Renungan iGrow 8 Februari 2022 – Serangan Mental

https://youtu.be/23KHP_q6q-w

Selasa, 8 Februari 2022
SERANGAN MENTAL
Bacaan Alkitab : Nehemia 4

Ayat Emas : Nehemia 4:2a
Apa gerangan yang dilakukan orang-orang Yahudi yang lemah ini? Apakah mereka memperkokoh sesuatu?

Nehemia mendapat dorongan untuk melakukan pekerjaan pembangunan kembali tembok Yerusalem. Sekalipun apa yang dikerjakan Nehemia sesuatu yang baik, sama sekali tidak berarti segala sesuatunya berjalan serba lancar, cepat dan aman.

Membangun sebuah bangunan yang besar dan luas di zaman ini saja bukanlah pekerjaan ringan. Apalagi di zaman Perjanjian Lama yang kondisi dan keadaannya tidak semaju sekarang. Namun problem terbesar bukan kebutuhan tenaga dan kebutuhan lain yang terbatas, tapi tentangan dari orang-orang yang tidak memihak pada orang Yahudi.

Sanbalat, Gubernur Samaria dan orang-orangnya melemparkan kata-kata ejekan dan cemooh. Ini adalah serangan yang menjatuhkan mental dan semangat orang Yahudi. Nehemia sebagai pemimpin bukan saja terjun ikut bekerja keras siang malam, namun ia juga terus mengingatkan bahwa Allah ada di pihak mereka. Hal yang dilakukan Nehemia berdampak besar sehingga membuat orang Yahudi tidak patah semangat. Dengan doa dan keteguhan hati, orang Yahudi di bawah pimpinan Nehemia akhirnya mampu meneruskan pekerjaan besar ini.

Doa
Tuhan, bangkitkan mental kami agar kami dapat melanjutkan pekerjaan yang Kau percayakan pada kami, dengan terus memandang pada-Mu. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 7 Februari 2022 – Gotong Royong

https://youtu.be/_PuTXKehZeg

Senin, 7 Februari 2022
GOTONG ROYONG
Bacaan Alkitab : Nehemia 3

Ayat Emas : Nehemia 3:1
Maka bersiaplah imam besar Elyasib dan para imam, saudara-saudaranya, lalu membangun kembali pintu gerbang Domba. Mereka mentahbiskannya dan memasang pintu-pintunya. Mereka mentahbiskannya sampai menara Mea, menara Hananeel.

Tujuan yang sama mampu membuat semua orang ingin terlibat di dalam pembangunan tembok Yerusalem. Mulai dari para imam, bahkan imam besar Elyasib (ayat 1) sampai dengan Malkia, seorang tukang emas (ayat 31), juga para pedagang (ayat 32) bergotong royong melakukan proyek suci ini. Semua merasa terpanggil untuk mengambil bagiannya masing-masing. Para pemimpin memimpin bukan hanya dengan kata-kata, tapi juga dengan kerja dan keringat. Rakyat termotivasi memberikan yang terbaik karena ada contoh dan teladan dari pemimpinnya.

Banyak pelayanan tidak bisa berjalan dengan baik, karena kita tidak mau bergotong royong menanggungnya. Kita lebih senang menjadi penonton dan pengritik daripada berjibaku menggarap pelayanan secara bersama-sama. Bahkan, tak jarang kita malah iri dengan apa yang dikerjakan oleh orang lain.

Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk berkontribusi di dalam pelayanan. Dengan kesadaran bahwa yang kita lakukan adalah untuk kemuliaan nama Tuhan, maka dengan rendah hati kita menyediakan diri untuk melayani bersama. 

Doa
Tuhan, jangan biarkan kami menganggap bahwa panggilan melayani adalah untuk orang lain saja. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 6 Februari 2022 – Beranikan Kami Ya Tuhan

https://youtu.be/rTDqUCBES9g

Minggu, 6 Februari 2022
BERANIKAN KAMI YA TUHAN
Bacaan Alkitab : Nehemia 2

Ayat Emas : Nehemia 2:4
Lalu kata raja kepadaku: “Jadi, apa yang kauinginkan?” Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit.

Menggerakkan orang-orang untuk melakukan hal yang besar membutuhkan keberanian yang besar dari seseorang yang mengajaknya. Nehemia melakukannya. Kerinduannya untuk membangun kembali tembok Yerusalem dimulai dengan langkah pertama yang tidak gampang yaitu menghadap raja Artahsasta. Jika salah sedikit saja, maka bukannya izin yang didapat tapi bisa jadi nyawanya sendiri yang segera akan melayang. Namun, resiko telah diperhitungkan dan sebuah tekad sudah diambil.

Ketika Nehemia tahu bahwa Allah semestalah yang telah memanggil dia, maka sebuah langkah harus ditetapkan. Ia mengerti bahwa Allahlah yang akan bekerja melalui siapa saja yang Ia berkenan memakainya, termasuk dirinya dan raja Artahsasta. Allah yang mencipta alam semesta ini adalah Allah yang mampu mengontrol dan mengendalikan semua yang ada di dalamnya, termasuk bilik hati seseorang.

Tak jarang kita ragu untuk mengambil sebuah langkah iman karena kita tidak cukup tekad untuk melakukan apa yang Tuhan sudah nyatakan kepada kita. Tekad adalah keyakinan bahwa Tuhan bisa memakai kita untuk mendemonstrasikan kuasa dan kedigdayaan-Nya. Tekad adalah keberanian untuk mengizinkan Tuhan memakai hidup kita.

Doa
Ya Tuhan, beranikan kami untuk mengambil sebuah langkah iman terhadap sesuatu yang Tuhan ingin kami kerjakan. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 5 Februari 2022 – Berdoalah

https://youtu.be/qDzxHdBcmcQ

Sabtu, 5 Februari 2022
BERDOALAH
Bacaan Alkitab : Nehemia 1

Ayat Emas : Nehemia 1:4
Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit.

Sebuah berita yang besar tentu akan mengagetkan orang yang mendengarnya, entahkah berita sukacita atau dukacita. Demikian halnya dengan Nehemia. Ia mendengar kabar tentang kondisi kota Yerusalem dan temboknya, yang tinggal puing-puingnya saja. Kabar ini melahirkan sebuah respon yang luar biasa dari Nehemia. Tidak menunggu lama, ia segera berpuasa dan berdoa. Mencari Tuhan adalah tindakan pertama yang dilakukan, ketika jiwanya tergoncang dan hatinya berkabung.

Apa yang terlihat dari tindakan Nehemia (ayat 5-11) ialah ia mendemonstrasikan sebuah doa yang memiliki elemen-elemen yang seolah-olah menembus hati Allah, yaitu: 1) memuji Allah, 2) bersyukur, 3) mengaku dosa, 4) memohon, dan 5) komitmen untuk melakukan sesuatu.

Mungkin saja banyak doa kita yang rasa-rasanya selama ini tidak dijawab oleh Tuhan. Bisa jadi, ada elemen doa yang tidak kita kerjakan. Dengan menaikkan doa yang benar, maka kita yakin bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa dihadapi karena yang mendengar doa kita adalah Allah yang Mahakuasa nan Mahakasih. Ia pasti bertindak.

Doa
Ya Roh Kudus, bantulah dan ajarlah kami untuk berdoa seperti apa yang Tuhan mau, sehingga doa kami didengar dan dijawab oleh Tuhan. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 4 Februari 2022 – Bertobat dan Berubahlah!

Jumat, 4 Februari 2022
BERTOBAT DAN BERUBAHLAH!
Bacaan Alkitab : Ezra 10

Ayat Emas : Ezra 10:11
Tetapi sekarang mengakulah di hadapan TUHAN, Allah nenek moyangmu, dan lakukanlah apa yang berkenan kepada-Nya dan pisahkanlah dirimu dari penduduk negeri dan perempuan-perempuan asing itu!

Kini Ezra mengambil tindakan. Ia memerintahkan agar orang Israel mengaku dosa di hadapan Tuhan dan melakukan lagi apa yang berkenan di pandangan mata Tuhan. Setelah selama ini mereka hidup berpadanan dengan cara hidup orang yang tidak mengenal Tuhan, maka kini mereka harus setuju untuk hidup sejalan dengan hukum Tuhan. Setelah mengakui bahwa jalan yang dulu adalah keliru maka jalan perubahan harus dilalui, sekalipun harga yang harus dibayar teramat besar.

Dosa yang telah sering kali kita lakukan akan terasa biasa, apalagi jika kita melihat banyak orang juga melakukan hal yang sama, dan mereka nyaman-nyaman saja. Menerobos lampu merah misalnya. Kita merasa biasa melanggarnya karena pengendara yang lain juga begitu. Justru kita dianggap aneh, jika kita berhenti. Dan tak jarang, orang malah menegur kita karena berhenti.

Apa saja yang melanggar firman Tuhan adalah dosa. Tak peduli banyak orang yang melanggar atau tidak, itu tetaplah dosa. Kita harus mengakui dosa kita kepada Tuhan dan segeralah bertobat, serta ubahlah sikap hidup kita, sesuai dengan jalan Tuhan.

Doa
Ya Roh Kudus, sadarkan kami akan dosa-dosa yang kami telah kami anggap biasa, dan ubahlah kami. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 3 Februari 2022 – Ini Serius Sekali!

https://youtu.be/3HPS1-S_uBY

Kamis, 3 Februari 2022
INI SERIUS SEKALI!
Bacaan Alkitab : Ezra 9

Ayat Emas : Ezra 9:3
Ketika aku mendengar perkataan itu, maka aku mengoyakkan pakaianku dan jubahku dan aku mencabut rambut kepalaku dan janggutku dan duduklah aku tertegun.

Seperti dilanda gempa yang maha dahsyat. Sampai-sampai Ezra sangat terguncang. Laporan yang dia terima membuatnya hampir tidak kuat menopang tubuhnya. “Orang Israel, Imam-imam, dan orang Lewi tidak memisahkan diri mereka dari orang-orang negeri ini dengan kekejiannya,” lapor para pemuka (ayat 1). Ternyata, orang awam dan bahkan para rohaniwan telah melangggar kekudusan, dengan mengambil istri dari penduduk yang menyembah berhala. Sesuatu yang dilarang keras oleh Tuhan.

Respon Ezra ialah ia merobek jubahnya karena dosa ini sangat serius. Dengan perasaan malu ia menghadap Tuhan demi bangsanya yang telah melakukan dosa yang menumpuk mengatasi kepala mereka dan membumbung ke langit. Mewakili bangsanya, ia berdoa, mengaku dan menyesali dosa, dan mengingat kembali kasih Tuhan yang teramat besar atas mereka.

Kita pun mengakui bahwa kita masih sering berkompromi dengan dosa. Kita sangat tahu bahwa melanggar kekudusan-Nya adalah dosa yang sangat serius, namun kita masih suka menumpuk dosa kita sampai membumbung tinggi. Mari kita belajar dari Ezra. Minta kepekaan dan kegentaran akan Tuhan, yang sekalipun kasih, Ia juga adalah adil dan benar. Ini serius!

Doa
Tuhan, betapa kudusnya Engkau. Tolonglah kami, anak-anak-Mu, agar berpadanan dengan karakter-Mu. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 2 Februari 2022 – Berpuasalah

https://youtu.be/dUTiSbByIEE

Rabu, 2 Februari 2022
BERPUASALAH
Bacaan Alkitab : Ezra 8

Ayat Emas : Ezra 8:23
Jadi berpuasalah kami dan memohonkan hal itu kepada Allah dan Allah mengabulkan permohonan kami.

Dalam perikop ini Ezra mengajak orang-orang Lewi beserta bangsa Yehuda untuk berpuasa agar perjalanan mereka beserta keluarga maupun segala harta benda bisa dilewati dengan aman. Mereka khawatir jika sewaktu-waktu mereka mendapatkan serangan musuh ataupun penyamun (ayat 31).

Dasar utama Ezra beserta orang-orang Lewi dan bangsa Yehuda untuk berpuasa dan merendahkan diri di hadapan Allah adalah: Pertama, berpuasa mengingatkan diri bahwa mereka di hadapan Allah sangat lemah dan karenanya, pengharapan mereka hanya pada Allah saja. Kedua, mereka sedang memohon kepada Allah. Ezra memutuskan untuk berpuasa karena dia tidak mau meminta perlindungan kepada raja. Dengan kata lain, Ezra telah sungguh-sungguh meyakini apa yang dikatakan sebelumnya kepada raja jika pertolongannya ada di dalam tangan Allah saja.

Melalui keyakinan iman Ezra dengan berpuasa kepada Allah, ia mempercayai akan kuasa tangan Tuhan yang menyertai selama perjalanannya. Dengan hidup bergantung kepada Allah berarti kita sedang mengizinkan Roh Allah to take control our lives. Ia mengontrol hidup kita. Percayalah!

Doa
Tuhan, kami hanya ingin berserah kepada-Mu. Membangun relasi melalui doa, puasa dan melakukan perintah-Mu. Itulah kerinduan kami. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 1 Februari 2022 – Dipercaya

https://youtu.be/u-bw95APTMI

Selasa, 1 Februari 2022
DIPERCAYA
Bacaan Alkitab : Ezra 7

Ayat Emas : Ezra 7:6
Ezra ini berangkat pulang dari Babel. Ia adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa yang diberikan TUHAN, Allah Israel. Dan raja memberi dia segala yang diingininya, oleh karena tangan TUHAN, Allahnya, melindungi dia.

Untuk menerima sebuah mandat dan kepercayaan dari seorang raja atau petinggi negara tidaklah mudah, salah satunya ia harus memiliki standar kualitas tertentu. Kita dapat belajar dari Ezra. Ia keluar dari Babel atas dasar kepercayaan raja Artahsasta, raja negeri Persia untuk pulang ke Yerusalem bersama beberapa kelompok orang Yahudi.

Kita melihat sosok yang tidak sembarangan. Ezra menerima kepercayaan penuh untuk mengatur kebaktian di dalam rumah Allah. Dan melalui hidupnya, kita menemukan kunci untuk membuka kepercayaan orang lain atas hidup kita, khususnya sebagai orang percaya: Pertama. Ezra tidak hanya sekadar mengetahui Taurat Tuhan, namun juga melakukan dalam kehidupannya (ayat 10). Kedua. Akui keberadaan Allah atas hidup kita. Arti nama Ezra adalah pertolongan. Ia selalu bekerja dengan pertolongan Tuhan Allahnya.

Teladani cara hidup Ezra, yang mengerti firman Tuhan sekaligus melakukannya dalam hidup sehari-hari. Sesuatu yang membawanya menjadi pribadi yang dapat dipercaya dan diberkati.

Doa
Tuhan, bawalah seluruh hidupku untuk memuaskan-Mu, dengan jalan mengerti dan melakukan setiap kehendak-Mu bagi kami. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 31 Januari 2022 – Ia Menggerakkan Segala Cara

https://youtu.be/AAjKXc-S-0U

Senin, 31 Januari 2022
IA MENGGERAKKAN SEGALA CARA
Bacaan Alkitab : Ezra 6

Ayat Emas : Ezra 6:22b
Ia telah memalingkan hati raja Asyur kepada mereka, sehingga raja membantu mereka dalam pekerjaan membangun rumah Allah, yakni Allah Israel.

Pembangunan rumah Allah tidak dengan mulus berjalan, ada masa-masa di mana pembangunannya sempat terhenti seperti dituliskan di dalam pasal 4. Namun melalui nabi-Nya, Allah menubuatkan dan terus memberikan peneguhan bagi umat untuk meneruskan misi mulia mereka di Yerusalem.

Ketika kita memperhatikan alur perjalanan pembangunan rumah Allah ini, kita jumpai di sana bagaimana Allah bekerja bukan hanya melalui nabi dan bangsa Isarel, namun Ia juga bekerja dan membuka setiap jalan bagi terwujudkan visi Allah. Bangsa-bangsa asing beserta raja mereka pun digerakkan Allah untuk selesainya pembangunan ini. Bahkan keperluan mereka beribadah kepada Allah pun disediakan melalui bangsa asing. Sesuatu yang tidak lazim terjadi oleh kuasa Allah.

Jalan berliku, tersendat, ataupun berhenti sesaat bukanlah tanda sebuah keberhasilan tak dapat diraih. Segala hal yang sesuai dengan rancangan-Nya pasti akan digenapi. Masihkah kita percaya Allah berkuasa atas segala hal? Maka, yakinlah bahwa Allah juga sanggup memberkati setiap kita yang hidup seturut kehendak-Nya. Jalan yang dibukanya tak terduga dan ajaib.

Doa
Tuhan, mampukan kami untuk yakin sepenuhnya, jalan-Mu ajaib dan sempurna. Amin. (tim iGrow)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 30 Januari 2022 – Setia pada Visi Allah

https://youtu.be/g7rj2-yr0eE

Minggu, 30 Januari 2022
SETIA PADA VISI ALLAH
Bacaan Alkitab : Ezra 5

Ayat Emas : Ezra 5:11
Kami adalah hamba-hamba Allah semesta langit dan bumi, dan kami membangun kembali rumah yang telah didirikan bertahun-tahun sebelumnya, didirikan dan diselesaikan oleh seorang raja Israel yang agung.

Pembangunan rumah Allah sempat berhenti selama belasan tahun. Hal ini terjadi karena orang Yahudi takut kepada orang-orang yang menentang pembangunan kembali tersebut. Tak terkecuali halangan dari para pejabat daerah yang bersikap tidak adil kepada mereka.

Ketika Hatnai, bupati daerah sebelah barat sungai Efrat menghampiri dan bertanya kepada orang Yahudi yang dipimpin Zerubabel dan Yesua, ia pun mencoba untuk mengintimidasi pekerjaan Tuhan ini. Namun, ia menjumpai satu jawaban yang tegas dan berwibawa Ilahi bahwa bukan hanya atas nama manusia mereka membangun rumah Allah ini. Tua-tua Yahudi mendapat hikmat untuk meneruskan pekerjaan ini sembari mengatakan bahwa mereka adalah hamba-hamba Allah semesta langit dan bumi (ayat 11). Artinya, Dialah yang memerintahkan dan menyertai pembangunan ini.

Pelajaran berharga didapat, saat kita mengerjakan bangunan rumah Allah, terus memohon hikmat Tuhan sembari mengingat bahwa Dialah yang memberikan visi dan Dialah yang akan senantiasa menyertai penyelesaiannya dengan sempurna.

Doa
Tuhan, karuniakan kepada kami hikmat dan kesetiaan untuk menjalankan visi dari-Mu. Amin. (tim iGrow)

Alkitab Audio