Renungan iGrow 23 November 2021 – Dari Generasi ke Generasi

Selasa, 23 November 2021
DARI GENERASI KE GENERASI
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 1

Ayat Emas : 1 Tawarikh 1:34
“Abraham memperanakkan Ishak. Anak-anak Ishak ialah Esau dan Israel.”

Semua yang ada di dalam dunia ini memiliki asal mula. Demikian halnya dengan manusia, apalagi sebuah bangsa. Israel awalnya adalah janji Tuhan kepada Abraham. Janji ini sempat diragukan oleh Abraham sehingga lahirlah Ismael. Namun, Tuhan tetap memegang janji-Nya, karena dari keturunannya, yaitu Israel, yang dulunya bernama Yakub, yang akan diberkati untuk menjadi bangsa yang besar. Kini janji itu telah terpenuhi. Ia tidak lalai menjaga janji-Nya. Dari generasi ke generasi Tuhan menyatakan penyertaan-Nya yang sempurna. Itu sangat terbukti.

Kegagalan manusia menjalankan rencana Tuhan tidak serta merta membuat rencana Tuhan yang kekal ikut gagal. Di dalam keputusasaan Abraham, ia mencoba mencari jalan sendiri untuk memenuhi rancangan Tuhan dalam hidupnya. Namun, justru di situlah ia gagal. Tuhan dengan tangan-Nya yang berkuasa membalikkan keadaan untuk meluruskan kembali rancangan-Nya. Generasi demi generasi muncul, dan jejak pemeliharaan Tuhan begitu nyata terlihat.

Ada saat di mana kita melihat bahwa apa yang kita alami begitu buruk. Namun yakinlah, bahwa jalan hidup kita belum selesai. Proses Tuhan belum rampung. Ia sedang bekerja, menurut kekayaan hikmat-Nya. Jejak karya-Nya terlihat dari generasi ke generasi. Semoga melalui kehidupan kita, generasi selanjutnya akan melihat jejak-jejak anugerah Tuhan.

Doa
Ya Bapa, tolonglah kami melihat jejak-jejak karya-Mu, sehingga tak ragu kami melangkah ke depan. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 22 November 2021 – Perhatian dan Pemeliharaan Tuhan

Senin, 22 November 2021
PERHATIAN DAN PEMELIHARAAN TUHAN
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 25

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 25:30
“Dan tentang belanjanya, raja selalu memberikannya kepadanya, sekadar yang perlu tiap-tiap hari, selama hidupnya.”

Ketika anak-anak masih kecil pasti kita pernah menghukum mereka karena melakukan pelanggaran terhadap aturan-aturan yang dibuat. Entah itu membentak dengan keras atau bahkan merotan pantatnya sampai mereka menangis. Namun di sisi lain kita juga memeluk dan bahkan menggendongnya saat mereka menangis. Bahkan menjanjikan makanan kesukaan mereka.

Pasal ini adalah salah satu cerita babak akhir dari kerajaan Yehuda. Meskipun Yehuda sudah hancur lebur, Yehuda pun masih mendapat perhatian dari Allah melalui raja Babel. Yaitu, dengan mengangkat seorang menjadi pemimpin bagi mereka yaitu Gedalya. Nabi Yeremia mencatat bahwa Gedalya adalah pribadi yang mengagumkan. Ia merupakan cucu dari penasihat raja Yosia, sang pembaharu.

Hidup kita pun sama di hadapan Tuhan. Kasih dan penghukuman Tuhan selalu berjalan beriringan dalam keseharian kita. Saat kita melakukan pelanggaran, Dia menegur dan bahkan menghukum kita, namun di sisi lain kasih-Nya tetap nyata dalam hidup kita. Berkat-berkat-Nya tetap tercurah bagi anak-anak yang mengasihi Dia dan mengaku dosa di hadapan-Nya.

Doa
Tuhan, terima kasih untuk setiap teguran, peringatan bahkan hukuman-Mu terhadap semua pelanggaran kami, tapi satu hal yang kami pegang, kasih-Mu tak tinggalkan kami. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 21 November 2021 – Teladan Baik bagi Keturunan

Minggu, 21 November 2021
TELADAN BAIK BAGI KETURUNAN
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 24

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 24:9
“Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN tepat seperti yang dilakukan ayahnya.”

Yoahas, Elyakim dan Zedekia adalah anak-anak Raja Yosia, mereka mampu hidup dalam kesalehan yang ditunjukkan ayahnya. Mereka juga beribadah kepada Allah nenek moyang mereka. Namun setelah ayahnya meninggal mereka memilih untuk hidup berdosa.

Yosia membimbing anak-anak mereka untuk mengenal Tuhan Allah nenek moyang mereka selama 13 tahun. Tapi sangat disayangkan semua anak Yosia, termasuk cucunya, Yoyakhin, melakukan apa yang jahat di mata Tuhan.

Dari perikop ini kita bersama belajar bahwa teladan yang baik dari orang tua yang takut Tuhan, tidak otomatis menghasilkan anak-anak yang takut Tuhan. Setiap pribadi dalam keluarga harus “mengalami Tuhan” secara pribadi untuk bisa bertumbuh sebagai pribadi yang mencintai Tuhan, dan bukan karena ikut-ikutan karena lahir dari keluarga yang percaya Tuhan.

Bagaimana dengan kita sebagai orang tua? Sudahkah kita meluangkan waktu untuk mereka? Apakah kita sudah berbicara tentang nilai-nilai kerohanian kepada mereka? Pernahkan kita berpikir 50 tahun ke depan, apa yang akan kita wariskan kepada generasi kita? Mari kita renungkan ini dengan serius.

Doa
Tuhan, ajarkan pada kami bagaimana melihat dan mengalami Tuhan secara pribadi sehingga kami mampu mengajarkan nilai-nilai ilahi kepada anak cucu kami. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 20 November 2021 – Komitmen untuk Tuhan

Sabtu, 20 November 2021
KOMITMEN UNTUK TUHAN
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 23

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 23:3
“Sesudah itu berdirilah raja dekat tiang dan diadakannyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan untuk menepati perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu. Dan seluruh rakyat turut mendukung perjanjian itu.”

Yosia diangkat menjadi raja pada usia delapan tahun dan memerintah di Yerusalem selama 31 tahun. Ia dikenal sebagai raja yang hidup benar di hadapan Tuhan. Selama 13 tahun memerintah dia berusaha memperbaiki masyarakat Yehuda yang sudah dirusak oleh Manasye selama 55 tahun. Raja Yosia membongkar, menghancurkan dan memusnahkan sampah kenajisan yang sudah mendarah daging dalam masyarakat Yehuda. Ia tahu, pertobatan harus dilakukan dan dimulai dari dirinya sebagai pemimpin. Namun, tidak bisa hanya berhenti sampai di situ. Rakyatnya juga harus bertobat dan mau bergerak untuk berubah. Dukungan rakyat terhadap Yosia sangat dibutuhkan.

Dalam kehidupan bergereja, kadang seorang hamba Tuhan merasa frustasi karena sulit melakukan perubahan-perubahan untuk memajukan gereja. Berat untuk menggeser paradigma jemaat tentang segala yang sudah diyakininya selama bertahun-tahun karena merasa nyaman dengan yang ada. Sesungguhnya, Allah ingin melihat komitmen dan kesehatian semua unsur dalam melakukan perubahan.

Doa
Tuhan, berikan kami kesehatian dalam kami bergerak bersama membangun Tubuh Kristus di dunia ini. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 19 November 2021 – Keluar dari Lingkaran Dosa

Jumat, 19 November 2021
KELUAR DARI LINGKARAN DOSA
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 22

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 22:13
“Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi rakyat dan bagi seluruh Yehuda, tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang bernyala-nyala terhadap kita, oleh karena nenek moyang kita tidak mendengarkan perkataan kitab ini dengan berbuat tepat seperti yang tertulis di dalamnya.”

Yosia disebut sebagai raja Yehuda terakhir yang melakukan apa yang baik di mata Tuhan. Pasal ini menyejajarkan ketaatannya kepada Tuhan sama seperti Daud leluhurnya. Ini hal yang luar biasa karena di pasal sebelumnya kita tahu bahwa ayah dan kakeknya adalah raja yang hidup dalam dosa. Mari kita belajar dari kehidupan Yosia yang bisa keluar dari lingkaran dosa keluarganya. Apa yang Yosia lakukan?

Pertama, Yosia merespon firman Tuhan yang didengarnya dengan benar. Dia segera sadar akan dosa yang telah dilakukan, mengaku dan bertobat. Ia menyadari betapa besar dosanya dan dosa bangsanya yang kelak akan menerima murka Tuhan. Kedua, Dia ingin melakukan firman dengan tepat. Karenanya dia memerintahkan imam Hilkia mencari tahu bagaimana seharusnya merespon firman yang didengarnya sehingga tepat seperti maunya Tuhan.

Barangkali kita terlahir dan berada di lingkaran dosa keluarga, dan tanpa sadar perilaku kita meniru apa yang sudah dilakukan para pendahulu kita. Berita baik yang kita dapat hari ini adalah kita bisa keluar dari lingkaran tersebut. Langkah pertama: akui dan bertobat!

Doa
Tuhan, tolonglah kami untuk keluar dari lingkaran dosa yang selama ini membelenggu hidup kami. Amin. (Win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 18 November 2021 – Jangan Sia-Siakan Janji-Nya

Kamis, 18 November 2021
JANGAN SIA-SIAKAN JANJINYA
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 21

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 21:12
“Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan malapetaka atas Yerusalem dan Yehuda, sehingga setiap orang yang mendengarnya akan bising kedua telinganya.”

Istilah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya rupanya tidak terjadi dalam kehidupan Manasye. Hizkia ayahnya memiliki hati melekat pada Tuhan sehingga menerima anugerah ajaib, keadaan sebaliknya terjadi dengan putranya. Kejahatan yang dibuatnya sangatlah dahsyat, yaitu “menyelingkuhi” Tuhan. Manasye menghapuskan segala kebaikan yang telah dibuat oleh ayahnya. Akibat dosa tersebut, ia dan rakyatnya menerima hukuman dari Tuhan.

Jika kita melihat catatan dalam 2 Tawarikh 33: 10 maka kita tahu bahwa memang Manasye bertobat dari dosa-dosanya ketika mereka ditawan di Babel, namun keputusan Tuhan menghukum Manasye dan kerajaan Yehuda rupanya tidak dapat berubah lagi. Ini disebabkan karena dosa yang dilakukannya terlampau menyakiti hati Tuhan.

Saudara, janji Tuhan berlaku bagi setiap kita, namun Alkitab juga mencatat bahwa akibat dosa, maka bukannya berkat yang kita peroleh namun justru murka Allah yang menimpa. Hukuman Allah adalah konsekuensi logis atas pelanggaran yang kita lakukan. Tak jarang, keluarga atau komunitas turut menanggung akibat dosa yang kita lakukan. Bijaklah menjalani hidup yang Tuhan anugerahkan.

Doa
Tuhan, kami sadar bahwa kami tidak imun dengan dosa. Berikan kami hati yang takut akan Engkau. Amin. (Win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 17 November 2021 – Dia Perhitungkan Air Mata

Rabu, 17 November 2021
DIA PERHITUNGKAN AIR MATA
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 20

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 20:5
“Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN.”

Salah satu alasan air mata seseorang keluar adalah karena pengaruh emosional yang kuat dalam diri seseorang. Sebagian orang menganggap meneteskan air mata itu hanya terjadi bagi orang cengeng. Namun di dalam Mazmur 56:9 kita jumpai bahwa Tuhan memperhitungkan air mata yang tercurah di hadapan-Nya.

Berdoa dengan meneteskan air mata tidak dapat mengubah keputusan Tuhan, namun dalam peristiwa ini, air mata tulus karena pertobatan yang disertai permohonan menggerakkan hati-Nya untuk menyatakan belas kasihan. Hizkia mengalami kasih dan kemurahan Tuhan yang luar biasa. “Vonis” mati dari Tuhan ditangguhkan bahkan alam pun menjadi saksi janji Tuhan.

Kita memang tidak tahu bagaimana Hizkia menangis. Bisa jadi ia melolong, menjerit, atau merintih sehingga hati Tuhan tersentuh dan menyatakan belas kasih-Nya. Itu bukanlah hal penting untuk kita tahu, yang jelas adalah Tuhan menghitung setiap tetesan air mata kita. Seberat apapun pergumulan kita, mari datang ke hadapan-Nya. Ketika hitungan air mata kita cukup di mata Tuhan, maka Dia akan segera mengulurkan tangan-Nya menolong kita.

Doa
Beri kami keteguhan hati ya Tuhan untuk tidak menyerah pada pergumulan kami. Kami tahu akan tepat waktu-Mu menolong kami. Amin. (Win)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 16 November 2021 – Masuklah ke Rumah Tuhan

Selasa, 16 November 2021
MASUKLAH KE RUMAH TUHAN
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 19

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 19:1
“Segera sesudah raja Hizkia mendengar itu, dikoyakkannyalah pakaiannya dan diselubunginyalah badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah TUHAN.”

Hizkia dan kerajaan Yehuda dalam situasi krisis. Raja Asyur, yang marah karena pemberontakan Hizkia, mengepung Yerusalem dengan kekuatan perang yang sangat besar. Ancaman di depan mata bukanlah main-main. Ini sangat serius. Dan, di tengah-tengah keadaan yang genting inilah maka Hizkia memperlihatkan respon yang luar biasa. Ia masuk ke rumah Tuhan dan mengajak semua pemimpin yang ada untuk merendahkan diri kepada Tuhan dan berdoa.

Merendahkan diri dan berdoa adalah respon utama Hizkia ketika menghadapi kemelut. Dia tahu bahwa di dalam bait Allah, sebagai representasi kehadiran Allah, tersedia begitu banyak jalan keluar dan pertolongan. Dan benar saja, Allah memagari kota Yerusalem dan menyelamatkan mereka (ayat 34). Mereka terluput tanpa harus berperang secara fisik. Di dalam doalah Hizkia berperang dan menang.

Merendahkan diri dan berdoa di hadapan Tuhan adalah respon utama dan pertama kita tatkala berada di dalam krisis. Semakin besar masalah kita maka semakin kuat kita berdoa kepada Tuhan. Makin besar beban hidup kita, maka makin banyak waktu yang harus kita berikan untuk berlutut. Datanglah ke rumah Tuhan dan berdoa. Serukan kesesakan kita kepada Tuhan di rumah-Nya. Ia mendengar!

Doa
Bapa, jangan lalui kami, dengarlah doa kami. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 15 November 2021 – Memilih Setia kepada Tuhan

Senin, 15 November 2021
MEMILIH SETIA KEPADA TUHAN
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 18

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 18:6
“Ia berpaut kepada TUHAN, tidak menyimpang dari pada mengikuti Dia dan ia berpegang pada perintah-perintah TUHAN yang telah diperintahkan-Nya kepada Musa.”

Lahir di dalam keluarga yang jahat di mata Tuhan, tidak membuat Hizkia mengikuti jejak iman yang ditinggalkan ayahnya, raja Ahas. Ia memilih setia kepada Tuhan daripada membiarkan dirinya berkompromi dengan dosa dan mengikuti sistem kehidupan yang buruk dan jahat di hadapan Tuhan. Ada dua sikap yang Hizkia lakukan, yaitu berpaut kepada Tuhan dan tidak menyimpang dari pada mengikut Dia (ayat 6).

Pilihan untuk setia kepada Tuhan ternyata menghadirkan berkat-Nya secara khusus bagi Hizkia, “Maka Tuhan menyertai dia; ke mana pun juga ia pergi berperang, ia beruntung” (ayat 7). Berulang kali Alkitab menyatakan bahwa mereka yang hidupnya berpaut dan tidak menyimpang dari perintah Tuhan akan disertai oleh Tuhan dan beruntung hidupnya.

Kita tidak perlu menyalahkan keadaan sekeliling kita yang buruk dan jahat. Pilihan ada di tangan kita sendiri. Kitalah yang memutuskan, berpaut kepada Tuhan atau mengikuti si jahat, melekat kepada Tuhan atau terikat oleh dunia. Jika kita bertekad untuk memilih setia kepada Tuhan maka yakinlah bahwa Dia akan menyertai dan memberikan keberuntungan kepada kita.

Doa
Ya Tuhan, tolonglah kami agar setia kepada-Mu sekalipun tawaran dunia begitu menggoda kami. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 14 November 2021 – Inilah Akibatnya

Minggu, 14 November 2021
INILAH AKIBATNYA!
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 17

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 17:6
“Dalam tahun kesembilan zaman Hosea maka raja Asyur merebut Samaria. Ia mengangkut orang-orang Israel ke Asyur ke dalam pembuangan dan menyuruh mereka tinggal di Halah.”

Kerajaan Israel pun runtuh. Bukan tanpa sebab kehancurannya. Sejak awal mereka sudah diperingatkan namun tetap saja mereka berlaku sebagai orang-orang yang tegar tengkuk. Mulai dari raja sampai kepada rakyatnya. Mereka berdosa secara berjamaah. Mereka tidak menghiraukan seruan Tuhan untuk bertobat atas dosa mereka. Dan pada akhirnya, Tuhan mengijinkan raja Asyur menaklukkan mereka dan mengangkut mereka ke dalam pembuangan. Sekali lagi, “Hal itu terjadi, karena orang Israel telah berdosa kepada TUHAN, Allah mereka” (ayat 7).

Tidak sekali dua kali Allah memperingatkan orang Israel untuk segera bertobat. Demikian halnya dengan kita. Allah berpanjang sabar dengan kelakuan kita. Dengan berbagai cara ia menegor kita. Dengan cara dan bahasa yang lembut, sudah! Dengan peringatan yang keras, juga sudah. Tapi kita tidak bergeming. Terus saja kita berdosa. Kita tidak memikirkan bahwa ada akibat yang mengerikan ketika kita tidak berhenti melakukannya.

Israel luluh lantak oleh karena perbuatan mereka sendiri. Kita pun bisa berakhir dengan cara yang sama. Kali ini, Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita. Gunakan kesempatan ini untuk bertobat. Pikirkan akibatnya, jika Anda melewatkannya.

Doa
Ya Tuhan, tolonglah kami untuk tidak melewatkan kesempatan yang Engkau berikan kepada kami untuk bertobat. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio