan berusaha sekuat tenaga untuk bangkit dan keluar dari kesendiriannya.

Kesakitan fisik yang diderita Ayub seakan semakin lengkap dengan menjauhnya orang-orang di sekitarnya. Bukan hanya menjauh, namun merekapun memberikan komentar miring atas semua penderitaan Ayub. Berkaca dari apa yang dialaminya, maka wajar jika Ayub pun berharap segera selesai hidupnya (ayat 9). Ia begitu kecewa dengan sahabat-sahabat yang mencelanya. Karenanya, ia menuliskan sebuah keluhan yang ditujukan untuk sahabat-sahabat di sekitarnya sembari mengingatkan ketika seorang tidak membagikan kasih sayang bagi sesama adalah sebuah keberanian menentang Allah (ayat 14).

Belajar dari peristiwa ini, mari bertanya pada diri sendiri, siapakah kita di antara sesama yang susah dan berduka? Kitakah sahabat yang mendorong mereka untuk bangkit, ataukah justru kita yang menghukum sesama dengan berbagai tudingan melemahkan? Bangkitlah menebar kasih sayang dan bukan sebaliknya.

Doa
Ya Tuhan, kami rindu memiliki hati seperti-Mu yang penuh belas kasihan. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 4 Maret 2022 – Jangan Terlalu Cepat Menghakimi

https://youtu.be/rgazTx79aYI

Jumat, 4 Maret 2022
JANGAN TERLALU CEPAT MENGHAKIMI
Bacaan Alkitab : Ayub 5

Ayat Emas : Ayub 5:4
Anak-anaknya selalu tidak tertolong, mereka diinjak-injak di pintu gerbang tanpa ada orang yang melepaskannya.

Hidup orang percaya dalam mengiring Yesus tidak selamanya berjalan dengan mulus. Bahkan tak jarang kita justru mengalami masa-masa sulit. Di saat-saat seperti itu, sahabat kita seharusnya memberikan dukungan supaya kita tidak mengalami patah semangat, bukannya menyalahkan bahkan menghakimi kita sehingga kita tidak bisa bangkit lagi.

Sebagai sahabat, ternyata Elifas justru menjadi penuduh Ayub. Dari berbagai ceramah di antara dua orang temannya yang lain, Elifas adalah yang pertama kali berbicara dan bahkan lebih panjang daripada kedua temannya. Di pasal 5 ini Elifas menuduh Ayub berbuat dosa sehingga penderitaan dan kesengsaraan adalah buahnya. Konsep ini sesungguhnya sesuai dengan pemahaman dalam hukum Taurat. Dan Elifas menggunakannya untuk menghakimi Ayub.

Bukankah kita juga hampir sama dengan Elifas, yang menggunakan pemahaman bahwa penderitaan adalah akibat dosa? Padahal belum tentu seperti itu. Kita cepat-cepat menghakimi seolah-olah kita lebih benar dari orang lain karena penderitaan yang mereka alami. Jika kita tidak mau dihakimi orang lain, janganlah melakukannya. Bawa penghiburan kepada sahabat yang berduka. Bukan tuduhan.

Doa
Tuhan, mampukan kami supaya tidak cepat menghakimi orang lain. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 3 Maret 2022 – Menjaga Lidah

https://youtu.be/UMnsDaSLhDA

Kamis, 3 Maret 2022
MENJAGA LIDAH
Bacaan Alkitab : Ayub 4

Ayat Emas : Ayub 4:2
“Kesalkah engkau, bila orang mencoba berbicara kepadamu? Tetapi siapakah dapat tetap menutup mulutnya?”

Elifas adalah salah satu dari tiga sahabat Ayub (Elifas, Bildad dan Zofar—pasal 2:1) yang hadir ketika Ayub menjalani penderitaannya. Kesengsaraan panjang yang datang bertubi-tubi, yang membuat Ayub mengeluh dan bertanya-tanya tentang semuanya ini.

Kehadiran Elifas dan kawan-kawan sudah memberi dukungan moril kepada Ayub. Kehadiran fisik mereka telah menghangatkan jiwa Ayub, apalagi ketika dituliskan, bahwa mereka duduk bersama selama tujuh hari tujuh malam tanpa ucap, karena empati mereka kepada Ayub (2:13). Tapi sayangnya, justru ketika Elifas berkata-kata, menimbulkan luka dalam jiwa Ayub. Luka yang sangat menyakitkan.

Apa yang dikatakan Elifas? Elifas sepertinya menyatakan kebenaran, tetapi ternyata tidak. Dia memakai pengajaran selama ini kepada Israel, bahwa orang yang berbuat jahatlah yang dihukum Allah. Ayat 8-9 ditujukan untuk peristiwa kematian anak-anak Ayub. Sedangkan ayat 17-21, secara implisit menyatakan bahwa semua penderitaan dan hukuman yang diterima Ayub adalah karena kesalahan yang dilakukannya, meski kesalahan itu tidak jelas bentuknya. Kiranya yang dilakukan Elifas ini mengingatkan kita untuk menjaga lidah. Tidak terburu-buru menilai dan menghakimi. Siapa yang mengangkat kita menjadi hakim atas sesama?

Doa
Ya Tuhan, kendalikanlah lidah kami. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 2 Maret 2022 – Ada Waktu untuk Mengeluh

https://youtu.be/oTdZ852YbPg

Rabu, 2 Maret 2022
ADA WAKTU UNTUK MENGELUH
Bacaan Alkitab : Ayub 3

Ayat Emas : Ayub 3: 11
Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir, atau binasa waktu aku keluar dari kandungan?

Setelah bersama ketiga sahabatnya, duduk diam selama 7 hari merenungkan atas semua yang terjadi (lihat pasal 2:11-13), orang yang disebut Allah sebagai saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan itu (pasal 1:8) mulai menyampaikan isi hatinya. Ayub membuka diri, menyampaikan keluhan dan ratapannya.

Berapa sering kita mendengar saran, “Jangan mengeluh, seberapa besar beban hidupmu! Jadilah pemenang!” Kali ini kita dicelikkan, bahwa Ayub pun tidak terhindar dari keluhan. Dengan keluhan kepada pribadi yang tepat, akan meringankan beban berat.

Ayub adalah lambang seorang anak manusia yang beban hidupnya tak terkira. Anak manusia yang berkenan di hati Allah, tapi diizinkan-Nya melalui jalan yang sukar. Ayub berseru. Mengeluh. Menyesali sengsara dirinya. Dan Tuhan mendengarkan. Bagaimana dengan kita? Yang saat ini barangkali sedang dalam pergumulan berat! Berserulah. Mengeluhlah kepada Allah… Dia baik. Dia mengerti kita. Seperti Ayub yang tidak disalahkan oleh Allah karena keluhannya, demikian pula kita, tidak akan disalahkan Allah ketika kita menangis dan mengeluh, meratap kepada-Nya. Tuhan memberi waktu-Nya untuk mendengarkan keluh kesah kita.

Doa 
Ya Tuhan Yesus, kami percaya Engkau bukan hanya mendengarkan keluhan kami. Tapi juga memperhatikannya. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 1 Maret 2022 – Pengaruh Pasangan

https://youtu.be/ORIdcYZ9C4Y

Selasa, 1 Maret 2022
PENGARUH PASANGAN
Bacaan Alkitab : Ayub 2

Ayat Emas : Ayub 2:10
Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Kenyataan bertutur kencang, bahwa ada suami atau istri yang tak bisa menjadi pribadi yang mendukung pasangannya. Terutama mendukung untuk hidup benar, berkenan di hadapan Allah. Entah ketika dalam kondisi berlimpah berkat, atau sebaliknya saat dalam kesulitan hidup.

Walau di kenyataan yang lain ada juga suami atau istri yang total saling mendukung, menjadi pasangan indah yang memuliakan Tuhan. Tapi bacaan kita hari ini menyatakan bahwa Ayub yang sedang tertimpa masalah, ternyata malah diteror istrinya untuk mengutuki Allah dan mengharapkan Ayub segera mati. Bukannya bergandeng tangan dalam kesusahan karena berbagai bencana, bukannya mendampingi suami yang sedang sakit, malah istri Ayub bertindak seperti perempuan gila (ayat 10).

Bagaimana relasi kita dengan pasangan saat ini? Entah sedang berlimpah berkat ataupun dalam kesesakan, apakah kita menjadi pendamping yang hangat, setia dan membangun bagi pasangan kita? Ataukah kita seperti orang gila?

Doa
Bapa, buatlah hati kami semakin peka terhadap suara-Mu. Mencintai dan mendampingi pasangan kami dengan setia. Buat kami tidak cinta dosa agar kami tidak seperti orang gila. Amin. (sb)

Alkitab Audio