Renungan iGrow 19 Januari 2022 – Ingat!

https://youtu.be/uitwfM6JNFk

Rabu, 19 Januari 2022
INGAT!
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 30

Ayat Emas : 2 Tawarikh 30:27
Sesudah itu para imam Lewi bangun berdiri dan memberkati rakyat. Suara mereka didengar TUHAN dan doa mereka sampai ke tempat kediaman-Nya yang kudus di sorga.

Hizkia mengambil keputusan untuk mengundang semua orang Israel dan Yehuda, serta para imam untuk ikut bersama-sama merayakan Paskah bagi TUHAN di Yerusalem dengan bersukaria. Tujuan Hizkia melakukan ini agar mereka jangan lupa akan kebesaran Allah dan karya-Nya di dalam kehidupan mereka. Sekalipun sempat mendapatkan olok-olokan dari sebagian suku di Israel (ayat 10), namun kerinduan untuk menyelenggarakan Paskah bersama ini tidak bisa dibendung lagi. Rakyat, dengan jumlah yang sangat besar, merayakan peristiwa agung ini.

Perayaan Paskah adalah cara bagi Hizkia untuk mengingatkan ulang orang Israel akan tangan Allah yang telah menyelamatkan dan membawa mereka keluar dari tanah perbudakan Mesir. Bagi Hizkia, pemulihan bisa dimulai dengan membawa memori ke peristiwa lama yang sangat berarti, yaitu kasih Tuhan yang besar bagi orang Israel. Kenangan akan sejarah ini menarik mereka pulang kepada iman dan kasih yang mula-mula.

Tak jarang, ketika kita mulai menjauh dari Tuhan, maka Ia memakai berbagai cara untuk menarik kita pulang. Melalui sebuah peristiwa atau orang tertentu, Tuhan mengingatkan kita akan kasih Tuhan yang mula-mula dan respon kasih kita yang mula-mula kepada-Nya.

Doa
Tuhan, terima kasih untuk kasih-Mu bagiku. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 18 Januari 2022 – Kuduskan Kembali Rumah-Ku

https://youtu.be/z_GVOhad3O8

Selasa, 18 Januari 2022
KUDUSKAN KEMBALI RUMAHKU
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 29

Ayat Emas : 2 Tawarikh 29:2
“Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya.”

Sebelum mengenal Hizkia, alangkah baiknya kita mengenal Ahas, ayahnya. Ahas adalah orang yang sering melakukan banyak hal jahat. Bahkan seorang penafsir menyebutnya sebagai orang yang tidak waras. Namun kebiasaannya ini tidak diteruskan oleh Hizkia anaknya, yang sebaliknya melakukan apa yang benar di mata TUHAN tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya.

Apa yang dilakukan oleh Hizkia di perikop ini adalah untuk menguduskan kembali rumah Tuhan. Pada tahun pertama pemerintahannya, dalam bulan yang pertama Hizkia berusaha memberantas kesalahan dan kecemaran yang terjadi di rumah kudus Tuhan. Yang terjadi sebelumnya adalah mereka melalaikan ibadah hingga menutup pintu-pintu balai rumah Tuhan dan tidak mempersembahkan korban bakaran bagi Allah (ayat 5-7). Kini Hizkia mengajak dan menyerukan agar orang-orang Lewi kembali menguduskan serta mentahirkan dirinya dan juga rumah TUHAN (ayat 15). Hizkia mengikatkan perjanjian kembali kepada Allah supaya bangsa ini dijauhkan dari murka Allah.

Seruan untuk bertobat juga diperdengarkan kepada kita saat ini sebagai milik kepunyaan Allah. Bawalah kembali hidup kita yang telah dikuduskan dan ditahirkan kepada-Nya.

Doa
Ya Tuhan, tolonglah kami menyadari dosa kami. Tahir dan selamatkan kami. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 17 Januari 2022 – Raja Ahas

https://youtu.be/STqpTKvcXko

Senin, 17 Januari 2022
RAJA AHAS
Bacaan Alkitab: 2 Tawarikh 28

Ayat Emas : 2 Tawarikh 28:2
“Tetapi ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel, bahkan ia membuat patung-patung tuangan untuk para Baal.”

Seringkali, kesuksesan dunia ditentukan oleh setiap keberhasilan pekerjaan yang dicapainya. Namun ini bertolak belakang dengan kebenaran firman Tuhan. Pencapaian tertinggi dalam hidup orang percaya ditentukan oleh sikap hatinya dalam menjalani kehidupan ini sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.

Raja Ahas adalah anak Yotam, raja Yehuda. Di usia 20 tahun ia sudah menjadi raja dan selama 16 tahun dia memerintah di Yerusalem. Ayah Ahas, yaitu Yotam mencapai keberhasilan baik dalam sisi duniawi maupun rohani, karena segala sesuatu dilakukannya dengan benar di mata Tuhan (bdk. 2 Tawarikh 27:2). Jadi Yotam sungguh memahami isi hati Allah. Namun berbeda dengan Ahas, selama hidupnya ia melakukan kejahatan dan kekejian di mata Allah (ayat 1 dan 2). Akhir hidupnya sangat tragis, karena ia tidak mendapat lahan pekuburuan yang sama dengan raja-raja Israel dan Yehuda (ayat 27).

Mari kita bangun kesuksesan kita dengan melakukan apa yang benar dan menyenangkan hati Tuhan. Bisa jadi di mata dunia, hal yang kita lakukan tidak berhasil tapi di pandangan Tuhan kita sukses.

Doa
Roh Kudus, bawalah hidup kami untuk setia dan menyenangkan-Mu selalu. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 16 Januari 2022 – Mengarahkan Hidup Kepada-Nya

https://youtu.be/VPHgJ43eoLE

Minggu, 16 Januari 2022
MENGARAHKAN HIDUP KEPADANYA
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 27

Ayat Emas : 2 Tawarikh 27:6
“Yotam menjadi kuat, karena ia mengarahkan hidupnya kepada TUHAN, Allahnya.”

Ketika menjumpai seseorang yang sukses di dalam hidupnya, seringkali yang kita ingin ketahui adalah tips atau kiat apa yang dilakukan sehingga ia menjadi seorang yang sukses. Kita bertanya bagaimana ia menjalani hidupnya, siapa di belakangnya yang mendukung, seberapa besar pengorbanan waktu dan tenaga yang harus dia berikan.

Pertanyaan yang sama juga kita ajukan kepada Yotam, sang raja Yehuda. Kita jumpai kisah hidup raja sebelumnya berisi tentang ketaatan mereka menjalani hidup benar di hadapan Tuhan selalu berujung ketidaksetiaan. Namun tidak demikian dengan Yotam, tidak dijumpai di akhir hidupnya ia serong dari jalan Tuhan. Ayat 6 berkisah bagaimana Yotam menjadi semakin kuat karena ia mengarahkan hidupnya kepada Tuhan yang menjadi Allahnya. Inilah kiat sukses seorang raja bernama Yotam, sehingga ia semakin hari semakin kuat dan tak berpaling dari Allah.

Kepada kita, Allah juga menyediakan segala yang kita perlu di dalam hidup ini, termasuk juga di dalamnya adalah kesuksesan. Belajar dari Yotam, yang kita perlukan saat ini adalah mengarahkan hidup kita kepada-Nya, Allah yang menyediakan dan menjadi sumber segalanya, hingga perkenanan Tuhan turun atas kita.

Doa
Mampukan kami ya Tuhan, mengarahkan hidup hanya kepada-Mu. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 15 Januari 2022 – Awas dengan Kesombongan!

https://youtu.be/vu5eAjjV6XA

Sabtu, 15 Januari 2022
AWAS DENGAN KESOMBONGAN!
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 26

Ayat Emas : 2 Tawarikh 26:16a
“Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak.”

Kecongkakan atau tinggi hati kembali menjadi penghancur utama kejayaaan seorang raja. Dikisahkan di pasal 26 ini, seorang raja muda bernama Uzia sebenarnya cukup berhasil di dalam pemerintahannya. Berbagai bidang ia kuasai dengan baik sehingga banyak orang menaruh hormat dan membuat namanya semakin masyur hingga ke Mesir (ayat 8).

Sekali lagi, keberhasilan Uzia dalam memerintah bangsanya membuat ia melakukan sebuah kesalahan karena kesombongan. Dengan tinggi hati ia berubah setia kepada Tuhan dengan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan bagi-Nya, sebuah tugas yang hanya boleh dikerjakan oleh keturunan Harun. Belum sempat ia membakar ukupan di tangannya, para imam memperingatkan akan tindakannya yang salah itu. Namun Uzia tak mau mendengarnya, sebaliknya ia justru marah. Akibatnya, Allah menimpakan tulah kusta kepadanya sampai mati.

Kuasa yang diberikan kepada kita tak jarang melahirkan kesombongan. Kita perlu waspada dengan kepercayaan yang Tuhan berikan kepada kita, supaya kita tidak jatuh ke dalam dosa yang sangat berbahaya ini.

Doa
Mampukan kami ya Tuhan, untuk senantiasa waspada terhadap dosa kecongkakan. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 14 Januari 2022 – Hidup Benar dengan Segenap Hati

https://youtu.be/EsWOcR3z1Ww

Jumat, 14 Januari 2022
HIDUP BENAR DENGAN SEGENAP HATI
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 25

Ayat Emas : 2 Tawarikh 25:2
“Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya tidak dengan segenap hati.”

Berkat mendengar perkataan dari nabi Allah, Amazia mendapatkan kesuksesan di dalam peperangan yang pada akhirnya membuat tahtanya semakin kokoh. Kesuksesan dan kejayaan ternyata membuatnya menjadi takabur. Ketika kekuasaan berhasil direngkuh, ia berubah menjadi pribadi yang berbeda. Bukannya mempersembahkan korban syukur kepada Allah, tetapi ia justru melakukannya kepada allah-allah Edom dari bani Seir, negeri yang telah dikalahkannya (ayat 14).

Terjadi sebuah ironi ketika nabi Allah datang mengingat-kannya, dengan congkak ia merendahkan nabi dengan memper-tanyakan kewenangan nabi berbicara kepadanya “Apakah kami telah mengangkat engkau menjadi penasihat raja?” (ayat 16). Sebuah sikap yang menampakkan apa yang dikatakan pada ayat kita hari ini, bahwa dengan setengah hati saja ia hidup benar di hadapan Tuhan.

Abraham Lincoln pernah berkata, “bila kau ingin mengetahui karakter seseorang, berilah dia kekuasaan.” Mari kita belajar tetap menjaga hidup benar di hadapan Tuhan apapun keadaan kita. Entah saat terpuruk, atau saat kita berada pada masa kejayaan dengan berlimpah kuasa dan kedudukan. Tetap setia di saat berlimpah adalah salah satu tanda hidup benar dengan segenap hati.

Doa
Pimpinlah kami senantiasa ya Tuhan, agar tetap setia menjaga hidup benar dengan segenap hati. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 13 Januari 2022 – Dengarkan Nasihat Allah

https://youtu.be/FiRTT9lNq2A

Kamis, 13 Januari 2022
DENGARKAN NASIHAT ALLAH
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 24

Ayat Emas : 2 Tawarikh 24:19
“TUHAN mengutus nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-sungguh memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya.”

Di awal pemerintahannya, Raja Yoas menjadi seorang raja yang melakukan hal benar di hadapan Allah (ayat 2). Melaluinya rumah Tuhan diperbaharui dari kenajisan Baal. Namun, sepeninggal imam Yoyada ia berbalik dengan hidup jauh dari Tuhan. Ia lebih mendengar para pemimpin Yehuda yang membawanya meninggalkan rumah Allah lalu beribadah kepada tiang-tiang dan patung-patung berhala. Sebuah kenajisan yang membuat murka Allah atas Yehuda dan Yerusalem (ayat 18).

Di tengah kehidupan Yoas dan Yehuda yang jauh dari-Nya, Tuhan mengutus nabi-nabi yang dengan sungguh-sungguh memperingatkan agar berbalik kepada Allah nenek moyang mereka. Namun semuanya tidak digubris, bahkan anak imam Yoyada bernama Zakharia yang dikuasai oleh Roh Allah pun dibunuh. Sebuah realitas yang rasanya miris, dari seorang yang hidup benar menjadi seorang yang jauh dari Tuhan hanya karena pengaruh yang jahat.

Tak jarang Tuhan mengirimkan orang-orang di sekitar untuk memperingatkan kita ketika jauh dari Tuhan. Namun sering pula kita menolak nasihat dari-Nya. Jika itu yang masih sering kita lakukan, segeralah menyadari dan kembali kepada-Nya.

Doa
Bantulah kami ya Tuhan, untuk terus mendengar suara-Mu. Bukan suara yang membawa kami jauh dari-Mu. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 12 Januari 2022 – Rekomitmen sebagai Umat Tuhan

https://youtu.be/-ilPG6U_2p8

Rabu, 12 Januari 2022
REKOMITMEN SEBAGAI UMAT TUHAN
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 23

Ayat Emas : 2 Tawarikh 23:16
“Kemudian Yoyada mengikat perjanjian antara dia dengan segenap rakyat dan raja, bahwa mereka menjadi umat TUHAN.”

Dengan persepakatan yang dilakukan oleh imam Yoyada dan para pemimpin pasukan, Yoas dinobatkan dan diurapi menjadi raja Yehuda. Penobatan Yoas menjadi raja sekaligus mengakhiri pemerintahan tak resmi yang dikuasai oleh Atalya, sehingga Atalya pun harus menerima hukuman mati atas tindakan kejinya membantai keturunan Daud.

Imam Yoyada sadar bahwa bangsa Yehuda telah dibawa Atalya menjauh dari Tuhan dengan cara menyembah Baal. Maka ia merasa perlu untuk memulihkan kembali komitmen bangsa ini kepada Tuhan. Ayat 16 mengisahkan upaya imam Tuhan ini untuk mengadakan perjanjian antara dia dengan segenap rakyat dan raja bahwa mereka mereka menjadi umat TUHAN. Umat yang meninggalkan jalan serong dan berbalik kepada-Nya. Melalui peristiwa ini kita dapat melihat bahwa firman Tuhan tak pernah gagal. Meski berliku, namun semua pasti tergenapi.

Siapakah kita di hadapan Tuhan? Beranikah kita mengaku diri sebagai umat-Nya, jika ternyata kita jumpai banyak hal yang terjadi dalam hidup ini bertolak belakang dengan firman-Nya?

Mari kita menegaskan kembali komitmen bahwa kita adalah umat yang bersedia menaati segala perintah dan kehendak-Nya.

Doa
Ya Tuhan, ajarlah kami setia mengikuti jalan-Mu. Tanpa ada keinginan untuk jahat di mata-Mu, hingga semua rencana-Mu tergenapi. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 11 Januari 2022 – Salah Nasihat

https://youtu.be/wRSYwnj57fY

Selasa, 11 Januari 2022
SALAH NASIHAT
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 22

Ayat Emas : 2 Tawarikh 22:3
“Iapun hidup menurut kelakuan keluarga Ahab, karena ibunya menasihatinya untuk melakukan yang jahat.”

Setiap orang sangat memerlukan nasihat dari orang-orang yang dipandang baik dan bijak. Pertimbangan yang tepat dari orang lain membuat seseorang memiliki perspektif yang menyeluruh dan luas terhadap sebuah persoalan sehingga memungkinan dia untuk memutuskan secara tepat. Namun, apa jadinya jika tim penasihat kita berisi orang-orang yang memiliki pemikiran yang jahat dan jauh dari Tuhan? Tentu saja akan menghasilkan keputusan yang keliru dan jauh dari perkenanan Tuhan. Inilah yang terjadi dengan raja Ahazia.

Tim penasihatnya dikepalai oleh sang ibu, yang memiliki peranan sangat besar untuk membawanya melakukan yang jahat. Tak hanya ibunya, penasihat-penasihat yang lain juga mencelakakannya (ayat 5). Bisa dibayangkan apa yang akan dialami Ahazia ketika ia dikepung oleh orang-orang jahat yang tidak mampu menyodorkan rencana dan rancangan yang baik untuk dirinya dan rakyat yang ia pimpin.

Carilah nasihat dari orang-orang yang takut akan Tuhan. Mintalah saran dari mereka yang memiliki kematangan rohani, yang hidupnya melekat kepada Tuhan. Jangan salah meminta nasihat. Jika salah, maka bukannya hidup dan keberuntungan yang kita dapatkan namun justru kecelakaan dan jauh dari Tuhan.

Doa
Tuhan, tunjukkan kepada kami orang-orang yang tepat untuk kami meminta nasihat yang benar. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 10 Januari 2022 – Ini Buktinya

https://youtu.be/lZQcu7tPOGg

Senin, 10 Januari 2022
INI BUKTINYA!
Bacaan Alkitab: 2 Tawarikh 21

Ayat Emas: 2 Tawarikh 21:6
Ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel seperti yang dilakukan keluarga Ahab, sebab yang menjadi isterinya adalah anak Ahab. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN.

Terbuktikan! Inilah salah satu akibatnya ketika Yosafat mengijinkan Yoram menikah dengan Atalya, salah seorang anak Ahab, raja Israel. Kelakuan yang biasanya dilakukan di dalam keluarganya, ditularkan Atalya kepada Yoram. Ia membawa Yoram meninggalkan Tuhan. Tak berhenti sampai di situ, bahkan pengaruh Atalya nantinya begitu besar kepada kehidupan bangsa Israel. Ia membawa rakyat Yehuda menjauh dari Tuhan. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membawa pengaruh buruk ke dalam kehidupan seseorang. Karena dosa Yoram dan rakyatnya, maka mereka mendapat hukuman dari Tuhan.

Jangan remehkan dosa yang masuk dalam hidup kita. Ketika kita membiarkannya mengintip, bahkan secara sengaja mengijinkannya masuk, maka ia akan merusak apa saja yang disentuhnya. Ia tidak memiliki belas kasihan, dan tak pandang bulu. Tujuannya hanya satu, kehancuran dan kematian orang yang membiarkannya masuk.

Sebenarnya sudah terlalu banyak bukti, betapa dosa telah menimbulkan banyak sekali korban. Masihkah Anda menganggapnya sepi? Jangan Anda menjadi korban berikutnya.

Doa
Tuhan, jangan biarkan kami menganggap sepi kemurahan Tuhan dalam hidup kami. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio