Renungan iGrow 29 Januari 2022 – Tetap Kuat dan Konsisten

https://youtu.be/tjXmuNh_Yck

Sabtu, 29 Januari 2022
TETAP KUAT DAN KONSISTEN
Bacaan Alkitab : Ezra 4

Ayat Emas : Ezra 4:4
Maka penduduk negeri itu melemahkan semangat orang-orang Yehuda dan membuat mereka takut membangun.

Niat baik ternyata tidak selalu mendapat sambutan baik. Saat pembangunan bait suci sudah dimulai para lawan datang hendak menggagalkan pembangunan. Sekalipun datang dengan berlagak menjadi teman namun niat mereka sudah tercium, karena sejak lama mereka selalu merancangkan kejahatan bagi orang Yehuda dan Benyamin.

Sebagai anak Tuhan, kita diajak untuk membangun hubungan yang intim dengan Tuhan untuk bisa mengalami Tuhan. Saya percaya setiap kita digerakkan Tuhan untuk memiliki komitmen baru membangun kerohanian kita. Tapi tidak dapat dipungkiri ada hal-hal yang menghalangi kita lebih mengalami Tuhan. Bukanlah intimidasi keras yang melemahkan tapi sering kali bisikan lembut iblis yang menjatuhkan. Mari jaga hati tetap melihat Tuhan dan kasih-Nya, hasutan itu bertujuan melemahkan semangat dan menimbulkan rasa takut.

Mari segera sadari dan mengambil tindakan agar kita tidak menjadi lemah atau bahkan mundur. Mari dengan konsisten mencari Tuhan dan jangan kompromi dengan hasutan yang melemahkan.

Doa
Tuhan, kami ingin mengalami Engkau lebih lagi, bantulah kami fokus pada kehendak-Mu dan mengabaikan semua bisikan yang melemahkan. Amin. (win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 28 Januari 2022 – Bukan Hanya Tawa, Tapi Juga Air Mata

https://youtu.be/lgiGZzD33oo

Jumat, 28 Januari 2022
BUKAN HANYA TAWA, TAPI JUGA AIR MATA
Bacaan Alkitab : Ezra 3

Ayat Emas : Ezra 3 : 12
Tetapi banyak di antara para imam, orang-orang Lewi dan kepala-kepala kaum keluarga, orang tua-tua yang pernah melihat rumah yang dahulu, menangis dengan suara nyaring, ketika perletakan dasar rumah ini dilakukan di depan mata mereka, sedang banyak orang bersorak-sorai dengan suara nyaring karena kegirangan.

Dalam pimpinan Ezra, Israel kembali beribadah kepada Tuhan dengan semarak. Secara strategi pemulihan kota, seharusnya mereka membangun tembok kota terlebih dulu namun mereka memilih mencari Tuhan sebagai prioritas. Reformasi rohani dimulai yaitu dengan kembali pada pimpinan dan rencana Allah.

Pembangunan kembali bait Allah dimulai sambil memuji-muji Allah dengan suara nyaring dan juga berlinang air mata, khususnya para orang tua yang pernah melihat bangunan bait Allah yang dirobohkan sebelum mereka mengalami pembuangan. Ada kesedihan karena Bait Allah yang diperbaiki ini tidak semegah bangunan yang didirikan oleh Salomo yang telah hancur karena dosa mereka.

Mari lihat ke depan dan terus berjalan bersama Tuhan. Dalam suka dan air mata biarlah Tuhan selalu menjadi nomor satu. Pujian sukacita kita persembahkan karena karya-Nya yang ajaib. Air mata sebagai tanda penyesalan atas setiap dosa yang telah kita lakukan .

Doa
Biarlah setiap ekspresi kami saat mengalami perjalanan bersama-Mu, baik tawa ataupun air mata, kami bawa pada-Mu sebagai pujian bagi kemuliaan-Mu. Amin. (win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 27 Januari 2022 – Panggilan yang Menyatukan

https://youtu.be/kaysr9TUlvM

Kamis, 27 Januari 2022
PANGGILAN YANG MENYATUKAN
Bacaan Alkitab : Ezra 2

Ayat Emas : Ezra 2: 68
Beberapa kepala kaum keluarga, tatkala datang ke rumah TUHAN yang di Yerusalem, mempersembahkan persembahan sukarela guna pembangunan rumah Allah pada tempatnya semula.

Pemulihan pasca pembuangan dimulai dengan revolusi rohani, yang diawali dengan pembangunan Bait Suci. Panggilan Tuhan ini disambut baik oleh umat yang sudah lama hidup dalam pembuangan dan tidak beribadah kepada-Nya dengan layak. Dalam pasal 2 ini kita jumpai daftar nama orang-orang yang tergerak hatinya dalam pembangunan rumah Allah.

Dilihat dari daftar nama, mereka terdiri dari berbagai macam latar belakang berbeda. Ada golongan Imam, Lewi, pelayan pujian, penunggu gerbang, dan para budak. Dengan latar belakang yang berbeda, tentu saja potensi dan kemampuan mereka berbeda juga. Namun orang-orang ini sama-sama dan bersehati meresponi panggilan Tuhan atas mereka.

Perbedaan bukanlah halangan untuk bersatu dalam membangun rumah Allah. Ketika Tuhan menyatakan rencana bagi umat-Nya, yang diperlukan adalah umat merespon panggilan-Nya dengan tepat, menyatukan hati, potensi dan kemampuan. Dengan bersatu kita akan memiliki daya yang besar untuk mewujudkan rencana-Nya.

Doa
Tuhan, satukan kami untuk mewujudkan rencana-Mu dalam keluarga dan gereja kami. Amin. (win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 26 Januari 2022 – Proyek Tuhan

https://youtu.be/W4hWIs3TWLY

Rabu, 26 Januari 2022
PROYEK TUHAN
Bacaan Alkitab : Ezra 1

Ayat Emas : Ezra 1:3
Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem.

Tuhan tidak pernah lupa dengan setiap firman yang diucapkan-Nya. Dalam pasal ini kita melihat buktinya. Sebuah kemustahilan dialami bangsa buangan, dengan cara dibebaskan dan diberi kesempatan mendirikan rumah bagi Tuhan. Dan ini digenapkan melalui Raja Koresh yang tidak mengenal Tuhan (Bdk. Yer. 29:10). Penggenapan janji ini terjadi untuk menyatakan rencana-Nya, yaitu membangun kembali bait suci di Yerusalem. Sebuah keajaiban kita lihat, pemeliharaan Tuhan ditunjukkan dengan provisinya yang ajaib. Perlengkapan rumah Allah yang dulu diangkut saat pemerintahan Nebukadnezar, oleh Koresh diijinkan untuk dibawa kembali oleh orang Israel ke Yerusalem.

Kabar baik yang kita pelajari hari ini: 1) Tuhan pasti menggenapi firman-Nya, karena itu tunggulah dengan sabar, 2) Saat kita menjalankan rencana Tuhan, ada penyertaan yang ajaib dari-Nya. Apapun pergumulan kita, Tuhan bisa mengirimkan “Koresh” untuk menggenapi janji-Nya. Mari belajar mengikuti proyek dan rencana-Nya. Hidup kita akan memiliki progres yang baik dan mendapatkan suplai provisi-Nya dengan cara yang tak terduga.

Doa
Kami percaya Engkau tidak pernah ingkar janji, karena itu bawalah kami mengikuti kehendak-Mu. (win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 25 Januari 2022 – Tak Menghormati Tuhan

https://youtu.be/QFJFASCSAf8

Selasa, 25 Januari 2022
TAK MENGHORMATI TUHAN
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 36

Ayat Emas : 2 Tawarikh 36:16
“Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin ada pemulihan.”

Allah sangat mengasihi umat-Nya. Saat kita telisik sejarah perjalanan bangsa sejarah bangsa pilihan-Nya, Allah berulangkali mengirimkan firman-Nya melalui orang-orang yang dipilih secara khusus yaitu para nabi. Namun kita melihat berulangkali pula bangsa pilihan-Nya mengeraskan hati dan tegar tengkuk.

Ayat emas kita hari ini dengan jelas menuliskan apa yang dilakukan oleh umat Tuhan, bukan hanya menolak utusan Tuhan, namun mereka mengolok-olok mereka. Dengan kata lain mereka pun sudah tidak menghormati bahkan menghina Tuhan. Sebuah tindakan yang sangat keji dilakukan umat yang notabene adalah umat kesayangan-Nya. Apa yang mereka perbuat menimbulkan murka TUHAN. Pada akhirnya kita melihat bahwa bangsa Yehuda harus runtuh, akibat kelalaian mereka sendiri.

Tuhan dapat menempatkan pribadi-pribadi yang dipakai-Nya sebagai penyampai firman kepada kita. Perhatikan firman yang disampaikan, jikalau itu sesuai dengan firman Tuhan janganlah menolak didikan-Nya atau bahkan menghina agar kita tidak mengalami keruntuhan seperti bangsa Yehuda.

Doa
Tuhan, ajarlah kami senantiasa menghormati firman-Mu dan melakukannya dalam kehidupan kami. Amin. (uni)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 24 Januari 2022 – Kegagalan Seorang Raja

https://youtu.be/wsP2gRQNZ_M

Senin, 24 Januari 2022
KEGAGALAN SEORANG RAJA
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 35

Ayat Emas : 2 Tawarikh 35:21
Ia mengirim utusan kepada Yosia, dengan pesan: “Apakah urusanmu dengan aku, raja Yehuda? Saat ini aku tidak datang melawan engkau, tetapi melawan keluarga raja yang sedang kuperangi. Allah memerintahkan aku supaya segera bertindak. Hentikanlah niatmu menentang Allah yang menyertai aku, supaya engkau jangan dimusnahkan-Nya!”

Keberhasilan Yosia menjadi raja atas Yehuda ternyata harus berhenti karena kepentingan pribadinya. Ketika Nekho hendak berperang di Kartemis pada saat itu ia sedang membantu Asyur melawan pasukan Babel. Tindakan Nekho ini pun termasuk rencana Allah, dikatakan oleh Nekho; “Hentikanlah niat menentang Allah yang menyertai aku.” Tetapi Yosia tidak mengindahkannya. Ia lebih melihat kekuatan bangsa Babel yang dapat membantu kerajaannya, tanpa mengingat akan kekuatan Allahnya yang besar.

Yosia mengabaikan rencana dan rancangan Tuhan yang disampaikan melalui Nekho, raja Mesir. Tuhan bisa saja memakai orang yang tidak kita sangka untuk mengusung rancangan-Nya. Butuh kepekaan dan ketaatan untuk mendengar pesan Tuhan.

Berhasil dalam setiap apa yang kita cita-citakan atau yang sedang kita kerjakan, itu baik. Akan tetapi, ingatlah untuk tetap memandang Tuhan yang selalu memberkati setiap usaha kita. Sembari melakukan bagian kita yang Tuhan percayakan, tetaplah hidup dalam ketaatan dan kerendahan hati di dalam Tuhan.

Doa
Jagalah hati kami ya Tuhan, agar terus taat kepada-Mu. Amin. (uni)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 23 Januari 2022 – Reformator Rohani

https://youtu.be/xSHXwbXfVpc

Minggu, 23 Januari 2022
REFORMATOR ROHANI
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 34

Ayat Emas : 2 Tawarikh 34:2
Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.

Yosia berumur delapan tahun waktu ia diangkat menjadi raja. Ia adalah raja Yehuda yang paling muda umurnya, jika dibandingkan dengan Manasye dan Amon (ayat 1). Meskipun muda, tetapi sikap serta kerohanian Yosia lebih matang daripada raja sebelumnya, yaitu Amon. Ia mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari peribadatan berhala pada usianya yang keduabelas tahun. Kemudian ia mulai merenovasi bait Allah, agar peribadatan di bait Allah dapat berlangsung dengan baik (ayat 8-13). Pada saat itulah kitab Taurat yang hilang pada masa pembuangan ditemukan kembali oleh imam Hilkia (ayat 15).

Kembalinya kitab Taurat ini, menjadi titik awal pemulihan rohani atas orang Yehuda dan penduduk Yerusalem. Raja Yosia mengadakan perjanjian kembali dengan Tuhan untuk tetap setia melakukan perintah-perintah Tuhan yang terdapat dalam isi kitab Taurat tersebut, dengan segenap hati dan jiwanya (ayat 31).

Seseorang yang hidupnya berdasarkan Firman Tuhan pasti akan bisa membawa dampak yang baik bagi orang lain, dan bukan larut dengan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Saat ini beranikah kita menjadi seorang reformator rohani bagi sekeliling kita, ketika melihat hal yang tidak sesuai dengan ketetapan Tuhan?

Doa
Tuhan, berikan kami keberanian untuk membawa dampak yang baik bagi sekeliling kami. Amin. (uni)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 22 Januari 2022 – Merendahkan Diri

https://youtu.be/e_Gk9dW9y0o

Sabtu, 22 Januari 2022
MERENDAHKAN DIRI
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 33

Ayat Emas : 2 Tawarikh 33:12
Dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati TUHAN, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya.

Manasye bisa dikatakan sebagai penyebab utama kehancuran kerajaan Yehuda. Ketika ia menjadi seorang raja, ia menyesatkan bangsa Yehuda, dengan mendirikan kembali bangunan mezbah untuk memuja ilah-ilah lain dalam bait Allah, percaya ramalan dan sihir, juga memanggil arwah (ayat 2-7). Manasye melakukan hal yang jahat di mata Tuhan, sehingga menimbulkan sakit hati Tuhan. Oleh karena itu Tuhan menghukum Manasye dengan mendatangkan panglima-panglima tentara raja Asyur dan membawanya ke Babel.

Ketika Manasye mengalami hukuman Tuhan, barulah ia teringat kembali akan Tuhan Allah nenek moyangnya. Dituliskan bahwa ia berusaha melunakkan hati Tuhan dan dengan sangat ia merendahkan dirinya di hadapan Tuhan. Semua hal yang ia lakukan pun membuahkan hasil. Tuhan menjawab doa-doa Manasye dan memulihkan keadaan Manasye beserta rakyatnya.

Dari kisah ini kita belajar, ketika masalah datang dalam hidup kita, hendaklah kita menilik hidup kita apakah ada sesuatu hal yang salah di hadapan Tuhan? Kala kita mengintrospeksi diri, lakukanlah dengan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Biarlah Tuhan sendiri yang akan memulihkan kehidupan kita.

Doa
Tuhan, ajar kami untuk merendahkan diri di hadapan-Mu ketika masalah itu datang. Amin. (uni)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 21 Januari 2022 – Usaha dan Iman

https://youtu.be/tNYZ6p7ehsU

Jumat, 21 Januari 2022
USAHA DAN IMAN
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 32

Ayat Emas : 2 Tawarikh 32:1
Setelah peristiwa yang menunjukkan kesetiaan Hizkia itu datanglah Sanherib, raja Asyur, menyerbu Yehuda. Ia mengepung kota-kota berkubu, dan berniat merebutnya.

Raja yang baik, jujur, dan benar di hadapan Tuhan ini menghadapi situasi yang berbahaya. Hizkia diserbu oleh Sanherib, raja Asyur. Meresponi serbuan ini Hizkia mengambil dua langkah, pertama: berusaha yaitu dengan membendung air yang ada di tengah kota agar suplai air tidak bisa dinikmati oleh pasukan Sanherib yang berada di luar kota; kedua beriman kepada Allah.

Respon kedua ini terlihat ketika Hizkia berupaya menenangkan hati pasukannya dengan mengatakan, “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang menyertainya, karena yang menyertai kita lebih banyak dari pada yang menyertai dia. Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita” (ayat 7-8). Perkataan iman inilah yang kemudian menenangkan dan memberikan keyakinan kepada orang Israel sehingga mereka mendapat kepercayaannya kembali.

Usaha dan iman adalah dua sayap yang sangat penting untuk menjalani kehidupan kristiani kita. Mengandalkan salah satunya saja akan membuat kita tidak seimbang dan labil. Kiranya Tuhan memberikan hikmat agar kita memakainya secara tepat.

Doa
Tuhan, terima kasih untuk hikmat yang selalu Engkau berikan kepada kami. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 20 Januari 2022 – Perhatikan Rumah Tuhan

https://youtu.be/B7O2YAQ0myI

Kamis, 20 Januari 2022
PERHATIKAN RUMAH TUHAN
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 31

Ayat Emas : 2 Tawarikh 31:21
“Dalam setiap usaha yang dimulainya untuk pelayanannya terhadap rumah Allah, dan untuk pelaksanaan Taurat dan perintah Allah, ia mencari Allahnya. Semuanya dilakukannya dengan segenap hati, sehingga segala usahanya berhasil.”

Sebagai raja, Hizkia tidak hanya menegakkan kerajaan yang ia pimpin, tetapi ia sangat memperhatikan kehidupan yang terjadi di rumah Tuhan. Sesungguhnya, Bait Allah adalah pusat kehidupan bagi umat Tuhan pada waktu itu. Itulah sebabnya Hizkia memberikan perhatian yang khusus dengan melakukan pembenahan di dalam rumah Tuhan itu, sesuatu yang diabaikan oleh raja-raja yang jahat sebelumnya.

Ia memulai dengan menetapkan jabatan imam untuk dikerjakan oleh keturunan Lewi. Penetapan ini diikuti dengan Ia memberi contoh memberikan persembahan, agar kebutuhan imam dan rumah Tuhan tersedia dan tak tergangu (ayat 3). Tindakannya ini sangat menginspirasi umat Tuhan untuk memberikan persembahan persepuluhan (ayat 5-6). Jumlah yang terkumpul begitu banyak, sehingga mereka sangat bersyukur dan memuji Tuhan (ayat 8).

Rumah Tuhan adalah tempat kita berkumpul dan beribadah bersama. Di dalamnya kita belajar bagaimana menjadi umat yang baik dan berkenan kepada Tuhan. Perbendaharaan rumah Tuhan menjadi tanggung jawab umat Tuhan. Mari kita memberikan perhatian yang khusus kepada rumah Tuhan dan isinya.

Doa
Tuhan, ajarkan kami untuk dengan sukacita memberikan perhatian kepada rumah Tuhan. Amin. (RM)

Alkitab Audio