Renungan iGrow 18 Februari 2022 – Ratu yang Terbuang

https://youtu.be/n6Wt_hTGZeo

Jumat, 18 Februari 2022
RATU YANG TERBUANG
Bacaan Alkitab : Ester 1

Ayat Emas : Ester 1:16b
Wasti, sang ratu, bukan bersalah kepada raja saja, melainkan juga kepada semua pembesar dan segala bangsa yang di dalam segala daerah raja Ahasyweros.

Hari ini kita mengawali pembacaan sebuah kitab yang cukup menarik. Kitab yang memunculkan seorang perempuan sebagai pahlawan yang menyelamatkan bangsanya, yaitu Ester. Sebuah kontradiksi ketika seorang tokoh perempuan berpengaruh muncul di dalam sebuah tradisi sangat patriarki yang mengutamakan laki-laki sebagai sosok yang dominan seperti bangsa Yahudi.

Namun, sebelum berkisah tentang kehebatan seorang perempuan bernama Ester, pasal pertama kitab ini justru menceritakan betapa lemahnya posisi seorang perempuan di hadapan seorang laki-laki meskipun dia adalah seorang ratu. Di tengah posisinya yang sangat tinggi sebagai pendamping seorang raja yang membawahi banyak kerajaan, Wasti nyatanya tak cukup kuasa bahkan atas dirinya sendiri. Kita melihat, sekali saja dia menolak panggilan raja untuk datang, ia langsung menerima akibat dan harus dibuang dari kerajaan.

Demikianlah gambaran keadilan menurut dunia. Di sana seorang perempuan tidak memiliki cukup daya atas dirinya. Sejatinya seorang perempuan tetaplah layak dihormati terutama oleh pasangan yang adalah kepala di dalam sebuah rumah tangga.

Doa
Ya Tuhan, ajarlah kami untuk saling menghargai. Sebagai seorang suami ataupun sebagai istri. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 17 Februari 2022 – Setia Melakukan Firman-Nya

https://youtu.be/i92YhGMcO7M

Kamis, 17 Februari 2022
SETIA MELAKUKAN FIRMANNYA
Bacaan Alkitab : Nehemia 13

Ayat Emas : Nehemia 13:11a
Mengapa rumah Tuhan dibiarkan begitu saja?

Saya membayangkan ekspresi Nehemia ketika kembali ke Yerusalem seperti seorang yang tertegun, kaget dan mungkin sedikit mangkel. Di sana, dijumpainya banyak pelanggaran yang dilakukan umat akan ketetapan Allah kepada mereka. Rumah Tuhan yang sejatinya diperuntukkan untuk Tuhan telah menjadi sarana mencari keuntungan diri sendiri (ayat 7). Berkat untuk suku Lewi yang ditetapkan sebagai pelayan Allahpun tidak diberikan sehingga kaum Lewi harus mencari hidup dari ladang (ayat 10). Selain itu, mereka menajiskan hari Sabat dengan tetap bekerja dan bahkan membiarkan orang-orang menggelar dagangannya di Yerusalem pada hari tersebut. Di antara mereka juga terjadi perkawinan campur dengan bangsa lain yang tidak mengenal Allah.

Dengan semua kejahatan yang dilakukannya, umat Yehuda bukan hanya melanggar hukum, namun juga melanggar janji yang sudah mereka ucapkan sendiri kepada Allah. Karenanya Nehemia sebagai pemimpin dengan berani menata kembali semua sesuai dengan ketetapan Allah.

Mari kita bukan hanya memperhatikan dan tidak hanya membiarkan gereja sebagai rumah Tuhan tak tertata dengan baik, namun kita juga berusaha untuk menata diri dan kembali hidup seturut ketetapan Allah.

Doa
Kami rindu ya Tuhan, untuk selalu berpegang pada firman-Mu. Tuntunlah kami selalu. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 16 Februari 2022 – Sukacita Luar Biasa

https://youtu.be/5bosEzWLrsU

Rabu, 16 Februari 2022
SUKACITA LUAR BIASA
Bacaan Alkitab : Nehemia 12

Ayat Emas : Nehemia 12:27
Pada pentahbisan tembok Yerusalem orang-orang Lewi dipanggil dari segala tempat mereka dan dibawa ke Yerusalem untuk mengadakan pentahbisan yang meriah dengan ucapan syukur dan kidung, dengan ceracap, gambus dan kecapi.

Di negara kita, ada satu bangunan monumental yang telah selesai dibangun dan diresmikan setelah sekian lama dicetuskan. Tepatnya di Bali yaitu bangunan Garuda Wisnu Kencana, begitu dinantikan dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Betapa tidak, patung ini berpredikat sebagai patung tertinggi kedua di dunia.

Menilik peristiwa di zaman Nehemia, kita melihat Israel pun bersukacita ketika sebuah bangunan monumental selesai dibangun. Bangsa ini begitu bersukacita ketika mereka berkesempatan menyelesaikan dan menahbiskan tembok yang menyiratkan bahwa mereka adalah bangsa besar yang layak diperhitungkan (ayat 43). Tembok Yerusalem, sebuah bangunan yang sangat berarti di mata orang Israel. Di sana mereka dapat melihat pertolongan Tuhan atas umat-Nya yang tak pernah henti. Melalui tembok ini, mereka juga mengingat bahwa Allahlah yang menjadi sumber pemeliharaan atas bangsa ini.

Allah juga mengaruniakan berbagai pengalaman monumental dalam setiap kita. Hendaknya hati kita melimpah dengan sukacita dari Tuhan, syukur terus terucap dan orang di sekeliling melihat Tuhan yang terpancar melalui hidup kita.

Doa
Ajarlah kami ya Tuhan, agar kami mengingat setiap karya-Mu dan kamipun semakin setia kepada-Mu. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 15 Februari 2022 – Rukun

https://youtu.be/-uR6dH1UxgY

Selasa, 15 Februari 2022
RUKUN
Bacaan Alkitab : Nehemia 11

Ayat Emas : Nehemia 11:1
Para pemimpin bangsa menetap di Yerusalem, sedang orang-orang lain membuang undi untuk menentukan satu dari sepuluh orang yang harus menetap di Yerusalem, kota yang kudus itu, sedang yang sembilan orang lagi tinggal di kota-kota yang lain.

Pada masa itu, membuang undi adalah salah satu jalan keluar untuk pengambilan keputusan yang mengait dengan kepentingan atau ketertarikan banyak orang sedangkan objek yang ada terbatas. Yang terpilih mendapatkan undian bukan dianggap sebagai keberuntungan tetapi memang ada campur tangan Allah dalam proses tersebut. Allah yang dipercaya sebagai yang Mahakuasa adalah Allah yang juga Mahatahu sekaligus Mahapengatur, Dia ikut ambil bagian dalam setiap peristiwa anak-anak-Nya, termasuk pengundian tersebut.

Dan yang menarik di ayat 2 disebutkan bahwa, “Orang-orang memuji setiap orang yang rela menetap di Yerusalem.” Artinya tidak ada protes, tidak ada boikot apalagi demo terhadap hasil undian. Semua menerima dengan gembira dan tetap memelihara suasana persaudaraan.

Apakah kisah di atas menginspirasi hidup kita? Untuk tetap menjaga hati dalam kerukunan persaudaraan? Entah persaudaraan sedarah maupun persaudaraan di dalam Tuhan Yesus. Setiap masalah yang muncul, diselesaikan dengan semangat persaudaraan yang rukun. “Entah kita yang terpilih dalam undian ataupun yang tidak”!

Doa
Jagalah hati kami ya Tuhan, untuk memancarkan kasih-Mu kepada saudara-saudara kami. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 14 Februari 2022 – Komitmen Patuh kepada Tuhan

Senin, 14 Februari 2022
KOMITMEN PATUH KEPADA TUHAN
Bacaan Alkitab : Nehemia 10

Ayat Emas : Nehemia 10:29b
Mereka bersumpah kutuk untuk hidup menurut hukum Allah yang diberikan dengan perantaraan Musa, hamba Allah itu, dan untuk tetap mengikuti dan melakukan segala perintah TUHAN, yakni Tuhan kami, serta segala peraturan dan ketetapan-Nya.

Bacaan kita hari ini jarang sekali dikhotbahkan di hari Minggu. Di gereja mana pun. Saat ini, jemaat lebih senang dengan khotbah-khotbah tentang menyembah Allah, tentang janji-janji Allah dan juga belas kasih Allah. Jemaat tidak antusias jikalau diberi makanan keras yang berisi komitmen serius mengikut Tuhan, seperti yang dilakukan orang Israel ini.

Seperti perjalanan kehidupan Israel kali ini, setelah menyadari dan mengakui dosa-dosanya (Nehemia 9), Israel mengadakan pengikatan perjanjian yang teguh, yang tercatat dan dibubuhi meterai. Mereka berkomitmen untuk patuh kepada hukum Allah (Bdk. Neh. 9:38).

Bagaimana dengan kita, yang saat ini hidup di zaman yang jauh berbeda dengan zaman Nehemia hidup? Kita sudah banyak tahu perintah-perintah Tuhan, masalahnya apakah kita mempunyai gairah untuk sungguh serius mengikut Tuhan di zaman yang kian rusak ini? Taat kepada perintah-perintah-Nya di dalam kehidupan kita? Semua keputusan yang diambil tentu ada paket yang menyertainya masing-masing.

Doa
O Tuhan, kiranya Allah Roh Kudus terus menolong kami untuk taat dan setia kepada-Mu. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 13 Februari 2022 – Pengakuan Dosa

https://youtu.be/TtoXh8L1DiQ

Minggu, 13 Februari 2022
PENGAKUAN DOSA
Bacaan Alkitab : Nehemia 9

Ayat Emas : Nehemia 9:33
Tetapi Engkaulah yang benar dalam segala hal yang menimpa kami, karena Engkau berlaku setia dan kamilah berbuat fasik.

Mengakui untuk hal-hal yang membanggakan, seperti prestasi atau perbuatan baik akan membangun rasa percaya diri. Tetapi untuk mengakui dosa, tidak mudah. Padahal dengan mengakui dosa secara tulus di hadapan Tuhan, upahnya adalah kelegaan yang dari Tuhan. Karena dosa-dosa kita diampuni, maka jiwa kita terlepas bebannya.

Teks yang kita baca ini menunjukkan: 1) Bagaimana orang Israel mau merendahkan dirinya untuk mengakui dosa mereka bahkan juga kesalahan nenek moyang (ayat 2). Israel mau terbuka, mau mengakui hal-hal buruk yang telah terjadi. 2) Peran Imam (yang dipilih di antara orang Lewi) sebagai pemimpin rohani Israel. Yang mau berdiri di depan untuk urusan-urusan yang berkaitan dengan Allah. Berani menyatakan, bahwa Allah adalah benar dalam segala hal. Dia itu setia, sedangkan kita adalah fasik.

Bagaimana dengan kita? 1) Beranikah kita meniarapkan hati di hadapan Tuhan untuk mengakui dosa-dosa kita, dan mengaku bahwa Tuhanlah yang Mahabesar. Memohon ampun dan bertobat. 2) Bagi kita yang saat ini menjadi pemimpin rohani, di mana pun kita berada, termasuk sebagai imam dalam keluarga apakah kita telah berfungsi seperti yang Tuhan mau?

Doa
Ya Tuhan, ampunilah dosa-dosa kami dan orangtua kami. Karena dosalah kami jauh dari Engkau. Jangan tinggalkan kami ya Tuhan Yesus. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 12 Februari 2022 – Pembangunan Spiritual

https://youtu.be/Mm18S2_LWZs

Sabtu, 12 Februari 2022
PEMBANGUNAN SPIRITUAL
Bacaan Alkitab : Nehemia 8

Ayat Emas : Nehemia 8:10
Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: “Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!”, karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu.

Bangunan tembok Yerusalem yang megah tentu saja sangat membanggakan bagi orang Israel. Nehemia sekali lagi tidak berhenti sampai di situ. Ia menggandeng Ezra untuk mengingatkan umat Israel agar kembali kepada firman Tuhan.

Semua umat Israel mendengarkan Ezra membacakan dan menjelaskan Taurat Tuhan dengan hati yang rindu dan haus. Itulah yang membuat mereka akhirnya menangis dalam haru, mengangkat tangan dan tersungkur menyembah Tuhan.

Nehemia bukan saja membangun fasilitas dan fisik tembok yang kokoh, ia masuk lebih dalam ke pembangunan spiritual. Ini mengingatkan kita sebagai gereja Tuhan. Kita tidak boleh hanya fokus kepada pembangunan gedung dan fasilitas. Bersamaan dengan itu kita juga harus menuju kepada revolusi spiritual. Setiap umat Tuhan tidak boleh hanya dibawa kepada kenikmatan jasmani, tapi juga kepada kebahagiaan dan kedalaman rohani yang didasarkan kepada kebenaran firman Tuhan.

Doa
Tuhan, kami rindu melihat dan mengalami secara pribadi terobosan rohani dan pembangunan spiritual terjadi di gereja kami. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 11 Februari 2022 – Orang yang Tepat di Tempat yang Tepat

https://youtu.be/NxvKFj5XsPQ

Jumat, 11 Februari 2022
ORANG YANG TEPAT DI TEMPAT YANG TEPAT
Bacaan Alkitab : Nehemia 7

Ayat Emas : Nehemia 7:2
Pengawasan atas Yerusalem aku serahkan kepada Hanani, saudaraku, dan kepada Hananya, panglima benteng, karena dia seorang yang dapat dipercaya dan yang takut akan Allah lebih dari pada orang-orang lain.

Setelah Nehemia berhasil membangun kembali tembok Yerusalem, ia bergerak maju ke langkah penting selanjutnya. Nehemia menyiapkan orang-orang yang mampu bertugas mengawasi dan menjaga tembok Yerusalem.

Salah satu orang pilihan Nehemia adalah saudaranya sendiri yaitu Hanani. Nehemia memilih, bukan karena ia memiliki kepentingan khusus yang menguntungkan dirinya sendiri. Nehemia memilih orang yang tepat, yang takut akan Allah, yang mempunyai kredibilitas dan integritas.

Dalam pelayanan atau pekerjaan kita pun harus memilih orang-orang yang tepat. Bukan saja dari segi kemampuan maupun keterampilan, namun lebih dari pada itu adalah sisi kedewasaan rohani dan kedewasaan karakter. Menjadi tugas kita juga untuk memikirkan, bagaimana memperlengkapi tim kerja dan pelayanan kita dengan nilai-nilai yang mengutamakan kebenaran dan integritas. Dengan demikian, diharapkan misi serta tugas dari Tuhan yang dipercayakan kepada kita akan berkembang efektif.

Doa
Tuhan, jadikan kami pemimpin yang mempunyai keteladanan integritas dan yang mampu mengimpartasikan nilai-nilai kebenaran. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 10 Februari 2022 – Fokus pada Panggilan

https://youtu.be/O583-79ax7s

Kamis, 10 Februari 2022
FOKUS PADA PANGGILAN
Bacaan Alkitab : Nehemia 6

Ayat Emas : Nehemia 6:16
Ketika semua musuh kami mendengar hal itu, takutlah semua bangsa di sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami.

Untuk menemukan panggilan Tuhan, kita membutuhkan waktu dan kesungguhan yang besar. Namun setelah yakin akan panggilan Tuhan, bukan berarti perjalanan kita selesai. Tantangan di depan kita sudah menanti. Dalam perjuangan menggenapkan panggilan Tuhan tersebut, kita dapat belajar dari Nehemia yang mengalami berbagai macam serangan, termasuk nyawanya yang terancam.

Nehemia punya visi yang jelas. Allah menaruh di hati Nehemia, hasrat untuk membangun kembali tembok Yerusalem untuk melindungi bangsa Yahudi. Nehemia menerima dan meyakini bahwa visi ini adalah dari Tuhan, maka segala permasalahan yang ia hadapi, tidak mampu melemahkan semangatnya. Ia tidak gentar dan terus fokus melanjutkan pembangunan sekalipun ancaman mengerikan terus datang.

Hati Nehemia untuk Tuhan. Apa yang Nehemia lakukan bukan untuk keuntungan dirinya sendiri. Ketika ada isu bahwa tujuan pembangunan tembok Yerusalem adalah untuk memberontak dan menjadikan dirinya menjadi raja, Nehemia sama sekali tidak berespon negatif. Ia tidak terjebak pada permainan musuh, sampai akhirnya ia berhasil menyelesaikan visinya.

Doa
Tuhan, bantu kami untuk fokus pada panggilan kami. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 9 Februari 2022 – Dosa Keserakahan

https://youtu.be/GioWz9q5WqQ

Rabu, 9 Februari 2022
DOSA KESERAKAHAN
Bacaan Alkitab : Nehemia 5

Ayat Emas : Nehemia 5:6
Maka sangat marahlah aku, ketika kudengar keluhan mereka dan berita-berita itu.

Nehemia sebagai pemimpin yang saat itu sedang berupaya keras membangun kembali tembok Yerusalem mengalami serangan bukan saja dari luar. Nehemia marah dan segera bertindak ketika mengetahui banyak bangsawan Yahudi yang menindas orang miskin demi keuntungannya sendiri.

Meskipun untuk pembangunan tembok Yerusalaem dibutuhkan dukungan finansial dari orang-orang terkemuka, namun Nehemia tidak segan untuk menegur atas kesalahan mereka. Begitu mendengar adanya praktik pemerasan dengan bunga yang tinggi kepada rakyat miskin, ia segera mengadakan pertemuan agar masalah ketidakadilan ini segera diatasi.

Nehemia telah menunjukkan integritasnya. Ia sendiri juga tidak mengambil pembagian haknya (ayat 14). Ia menyadari betul sebagai pemimpin, bahwa keserakahan akan kepemilikan duniawi bisa menjadi serangan yang lebih membahayakan dibanding serangan musuh. Dalam panggilan yang ditaruh Tuhan di hati kita, kiranya kita waspada bukan hanya terhadap tantangan dari luar, tapi sikap egois, tamak atau memecahbelah dari lingkungan dalam atau bahkan dari diri kita sendiri.

Doa
Tuhan, mampukan kami menjaga hati dari dosa keserakahan yang dapat menghalangi pekerjaan Tuhan digenapi melalui hidup kami. Amin. (Enji)

Alkitab Audio