Renungan iGrow 20 Desember 2021 – Berjalan bersama Tuhan

Senin, 20 Desember 2021
BERJALAN BERSAMA TUHAN
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 28

Ayat Emas : 1 Tawarikh 28:9a
“Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita.”

Daud sangat menyadari bahwa tanpa Tuhan dia tidak bisa berbuat apa-apa. Itulah sebabnya ia ingin hatinya selalu melekat kepada Tuhan. Menjelang akhir masa hidupnya dia menyiapkan Salomo untuk menjadi raja menggantikan dia. Berdasarkan pengalaman yang dilaluinya dengan Tuhan, Daud ingin anaknya kelak menjadi raja yang mengutamakan dan mengandalkan Tuhan.

Pesan inilah yang Daud sampaikan kepada Salomo dalam ayat 9. Kenallah Allah, ini yang pertama. Proses mengenal hanya akan diperoleh dengan persekutuan yang erat dengan Tuhan dan firman-Nya. Dengan bergaul karib secara praktis dalam kehidupan sehari-hari Salomo akan melihat kuasa, kehendak dan jalan-jalan-Nya yang ajaib. Kedua, beribadah dengan tulus dan rela hati. Tulus berarti: rela, sungguh-sungguh, dan penuh penyerahan. Ketulusan berbakti kepada Tuhan terlihat dari sikap dan tindakan nyata.

Belajar dari Daud, mari kita kenal Allah lebih lagi dan beribadah dengan tulus ikhlas. Nikmatilah pengalaman berjalan bersama Tuhan setiap hari. Tidak seorangpun dapat mengenal Kristus kecuali ia diam di dalam-Nya serta mengikuti-Nya setiap hari dalam kehidupan (bdk. Yoh. 15:4).

Doa
Tuhan, biarlah kami belajar dari Daud, memerlukan Engkau di setiap laku kehidupan kami. Amin. (Win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 19 Desember 2021 – Menjadi Jawaban

Minggu, 19 Desember 2021
MENJADI JAWABAN
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 27

Ayat Emas : 1 Tawarikh 27:33
“Ahitofel adalah penasihat raja; Husai, orang Arki, adalah sahabat raja.”

Masih dengan pembagian tugas-tugas yang dilakukan dengan teliti oleh Daud. Ada kepala tentara, kepala suku dan pembesar-pembesar dengan tugas khusus. Ada satu nama yang menarik untuk dipelajari, orang ini bernama Husai. Nama yang lain tercatat berhubungan dengan tugas atau jabatan namun Husai disebut sebagai sahabat Daud. Apa keistimewaan relasi antara Daud dengan Husai?

2 Samuel 17 mencatat keberhasilan Husai sebagai utusan Daud untuk memadamkan pemberontakan Absalom. Husai adalah orang yang taat pada perintah Daud sekalipun sangat memahami resiko dari tugasnya. Sementara Daud dan pasukannya melarikan diri ke padang gurun, Husai tinggal di Yerusalem menghadapi tentara pemberontak. Loyalitas yang luar biasa.

Hal yang lebih so sweet lagi adalah, Husai adalah orang yang menjadi jawaban atas doa Daud (bdk. 2 Sam 15:31). Dalam kegalauan hatinya, Daud berdoa kepada Tuhan untuk menggagalkan usul Ahitofel kepada Absalom. Ahitofel adalah bekas penasihat Daud yang sangat paham tentang Daud.

Pantaslah Husai disebut sahabat, dia berani pasang badan dan menjadi jawaban atas doa Daud. Sungguh alangkah indahnya jika di tengah komunitas kita, misalnya di tengah jemaat, kita menjadi seperti “Husai”, sahabat yang menjadi jawaban dalam suka dan duka.

Doa
Tuhan, dunia memerlukan banyak “Husai”, sahabat bagi mereka yang rapuh dan galau. Sebagai anak-anak-Mu, biarlah kami turut menjadi alat Tuhan untuk menjawab doa- doa mereka. Amin. (Win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 18 Desember 2021 – Perabot yang Dikuduskan

Sabtu, 18 Desember 2021
PERABOT YANG DIKUDUSKAN
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 26

Ayat Emas : 1 Tawarikh 26:26
“Selomit ini beserta sanak saudaranya mengawasi perbendaharaan barang-barang kudus yang telah dikuduskan oleh raja Daud dan oleh para kepala puak dan para pemimpin pasukan seribu dan pasukan seratus dan para panglima.”

Mengutip pernyataan menarik dari seorang hamba Tuhan, bahwa manusia itu seperti lempung dikathoki, artinya tanah liat yang diberi pakaian. Ya, demikianlah kondisi manusia tanpa Tuhan, tepatnya ditinggalkan Tuhan. Eksistensi wujudnya ada tapi hampa. Dalam penciptaan manusia dihembusi nafas Allah dan diciptakan segambar dengan Dia. Saat manusia jatuh dalam dosa, kemuliaan Allah tak lagi diam di dalamnya (bdk. Roma 3: 23).

Daud sangat menghargai kekudusan Tuhan, karena Tuhan yang kudus hanya mau berdiam di bait-Nya yang kudus. Oleh sebab itu, salah satu tim yang dia bentuk dalam bait suci adalah menjaga barang-barang kudus di rumah Allah. Demikianlah totalitas usaha Daud dalam menjaga kekudusan bait Allah.

Daud pernah merasakan betapa merananya hidup jauh dari Tuhan. Dosa yang dilakukannya memisahkan dirinya dengan Allah, akibatnya dia merasa terbuang dari hadirat Allah (bdk. Maz. 51:13-14). Ketika kita berbuat dosa pasti kita merasakan tuduhan dalam hati, membuat kita merasa tidak layak. Ketika kita bertobat maka darah Yesus telah menguduskan kita. Kiranya kita menjadi “perabot kudus” di rumah Allah dan selalu menikmati hadirat-Nya.

Doa
Ya Tuhan mampukan kami menjaga kekudusan hidup di tengah dunia yang penuh dosa ini. Amin. (Win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 17 Desember 2021 – Ibadah Sejati

Jumat, 17 Desember 2021
IBADAH SEJATI
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 25

Ayat Emas : 1 Tawarikh 25:6
Mereka ini sekalian berada di bawah pimpinan ayah mereka pada waktu menyanyikan nyanyian di rumah TUHAN dengan diiringi ceracap, gambus dan kecapi untuk ibadah di rumah Allah dengan petunjuk raja. Demikianlah keadaan bani Asaf, Yedutun dan Heman.

Dalam perikop ini penulis kitab Tawarikh memberikan penjelasan panjang lebar tentang tugas dalam rangkaian pengaturan ibadah dan para penyanyinya. Daud dan para panglimanya menunjuk tiga keluarga yaitu Asaf, Yedutun dan Heman. Dan dari tiga keluarga ini masih dibagi lagi menurut anak-anak mereka. Tugas mereka adalah bagaikan paduan suara kecil dalam ibadah yaitu menyanyikan syukur dan puji-pujian, saat yang sama mereka juga bernubuat.

Membaca bagian ini, kita bisa mengerti bahwa menyanyi dalam ibadah itu bukan saja untuk menunjukkan kemampuan menyanyi dan bermain musik tapi di dalamnya harus berisi berita tentang Tuhan yang hendak disampaikan.

Lebih dari pada ibadah yang dilakukan di rumah Tuhan, ibadah kita yang sesungguhnya adalah di tempat di mana kita beraktifitas dan bekerja sehari-hari. Di sanalah kita harus menyampaikan berita tentang Tuhan yang baik kepada semua orang yang kita jumpai. Karena itu jagalah hidup kita.

Doa
Tuhan ampuni jika selama ini kami beribadah dengan sikap hati yang salah. Ajarkan juga pada kami untuk bisa menghadirkan berita tentang Allah dalam ibadah kami setiap hari. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 16 Desember 2021 – Kembangkan Talentamu

Kamis, 16 Desember 2021
KEMBANGKAN TALENTAMU
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 24

Ayat Emas : 1 Tawarikh 24:3
“Daud, bersama-sama Zadok dari bani Eleazar dan Ahimelekh dari bani Itamar, membagi-bagi mereka menurut jabatan mereka dalam penyelenggaraan ibadah.”

Selain membagi tugas dan jabatan pelayanan menurut keturunan, Daud juga mengatur pembagian kelompok penatalayanan sesuai dengan jumlah yang ada dalam keturunan Eleazar dan Itamar. Daud menjalankan prinsip keadilan pada setiap kelompok sesuai dengan beban tanggung jawab dan kemampuan mereka.

Dalam beribadah di gereja, tugas pelayanan bukan hanya untuk sebagian orang saja yang duduk di kepengurusan, tapi merupakan tugas setiap orang percaya. Tuhan telah memberi karunia-karunia khusus kepada setiap orang beriman. Tapi yang perlu diperhatikan adalah jangan memaksa melakukan suatu bagian yang tidak dipercayakan kepada kita. Setiap kita melayani berdasarkan talenta dan kemampuan yang Tuhan karuniakan.

Pertanyaannya, sampai sejauh mana kita mendisiplinkan diri untuk mengembangkan karunia-karunia yang Tuhan percayakan? Jadi selain Tuhan memang sudah mengaruniakan talenta, kita juga dituntut untuk bertanggung jawab mengembangkan talenta tersebut agar hasil pelayanan kita menjadi maksimal.

Doa
Tuhan, tambahkan pada kami kerinduan untuk selalu setia mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan pada kami. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 15 Desember 2021 – Melayani Bersama

Rabu, 15 Desember 2021
MELAYANI BERSAMA
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 23

Ayat Emas : 1 Tawarikh 23:28
“Tugas mereka ialah membantu anak-anak Harun untuk menyelenggarakan ibadah di rumah TUHAN, mengawasi pelataran, bilik-bilik dan pentahiran segala barang kudus serta melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan ibadah di rumah Allah.”

Salah satu peran penting Daud bagi keturunannya adalah kepiawaiannya mengatur jadwal pelayanan suku Lewi. Kepemimpinan Daud menjadi contoh bagaimana menjadi seorang pemimpin yang sepenuh hati mengabdikan diri dalam tugas-tugasnya. Sikap Daud dilandasi atas konsep bahwa Allah dalam kedaulatan-Nya telah menetapkan pribadi lepas pribadi untuk pelayanan Kudus. Daud tahu tempat dan perannya, demikian pula Salomo dan orang Lewi.

Sebagai orang percaya, dalam bergereja kita tidak dipanggil hanya untuk posisi atau jabatan tertentu. Masing-masing kita punya peran berbeda di dalamnya. Namun, tidak boleh ada yang merasa lebih dari yang lain. Karena ketika seseorang sudah “merasa” lebih penting, lebih senior atau lebih berperan dalam gereja, itu akan memunculkan sikap hati yang merendahkan orang lain, bahkan terhadap Hamba Tuhan sekalipun. Ingatlah bahwa gereja adalah tubuh Kristus, kita semua sama pentingnya di mata Tuhan. Biarlah Tuhan yang memberi penilaian, bukan kita.

Doa
Tuhan, ajarkan pada kami untuk bisa memaksimalkan peran dalam bergereja sebagai bagian dari tubuh Kristus. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 14 Desember 2021 – Dukungan Sang Ayah

Selasa, 14 Desember 2021
DUKUNGAN SANG AYAH
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 22

Ayat Emas : 1 Tawarikh 22:11
Maka sekarang, hai anakku, TUHAN kiranya menyertai engkau, sehingga engkau berhasil mendirikan rumah TUHAN, Allahmu, seperti yang difirmankan-Nya mengenai engkau.

Daud menyadari bahwa ia telah ditolak oleh Tuhan untuk membangun bait Allah. Tangannya yang telah banyak melakukan pertumpahan darah dalam peperangan, tidak layak untuk membangun tempat suci, tempat yang nantinya menjadi kediaman Allah. Tak berkecil hati karena itu, justru ia mempersiapkan segala keperluan pembangunan rumah Tuhan ini dengan sebaik-baiknya. Semua bahan yang terbaik disediakan, agar rumah yang nantinya didirikan agung dan megah.

Kepada Salomo, anaknya yang dipilih Tuhan untuk membangun, diberikan bekal yang memadai. Tidak hanya material, tapi peneguhan dan restu darinya diberikan kepada Salomo, “Maka sekarang, hai anakku, Tuhan kiranya menyertai engkau, sehingga engkau berhasil mendirikan rumah TUHAN, Allahmu” (ayat 11). Perlulah Daud memberikan dukungan moril bagi anaknya yang belum berpengalaman.

Sebagai orang tua, mari kita belajar dari Daud tentang bagaimana memberi dukungan kepada anak-anak kita. Dukungan finansial tidaklah cukup untuk membangun masa depannya. Anak-anak kita perlu sokongan moril, bahkan spiritual.

Doa
Tuhan, ajari kami sebagai orang tua untuk tahu mempersiapkan dan memberikan apa yang diperlukan oleh anak-anak kami. Amin. (RM).

Alkitab Audio

Renungan iGrow 13 Desember 2021 – Rayuan Maut

Senin, 13 Desember 2021
RAYUAN MAUT
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 21

Ayat Emas : 1 Tawarikh 21:1
Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel.

Gegara rayuan Iblis, Daud menghitung jumlah penduduk Israel. Tidak salah sesungguhnya Daud mengetahui berapa banyak rakyat yang ia pimpin. Yang menjadi soal ialah motivasi di balik sensus ini. Daud ingin melihat seberapa besar pencapaian pribadinya. Semua keberhasilan yang terlihat oleh matanya dianggap sebagai hasil wajar dari kekuatan dan keterampilannya. Inilah kekeliruan raja Daud. Dan pada akhirnya tindakan ini berakibat bangsa Israel menerima hukuman dari Tuhan berupa penyakit sampar.

Kesombongan adalah salah satu dosa paling tua yang dilakukan oleh manusia. Kesombonganlah yang membuat Adam dan Hawa terpisah dari Allah. Peran Iblis sesungguhnya hanya sekadar sebagai pembujuk. Namun keputusan atau kata akhir ada pada manusia itu sendiri.

Dalam kehidupan kita sehari-hari kita diberondong oleh bujukan, rayuan dan provokasi dari si Jahat untuk melakukan sesuatu yang melawan kehendak Tuhan. Namun ketika kita membaca dan menghidupi firman Tuhan, maka kita bisa menangkal semua bujuk rayu dari Iblis. Karena itu tekunlah membaca dan merenungkan Alkitab setiap hari.

Doa
Tuhan, ampuni kami jika selama ini hati dan pikiran kami tidak kami serahkan kepada-Mu. Kehendak-Mulah yang jadi. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 12 Desember 2021 – Raksasa Kekhawatiran

Minggu, 12 Desember 2021
RAKSASA KEKHAWATIRAN
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 20

Ayat Emas : 1 Tawarikh 20:8
“Orang-orang ini termasuk keturunan raksasa di Gat; mereka tewas oleh tangan Daud dan oleh tangan orang-orangnya.”

Keberhasilan Daud dalam peperangan demi peperangan yang dilakukannya tidak terlepas dari campur tangan Allah. Termasuk peperangan melawan keturunan orang raksasa di Gat telah berhasil dimenangkan oleh Daud.

Istilah raksasa bisa juga diartikan sebagai sesuatu yang sangat besar dan menakutkan. Dalam kehidupan terkadang kita harus berjumpa dengan “raksasa” yang sangat menekan kita, dan kekhawatiran adalah salah satunya. Dalam sebuah artikel, kekhawatiran digambarkan seperti suatu kabut yang sangat tebal bahkan sampai menutupi delapan blok sebuah kota dengan ketebalan sekitar 30 meter, ternyata itu hanyalah terbentuk dari kurang lebih satu gelas air yang kemudian memisahkan diri menjadi 60 juta butiran air.

Kekhawatiran bisa menjadi sebuah raksasa dalam kehidupan jika kita membiarkan diri dikuasai oleh situasi yang akhirnya membuat kita tidak lagi menaruh percaya kepada Tuhan. Kalahkan raksasa kekhawatiranmu dengan percaya sepenuhnya kepada firman Tuhan dan bersandarlah penuh kepada-Nya.

Doa
Bapa, ampunilah kami karena seringkali lupa bahwa Engkau sanggup melakukan perkara-perkara yang besar dalam hidup kami. (HMD).

Alkitab Audio

Renungan iGrow 11 Desember 2021 – Negative Thinking

Sabtu, 11 Desember 2021
NEGATIVE THINKING
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 19

Ayat Emas : 1 Tawarikh 19:3a
Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita?

Sebelumnya Daud bersahabat erat dengan Nahas, raja Amon. Kini setelah raja Nahas meninggal, maka Daud ingin melanjutkan relasi baik ini dengan Hanun, anaknya. Para pegawai Daud diutus untuk menyampaikan pesan turut berdukacita atas kematian ayah Hanun, ke negeri bani Amon. Tetapi, pemuka-pemuka bani Amon negative thinking kepada utusan Daud tersebut. Hanun menangkap pegawai-pegawai Daud, lalu mencukur dan memotong pakaian mereka pada bagian tengah sampai pangkal paha mereka. Dalam keadaan seperti ini kemudian dilepasnya mereka pulang ke Israel (ayat 4). Tindakan ini adalah penghinaan yang memalukan. Perbuatan mereka membuat Daud marah kemudian dengan mengandalkan Yoab berperang dan mengalahkan Amon.

Kisah ini mengajarkan dua hal. Pertama, berhati-hatilah mendengar dan menerima nasihat dari orang lain. Kedua, janganlah kita cepat berprasangka negatif terhadap niat baik dari orang lain. Ingatlah yang dikatakan Paulus, “semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:8).

Doa
Tuhan, mampukan kami untuk selalu mengisi pikiran seturut firman-Mu, supaya perilaku kami bisa menjadi berkat. Amin. (RM)

Alkitab Audio