Renungan iGrow 24 September 2021 – Peringatan dan Teguran Tuhan

PERINGATAN DAN TEGURAN TUHAN
Bacaan Alkitab : 2 Samuel 12

Ayat Emas : 2 Samuel 12:13a
“Aku telah berdosa kepada TUHAN.”

Sebagai seorang nabi, Natan membawa perkataan Allah ketika menegur Daud. Seperti yang kita lihat di pasal 11, Daud telah melakukan kejahatan di mata TUHAN. Kejahatan atau dosa yang sangat serius dan harus segera dibereskan.

Natan, mengawali pembicaraannya dengan Daud, menggunakan sebuah perumpamaan. Cara Natan ini adalah sesuatu yang bijaksana, sebagai jalan masuk ke inti persoalan. Daud mendengar apa yang dikatakan oleh Natan. Setelah mendengar perumpamaan yang disampaikan, ia berkata “Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati.” Daud belum memahami maksud perkataan Natan kepadanya pada saat itu. Sehingga dengan segera Natan menjawab respon Daud dengan mengatakan “Engkaulah orang itu!” Ketika mendengar jawab Natan, Daud segera menyadari kesalahannya, ia mengaku dosanya di hadapan TUHAN (ayat 13a). Namun ia tetap harus menerima konsekuensi atas tindakan yang dilakukannya.

Seperti halnya Daud, seringkali kita tidak dengan cepat menyadari kejahatan yang telah kita lakukan di hadapan Tuhan sampai sebuah teguran Tuhan membuat kita mengerti dengan jelas. Mintalah Roh Kudus memberikan kepekaan agar kita mengerti dan dapat dengan cepat kembali kepada-Nya.

Doa
Ya Tuhan, kami rindu selalu dekat dengan-Mu. Engkau mengajar kami tanpa menunggu kami harus dihajar. Amin. (uni)

Renungan iGrow 23 September 2021 – Hati-Hati Gunakan Matamu

HATI-HATI GUNAKAN MATAMU
Bacaan Alkitab : 2 Samuel 11

Ayat Emas : 2 Samuel 11:4a
“Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia.”

Masih ada dalam ingatan kita, sebuah kalimat yang diucapkan seorang pembawa acara televisi “Ingat, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena kesempatan! Waspadalah! Waspadalah! Waspadalah!” Memang niat jahat bisa lahir kapan saja dan kepada siapa saja. Tak peduli gelar dan jabatannya, dosa mengintip dan sangat ingin masuk serta menguasai siapa saja yang lengah.

Kisah yang kita baca di pasal 11 ini begitu familiar di telinga kita. Kejahatan yang telah dilakukan oleh Daud  ini diawali oleh penglihatan. Bukan sengaja Daud berjalan-jalan di sotoh istananya.  Namun ketika ia di sana, dilihatnya seorang wanita elok rupanya sedang mandi. Muncullah keinginan jahat di hatinya. Kejahatan Daud tidak berhenti hanya dengan meniduri Batsyeba. Tindakan demi tindakannya menjadi sangat jahat di mata Tuhan.

Perhatikanlah, kejahatan yang dilakukan Daud berawal dari mata. Seberapa baik mata kita, itulah yang menentukan langkah kita selanjutnya. Ketika mata kita mulai jahat, ingatlah sebuah lagu Sekolah Minggu yang mengatakan “Hati-hati gunakan matamu, hati-hati gunakan matamu,  karena Bapa di surga melihat ke bawah. Hati-hati gunakan matamu.”

Doa
Tuhan, tolong kami agar bijak menggunakan mata kami, sehingga mata hati kami selalu terjaga sesuai firman-Mu. Amin. (uni)

Renungan iGrow 22 September 2021 – Berprasangka Buruk

BERPRASANGKA BURUK
Bacaan Alkitab : 2 Samuel 10

Ayat Emas : 2 Samuel 10:3b
“Bukankah dengan maksud untuk menyelidik kota ini, untuk mengintainya dan menghancurkannya maka Daud mengutus pegawai-pegawainya itu kepadamu?”

Raja Daud bersahabat baik dengan raja bani Amon, Nahas. Meski pun tidak diceritakan awal mula persahabatan mereka, tetapi Daud sangat berdukacita atas meninggalnya raja Nahas, hingga ia mengirimkan perantara untuk menyampaikan rasa dukacita kepada anaknya, yaitu Hanun bin Nahas. Namun sayangnya, para pemuka Hanun berprasangka buruk terhadap perantara Daud (ayat 3). Akibatnya Hanun membuat keputusan yang salah dengan menangkap perantara Daud, lalu mencukur setengah dari janggut mereka, dan memotong pakaian mereka sampai pantat (ayat 4). Hal ini adalah tindakan yang sangat merendahkan dan memalukan para perantara Daud.

Akibat dari tindakannya yang didasari prasangka yang buruk terhadap niat baik Daud, kita melihat bahwa peperangan tidak dapat dihindari. Begitu banyak nyawa yang menjadi korban akibat kesalahan ini.

Pernahkah kita berprasangka buruk terhadap orang lain? Hingga tanpa disadari sikap kita menyakiti sesama atau bahkan menimbulkan permasalahan baru? Jika iya, mohon ampunan dari Tuhan, dan ijinkanlah Roh Kudus yang memimpin hati kita.

Doa
Tuhan, ampuni jika kami pernah berprasangka buruk satu sama lain. Ajarlah untuk selalu mampu menjaga hati kami. Amin. (uni)

Renungan iGrow 21 September 2021 – Tak Lupa Diri

TAK LUPA DIRI
Bacaan Alkitab : 2 Samuel 9

Ayat Emas : 2 Samuel 9:3a
“Tidak adakah lagi orang yang tinggal dari keluarga Saul? Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari Allah.”

Daud dan Yonatan bersahabat dengan baik, relasi keduanya terbangun tanpa pamrih. Bahkan Yonatan, anak tertua dari Saul yang secara de jure adalah penerus dari ayahnya memimpin Israel tidak memberontak atau iri hati ketika nyatanya Daudlah yang dipersiapkan dan diurapi Tuhan untuk menjadi raja Israel.

Yonatan menerima apa yang menjadi ketetapan Tuhan sehingga keduanya tetap memiliki kedekatan seperti saudara. Bahkan di antara mereka berdua terucap janji untuk saling menjaga dan melindungi. Sepeninggal Yonatan, Daud sang raja tidak lupa akan janji yang terucap. Kepada bawahannya, ia bertanya masih adakah keturunan Saul yang juga adalah keturunan Yonatan tinggal di sana. Setelah dijumpainya Mefiboset anak Yonatan, dengan segera ia mewujudkan janjinya untuk menjaga keturunan Yonatan. Daud tidak lupa diri, dipeliharanya Mefiboset juga merupakan upayanya untuk menyatakan kasih Allah.

Belajarlah dari Daud, yang tidak lupa berbagi kebaikan kepada sesama. Ia melalukannya bukan hanya karena janjinya pada Yonatan, tetapi menjadi bagian yang dapat dilakukan sebagai wujud cinta kepada Allah. Jadilah pribadi yang bersedia dipakai sebagai saluran berkat-Nya.

Doa
Terima kasih yang Tuhan untuk setiap anugerah-Mu, ajarlah kami membuka diri untuk Engkau pakai bagi sesama. Amin. (hyk)

Renungan iGrow 20 September 2021 – Menang Bersama Tuhan

MENANG BERSAMA TUHAN
Bacaan Alkitab : 2 Samuel 8

Ayat Emas : 2 Samuel 8:14b
“TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke mana pun ia pergi berperang.”

Tuhan semakin mengokohkan tahta Daud. Melalui berbagai peperangan Tuhan menunjukkan penyertaan-Nya bagi Daud sehingga semua peperangan yang dijalaninya dibuat Tuhan berhasil. Daud menang dalam setiap peperangan yang dilaluinya.

Alkitab mencatat bagaimana Daud hidup. Nyatanya, hidup Daud bukanlah hidup yang selalu mulus. Di tengah keperkasaannya memimpin Israel menaklukkan lawan-lawan mereka, ia pernah jatuh di dalam perjuangan pribadinya. Ia jatuh saat menyalahgunakan kekuasaan dan kesetiaan bawahannya dengan merebut Batsyeba dari Uria.

Kita tidak menghadapi peperangan seperti halnya Daud beserta bangsa Israel, tetapi peperangan melawan keinginan dosa masih kita hadapi selama kita hidup. Sebuah perjuangan yang mustahil dapat kita jalani sendiri. Kita membutuhkan Tuhan menyertai agar kemenangan menjadi bagian kita. Mintalah Tuhan memimpin hidup kita, karena Dialah yang telah melepaskan kita dari belenggu dosa sehingga kuasanya tidak lagi mengekang. Ijinkan Tuhan memimpin hidup kita dan Ia akan memberi kemenangan. Kemenangan atas belenggu dosa, pergumulan, dan masalah hidup kita. Janganlah berpaling dari-Nya.

Doa
Tuhan, berikanlah kesabaran, kesetiaan dan iman untuk percaya pertolongan-Mu dalam setiap perjuangan kami. Amin. (hyk)

Renungan iGrow 19 September 2021 – Berkat Tuhan Turun Temurun

BERKAT TUHAN TURUN TEMURUN
Bacaan Alkitab : 2 Samuel 7

Ayat Emas : 2 Samuel 7:29b
“Ya Tuhan ALLAH, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya.”

Tuhan memberikan sebuah janji kepada Daud, yaitu menyertai   Daud dan keturunannya. Janji-Nya, kerajaan dan keturunan Daud akan kokoh selama-lamanya (ayat 16). Meresponi berkat Tuhan ini, Daud memberanikan diri mengucapkan sebuah seruan doa syukur kepada Tuhan.

Daud sangat mengenal siapa Allahnya. Baginya, segala firman dari Allah adalah sebuah kebenaran yang patut dipercayai (ayat 28). Berkat dan firman dari Allahlah yang membuat ia beserta keluarganya diberkati. Dia tidak dengan mudah melupakan Allahnya, Allah yang telah memanggilnya dari padang penggembalaan dan mengurapinya sebagai pemimpin yang besar.

Daud dengan segala kemegahannya mengakui bahwa semua yang dia dan keluarganya terima adalah dari berkat Tuhan. Bagaimana dengan kita? Memang kita tak sebesar dan sehebat Daud, tetapi masihkah kita yakin bahwa hanya dari Tuhanlah berkat yang selama ini kita terima. Percayalah, Allah memelihara dan memberkati setiap umat-Nya, bahkan berkat yang sama berlaku bagi setiap keturunannya. Maka sadari dan akui Dia di dalam setiap lakumu, serta kerjakan yang Dia firmankan.

Doa
Ya Tuhan, terus ingatkan kami akan cinta-Mu yang begitu besar. Cinta yang terus menyala, yang menggerakkan berkat-Mu terus mengalir dalam hidup kami. Amin. (hyk)

Renungan iGrow 18 September 2021 – Sukacita

SUKACITA
Bacaan Alkitab : 2 Samuel 6

Ayat Emas : 2 Samuel 6:14
“Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.”

Salah satu tanda sebuah keadaan yang sungguh membahagiakan bagi setiap orang pecaya adalah ketika kita memiliki Allah dan dimiliki oleh Allah, sebab Allah adalah yang menjadi Pemilik dan Tuan atas setiap orang yang percaya.

Hal inilah yang dialami oleh Daud ketika membawa kembali Tabut Allah masuk ke kota Daud. Meskipun tabut itu pernah membawa malapetaka ketika Uza tanpa sengaja memegangnya karena lembu-lembu yang membawa tabut tergelincir dan Uza pun mati seketika, namun saat tabut itu diletakkan di rumah Obed-Edom ternyata berkat Tuhan mengalir. Allah kita adalah sumber pemberi berkat. Dengan sukacita dan ekspresif, Daud menari-nari karena kembalinya tabut TUHAN ke kota Daud. Ia tidak memikirkan lagi posisinya sebagai pemimpin sebab Allah adalah Pemimpin sejatinya dan tidak merasa malu bersukacita karena kehadiran Allah dalam kerajaannya.

Sudah seharusnya juga orang percaya mengalami kehadiran Allah di dalam hidupnya, melalui Roh Kudus yang tinggal di dalam hidupnya. Jangan malu mengekspresikan sukacita kita kepada Tuhan, siapa tahu orang lain dapat melihat kebaikan Allah melalui ekspresi sukacita kita.

Doa
Roh Kudus ajari kami untuk senantiasa mengekspresikan sukacita yang telah Kau berikan dalam hidup kami. Amin. (RM)

Renungan iGrow 17 September 2021 – In His Time

IN HIS TIME
Bacaan Alkitab : 2 Samuel 5

Ayat Emas : 2 Samuel 5:10
“Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN, Allah semesta alam, menyertainya.”

Butuh beberapa tahun bagi Daud untuk menjadi raja atas seluruh tanah Israel. Sejak ia dipilih dan diurapi olah Tuhan melalui nabi Samuel, perjalanannya menuju tahta tertinggi di Yerusalem tidaklah mudah. Berliku, curam, dan berbatu. Hanya karena janji Tuhan yang senantiasa dipegangnya, maka Daud terus menjalani rencana Tuhan yang besar atas hidupnya. Dengan sabar, ia bergerak mengikuti gerakan Tuhan. Sedikitpun ia tidak ragu. Ia tahu bahwa di dalam waktu-Nya Tuhan, maka apa yang dijanjikan-Nya bertahun lampau akan digenapi dengan cara-Nya yang ajaib. Ia hanya perlu menunggu dengan tekun dan sabar.

Dan, tidak berhenti hanya membawa Daud duduk di singgasana raja, tetapi makin lama makin besar dan luas kekuasaan yang Tuhan berikan kepadanya. Jelas, ini bukan karena kehebatan Daud, tetapi karena Tuhan, Allah semesta alam yang senantiasa menyertai Daud, sang mantan gembala domba.

Tak jarang kita merasa bahwa jalan hidup saat ini koq curam, terjal, dan berliku. Kita tidak melihat ada jalan keluar atas pergumulan yang kita hadapi. Namun, sesungguhnya Tuhan tidak tinggal diam dengan apa yang kita hadapi. Ia sedang menyelesaikannya, tapi dengan cara dan waktunya, in His way and time. Percayalah!

Doa
Roh Kudus, tolonglah kami untuk senantiasa bergantung penuh kepada kehendak-Mu di dalam hidup kami. Amin. (tim iGrow)

Renungan iGrow 16 September 2021 – Jangan Halalkan Segala Cara!

JANGAN HALALKAN SEGALA CARA!
Bacaan Alkitab : 2 Samuel 4

Ayat Emas : 2 Samuel 4:10a
“Ketika ada orang yang membawa kabar kepadaku demikian: Saul sudah mati! Dan memandang dirinya sebagai orang yang menyampaikan kabar baik, maka aku menangkap dan membunuh dia.”

Untuk sebuah pengakuan atau kekuasaan, seseorang bisa saja menghalalkan segala cara. Trik dan intrik diupayakan sedemikian rupa agar tujuannya tercapai. Inilah yang terlihat di dalam pasal ini.

Setelah peristiwa pembunuhan yang dilakukan Yoab terhadap Abner seperti dituliskan di 2 Samuel 3, ternyata intrik juga dilakukan oleh Baana dan Rekhap saat mereka berkhianat terhadap atasannya sendiri yaitu Isyboset. Sangkanya, dengan membunuh Isyboset yang notabene adalah musuh Daud, mereka berharap mendapatkan imbalan dari Daud. Ternyata dugaan mereka salah, di saat mereka datang dengan membawa rasa bangga, Daud justru marah dan dengan segera diperintahkannya anah buahnya untuk membunuh Baana dan Rekhap.

Apa yang terjadi di dalam peristiwa ini menunjukkan bagaimana Daud begitu menghargai apa yang menjadi ketetapan Tuhan. Dia mengerti bahwa Saul pun adalah pribadi yang diurapi Tuhan. Demikian juga kepada keturunan Saul, Daud tetap menaruh hormat dan kasihnya. Mari belajar untuk menghargai orang pilihan Tuhan, lebih dari sekadar siapa dia di dalam pandangan kita.

Doa
Tuhan, ampuni kami jika seringkali gegabah dalam bertindak. Roh Kudus tuntunlah kami. Amin. (tim iGrow)

Renungan iGrow 15 September 2021 – Jangan Pelihara Amarah

JANGAN PELIHARA AMARAH
Bacaan Alkitab : 2 Samuel 3

Ayat Emas : 2 Samuel 3:28
Ketika hal itu didengar Daud kemudian, berkatalah ia: “Aku dan kerajaanku tidak bersalah di hadapan TUHAN sampai selama-lamanya terhadap darah Abner bin Ner itu.”

Ternyata peperangan antara keluarga Saul dan keluarga Daud tak berakhir (ayat 1) melalui peristiwa “gencatan senjata” seperti yang kita baca kemarin. Justru hari ini kita menjumpai bagaimana seorang Yoab, kepala pasukan Daud tampak masih memelihara kemarahannya kepada Abner. Sampai-sampai dia membunuh Abner yang sebenarnya telah memihak Daud tersebut.

Amarah kian tak terkontrol bila datang saat kondisi fisik dan jiwa sedang lelah (ayat 22-23). Melalui peristiwa ini, ada dua hal yang perlu kita renungkan: (1) Kemarahan Yoab yang masih ada memunculkan kecurigaan atas ketulusan Abner (ayat 24-25); (2) Melakukan tindakan nekat. Tindakan Yoab melampaui wewenangnya, tanpa sepengetahuan raja Daud.

Kemarahan yang tak terkendali sering menyingkirkan logika. Ia bisa menumpulkan pikiran dan juga membutakan perasaan sehingga belas kasihan pun hilang. Itulah sebabnya betapa kita harus mengontrol kemarahan kita. Kiranya Firman Tuhan pada hari ini mengusik kita, bahwa ketika sedang marah jangan sampai kehilangan arah. Banyak peristiwa fatal terjadi karena kemarahan yang lepas kendali.

Doa
Tuhanku yang baik, mohon kiranya Allah Roh Kudus terus tinggal dalam hatiku. Sehingga kalaupun aku marah, jangan sampai berbuat dosa. Amin. (sb)