Renungan iGrow 22 Oktober 2022 – Nikmatnya Cinta

Sabtu, 22 Oktober 2022
NIKMATNYA CINTA
Bacaan Alkitab: Kidung Agung 2

Ayat Emas: Kidung Agung 2:16
Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.

Keindahan cinta di dalam Alkitab seringkali digambarkan seperti sebuah hubungan pernikahan di mana Kristus adalah sebagai mempelai laki-laki dan setiap orang percaya adalah mempelai perempuan yang sedang disempurnakan.

Rasa cinta yang Tuhan karuniakan atas hidup orang percaya khususnya di dalam pernikahan adalah bersifat monogami. Sejatinya tidak ada tempat atau bahkan kerinduan untuk orang lain. Di dalam mempertahankan rasa cinta sebuah pernikahan, yang diperlukan adalah kasih, setia dan komitmen yang dinyatakan di hadapan Allah dan jemaat-Nya.

Seorang penafsir memberikan penjelasan tentang ayat yang kita baca saat ini, ‘menggembalakan di tengah-tengah bunga bakung dan menari di lereng gunung’, seperti seorang laki-laki yang benar-benar mengagumi dan menikmati akan tubuh pasangannya di dalam kekudusan. Karena tak ada sesuatu apapun yang tertutupi ketika sudah dipersatukan oleh Allah.

Di saat hidup orang percaya tidak bergantung kepada Allah melalui firman-Nya, kita mudah terjerumus dalam cinta yang salah hingga pada akhirnya membuat Allah cemburu dan pasangan kita tersakiti. Alamilah lebih dahulu cinta dari Allah, supaya cinta yang murni itu dapat diwujudkan dan dirasakan pasangan kita.

Doa
Tuhan, biarlah rasa cinta yang Kau berikan ini hanya untuk memuaskan-Mu dan juga untuk pasanganku. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 21 Oktober 2022 – Cinta Sejati

Jumat, 21 Oktober 2022
CINTA SEJATI
Bacaan Alkitab: Kidung Agung 1

Ayat Emas: Kidung Agung 1:15
Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu.

Jatuh cinta berjuta rasanya. Ini salah satu syair lagu lama. Mungkin kita pernah mengalami yang namanya jatuh cinta. Di saat itu, yaitu ketika jatuh cinta melanda maka kita bisa mengungkapkan hati kita dan melakukan semua hal dengan berkobar-kobar.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, salah satu arti kata cinta adalah berharap sekali atau rindu. Bukti terbesar kasih Allah akan dunia ini adalah menyerahkan Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus untuk disalib menebus menebus manusia dari hutang dosa. Tindakan kasih ini membuat manusia kembali bisa merasakan, mengekspresikan kerinduan dan menjalin keintiman bersama Allah dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan, tanpa ada hal lain lagi yang menghalangi.

Cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu. Syair ini adalah simbol kasih Kristus kepada jemaat-Nya. Keindahan cinta kasih Kristus kepada umat-Nya bagaikan simfoni indah di dalam keanekaragaman nada-nada kehidupan. Keindahan cinta sejati-Nya telah kita rasakan. Kini, kita pun harus membalas kasih-Nya dengan cinta yang tulus. Yesus selalu menanti kita yang datang kepada-Nya dengan penuh kerinduan. Jadikan Kristus sebagai pusat cinta sejati kita.

Doa
Tuhan, mampukan kami untuk senantisa tinggal dan hidup di dalam gairah cinta-Mu. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 20 Oktober 2022 – Ingat Penciptamu

https://youtu.be/Ptu5Vps6CgY

Kamis, 20 Oktober 2022
INGAT PENCIPTAMU!
Bacaan Alkitab: Pengkhotbah 12

Ayat Emas: Pengkhotbah 12:1
Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: “Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!”

Dari semua yang diciptakan oleh Allah, hanya satu yang jauh lebih mulia dan paling kompleks, yaitu manusia. Namun manusia acap kali lupa bahwa Allahlah Sang Pencipta mereka. Hal ini terjadi oleh karena kesombongan manusia yang sejatinya harus senantiasa menghormati dan menaati Allah hingga akhir hidupnya karena ini adalah kewajiban setiap orang (ayat 13).

Seberapa jauh pengenalan manusia akan Pribadi Allah tidak ditentukan oleh usianya, melainkan dari sikap hati yang rindu dan haus akan Pribadi Allah melalui firman-Nya sejak masa muda atau dengan kata lain sejak dini. Ketika pengenalan kita akan Allah tidak dipupuk dan disiram dengan benar sesuai dengan standar kebenaran Firman maka hidup yang kita jalani hanya untuk memuaskan dirinya sendiri, sehingga pada akhirnya membuat kita lupa akan Sang Pencipta yaitu Allah dan bahkan lupa akan tujuan utama manusia diciptakan yaitu untuk memuaskan hati Allah.

Ketika kita puas akan Pribadi Allah, secara otomatis puas akan dunia. Hal ini bisa terjadi atas orang percaya di saat hidupnya senantiasa takut akan Allah dan berpegang pada kebenaran Firman (ayat 13).

Doa
Roh Kudus, sadarkan aku untuk selalu mengingat Engkau sebagai Allah, Sang Pencipta. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 19 Oktober 2022 – Menabur yang Baik

https://youtu.be/Fm3vgFHguYs

Rabu, 19 Oktober 2022
MENABUR YANG BAIK
Bacaan Alkitab Pengkhotbah 11

Ayat Emas: Pengkhotbah 11:4
Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur, dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.

Seberapa banyakkah kita jumpai orang yang bimbang akan masa depannya? Seberapa seringkah teringat di benak bahwa justru kitalah orang yang bimbang tersebut? Tidaklah aneh, karena memang masa depan, bahkan beberapa menit ke depan pun tidak kita ketahui pasti yang akan terjadi. Kebimbangan akan hari depan bisa membuat seseorang menjadi takut untuk mengambil sebuah keputusan maupun tindakan. Ketakutan tetap muncul meski banyak prediksi masa depan dengan melihat fenomena dan perkembangan yang sedang terjadi.

Pasal yang kita baca hari ini, rupanya memberikan nasihat bagi pembacanya. Pertama, pembaca diajak untuk tetap bekerja dan berkarya apapun kondisinya. Arah angin dan awan dapat berubah yang menggambarkan keadaan yang tak dapat diprediksi janganlah membuat kita tidak berkarya. Kedua, tetaplah berbuat baik (ayat 2). Siapa yang dapat menyangka, jangan-jangan seseorang yang kita bantu saat ini adalah penolong bagi kita di masa datang. Bahkan tanpa alasan ini pun, berbuat baik adalah nasihat dari firman Tuhan (Bdk. Gal. 6:9). Ketiga, menjalani hidup bijaksana di tengah kesia-siaan (ayat 8-10). Teruslah berpegang pada-Nya, itulah yang menolong kita untuk tetap bijaksana menjalani hidup.

Doa
Ajarlah kami ya Tuhan, untuk memiliki iman yang teguh. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 18 Oktober 2022 – Melawan Kebodohan

https://youtu.be/GVAFgRe9diQ

Selasa, 18 Oktober 2022
MELAWAN KEBODOHAN
Bacaan Alkitab Pengkhotbah 10

Ayat Emas: Pengkhotbah 10:1
Lalat yang mati menyebabkan urapan dari pembuat urapan berbau busuk; demikian juga sedikit kebodohan lebih berpengaruh dari pada hikmat dan kehormatan.

Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Masih ingatkah Anda peribahasa tersebut? Peribahasa yang bermakna sebuah kesalahan kecil yang nampak tak berarti, mengacaukan semuanya. Merujuk dari maknanya, peribahasa di atas seirama dengan ayat emas kita hari ini.

Kebodohan, hal yang diajarkan oleh sang penulis adalah satu titik yang seringkali menghancurkan seseorang. Akibat-akibat negatif yang timbul dari kebodohan tak jarang justru lebih besar daripada dampak sebuah keberhasilan. Hal lain yang disinggung oleh penulis adalah kemalasan dan kelambanan (ayat 18). Dua hal yang tak kalah penting ini menyadarkan kita bahwa seringkali kegagalan di dalam hidup kita adalah akibat dari sikap kita yang malas dan lamban. Kebodohan yang berkombinasi dengan kemalasan dan kelambanan merupakan jaminan munculnya kegagalan. Kegagalan yang tidak hanya merugikan diri sendiri, namun bisa juga merugikan orang-orang di sekitar kita.

Kita menyadari kelemahan sebagai manusia yang memiliki keterbatasan. Maka sepatutnya kita minta pertolongan Tuhan untuk memberikan hikmat, agar kita dimampukan untuk bersikap dan bertindak dengan benar.

Doa
Ajarlah kami ya Tuhan, agar mampu berhikmat dalam bersikap dan bertindak. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 17 Oktober 2022 – Sungguh-Sungguh

https://youtu.be/MemhbJNw4Bg

Senin, 17 Oktober 2022
SUNGGUH-SUNGGUH
Bacaan Alkitab: Pengkhotbah 9

Ayat Emas: Pengkhotbah 9:10
Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.

Satu yang pasti akan dihadapi oleh semua manusia adalah kematian. Siapa, kapan dan di manapun dia, kematian tidak dapat dihindari jika saatnya sudah tiba. Inilah hal yang diangkat Salomo di awal pembacaan kita hari ini.

Kematian yang pada akhirnya akan dialami oleh manusia mungkin akan memunculkan anggapan: ”Ah, saya mau menikmati hidup sepuasnya selagi masih bernapas. Yang penting bahagia.” Namun bukan itu yang ingin diajarkan oleh Salomo. Ayat emas kita berbicara jelas agar kita mengerjakan yang kita jumpai. Bukan sekadar mengerjakan, namun harus disertai dengan kesungguhan dan keseriusan. Hal ini berlaku seumur hidup, selama itulah kita dituntut untuk menjalani hidup dengan baik dan bertanggung jawab.

Kepada setiap orang percaya, Allah menempatkan tujuan-tujuan di dalam hidupnya. Dengan hidup seturut firman Tuhan, sejatinya kita akan dimampukan untuk mengerjakan dan menjalani kehidupan dengan baik. Karenanya, jangan melepaskan diri kita dari firman-Nya. Rencana-Nya selalu digenapi di dalam hidup kita.

Doa
Kami rindu ya Tuhan, menjalani hidup dengan baik dan bertanggung jawab. Tuntunlah kami. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 14 Oktober 2022 – Karunia Menikmati

https://youtu.be/NQqoTyXjW5I

Jumat, 14 Oktober 2022
KARUNIA MENIKMATI
Bacaan Alkitab Pengkhotbah 6

Ayat Emas: Pengkhotbah 6:1
Ada suatu kemalangan yang telah kulihat di bawah matahari, yang sangat menekan manusia.

Ada orang muda yang terobsesi dengan kekayaan yang berlimpah mulai bekerja keras untuk mewujudkan impiannya, akhirnya setelah dua puluh lima tahun dia membanting tulang, bekerja siang malam, menghemat secara luar biasa, tercapailah cita-citanya. Dia memiliki beberapa rumah, mobil dan simpanan di bank.

Tapi setelah memiliki itu semua, dia merasa harus tetap menambah lagi pundi-pundi kekayaannya. Itu sebabnya dia tetap bekerja keras. Sehari-hari dia banyak ke luar kota dan luar negeri demi usahanya. Kerap di rumah hanya saat akhir pekan atau bahkan kadang dua minggu sekali baru berkumpul keluarga. Rumah mewah yang dulu diidamkan, kini banyak ditinggali dan dinikmati pembantunya. Mobil keren nan mahal banyak dinikmati oleh sopirnya. Istri dan anak semata wayangnya kekurangan waktu bersama dengan dia. Akhirnya, aktivitas padatnya baru berhenti ketika dia didiagnosa dokter terkena kanker usus. Mulai saat itulah dia banyak di rumah. Mendapat perawatan intensif dan didampingi suster. Tidak sembarang makanan bisa masuk ke lambungnya.

Bagaimana dengan kita? Apakah pekerjaan kita menjadi berhala postmo? Mari kita bertobat. Mensyukuri berkat-Nya dan mohon belas kasih untuk mendapatkan kasih karunia menikmatinya.

Doa
Tuhan Yesus, terima kasih atas semua berkat yang Tuhan limpahkan kepadaku. Juga karunia untuk menikmatinya. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 13 Oktober 2022 – Cinta Uang

https://youtu.be/vzeGXBlv7rk

Kamis, 13 Oktober 2022
CINTA UANG
Bacaan Alkitab: Pengkhotbah 5

Ayat Emas: Pengkhotbah 5:9
Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia.

Di zaman yang kian sekuler seperti saat ini, tulisan-tulisan Kitab Pengkhotbah mengingatkan dan sekaligus mengusik kita, bahwa semua yang ada di dunia ini adalah sia-sia. Kita diajak bersama-sama untuk lebih memprioritaskan perkara-perkara yang di atas, hal-hal yang kekal (Bdk. Kol. 3:2). Termasuk hari ini tentang uang dan kekayaan.

Semua orang butuh uang, bahkan di hampir setiap aktivitas kehidupan, uang sangat diperlukan. Tetapi celakalah jika kita mengukur kebahagiaan, menyandarkan kedamaian dan sukacita kita, dan bahkan mengukur sesama kita dengan uang atau harta yang dimiliki.

Pengkhotbah menyebut bahwa itu semua adalah sia-sia. Kelak di Perjanjian Baru kita diingatkan lagi oleh Tuhan Yesus tentang perumpamaan orang kaya yang bodoh (Luk. 12:13-20). Dicelikkan lagi oleh Paulus bahwa akar segala kejahatan ialah cinta uang, “Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (1Tim. 6:10). Kita memang butuh uang, tapi kiranya itu tak menjadi fokus hidup (Bdk. Mat. 6:33).

Doa
Ya Tuhan Yesus, di zaman yang kian jahat ini tolonglah kami untuk semakin memfokuskan hidup kami kepada-Mu. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 12 Oktober 2022 – Motivasi yang Benar

https://youtu.be/Vo7-a4o8kNM

Rabu, 12 Oktober 2022
MOTIVASI YANG BENAR
Bacaan Alkitab: Pengkhotbah 4

Ayat Emas: Pengkhotbah 4:17
Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat.

Rumah Allah atau Bait Allah adalah pusat peribadatan bangsa Yahudi, dan tempat di mana Allah hadir untuk umat-Nya. Fungsi dari rumah Allah selain untuk beribadah juga untuk mempersembahkan kurban untuk Tuhan (sumber: Wikipedia). Pada zaman itu, bangsa Israel diharuskan untuk memberikan kurban yang terbaik, sesuai dengan perintah yang terdapat dalam Hukum Taurat.

Namun, Pengkhotbah mengkritisi orang-orang yang datang ke rumah Allah dengan motivasi yang tidak benar. Menurut Pengkhotbah, menghampiri rumah Allah dengan kerinduan mencari Tuhan dan mendengar suara-Nya itu lebih penting dari pada kurban persembahan. Karena kurban persembahan menjadi ajang untuk dipamerkan, atau bisa juga dijadikan alat untuk meminta Tuhan melakukan sesuatu yang dia inginkan.

Tanpa disadari, hal ini pun kerap kali terjadi dalam kehidupan kita dalam beribadah. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kembali bagaimana motivasi kita sebenarnya ketika kita datang ke rumah Tuhan. Apakah kita sudah sungguh-sungguh rindu mencari Tuhan dan mendengar suara-Nya?

Doa
Ajarlah kami ya Tuhan untuk mencari hadirat-Mu sepanjang hidup kami. Amin. (uni)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 11 Oktober 2022 – Semua Indah pada Waktu-Nya

https://youtu.be/iQ5tu-NJFIs

Selasa, 11 Oktober 2022
SEMUA INDAH PADA WAKTUNYA
Bacaan Alkitab: Pengkhotbah 3

Ayat Emas: Pengkhotbah 3:11
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Ayat ini sering menjadi ayat pamungkas yang diberikan pada seseorang jika sedang mengalami kegagalan, atau sesuatu yang direncanakan tidak berjalan dengan semestinya. Tetapi, ayat tersebut terkadang tidak seluruhnya dibaca dengan utuh, hanya berhenti di kalimat “indah pada waktunya.” Yang akhirnya hanya membuat orang menanti-nantikan kapan terjadinya waktu Tuhan itu, tanpa mencoba memahami apa maksud Tuhan yang sesungguhnya.

Pengkhotbah hendak mengajarkan kepada kita, bahwa Allah telah mengatur segala kejadian dalam hidup ini menurut kehendak-Nya. Dia juga telah memberikan kekekalan dalam hati manusia, untuk memahami apa yang menjadi rencana Allah di balik semua hal yang terjadi. Sayangnya, menurut Pengkhotbah, manusia tidak pernah bisa memahaminya.

Ayat 14 berkata, bahwa semua ini dilakukan Tuhan, supaya manusia takut akan Dia. Artinya, kita harus hidup dengan kepercayaan penuh pada kedaulatan Tuhan yang mengatur segala sesuatunya sesuai dengan waktu Tuhan. Tetaplah setia berjalan di dalam waktu Tuhan.

Doa
Ya Tuhan, ajar kami memahami dan setia menjalani setiap rencana-Mu. (uni)

Alkitab Audio