Renungan iGrow 13 November 2021 – Jangan Kompromi

Sabtu, 13 November 2021
JANGAN KOMPROMI
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 16

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 16:18
“Selanjutnya, demi raja Asyur, disingkirkannya dari rumah TUHAN serambi tertutup untuk hari Sabat yang telah didirikan pada rumah TUHAN, juga pintu masuk untuk raja yang di sebelah luar.”

Ahas melakukan kompromi. Bantuan yang telah diberikan oleh raja Asyur dengan menolong Ahas menang atas kepungan lawannya membuatnya rela melakukan apa yang bisa menyenangkan hati raja Asyur itu. Ia secara sadar mengubah hal-hal sakral yang dilakukan di bait Allah demi membayar bantuan dari sahabat duniawinya. Allah dan rumah-Nya digadaikan agar hati sekutunya itu puas dan senang. Disingkirkannya Tuhan agar ia mendapat perkenanan dari yang bukan Tuhan.

Jahat di mata Tuhan apa yang dilakukan oleh Ahas. Namun, tak jarang kita juga melakukannya saat ini, walau dengan cara yang berbeda. Demi persahabatan dengan dunia, maka kita kerap mengompromikan iman kita. Tuhan tidak lagi menjadi nomor satu di hidup kita ketika kita menyadari bahwa bantuan dari pihak lain lebih masuk akal dan dapat diterima dibandingkan menantikan pertolongan dari Tuhan.

Paulus pernah berkata, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini” (Roma 12:2a). Seruan ini sangat relevan di zaman Paulus, karena cara orang kafir begitu kuat pada saat mempengaruhi hidup dan iman orang Kristen. Namun seruan ini juga sangat relevan untuk kita saat ini. Jangan berkompromi.

Doa
Tolonglah kami ya Tuhan agar bisa tetap teguh dengan iman sejati kepada-Mu. Kuatkan kami. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 12 November 2021 – Apa Warisan yang Kita Dapat?

Jumat, 12 November 2021
APA WARISAN YANG KITA DAPAT?
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 15

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 15:3-4
“Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya. Namun demikian, bukit-bukit pengorbanan tidaklah dijauhkan. Bangsa itu masih mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit itu.”

Kisah Azarya, raja Yehuda dan kisah Zakharia, raja Israel adalah realita kehidupan yang sepertinya sekadar copy-paste (menduplikat) dari masing-masing generasi sebelumnya. Azarya mengikuti jejak ayahnya, Amazia. Sedangkan Zakharia melanjutkan Yerobeam.

Tentu Azarya melihat bagaimana kehidupan Ayahnya yang tidak sepenuhnya mengikut Tuhan, karena masih membiarkan keberadaan bukit-bukit pengorbanan. Demikian juga Zakharia, yang juga cucu dari Yoas. Dia pun pasti pernah mendengar tentang Tuhan juga nabi Allah yang bernama Elisa. Tapi ternyata sejarah buruk terus berulang. Meskipun ada banyak kisah-kisah kehidupan yang buruk di masa lalu, mereka tetap bebal. Tidak mau belajar dari sejarah.

Bagaimana dengan kita? Apa warisan yang kita dapatkan dari orangtua kita? Teladan yang baik ataukah yang buruk? Semua ada konsekuensinya dari Tuhan. Semua ada upahnya. Mari kita lanjutkan jikalau kita menerima warisan teladan yang mulia dari orangtua kita. Tapi tinggalkan bila warisan itu adalah nilai-nilai yang buruk bagi Tuhan.

Doa
O Tuhan Yesus, kiranya Allah Roh Kudus menolong aku untuk bijaksana. Mengerti tentang warisan yang kudapat dari orangtuaku. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 11 November 2021 – Penyembah Berhala

Kamis, 11 November 2021
PENYEMBAH BERHALA
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 14

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 14:3-4
“Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya bukan seperti Daud, bapa leluhurnya. Ia berbuat tepat seperti yang diperbuat Yoas, ayahnya. Namun demikian, bukit-bukit pengorbanan tidaklah dijauhkan.”

Ketika manusia tidak total mengikut Tuhan, maka setiap saat ada celah kekuatan yang bisa menarik dia untuk meninggalkan Tuhan. Dan ini jelas nyata pada kehidupan Amazia, raja Yehuda. Dia disebutkan melakukan yang benar di hadapan Tuhan tetapi masih membiarkan bukit-bukit pengorbanan alias tempat penyembahan berhala. Celah dosa dibuatnya sendiri.

Kitab Tawarikh (tepatnya 2 Tawarikh 24: 14-16) melengkapi kisah yang kita baca ini. Bahwa setelah Amazia mengalahkan Edom, Amazia menyembah berhala. Bahkan dia pun mengabaikan suara nabi Allah. Itulah akhirnya kita bisa mengerti ketika Amazia dipermalukan oleh Allah melalui Yoas, raja Israel yang disebut sebagai raja yang jahat di mata Tuhan (2 Raja-raja 13:11). Tak jarang, dampak atas dosa dan kejahatannya langsung bisa dilihat dan dirasakan.

Apa yang kita ‘sembah’ saat ini sehingga mengganggu relasi kita dengan Allah? Uang? Materi? Pekerjaan? Hobi? Gadget? Bukankah itu berhala-berhala postmo saat ini? Bertobatlah, sebelum kita dipermalukan.

Doa
Ya, Tuhan. Tak ada yang bisa kusembunyikan di hadapan-Mu. Ampunilah aku ya Tuhan, bila aku ternyata terikat dengan berhala-berhala zaman ini. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 10 November 2021 – Keharuman Nama

Rabu, 10 November 2021
KEHARUMAN NAMA
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 13

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 13:21
“Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri.”

Ada banyak cara Allah untuk melakukan perbuatan-Nya. Bila selama ini kita membaca kisah-kisah menakjubkan yang diperbuat Allah melalui para nabi-Nya, tapi kali ini kita melihat bahwa Allah berkarya luar biasa justru ketika Elisa telah mati.

Apa yang bisa kita renungkan dari peristiwa ini? Pertama, mukjizat Tuhan adalah kedaulatan Tuhan. Dia bisa berkarya ajaib meskipun tidak ada yang mendoakan mengharapkan keajaiban itu. Teks yang kita baca, tak menyebutkan ada orang-orang yang mendoakan mayat itu hidup kembali. Semua terjadi sepenuhnya adalah kehendak Tuhan. Kedua, Elisa adalah nabi Allah yang setia sepanjang hidupnya. Dengan kehidupan yang diperkenan Allah itulah, tulang-tulangnya meski ia telah mati tetap bisa dipakai Allah. Nama Elisa terus harum. Bukan hanya saat dia hidup, tetapi juga ketika dia telah mati.

Bagaimana dengan kita? Harum atau busuk nama kita setelah mati tergantung perilaku kita saat hidup. Dan itu akan memengaruhi kehidupan orang-orang yang bersentuhan dengan kita. Terutama keluarga.

Doa
Oh Tuhan Yesus, lembutkanlah hatiku, sehingga peka terhadap suara Roh Kudus. Buat hati ini taat dan setia kepada-Mu. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 9 November 2021 – Konsisten

Selasa, 9 November 2021
KONSISTEN
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 12

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 12:2-3a
“Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN seumur hidupnya, selama imam Yoyada mengajar dia. Namun demikian, bukit-bukit pengorbanan tidaklah dijauhkan.”

Yoas adalah raja termuda di kerajaan Yehuda. Ia naik tahta di usia tujuh tahun. Dengan pendampingan dari imam Yoyada, Yoas dikenal sebagai raja yang bijaksana dan melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Diarahkan oleh imam Yoyada, raja Yoas menghancurkan sisa-sisa penyembahan berhala dan memperbaiki rumah Allah.

Sangat disayangkan, di kemudian hari raja Yoas kembali menyembah Baal. Ketika imam Yoyada mati, raja Yoas seperti kehilangan seorang penasehat dan pendamping. Ia tidak lagi konsisten kepada apa yang pertama kali ia lakukan ketika ia menjadi raja. Bahkan ia membunuh anak imam Yoyada yang telah banyak berjasa dalam hidupnya. Akhir hidup Yoas begitu menggenaskan. Ia dibunuh oleh pegawai-pegawainya yang bekerja sama dengan anak Yoyada.

Kita bisa memulai segala sesuatu dengan baik. Namun mempertahankan dan menjaga semua yang sudah baik, adalah perkara yang tidak gampang. Dibutuhkan sikap hati yang konsisten, integritas, kemantapan dan ketetapan hati yang kuat agar kita bisa memulai dengan baik dan mengakhiri atau menyelesaikan segala sesuatu yang sudah dipercayakan kepada kita dengan baik pula. Kiranya kita bisa tiba di garis akhir dengan konsisten.

Doa
Tuhan, beri kami keteguhan hati mempertahankan segala yang baik, yang sudah Kau kerjakan di dalam diri kami. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 8 November 2021 – Figuran

Senin, 8 November 2021
FIGURAN
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 11

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 11:12
“Tetapi Yoseba, anak perempuan raja Yoram, saudara perempuan Ahazia, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu, … dan menyembunyikan dia terhadap Atalya, sehingga dia tidak dibunuh.”

Atalya adalah seorang ratu yang bengis yang berhasil memerintah selama enam tahun di Yehuda. Demi mendapatkan tahtanya, Atalya membunuh seluruh keluarga kerajaan termasuk seluruh keturunan Daud, serta semua cucunya sendiri.

Rencana Allah tidak pernah gagal. Keturunan Daud tetap terpelihara. Bayi Yoas diculik oleh Yoseba dari tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh oleh Atalya. Yoas disembunyikan selama enam tahun, sampai akhirnya ia naik tahta setelah Atalya dibunuh.

Yoseba adalah istri imam Yoyada. Yoseba menyelamatkan Yoas dari Atalya yang mengincar seluruh keturunan Daud. Imam Yoyada yang kemudian hari memimpin kudeta melawan Atalya dan menobatkan Yoas menjadi raja.

Ada orang-orang yang berperan penting dalam hidup kita. Mungkin mereka bukan orang nomor satu dalam hidup kita. Bukan pemeran utama, hanya seorang figuran. Seperti Yoseba dan imam Yoyada yang bertindak sebagai pemeran pengganti dari orang tua Yoas yang seharusnya menjaga dan melindungi. Mereka ditempatkan Tuhan dalam hidup kita agar rencana Allah tergenapi sepenuhnya.

Doa
Tuhan, kami bersyukur untuk orang-orang yang Kau kirim untuk menggenapkan rencana-Mu dalam hidup kami. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 7 November 2021 – Berantas Tuntas

Minggu, 7 November 2021
BERANTAS TUNTAS
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 10

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 10:11
“Lalu Yehu membunuh semua orang yang masih tinggal dari keluarga Ahab yang di Yizreel, juga semua orang besarnya, orang-orang kepercayaannya dan imam-imamnya; tidak ada padanya seorang pun yang ditinggalkan Yehu hidup.”

Yehu sangat giat dan bersemangat untuk memusnahkan keluarga besar Ahab beserta semua pengikutnya. Ahab adalah raja Israel yang ke-8. Ahab melakukan segala yang jahat lebih dari raja-raja sebelumnya. Ia membangun altar bagi Baal dan mengajak orang-orang untuk menyembah kepada Baal serta dewa-dewa orang Kanaan.

Yehu dengan tegas dan tanpa ampun berusaha untuk membasmi sisa-sisa dosa penyembahan Baal. Tindakan pembersihan total ini dilakukan terhadap semua pelaku penyembah berhala. Yaitu semua pelayannya, simpatisan, juga seluruh dinasti Ahab tanpa terkecuali.

Dosa sekecil apapun bisa menjadi celah yang membuat kita jatuh lebih dalam lagi. Dosa juga menjalar cepat tanpa kita sadari. Tugas kita adalah memberantas tuntas dosa atau kebiasaan yang tidak berkenan pada Tuhan hingga ke akarnya.

Bukan sekadar mengurangi intensitas atau menjauhi sesaat. Bukan perkara mudah menghapuskan dosa yang mungkin sudah berakar lama di dalam hidup kita. Namun dengan komitmen pertolongan Roh Kudus kita akan dimampukan. Mintalah kepekaan dari Tuhan untuk cepat-cepat menyadari dosa dan bertobat.

Doa
Tuhan, kami tidak mau berkompromi dengan dosa. Amin. (Enji)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 6 November 2021 – Akhir yang Buruk

Sabtu, 6 November 2021
AKHIR YANG BURUK
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 9

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 9:37
“Maka mayat Izebel akan terhampar di kebun di luar Yizreel seperti pupuk di ladang, sehingga tidak ada orang yang dapat berkata: Inilah Izebel.”

Setelah Yehu diurapi menjadi raja atas Israel, ia kemudian berhasil membunuh Yoram, raja Israel dan Ahazia, raja Yehuda. Hal ini merupakan penggenapan janji Tuhan tentang adanya malapetaka di zaman anak Ahab (1 Raja 21:29). Kemudian pasal ini ditutup dengan penggenapan nubuat penghakiman Allah atas diri Izebel.

Setiap manusia tentu mempunyai keinginan untuk mengakhiri usianya dengan sesuatu yang indah. Namun ternyata tidaklah demikian dengan Izebel. Seorang perempuan yang keji di sepanjang hidupnya, bahkan ketika dia mati mayatnya dimakan anjing dan sisa tubuhnya tidak bisa dikubur. Statusnya sebagai seorang anak raja Sidon dan istri Ahab, raja Israel (1 Raja 16:31) tidak membuat dia mendapat penghormatan di akhir hidupnya. Sebuah akhir hidup yang buruk dialaminya.

Sebagai orang percaya, kita ingin meninggalkan kesan yang baik untuk dikenang dan bukan kesan yang buruk. Tuhan berkenan pada hidup yang menjadi berkat. Pancarkan kasih-Nya dan isi hidupmu dengan pelbagai hal yang indah hingga kita mengakhirinya dengan sebuah keindahan.

Doa
Bapa, kiranya Roh Kudus menolong kami untuk setia memancarkan keindahan dan kasih-Mu di sepanjang usia yang Engkau anugerahkan. (HMD).

Alkitab Audio

Renungan iGrow 5 November 2021 – Kepedihan Elisa

Jumat, 5 November 2021
KEPEDIHAN ELISA
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 8

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 8:11
“Elisa menatap dengan lama ke depan, lalu menangislah abdi Allah itu.”

Elisa menjadi sosok yang dikenal dan disegani banyak orang karena berbagai tanda mukjizat Allah yang dinyatakan melaluinya. Nubuat yang disampaikannya terjadi, bahkan doanya agar seorang anak perempuan Sunem dibangkitkan dari kematian didengar oleh Allah. Ketenarannya sampai ke telinga raja Aram yang sedang sakit. Harapnya, melalui Elisa ia dapat disembuhkan dan pulih kembali maka ia mengutus Hazael bawahannya untuk menemui Elisa.

Setelah dengan segera menyampaikan maksud kedatangannya kepada Elisa, Hazael termangu melihat ekspresi lawan bicaranya yang penuh kesedihan. Ihwal malapetaka yang akan menimpa bangsa tercintanyalah yang membuat Elisa bersedih. Ia melihat masa depan Israel akan hancur justru di tangan seseorang yang sedang berbicara dengannya. Ini menjadi ironi saat sebagai abdi Allah ia justru menyampaikan berita kehancuran bagi bangsanya.

Demikianlah terkadang Tuhan bekerja. Ia bekerja melalui kenyamanan kita, atau mungkin Ia begitu leluasa bekerja di dalam kekelaman kita. Seperti halnya Elisa yang bisa menangisi Israel, demikian juga dengan kita. Namun mari juga mengingat bahwa rencana besar-Nya di dalam hidup kita tak akan pernah gagal. Sebab Ia memperhatikan tangisan umat yang bertobat dan mau datang kembali pada-Nya.

Doa
Ajar kami ya Tuhan, untuk memahami segala jalan-Mu. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 4 November 2021 – Percayalah

Kamis, 4 November 2021
PERCAYALAH
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 7

Ayat Emas : 2 Raja-Raja 7:1
“Beginilah firman TUHAN: Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria.”

Kepungan Aram terhadap Samaria terus membuat perbekalan kebutuhan warga Samaria makin menipis. Harga makin tidak terkendali. Kebutuhan yang besar tidak diimbangi dengan ketersediaan barang. Ketika kebutuhan dasar, seperti makanan, tidak dapat lagi dipenuhi maka itu berarti masalah besar. Situasi inilah yang dihadapi oleh orang Israel.

Elisa, seorang abdi Allah berkata kepada raja bahwa akan ada sebuah pemulihan yang akan diterima bangsa Israel. Elisa menyampaikan perihal makanan yang akan kembali terjangkau harganya. Namun, rupanya perkataan ini diterima sambil lalu oleh Yoram, raja Israel. Bahkan Yoram tidak menyadari kesalahannya di hadapan Tuhan. Dia tidak kembali pada Allah namun justru ragu dan melupakan-Nya. Memang, pada akhirnya Israel dibebaskan tanpa mereka harus berperang.

Situasi sulit menjadi bagian yang tak dapat kita hindari, namun cobalah untuk menengok hidup kita. Masihkah kita hidup sesuai mau-Nya, tetap mengandalkan dan tidak melupakan-Nya? Jika kita menjumpainya tidak, maka segeralah berbalik pada-Nya dan nantikan pemulihan dari Tuhan.

Doa
Tuhan, jauhkan kami dari sikap ragu-ragu akan kuasa-Mu. Amin. (hyk)

Alkitab Audio