Renungan iGrow 9 Januari 2022 – Fokus kepada Tuhan

https://youtu.be/K5t6SAY0pRs

Minggu, 9 Januari 2022
FOKUS KEPADA TUHAN
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 20

Ayat Emas : 2 Tawarikh 20:6
Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tangan-Mu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau.

Yosafat menghadapi situasi yang pelik. Gabungan pasukan Moab dan Amon mengurung dan siap menyerang mereka. Di tengah-tengah rasa takut yang mendera, ia ingat akan Tuhan. Ia sadar bahwa ia dan pasukannya tidak memiliki daya untuk menghadapi lawannya yang sangat kuat. Ia tak cukup terampil dan mempunyai strategi jitu untuk menandingi musuhnya. Siasat perang yang saat itu ia tahu adalah berteriak kepada Tuhan dan meminta pertolongan dari-Nya. Ketimbang melihat kepada sejumlah besar pasukan lawan, lebih baik matanya tertuju kepada Tuhan.

Yosafat tahu bahwa situasi yang dia hadapi hanya bisa diatasi oleh Tuhan. Ia tahu bahwa bergantung sepenuhnya kepada Tuhan adalah cara terbaik untuk memperoleh kebebasan dan kelepasan dari musuh. Alih-alih melihat kepada musuh, apalagi melihat kepada diri sendiri, Yosafat berfokus kepada kekuatan dan kuasa Tuhan.

Ketika saat ini kita sedang menghadapi situasi yang pelik dan tidak ada jalan keluar, maka datanglah kepada Tuhan. Janganlah berfokus kepada masalah yang sedang kita hadapi. Janganlah berpusat kepada kemampuan kita sendiri. Fokuslah kepada Tuhan dan kuasa-Nya.

Doa
Ya Tuhan, alihkan pandangan kami bukan kepada masalah atau diri kami, tetapi kepada-Mu saja. Amin. (JeRu)

Renungan iGrow 8 Januari 2022 – Tuhan Tegur Jika Melenceng

https://youtu.be/gzwJvuMYjM4

Sabtu, 8 Januari 2022
TUHAN TEGUR JIKA MELENCENG
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 19

Ayat Emas : 2 Tawarikh 19:2
Ketika itu Yehu bin Hanani, pelihat itu, pergi menemuinya dan berkata kepada raja Yosafat: “Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci TUHAN? Karena hal itu TUHAN murka terhadap engkau.”

Tuhan sesungguhnya tidak tinggal diam ketika Ia melihat salah satu anak-Nya akan atau sudah jatuh dalam dosa. Ada bayak cara Ia lakukan untuk mencegah atau mengingatkan seseorang akan kekeliruannya. Kepada Yosafat, Allah mengirim Yehu dengan teguran yang keras, “Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci TUHAN? Karena hal itu TUHAN murka terhadap engkau.” Bersyukurlah Yosafat. Mengapa? Karena selain Tuhan meluputkan dia dari malapetaka kematian karena bersekutu dengan Ahab (bdk. 2 Taw. 18:31), ia juga segera mendapatkan peringatan atas kesalahan fatal yang telah dia lakukan.

Tuhan begitu sayang kepada Yosafat. Demikian halnya dengan kita, Ia sangat peduli kepada kita. Ia tidak langsung menghukum kita, ketika kita berdosa. Banyak kali kita diluputkan dari hukuman dan kematian, sekalipun kita sudah berbuat dosa. Tak berhenti sampai di situ, Ia pun melanjutkan perhatian-Nya dengan mengirim orang-orang tertentu untuk mengingatkan kesalahan kita dan membimbing kita untuk bertobat. Kini, yang dibutuhkan adalah penyesalan, dan dilanjutkan dengan pertobatan yang sejati. Ini adalah kesempatan yang baik. Jangan menunda!

Doa
Ya Roh Kudus, bantu kami untuk menyadari peringatan yang Tuhan sudah sampaikan kepada kami saat ini. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 7 Januari 2022 – Hati-Hati dengan Sekutu yang Keliru

https://youtu.be/lhuyetItcU0

Jumat, 7 Januari 2022
HATI-HATI DENGAN SEKUTU YANG KELIRU
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 18

Ayat Emas : 2 Tawarikh 18:1
“Ketika Yosafat kaya dan sangat terhormat, ia menjadi besan Ahab.”

Berawaslah ketika kita sedang berada di atas, karena akan banyak godaan yang akan datang menghampiri. Salah satu godaan yang muncul ialah berkompromi. Demikianlah dengan Yosafat. Setelah pasal sebelumnya Alkitab mengatakan bahwa Allah menyertai dan bahkan mengokohkan kerajaannya (bdk. 1 Taw. 17:3-4), maka kini dia bersekutu dengan pihak yang keliru yaitu Ahab, raja Israel yang sangat jahat di mata Tuhan. Nantinya, ini akan membawa akibat yang fatal. Lebih dari pada itu, persekutuan ini menjadi sesuatu yang tidak dikehendaki oleh Allah.

Dengan siapa kita berteman akan memberikan pengaruh terhadap hidup dan masa depan kita. Jika teman sekutu kita baik maka besarlah kemungkinan memberikan pengaruh yang baik bagi kita. Sebaliknya, jika buruk laku dan tingkah teman kita, maka kita pun menjadi buruk sama seperti teman kita tadi.

Paulus pernah mengingatkan dengan keras, “Janganlah kamu sesat: pergaulan yang buruk, merusak kebiasaan yang baik” (1 Kor.15:33). Rasul Paulus sangat sadar bahwa daya rusak sebuah pergaulan yang buruk adalah besar. Untuk itu, janganlah pongah dengan berkata bahwa kita akan kuat dan tak jatuh. Sebaiknya, carilah komunitas yang akan menolong kita untuk bertumbuh agar kita memiliki kebiasaan-kebiasaan yang baik.

Doa
Tuhan, berilah kepekaan kepada kami agar mampu untuk memilih komunitas yang tepat untuk kami bersekutu. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 6 Januari 2022 – Dimulai dari Mana?

https://youtu.be/-vZG4VkIbhM

Kamis, 6 Januari 2022
DIMULAI DARI MANA?
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 17

Ayat Emas : 2 Tawarikh 17:9
“Mereka memberikan pelajaran di Yehuda dengan membawa kitab Taurat TUHAN. Mereka mengelilingi semua kota di Yehuda sambil mengajar rakyat.”

Sebagai raja yang baru, Yosafat sangat mengerti dari mana memulai pengokohan sebuah kerajaan. Dia tahu apa yang menjadi sumber perkenanan, berkat, dan penyertaan Tuhan. Tidak hanya dirinya, ia inginkan agar seluruh rakyatnya juga melakukannya. Sebuah tim pengajaran diutus ke seluruh penjuru untuk mengajarkan apa yang sangat penting untuk dipatuhi oleh semua orang. Taurat Tuhan adalah yang terpenting. Bagi Yosafat, mengerti dan melakukan Taurat Tuhan adalah cara jitu agar Tuhan mengokohkan kerajaan yang dipimpinnya.

Dan hasilnya memang sangat kentara. Tuhan mengokohkan kerajaan Yehuda. Yosafat menjadi raja yang disegani, kaya dan terhormat. Bahkan oleh Tuhan, kerajaan-kerajaan di sekeliling Yehuda dibuat ciut hati menghadapi Yosafat (ayat 10).

Alkitab masih tetap relevan sampai hari ini. Ketika kita rajin belajar dan melakukannya dengan tepat maka kita seolah-olah tertancap kuat di dasar yang kokoh. Dengan demikian, kita memiliki kekuatan untuk bertahan di tengah zaman yang jahat ini. Bacalah Alkitab dengan rajin dan teliti. Jangan abaikan perintahnya dan jangan lalaikan nasihatnya. Itu semua berguna untuk mengokohkan kita.

Doa
Tuhan, tariklah perhatian kami untuk lebih suka membaca dan menikmati firman Tuhan daripada membaca yang lain. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 5 Januari 2022 – Teguran

https://youtu.be/VOrq4n1KDCE

Rabu, 5 Januari 2022
TEGURAN
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 16

Ayat Emas : 2 Tawarikh 16:7
Pada waktu itu datanglah Hanani, pelihat itu, kepada Asa, raja Yehuda, katanya kepadanya: “Karena engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar kepada TUHAN Allahmu, oleh karena itu terluputlah tentara raja Aram dari tanganmu.”

Seorang pemimpin tidak pernah lepas dari yang namanya kritik atau teguran. Di pasal 15, raja Asa mendengar nubuatan nabi Azarya yang mengatakan bahwa Tuhan akan menyertai raja Asa dan seluruh Yehuda. Mendengar nubuatan yang baik ini, raja Asa berespon positif. Dikatakan di ayat 8, “Ketika Asa mendengar perkataan nubuat yang diucapkan oleh nabi Azarya bin Oded itu, ia menguatkan hatinya …” Namun kita melihat di pasal 16, ketika Hanani, seorang pelihat melontarkan tegurannya, karena Asa tidak bersandar kepada Tuhan Allah, maka Asa menjadi sakit hati. Hanani dimasukkan dalam penjara dan beberapa rakyatnya dianiaya sebagai pelampiasan kemarahannya. Kejatuhan raja Asa dalam hal ini berlanjut kepada kejatuhannya yang lain.

Hendaknya kita belajar rendah hati menerima pujian ataupun teguran. Seperti halnya kita termotivasi saat mendengar pujian, demikian seharusnya juga kita saat mendapat teguran. Pujian dan sanjungan memotivasi kita untuk berkarya lebih baik. Teguran memotivasi kita untuk mengevaluasi dan memperbaiki tindakan kita, dan menjaga kita dari kejatuhan.

Doa
Tuhan, beri kami kerendahan hati agar mau menerima kritik dan teguran supaya menjadi lebih baik dan bijaksana. Amin. (EnJi)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 4 Januari 2022 – Followers

https://youtu.be/hgmZ0yWHQig

Selasa, 4 Januari 2022
FOLLOWERS
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 15

Ayat Emas : 2 Tawarikh 15:9
“Ia mengumpulkan seluruh Yehuda dan Benyamin dan orang-orang Efraim, Manasye dan Simeon yang tinggal di antara mereka sebagai orang asing. Sebab dari Israel banyak yang menyeberang memihak kepadanya ketika mereka melihat bahwa TUHAN, Allahnya, beserta dengan dia.”

Ada yang mengatakan, untuk melihat apakah seseorang adalah seorang pemimpin yang efektif atau tidak, salah satu indikasinya adalah orang tersebut harus memiliki pengikut atau followers. Seorang pemimpin memiliki kemampuan menggerakkan orang lain untuk mau dan rela melakukan sesuatu.

Raja Asa membuat pembaharuan spiritual di seluruh kerajaan Yehuda yang dipimpinnya. Bahkan ada satu waktu, ia mengumpulkan semua suku bangsa kerajaan Yehuda, dari anak kecil sampai orang dewasa untuk mempersembahkan korban dan mengadakan perjanjian dengan Tuhan. Mereka berjanji akan mencari Allah dengan segenap hati mereka.

Tak hanya penduduk Yehuda yang mengikuti Asa. Orang Israel yang tadinya memusuhi Yehudapun berbalik memihak kepadanya. Demikianlah jika sisi kepemimpinan kita terlihat oleh orang lain. Orang yang selama ini berseberangan dengan kita pun akan mengakui pengaruh baik yang kita miliki. Oleh karenanya, teruslah menebarkan pengaruh yang baik bagi sekitar kita.

Doa
Tuhan, sebagai pemimpin kami mau mengutamakan Engkau. Amin. (EnJi)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 3 Januari 2022 – Pemimpin yang Mengubahkan

https://youtu.be/a-l25Y8aNgU

Senin, 3 Januari 2022
PEMIMPIN YANG MENGUBAHKAN
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 14

Ayat Emas : 2 Tawarikh 14:4
“Ia memerintahkan orang Yehuda supaya mereka mencari TUHAN, Allah nenek moyang mereka, dan mematuhi hukum dan perintah.”

Asa menggantikan Abia memimpin kerajaan Yehuda. Sebagai seorang pemimpin, Asa melakukan apa yang baik dan berkenan di hadapan Tuhan. Pemimpin yang demikian tidak bisa tidak akan melakukan perubahan dan terobosan besar bagi kerajaan atau bangsa yang dipimpinnya.

Asa melakukan pembersihan praktek penyembahan berhala secara habis-habisan. Ia menghancurkan semua mezbah, tugu-tugu dan tiang berhala. Selain itu ia memerintahkan rakyatnya agar mengikuti dan menaati perintah Allah. Karenanya, Allah menambahkan kekuatan dan mengaruniakan kedamaian bagi bangsa Yehuda.

Jika kita diberi kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin, maka kita harus menyadari bahwa tugas dan tanggung jawab kita adalah menghadirkan Tuhan di tengah-tengah lingkungan yang kita pimpin. Apakah Anda seorang pemimpin yang mengubahkan? Apakah Anda seorang pemimpin yang terpanggil melakukan perubahan besar? Hal-hal baru apa yang Anda terapkan, agar orang-orang yang Anda pimpin dapat lebih lagi menjalankan kebenaran firman Tuhan? Terobosan besar apa yang Anda lakukan yang mengubahkan cara pandang dan kehidupan orang-orang di sekitar Anda?

Doa
Tuhan, bantu kami memimpin orang di sekitar kami dan membawa mereka semakin mencari Engkau. Amin. (EnJi)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 2 Januari 2022 – Andalan

https://youtu.be/ibMUtombGvs

Minggu, 2 Januari 2022
ANDALAN
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 13

Ayat Emas : 2 Tawarikh 13:18
“Demikianlah orang Israel ditundukkan pada waktu itu, sedang orang Yehuda menjadi kokoh, karena mereka mengandalkan diri kepada TUHAN, Allah nenek moyang mereka.”

Abia memimpin kerajaan Yehuda berperang melawan kerajaan Israel, yang saat itu di bawah pemerintahan Yerobeam. Secara kekuatan, sebenarnya kerajaan Yehuda pasti kalah telak dengan pasukan Israel. Prajurit Abia hanya berjumlah setengah dari prajurit Yerobeam. Namun, akhir kisah perang ini sangat mengejutkan. Yang memenangkan peperangan antara empat ratus ribu serdadu melawan delapan ratus ribu serdadu, bukan seperti yang diperkirakan manusia.

Abia sadar keterbatasan kekuatan pasukannya, karena itu ia hanya mengandalkan Tuhan. Abia tidak mengerahkan senjata rahasia atau strategi perang yang mumpuni, ia bersama pasukannya berteriak pada Tuhan. Dan Allah turun tangan berperang bagi mereka hingga kemenangan berhasil diraih oleh kerajaan Yehuda.

Siapa dan apa andalan kita dalam pekerjaan, pelayanan atau aspek kehidupan kita yang lain? Kecerdasan, keterampilan atau kekayaan kita bukan jaminan sebuah keberhasilan. Kemenangan dalam pertempuran hidup seringkali mengajarkan kita, bahwa hanya Tuhanlah satu-satunya yang bisa kita andalkan.

Doa
Tuhan, ajar kami agar tidak mengandalkan pengertian dan kemampuan diri sendiri. Engkaulah yang layak dipercaya dan diandalkan. Amin. (EnJi)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 1 Januari 2022 – Jatuh Bangun

https://youtu.be/7uEdMdiecIo

Sabtu, 1 Januari 2022
JATUH BANGUN
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 12

Ayat Emas : 2 Tawarikh 12:8
“Tetapi mereka akan menjadi hamba-hambanya, supaya mereka tahu membedakan antara mengabdi kepada-Ku dan mengabdi kepada kerajaan-kerajaan duniawi.”

Semakin kita kagum dan hormat akan Tuhan saat membaca pasal ini. Demikian panjang sabar, besar setia, dan tidak pernah janji-Nya diingkari. Setiap pengkhianatan kepada Tuhan seharusnya berakibat hukuman. Namun ketika berbalik dan merendahkan diri, Tuhan terbuka untuk mengampuni. Dalam sejarah kerajaan Israel kita melihat ketaatan dan pengkhianatan silih berganti, namun kasih dan pengampunan-Nya tidak pernah berubah.

Ketika kita memosisikan diri sebagai penonton dari kisah raja-raja Israel, mungkin kita bisa berkata bahwa mereka hanya menyia-nyiakan waktu dan anugerah Tuhan. Di dalam Ulangan 28:13, Tuhan berjanji akan mengangkat umat-Nya menjadi kepala dan bukan ekor, tetap naik dan tidak turun. Namun janji ini tidak tergenapi dalam Rehabeam karena dia gagal setia memegang perintah Tuhan.

Barangkali kisah seperti di atas pernah atau sedang terjadi dalam hidup kita. Kita tetap ke gereja, beribadah, bahkan melayani, namun hidup kita sering terpuruk. Bisa jadi kita sering menyia-nyiakan rahmat dan janji Tuhan dengan berlaku tidak setia mengikut perintah Tuhan. Janji Tuhan tidak pernah dibatalkan hingga hari ini, kesempatan meraih janji-Nya masih ada. Mari perbaiki kesetiaan kita.

Doa
Tuhan, Dikau setia dan panjang sabar, janji-Mu tak berubah. Jangan biarkan kami menyia-nyiakan janji dan cinta-Mu. Amin. (Win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 31 Desember 2021 – Harus Relah Berpisah

https://youtu.be/Sr-4ARA54IM

Jumat, 31 Desember 2021
HARUS RELA BERPISAH
Bacaan Alkitab : 2 Tawarikh 11

Ayat Emas : 2 Tawarikh 11:4a
“Beginilah firman TUHAN: Janganlah kamu maju dan janganlah kamu berperang melawan saudara-saudaramu. Pulanglah masing-masing ke rumahnya, sebab Akulah yang menyebabkan hal ini terjadi.”

Membayangkan saja tidak berani apalagi harus mengalami perpisahan. Semua orang pasti tidak ingin berpisah dari orang spesial, seperti teman, orang tua dan sebagainya. Ternyata kata berpisah tidak selamanya berakibat negatif dalam hidup kita. Kata memisahkan diri banyak dipakai dalam Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

Dalam pasal ini pemisahan memang diizinkan oleh Tuhan. Yerobeam bersama 10 suku Israel memisahkan diri menjadi kerajaan Israel Utara. Salah satu akibatnya adalah para Imam yang setia kepada Tuhan meninggalkan sukunya dan saudaranya menyeberang ke Yehuda untuk menyembah Tuhan.

Perjanjian Baru juga menegaskan perlunya kita memisahkan diri dari apapun yang membuat kita meninggalkan Tuhan, bahkan Tuhan memberi jaminan atas nama diri-Nya sendiri bagi orang-orang yang rela memisahkan diri dari pergaulan yang cemar. Memisahkan diri dari segala yang jahat adalah dasar dari terjadinya kekariban hubungan manusia dengan Allah (bdk. 2 Kor 6: 17-18). Janganlah ragu memisahkan diri dari pergaulan yang merusakkan.

Doa
Mampukan kami untuk rela memisahkan diri dari pergaulan, kebiasaan, dan kesenangan yang membawa kami jauh darimu Tuhan. Amin. (Win)

Alkitab Audio